05 Januari 2009

Internet Gratis untuk Sekolah.

Sekolah yang tidak memiliki akses internet akan tertinggal. Sekolah akses informasi yang cepat, tepat dan akurat. Guru memerlukan update pengetahuan. Siswa memerlukan banyak bacaan terkini. Kepala sekolah memerlukan sarana komunikasi canggih via email. Jadi internet termasuk kebutuhan primer di sekolah yang ingin maju.

Solusinya? Sekarang ada internet gratis bagi sekolah-sekolah. Namanya Jardiknas. Jejaring Pendidikan Nasional (Jardiknas) adalah program pengembangan infrastruktur jaringan online skala nasional (National Wide Area Network) yang dibangun oleh Departemen Pendidikan Nasional (DEPDIKNAS) Pemerintah Republik Indonesia untuk menghubungkan antar institusi dan komunitas pendidikan se-Indonesia. Jardiknas merupakan salah satu program strategis pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk dunia Pendidikan di Indonesia. Melalui infrastruktur jaringan online (Jardiknas) diharapkan dapat mempercepat pengembangan integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi pada program pemerintah sektor pendidikan untuk kemajuan Pendidikan Indonesia saat ini dan di masa depan.

Saat ini terdapat 462 kabupaten/Dinas Pendidikan yang terhubung ke Jardiknas. Sedangkan IP Address publik yang disediakan sebanyak 32.768 IP Publik. Layanan yang bisa digunakan lewat Jardiknas meliputi:
  1. Akses Intranet
  2. Akses OpenIX
  3. Akses Internet
  4. Akses Datacenter (Sidiknas)
  5. Colocation Server
  6. Video Conference
  7. Telepon Intranet
  8. Download
  9. SchoolNet
Bandwidth untuk akses internet ke jalur internasional sebesar 200Mbps. Jalur akses internet ke dunia luar ini melalui tiga saluran backbone:
  1. Singtel
  2. UUNet USA
  3. Malaysia
Sedangkan untuk akses ke konten dalam negeri (OpenIIX) pemerintah menyediakan bandwidth 200Mbps. Situs-situs dalam negeri seperti www.detik.com, www.kapanlagi.com dan sebagainya dapat diakses dengan cepat.

Jardiknas terbagi 4 zona jaringan, meliputi:
  1. JARDIKNAS Kantor Dinas/Insitusi
  2. JARDIKNAS Perguruan Tinggi (INHERENT)
  3. JARDIKNAS Sekolah (SchoolNet)
  4. JARDIKNAS Personal
Khusus untuk Kalimantan Selatan depdiknas telah membangun koneksi dari NOC Surabaya ke Banjarmasin. Media yang digunakan adalah Fiber Optik bawah laut dengan dengan bandwith 8Mbps (E2). Tempat-tempat di Kalsel yang sudah terhubung dengan Jardiknas adalah:
  1. Disdik Prop. Kalimantan Selatan
  2. Disdik Kab. Balangan
  3. Disdik Kab. Banjar
  4. Disdik Kab. Barito Kuala
  5. Disdik Kab. Hulu Sungai Selatan
  6. Disdik Kab. Hulu Sungai Tengah
  7. Disdik Kab. Kotabaru
  8. Disdik Kab. Tabalong
  9. Disdik Kab. Tanah Laut
  10. Disdik Kab. Tapin
  11. Disdik Kota Banjarbaru
  12. Disdik Kota Banjarmasin
  13. Disdik Kab. Hulu Sungai Utara
  14. Disdik Kab. Tanah Bumbu
  15. BTKPPKB KAL-SEL
  16. Balai Bahasa Banjarmasin
  17. LPMP Kalsel
  18. BPKB
  19. Badan Perpustakaan Provinsi Kalimantan Selatan
  20. SKB Kota Banjarmasin
  21. SKB Kab. Kotabaru
  22. Politeknik Negeri Banjarmasin
  23. Kopertis XI Kota Banjarmasin
  24. SMKN 1 Tanjung
  25. SMKN 1 Barabai
  26. SMKN 2 Banjarmasin
  27. Universitas Lambung Mangkurat
Lalu, bagaimana caranya agar sekolah dapat ikut menerima koneksi internet lewat Jardiknas. Bagi sekolah yang Disdiknya sudah terhubung ke Jardiknas dapat bergabung di program SchoolNet.

