Catatan Perjalanan Guru Matematika sekaligus Programer, Pegiat TIK, Mantan Birokrat.
24 April 2009
Antara Blog, Facebook dan Ubuntu
Sebagian blogfriend bertanya-tanya kemana gerangan. Jawabannya adalah aku tersesat diantara blog, facebook dan Ubuntu. Ngeblog merupakan hobi pertama saya di internet. Menulis dan menulis. Tapi menulis di blog saya rasa nggak bisa sembarangan dan mesti dikonsep dan dipikirkan dengan matang materinya. Yah, katakanlah agak lebih serius dibanding menulis di facebook.
Jujur, saat ini saya lebih rajing update status di facebook ketimbang menulis di blog. Kelebihan facebook ada dua (menurut saya).Pertama tulisannya nggak perlu berat dan serius, cukup satu dua kalimat yang mewartakan kegiatan saat itu. Kedua, facebook dapat menampilkan tulisan terbaru teman-teman yang terhubung dalam satu halaman. Jadi kita nggak perlu menjelajah kemana-mana seperti blogwalking.
Selain itu berbagai kesibukan yang sangat menyita waktu. Tapi untuk alasan ini kurang bisa dipertanggungjawabkan. Sibuk bukan alasan untuk tidak menulis di blog. Buktinya Pak EWA, yang kesibukannya fullday dengan beribu-ribu aktifitasnya masih sempat-sempatnya menulis. Salut untuk Pak EWA.
Selain facebook, ada lagi aktivitas yang sangat saya gemari, yakni mengoprek Linux. Distro Linux yang saat ini sedang saya pelajari adalah Ubuntu. Operating System yang free dan terbuka ini membuat saya bisa belajar lebih banyak tentang sistem operasi dan jaringan. Berbagi varian ubuntu telah saya jajal, mulai dari Ubuntu Desktop, Ubuntu Muslim Edition (ME), Edubuntu, Kubuntu, Linux Mint. Sungguh menarik bisa menginstall sistem operasi yang free dan bisa dikostumis sesuai selera dan kebutuhan.
Hebatnya lagi, kita bisa mengkompile kernel Linux sendiri agar sesuai dengan kebutuhan dan hardware yang kita miliki. Fantastis, semua itu gratis, dan hebaatnya lagi CD installer saya request dari markas Ubuntu di luar negeri, eehh ternyata dikirimkan gratis sampai dirumah saya.
Saat ini lagi gandrung dengan Ubuntu Server 8.10. Walaupun tampilannya berbasis teks bukannya GUI, tapi software yang terkandung didalamnya benar-benar komplit, tahan banting dan dapat memenuhi kebutuhan server disekolah, warnet atau lembaga pemerintahan.
Saya sedang belajar menginstall gateway di Ubuntu agar bisa mensharing satu koneksi Speedy di sekolah kami untuk dikoneksikan ke puluhan komputer di lam. Selain itu file server, printer sharing, DNS, database server, web server, mail server, proxy server telah sukses saya jalankan di server. wuihh serasa memakai server branded yang harganya puluhan juta.
Kedepannya, saya bercita-cita meracik ubuntu server untuk warnet. Inginya sih, memfungsikan Ubuntu server sebagai router, bandwith shaper, billing dan load balancer. Router untuk membagi koneksi, bandwidth shaper untuk membatasi koneksi perclient, billing untuk sistem keuangannya dan load balancing untuk menggabungkan 2 atau lebih koneksi Speedy dalam satu warnet.
Sudahkan anda memakai Linux?
16 Maret 2009
Saya Berhenti Jadi Orang Jahat
Teringat waktu kuliah dulu. Menabung sedikit-demi sedikit akhirnya dapat membeli komputer bekas sekelas Pentium II seharga Rp 1,8 Juta. Waduh senang sekali, tapi ternyata harga Rp 1,8 Juta itu baru membeli hardware. Karena harga software asli hampir 10 kali lipat harga perangkat komputernya, yah..terpaksa dech membajak aja. Maaf untuk Tuan Besar Bill Gate, tapi saya terpaksa melakukan itu karena harga softwaremu terlalu mahal untuk ukuran kantong saya (Indonesia?).
Tapi kini saya telah jadi "orang baik". Saya telah berhenti memakai Jendela bajakan yang penuh bug, virus berseliweran, mengharuskan hardware spek tinggi. Kini aku 100% memakai software yang asli, legal. Emang elo, udah kaya, Pak Syam? kok bisa membeli software legal...Ah, nggak juga. aku sekarang memakai Linux (Ubuntu) yang free, gratis, bahkan pihak pengemban Ubuntu bermurah hati mengirimkan CD Installer Ubuntu langsung dari luar negeri tanpa biaya sepeserpun.
Penasaran? coba lihat tampilan desktopku di atas. Sekilas mungkin anda mengira itu Windows XP, tapi sebenarnya adalah Ubuntu 8.10. Apa itu Ubuntu? Ubuntu adalah distro Linux (paket distribusi) yang dikembangkan oleh Canonical Ltd. Ubuntu berbasiskan Linux Kernel 2.6.27-7 yang ditambah dengan berbagai paket software penunjang. Mulai dari software perkantoran, grafis, edukasi, hiburan, game, jaringan dan lain-lain. Jumlah software dan tool penunjang Ubuntu 8.10 ada lebih dari 25.000 macam. Bayangkan!