Layanan Schoolnet adalah layanan koneksi ke Jardiknas khusus bagi zona sekolah saja. Hingga saat ini Depdiknas telah bekerjasama dengan PT. Telkom dalam penyediaan infrastruktur koneksi ke sekolah-sekolah menggunakan teknologi ADSL (Asymetric Digital Subscriber Line) yang lebih dikenal dengan produk Speedy Telkom.

Namun demikian bagi sekolah-sekolah di wilayah Indonesia yang belum terjangkau infrastruktur Speedy Telkom dapat menggunakan jalur wireless 2.4 Ghz yang dikoordinir oleh Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten masing-masing. Koneksi yang satu ini bisa dibilang gratis. Sekolah cuma menyediakan perangkat radio ditempatnya. Setelah koneksi ke Disdik setempat tinggal memakai internet gratis yang disediakan Depdiknas.

Syarat umum bagi sekolah yang berhak mendapatkan fasilitas koneksi SchoolNet antara lain:
  1. Memiliki NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional).
  2. Memiliki Laboratorium Komputer dengan jaringan komputer (LAN) minimal 5 PC.
  3. Mematuhi aturan dan prosedur yang berlaku.
Prosedur SchoolNet basis Wireless
  1. Mendaftar ke Dinas Pendidikan Kota/Kab setempat.
  2. Biaya akses lokal dan perawatan wireless tergantung kebijakan dari Dinas Pendidikan Kota/Kab setempat.
  3. Menyediakan perangkat wireless, antena dan tower serta kelengkapannya lainnya secara mandiri.
Sekarang tidak ada alasan lagi bagi sekolah untuk tidak mempunyai akses internet. Silakan hubungi Disdik Kabupaten masing-masing. Sekiranya memerlukan pendampingan dari tenaga ahli khusus Jardiknas, untuk Kalsel bisa menghubungi Bapak Ripa'i Sutanto,S.IP email:ripai68@yahoo.com.

Sumber: www.jardiknas.org

04 Januari 2009

Pelatihan PAS di SMAN 1 Simpur

Hari Jumat tanggal 18 Desember 2008 saya di undang ke SMAN 1 Simpur sebagai nara sumber salah satu kegiatan In House Training (IHT). Tugas saya melatih staf TU dan Guru TIK untuk menjalankan PAS SMA.

Gambar 1: Menjalankan PAS SMA

Paket Aplikasi Sekolah (PAS) merupakan sebuah software aplikasi untuk adminstrasi sekolah. Software ini dikirimkan ke sekolah-sekolah oleh Direktorat Pembinaan SMA Depdiknas. Berbagai kegiatan administrasi sekolah dapat diaplikasikan dalam PAS SMA. Mulai dari Penerimaan Siswa Baru(PSB), administrasi pegawai, administrasi siswa, akademik, keuangan, hingga raport dapat dikelolah dengan PAS SMA. Salah satu fitur canggih di PAS SMA versi terakhir adalah adanya dukungan SMS server. Fasilitas SMS server ini memungkinkan orang tua siswa mengakses nilai, absensi, dan keuangan anaknya di sekolah lewat SMS.

Gambar 2: Staf TU dan Guru SMAN 1 Simpur Belajar PAS SMA

Saya tiba di tempat pukul 08:00 Wita dan diterima oleh Kepala SMAN 1 Simpur, Drs. M. Said. Beliau berbincang dan memaparkan visi beliau tentang pemanfaatan PAS SMA untuk mempermudah adminstrasi di sekolah ini. Sekolah beliau saat ini sedang dalam proses menjadi salah satu sekolah berstandar nasional. Oleh karena itu pemanfaatan PAS dalam proses administrasi menjadi hal penting guna peningkatan mutu pendidikan.

Gambar 3: Suasana IHT PAS SMAN 1 Simpur

Kegiatan pelatihan ini dimulai pukul 08:30 Wita. Materi pertama adalah latihan menginstall sofware PAS SMA. Beberapa staf TU dan Guru TIK bergantian belajar menginstall software ini disertai penjelasan setting awal program. Mereka saya berikan CD PAS SMA agar di lain hari bisa menginstall sendiri.

Setelah proses instalasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan materi entri data. Data referensi nasional sebagai data awal sudah ada dalam PAS jadi tidak perlu dientri. Sekolah hanya perlu mengentri data referensi sekolah dan data periodik. Data periodik meliputi data tahunan dan data periodik persemester. Jika proses entri data ini diikuti sesuai urutan dan berdasarkan tata laksana sekolah maka kegiatan akan sukses. Pertama entri data memang berat karena banyaknya data awal dan data periodik yang harus dimasukan. Tapi setelah itu sekolah akan sangat terbantu proses administrasinya menjadi cepat, efektif dan efisien.

Semoga makin banyak sekolah yang sadar pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam proses adminstrasi sekolah. Khususnya memanfaatkan PAS untuk administrasi sekolah masing-masing.

02 Januari 2009

Review Kegiatan Kayuh Baimbai ke Kandangan

Review kegiatan Silaturahmi dan Sosialisasi Aruh Blogger 2009 komunitas Kayuh Baimbai ke Kandangan agak terlambat saya posting karena banyaknya kesibukan akhir tahun. Teringat janji dengan Pakacil untuk memberikan review kegiatan sebagai bahan masukan bagi kegiatan roadshow Kayuh Baimbai nantinya. Berikut ini review dan sedikit reportase kegiatan yang dilaksanakan Komunitas Blogger Pahuluan (KBP). Sebelumnya telah terbit review resmi dari KayuhBaimbai dan review dari anggota KBP.

Gambar 1: Spanduk Selamat Datang di Pendopo Wakil Bupati HSS

1. Jalannya Kegiatan

Kegiatan Roadshow KayuhBaimbai ke Kandangan membawa dua agenda, yakni silaturahmi dengan komunitas blogger pahuluan dan sosialisasi Aruh Blogger 2009 yang akan diadakan di Banjarmasin. Roadshow ke Pahuluan ini dilaksanakan di Pendopo Wakil Bupati HSS hari Minggu tanggal 28 Desember 2008.

Peserta dari HSS dan sekitarnya terdiri dari komunitas blogger pahuluan, anak sekolah, guru dan masyarakat yang tertarik dengan dunia blog. Undangan yang disebar panitia berjumlah 200buah ke sekolah menengah pertama dan menengah atas. Tak lupa selebaran ditempel di warnet-warnet di kota kandangan untuk menjaring blogger setempat agar berhadir. Akhirnya peserta yang hadir sekitar 25% dari perkiraan panitia yakni 50 orang. terbanyak dari SMPN 1 Kandangan yang lengkap dengan siswa beserta pengajarnya. Selain itu datang pula rombongan dari SMAN 1 Daha Utara (Nagara) yang khusus mencarter mobil walaupun diperjalanan terhalang banjir. Selebihnya ada beberapa guru dari SMPN 2 Padang Batung, SMAN 2 Kadangan dan SMAN 3 Kandangan.

Gambar 2: Pengenalan Blog

Rombongan KayuhBaimbai berangkat dari Banjarmasin berjumlah 31 orang (menurut data tercatat). Direncanakan tiba di Kandangan pukul 10.00 Wita menggunakan 4 buah mobil. Sebelum kedatangan saudara tua dari Banjarmasin ini, maka panitia mengisi acara pengenalan blog. Pemateri adalah rekan-rekan dari KBP. Ternyata sebagian besar peserta yang hadir masih belum mengenal blog. Tak disangka antusiasme mereka cukup tinggi untuk bisa membuat blog.

Gambar 3: Silaturahmi dan Sosialisasi Aruh Blogger 09

Pukul 10:30 Wita akhirnya rombongan KayuhBaimbai tiba di tempat kegiatan. Setelah istirahat sejenak dan menikmati snack acara dilanjutkan dengan silaturahmi antara KayuhBaimbai dengan KBP. Acara saling kenal ini cukup meriah karena merupakan moment pertama kali bertatap muka sesama blogger. Sebelumnya anggota KBP dan KayuhBaimbai bertegur sapa lewat blog dan email saja.

Gambar 4: Session Tanya Jawab

Setelah saling berkenalan, acara dilanjutkan dengan sosialisasi blog dan aruh blogger 2009. Setelah sedikit sambutan dari Tetuha Adat KBP, dilanjutkan dengan paparan berapi-api dari ketua Kayuh Baimbai, Hari Insani Putra. Dilanjutkan dengan paparan dari Pakacil tentang alasan mengapa kita harus ngeblog, apa untung ruginya ngeblog dan motivasi lainnya. Session ini berlangsung cukup meriah karena diselingi tanya jawab. Kebanyakan peserta bertanya tentang dasar-dasar blog karena blog masih kurang begitu populer di pahuluan.

Gambar 5: Penyaluran Bakat Fotografi

Tak disangka, moment ini dijadikan ajang "jepret sana- jepret sini" oleh rekan-rekan dari kayuh baimbai. Entah karena ini momen langka, unik, atau eksotik terserah menilainya. Kilatan lampu blitz ternyata turut memeriahkan acara ini.

Gambar 6: Menyerbu Ketupat Kandangan

Pukul 13:00 Wita acara di Pendopo Wakil Bupati selesai. Rombongan diarahkan ke Karang Jawa untuk menikmati sajian khas Kandangan yakni Ketupat Kandangan. Sembari menunggu waktu makan, istirahat dan shalat momen ini jadi ajang saling kenal-mengenal lebih jauh. Sayangnya salah satu anggota KayuhBaimbai tidak dapat makan ketupat yang nikmat ini.

Gambar 7: Wisata di Tanuhi

Puas menikmati Katupat Kandangan, acara dilanjutkan dengan mengunjungi tempat wisata air panas Tanuhi. Perjalanan turun naik gunung sekitar 45 menit tidak membuat patah semangat. Hasilnya tidak mengecewakan. Lihat saja keceriaan dan spontanitas rekan Kayuh Baimbai dalam menikmati kesegeran air sungai Loksado.

2. Review Kegiatan

Ada beberapa hal yang dirasa sebagai kekurangan acara ini. Hal ini menyangkut kesiapan panitia di Kandangan dan jalannya kegiatan.

  1. Jumlah peserta belum memenuhi target
  2. Target panitia sebenarnya mengundang 400 peserta tapi yang berminat dan dapat berhadir hanya 50 orang. Hal ini mungkin disebabkan kurang gencarnya sosialisasi dari pihak pahuluan.org dan kurang begitu populernya blog di Pahuluan.

  3. Kedatangan rombongan Kayuh Baimbai tidak tepat waktu
  4. Rombongan dari Banjarmasin yang dijadwalkan datang pukul 10:00 Wita ternyata baru tiba di Kandangan pukul 10:30 - 11:00 Wita. Mungkin keterlambatan ini di luar rencana serta tidak begitu lama.
  5. Sesi tanya jawab kurang optimal
  6. Pada saat diadakan tanya jawab, jumlah peserta yang bertanya masih sedikit. Mungkin permasalahannya adalah pemahaman tentang blog yang masih sedikit. Tapi inti dari berbagai pertanyaan peserta adalah masih sulitnya akses internet di HSS sehingga kegiatan ngeblog belum begitu optimal.
  7. Sosialisasi Aruh Blogger 09 kurang detil
  8. Setelah paparan tentang sosialisasi aruh blogger 2009, informasi yang kami peroleh masih minim. Seperti kapan pelaksanaan, bagaimana cara mendaftar jadi peserta, agenda kegiatan dan sebagainya.
  9. Kurang koordinasi dalam hal menu makanan
  10. Terjadi sedikit ketidaknyamanan dalam hal pelayanan kami. Dari segi makanan ternyata ada peserta yang tidak bisa makan ketupat. Karena kurangnya informasi yang kami terima maka kami tidak menyediakan menu selain ketupat. Yah, mungkin hal ini masalah kecil tapi sebagai panitia kami merasa kurang enak terhadap tamu.
Diluar hal-hal di atas, secara keseluruhan acara dapat dikatakan berlangsung sukses. Kami ucapkan terima kasih atas kesediaan kawan-kawan dari Kayuh Baimbai datang ke Kandangan. Semoga acara roadshow seperti ini dapat lebih sering diadakan ke daerah-daerah.

25 Desember 2008

Bikin RT/RW Net Modal Nekat

Dulu...dipenghujung tahun 2007, seorang teman mengajak membangun ISP kecil-kecilan. Maklum di kota kami belum ada akses internet selain telkomnet instan. Anda tahu sendiri kan, telkomnet instan udah lelet alias lambat, mahal lagi. Konon ada seorang teman yang keranjingan internet pakai kabel telpon tersebut yang bayar tagihan telpon sampai 2 juta rupiah! Jadi peluang bisnis ISP di HSS ini belum ada yang menggarap dan menjanjikan.

Saya heran juga dimana pertimbangan penanam modal, kok mengajak saya membangun ISP. Saya cuma seorang guru yang mempunyai sedikit ilmu komputer. Sekedar bisa mengoperasikan ms-word, ms-excel, dan main internetan. Jadi teknis bagaimana menyeting server, VSAT, wireless hingga sisi sekuriti client masih belum ada ilmunya alias blank.

Bermodalkan nekat maka saya terima job tersebut. Kami membentuk kelompok usaha yang terdiri dari 3 orang. Saya bertugas sebagai admin jaringan. Kedua adalah Yadi, pemilik Matrix Computer Kandangan selaku pengelola administrasi dan penyedia hardware. Ketiga Raihan, seorang pegawai BRI selaku pemodal.

Gambar 1: Pemodal, Teknisi Antene, Pengelola

Pekerjaan pertama adalah mencari ISP yang bisa sampai ke Kandangan. Waktu tahun 2007 belum ada akses internet seperti Speedy. Pilihan akses internet cuma telkomnet instan atau GPRS. Kalau GPRS dari operator selular sangat mahal dan tidak ekonomis. Akhirnya pilihan kami jatuh pada VSAT. Teknologi akses internet via satelit ini dapat menjangkau seluruh Indonesia termasuk kota Kandangan.

Gambar 2: Antene Dish VSAT Ku-Band

Googling, itulah cara kami mencari ISP. Lewat mesin pencari google ini kami menggunakan kata kunci "VSAT murah". Hasilnya ada beberapa ISP Indonesia dan ISP luar negeri yang terjaring. Tapi VSAT lewat ISP Indonesia masih tergolong mahal. Setelah meneliti tawaran harga dan bandwidth yang disediakan akhirnya kami memilih SmartMalaysia SDN BHD sebagai ISP (www.smartmalaysia.com). Paket murah yang kami ambil adalah VSAT Ku Band 512/128 Kbps dengan biaya bulanan USD 450. Biaya instalasi awal sekitar 20 jutaan dan itu bisa dicicil separuhnya selama 12 bulan. Lumayan ringan kan.

Gambar 3: Modem VSAT Ku-Band

Setelah di kontak lalu datang teknisi dari Surabaya. Mereka memasang antene VSAT Ku-Band yang mirip antene IndoVision tapi sedikit lebih besar. Setelah didapat signal yang OK dan di test ternyata bandwidth yang diperoleh sangat bagus. Tapi signal Ku-Band mudah terpengaruh oleh cuaca. Jika hari mendung dan hujan disertai guntur kadang koneksi putus 5-10 menit. Hal ini masih lebih baik dibandingkan koneksi telkomnet instan yang sering ngadat pada jam sibuk.

Gambar 4: Teknisi Antene Sedang Beraksi

Pekerjaan kedua adalah membangun jaringan. Setelah sounding kami memperoleh komitmen calon pelanggan sekitar 30 orang. Ternyata rumah mereka sebagian jauh dari kota Kandangan. Ada yang di Angkinang (7 km), Hamalau (4 km), Sungai Raya (6 km) dan perumnas Bilui (3 km). Untuk membangun jaringan yang menghubungkan server dengan client yang jauh maka teknologi yang dipilih adalah jaringan wifi atau wireless.

Awalnya kami membangun tower dari pipa ledeng yang diperkuat dengan penyangga kawat baja. Memang tower yang direkomendasikan om Google adalah model triangle. Mengingat masih terbatasnya modal maka tower pipa ledeng pun jadi. Bayangkan menaiki pipa ledeng di tower hampir 30 meter. Untungnya ada "jago panjat" spesialis tower pipa yang udah ahli.

Gambar 5: Pemasangan Radio Access Point

Sebenarnya kami belum pernah membangun jaringan wireless. Tapi bermodalkan nekat dan google (koneksi VSAT di server udah bisa dipakai) kami harus tetap jalan. Hasilnya kami dapat memesan secara online perangkat wireless mulai dari antena, radio access point, radio client hingga antene dan perangkat tambahan lainnya.

Gambar 6: Memasang Radio di Tempat Client

Akhirnya selesai juga membangun jaringan yang menghubungkan server dengan komputer di rumah client. Ternyata tidak segampang itu membuat ISP. Akses internet yang bisa diakses di server belum bisa dinikmati di rumah client. Selidik punya selidik ternyata belum dishare.

Gambar 7: Sibuk Menyeting Koneksi di tempat Client

Googling lagi! Ketemu, ternyata kami harus memasang sebuah router. Fungsi router adalah menghubungkan jaringan publik dari ISP dengan jaringan lokal wireless client. Disamping itu kami harus memikirkan sarana pembagian bandwidth agar sesama client tidak rebutan. Nah, dari hasil tanya ke Om Google ternyata kami tidak perlu membeli router yang mahalnya minta ampun. Solusinya dengan merakit sendiri server router dan menginstall Mikrotik Router OS di dalamnya.

Gambar 8: Server Rakitan Sendiri

Pekerjaan utama dan paling rumit adalah menyeting routing dan membuat script untuk membagi bandwidth. Untunglah pekerjaan tersebut bisa di remote dari tempat saya. Sebelumnya saya sering menyeting server sampai jam 3 pagi. Fasilias remote yang disediakan mikrotik sangat memudahkan dan meringkan pekerjaan. Lagi-lagi, semua ilmu routing dan bandwidth manager di mikrotik saya peroleh dari Om Google.

Sekarang ISP kami udah jalan setahun lebih. Server rakitan sendiri ternyata tahan dihidupkan nonstop 24 jam selama 14 bulan ini. Sedangkan radio access point udah 2 kali diganti karena di sambar petir. Kalau hitung-hitungan ekonomis sekarang tinggal menikmati. Terutama saya memperoleh akses internet gratis 24 jam dirumah. Yah, di zaman canggih sekarang ini kesempatan tidak datang dua kali. Kita harus berani ambil resiko dan harus dapat belajar sendiri. Modal uang dapat dicari. Teknis dan ilmu dapat digoogling. Tinggal kita saja lagi yang harus jeli melihat kesempatan disela roda globalisasi.

22 Desember 2008

HSS Go Online!!!

Akhirnya kabupaten Hulu Sungai Selatan mulai online. Seluruh kantor pemerintah dan dinas rencananya akan dihubungkan menjadi satu jaringan lewat teknolog wireless. Akses internet pemkab yang menggunakan VSAT pun akan dibagi-bagi ke seluruh kantor tersebut.

Gambar 1: Tower Wireless Access Point Pemkab HSS

Hari minggu kemarin, tower untuk access point setinggi 40 meter sudah selesai dibangun. Sorenya kami selesai memasang radio box dan menyeting access pointnya. Radio yang dipasang di jalur g ini menggunakan power yang besar dengan kapasitas 200an client.

Menggunakan model triangle, tower wireless ini tampak perkasa dilihat dari bawah. Didirikan di halaman kantor Bupati HSS. Rencananya jaringan wireless ini akan menjangkau seluruh kantor pemerintahan di HSS. Paling jauh adalah Loksado dan Bajayau (Daha Barat). Makanya, kedepannya tinggi tower akan ditambah agar dapat menjangkau lebih jauh lagi.

Gambar 2: Ruang Server di Ruang PPDE

Server diletakkan di Ruang Pusat Pengolahan Data Elektronik Pemkab HSS. Di dalam ruang ini lah terdapat berbagai macam server dan perangkat VSAT yang menghubungkan jaringan komputer di kantor Pemkab HSS dengan jaringan internet global.

Gambar 3: Antene Transceiver VSAT

Gambar 4: Modem VSAT

Gambar 5: Kondisi Ruang Server PPDE

Tapi tujuan utama pembangunan jaringan ini kemungkinan adalah agar sistem informasi daerah (SIMDA) dan berbagai aplikasi perkantoran lainnya dapat saling terhubung. Hal ini diharapkan memudahkan administrasi dan mempercepat proses kerja. Hal ini sangat sejalan dengan visi dan misi pak Bupati yang ingin menjadikan HSS sebagai "Banua Enam Center".

Gambar 6: Bapak Bupati Hulu Sungai Selatan

Proses seperti absensi, kirim surat-menyurat, hingga neraca keuangan dinas dapat dipantau langsung dan online dari Kantor Bupati. Hal ini sangat efisien dan menghemat biaya. Kantor kecamatan yang jauh seperti Daha Barat dapat mengirimkan file kerjanya lewat email. Bahkan direncakanan akan dioperasikan fasilitas teleconference agar Pak Camat bisa rapat dengan Pak Bupati dari kantor masing-masing tanpa perlu repot-repot.

19 Desember 2008

Waterworld-nya Bajayau

Perjalanan menuju SMPN 2 Daha Selatan (Bajayau) hari ini cukup menegangkan. Beredar kabar bahwa sebagian jalan dari Kandangan ke Nagara mulai terendam air. Bahkan katanya kondisi di daerah hilir seperti Bajayau sudah banyak rumah penduduk terendam air.

Mulai berangkat dari Kandangan pukul 06:30 Wita. Melewati pinggiran sungai Amandit terlihat pemandangan mendebarkan. Ketinggian permukaan air di sungai yang membelah kabupaten HSS ini makin mengkhawatirkan. Air sungai deras dan berwarna keruh kecoklatan. Pertanda telah terjadi hujan lebat di daerah hulu pegunungan Meratus seperti Loksado.

Gambar 1 : Sungai Amandit

Sepanjang perjalanan 30 km dari Kandangan ke Nagara terjadi beberapa kendala. Terdapat sekitar 4 titik jalan yang aspalnya mulai tergenang air. Ketinggian jalan yang rendah tersebut terdapat di Karang Ratih, Bangkau, dan Muning. Ketinggian air di jalan dari 5-10cm. Di sebelah kanan jalan yang merupakan sungai dan rawa terlihat air deras yang makin meninggi.

Sampai di Nagara terlihat bahwa kota sentra industri kerajinan logam di HSS ini mulai terendam air. Banyak rumah penduduk yang agak rendah tergenang luapan air sungai Nagara. Sungai Nagara merupakan sungai yang menjadi tempat "pembuangan air" dari kabupaten HSU, HST, HSS dan Tapin.


Gambar 2: Rumah Penduduk Terendam Air

Perjalanan ke Bajayau belum selesai. Route dari Kandangan ke Nagara baru sepertiga perjalanan yang harus kami tempuh. Selanjutnya harus ditempuh perjalanan lewat sungai dari Nagara ke Bajayau sekitar 1 jam naik klotok. Yah, kalau dari Kandangan-Nagara jalan aspal, maka dari Nagara-Bajayau naik klotok.

Duduk di atas kelotok memandang luasnya sungai dan awan yang mulai menghitam. Kanan-kiri hanya rawa luas dan sedikit rumah penduduk. Terbayang jika hari hujan dan angin bertiup keras. Tapi untunglah ini sungai jadi tidak ada gelombang layaknya di laut. Tapi tetap saja membuat hati berdebar menunggu apa yang selanjutnya terjadi.


Gambar 3: Sungai Nagara

Sebelum sampai ke Bajayau kita akan melewati 4 buah desa, yakni Siang Gantung, Baru, Tanjung Selor dan Badaun. Klotok yang ditumpangi para guru ini akan singgah di masing-masing desa. Setiap desa terdapat SD yang harus disinggahi para guru. Sedangkan SMPN 2 Daha Selatan terdapat di desa Bajayau. Nanti melanjutkan dari Bajayau ada desa Bajayau Tengah, dan Bajayau Lama.


Gambar 4: Guru SDN Baru Tertatih-Tatih di Titian

Sesampainya di SMPN 2 Daha Selatan ternyata kabar itu memang benar. Air sudah meninggi. Lantai sekolah hanya tinggal beberapa centimeter lagi dari permukaan air. Bangunan sekolah kami didirikan diatas rawa. Kalau musim penghujan biasanya lantai bangunan masih sekitar 1 meter dari permukaan air. Berarti tahun ini air lebih tinggi dari biasanya.

Gambar 5: Bangunan SMPN 2 Daha Selatan di atas air

Lihatlah rumah dinas yang saya tinggali. Rumah mungil ini juga tinggal beberapa cm saja dari permukaan air. Teringat pengalaman banjir di tahun 2005. Air menggenangi lantai dan banyak sekolah diliburkan. Hewan air seperti ular dan semut sering masuk ke rumah.

Gambar 6: Rumah Dinas SMPN 2 Daha Selatan

Tapi untunglah seluruh siswa kami pergi ke sekolah naik klotok. Biar bagaimanapun tingginya permukaan air mereka masih bisa pergi ke sekolah. Memang di Bajayau belum ada jalan darat yang memadai. Jadi klotok dan jukung menjadi alat transportasi andalan.

Gambar 7: Kelotok siswa SMPN 2 Daha Selatan

Nah, bagaimana? Beranikah anda tugas di sini. Kalau tidak pandai berenang tentu tugas di daerah perairan merupakan momok menakutkan.

Pendidikan di daerah rawa terpencil seperti Bajayau masih memerlukan banyak tenaga pengajar yang muda, aktif, dan memiliki idealisme tinggi. Maklum pekerjaan lebih berat dari pada penghasilan yang didapat. Saya menantang semua mahasiswa FKIP Unlam atau STIKIP atau IAIN yang mau praktek atau KKN di sini! Jangan hanya terpaku jadi "anak mami" dengan praktek di kota saja. Sekali-kali maju dong ke garis depan. Rasakan bagaimana sebenarnya "peluh" seorang guru. Saya jamin akan jadi pengalaman hebat tak terlupakan.

15 Desember 2008

Wisata Religi Kalsel (1)

1. Ziarah ke Makam Datu Sanggul

Kalimantan Selatan merupakan daerah yang memiliki tradisi keislaman yang kuat. Di sini terdapat "Serambi Mekkah", yakni kota Martapura di kabupaten Banjar. Martapura merupakan kota santri yang telah mencetak ribuan santri, dan ratusan ulama mumpuni.

Kuatnya akar Islam di tanah Banjar tidak lepas dari peran perjuangan para ulama dan waliyullah di masa kerajaan Banjar dahulu. Siapa tak mengenal Syekh Muhammad Arsyad al Banjary dengan kitab Sabilal Muhtadinnya. Kitab ini diterbitkan dan dipelajari tidak hanya di Indonesia tapi sampai ke manca negara seperti Malaysia dan Brunnei Darussalam.

Para wali di tanah Banjar di masa lalu sering diberi gelar Datu (gelar kehormatan di Malaysia, Datuk). Misalnya Datu Sanggul, Datu Suban, Datu Kelampayan. Sedangkan di masa sekarang ada ulama besar dan kharismatik di Kalsel, yakni Tuan Guru Sekumpul yang kini bermakam di Sekumpul Martapura.

Warga Kalsel yang ingin ziarah biasanya mengunjungi makam Guru Sekumpul, Datu Kelampayan, dan Datu Sanggul. Tiga tempat ziarah ini menjadi sering menjadi paket "wajib" bagi orang yang ingin ziarah di tanah Banjar.

Datu Sanggul merupakan gelar kehormatan kepada seorang wali Allah di tanah Banjar. Nama asli beliau adalah Abdus Shamad yang berasal dari Palembang dan hidup pada abad 18 Masehi.

Semasa muda, Abdus Shamad gemar melanglang buana menuntut ilmu Agama Islam. Setelah merantau ke berbagai negeri di seberang lautan, akhirnya sampailah beliau ke Muning, di kabupaten Tapih, Kalsel. Di sana beliau menuntut ilmu kepada seorang wali yang bernama Datu Suban.

Penyebab Abdus Shamad muda pergi ke Kalimantan untuk menuntut ilmu karena ada firasat melalui mimpi. Suatu ketika beliau bermimpi bertemu dengan seorang tua. Sambil berjabat tangan, orang tua tersebut berkata: "Jika Ananda ingin menuntut ilmu yang sejati hendaklah ananda berguru pada Datu Suban di pulau Kalimantan di Kampung Muning Pantai Jati Munggutayuh Tiwadak Gampa daerah Tatakan".

Ketaatan dan kepatuhan Abdus Shamad membuatnya menjadi murid kesayangan Datu Suban. Berbagai ilmu agama dipelajarinya hingga akhirnya Abdus Shamad menjadi seorang wali di tanah Banjar yang memiliki Kharamah luar biasa dan diberi gelar Datu Sanggul.
Kini makam beliau dapat ditemui di desa Tatakan kabupaten Tapin sekitar 500 meter dari pinggir jalan provinsi. Kompleks makam beliau oleh pemerintah dijadikan Benda Cagar Budaya yang dilindungi.

Setiap hari banyak peziarah berkunjung ke makam ini. Mereka tidak hanya datang dari kabupaten Tapin saja, tetapi dari Kalsel, Kalteng, Kalbar, Kaltim bahkan dari luar pulau Kalimantan. Bahkan terkadang ada peziarah yang datang dari Malaysia dan Brunei Darussalam.

Walaupun beliau telah wafat lebih dari 3 abad yang lampau tapi makam beliau tetap terjaga. Setiap hari banyak peziarah yang datang. Selain ziarah ke makam, di tempat itu disediakan bagian khusus buat orang yang ingin mengadakan selamatan. Disediakan air khusus untuk diminum yang telah didoakan oleh ulama setempat.

Di koridor menuju makam terdapat berbagai dagangan. Berbagai souvenir dan perlengkapan muslim dapat ditemui di sini.


(Bersambung)

Parade Tokoh / Fisikawan Menuju ToE

Parade Tokoh dan Teori Menuju Theory of Everything (ToE) ⚗️ Era Awal – Fondasi Konsep Atom dan Hukum Alam (1600–1800) 1. John Dalton (176...