Bagi anda yang masih menggunakan Windows baik yang legal (karena anda kelebihan uang?) atau bajakan (karena nggak mampu beli seperti saya), jangan khawatir kalau ingin migrasi ke Ubuntu. Memakai Ubuntu tak ubahnya memakai Windows. Perhatikan pekerjaan apa yang bisa anda kerjakan:
Perkantoran : Ubuntu ada OpenOffice, setara Microsoft Office.
Grafis : Ubuntu ada Gimp, setara Adobe Photoshop,
mp3 player : Ubuntu ada xmms, setara WinAmp,
Video player : Ubuntu ada Totem, setara Cyberlink PowerDVD,
Programming : Ubuntu ada Gambas, setara Visual Basic,
Ubuntu ada Lazarus, setara Borland Delphi,
Ubuntu ada freePascal, setara Borland Pascal
(free pascal adalah standar Olimpiade dunia).
Animasi : Ubuntu ada Blender, setara ??????
Game : Ubuntu ada 958 game siap install, setara ???
Networking : Ubuntu ada 1.358 tool jaringan, setara ???
Matematika : Ubuntu ada 424 software, setara ????
Sains : Ubuntu ada 323 software, setara ???
dan lain-lain, semuanya tinggal klik dan install.
Keuntungan menggunakan Linux:
Pertama: Murah, Legal, Open Source
Dengan 100ribuan kita dapat membeli 1 CD installer + 6 DVD repository (software tambahan). Tinggal pesan, install, dan legal. Tersedia ribuan dokumentasi dan source code program yang bisa kita pelajari. Dijamin ketika melewati bandara, laptop anda nggak akan disita karena ada razia software bajakan.
Kedua: Bebas Virus
Dulu waktu masih memakai "jendela yang mudah pecah", saya paling takut yang namanya virus. Jadi sewaktu orang lain ingin mencolokkan flashdisk ke laptop saya sangat takut. Pernah terinfeksi virus, semua data di hardisk hilang dan jendelanya pecah (crash). Terpaksa install ulang.
Ketiga: Dukungan driver lengkap
Sewaktu menginstall "Jendela yang mudah pecah" di laptop Acer 4520, waktu yang diperlukan hampir seharian. Prosesnya ribet dan bertele-tele. Hal ini karena setelah install jendela, office, dan tool lain ternyata sound card nggak bunyi. Webcam di laptop nggak nyala. Wireless Card nggak jalan, MMC/SD Card reader nggak berfungsi. Penyebabnya saya belum menginstall driver untuk hardware tersebut yang ada dalam cd khusus sebagai penyerta dari pihak Acer.
Tapi sewaktu saya telah tobat dan berniat menggunakan Linux ternyata tidak sampai 1 jam proses menginstall selesai. Semua hardware, webcam, wifi, cardreader, soundcard, telah dikenali dan tersedia drivernya dalam Ubuntu 8.10. Bahkan printer Canon MP145 yang baru saya beli pun langsung dideteck. Jadi nggak perlu lagi menginstall diver bawaan laptop dan printer.
Keempat: Software tambahan (repositori) segunung
Setelah menginstall Ubuntu 8.10 dengan software defaultnya, ternyata saya bisa menambah software lainnya semudah membalikkan telapak tangan. Cukup masukan DVD repository (atau konek ke internet bagi yang punya bandwidth gede), maka instalasi software selesai.
Kini aku dapat mengedit mp3 dengan Audacity, membuat animasi dengan Blender, merancang layout buku dengan Scribus, chatting dengan Pidgin, Video call dengan Ekiga, memprogram dengan Lazarus, membuat diagram dengan Dia, mencurahkan ide (mind mapping) dengan Labirynth.
Bahkan kini aku dapat belajar menghack jaringan wireless menggunakan berbagai tool di Linux. Misal Kismet untuk menscan jaringan wifi yang SSID-nya dihidden. Mengintip lalu lintas data di jaringan wireless dengan wireshark. Kegiatan mengaudit security jaringan bisa dilakukan dengan mudah, test beban loading webserver, menscan port yang terbuka di server, dan beragam aktivitas jaringan mudah dan enjoy dilakukan di Ubuntu.
Keenam: Dukungan update dan upgrade
Hal ini nggak perlu dijelaskan panjang lebar, tinggal koneksi keinternet dan pilih upgrade yang ingin dilakukan. Blesss..semua software anda jadi up to date. Nggak perlu registrasi dan aktivasi yang rumit dan tak perlu bayar.
Kelima: Alih Teknologi
Menggunakan Linux, berarti kita dapat melihat source code dari software didalamnya. Mulai dari source code kernel Linux, source code software pendukungnya, sampai source code berbagai script yang membuat komputer lebih mudah digunakan.
Demikian pula dokumentasi sebagai sumber belajar. Setiap software di Linux disertai dengan dokumentasi yang sangat baik. Tidak hanya dokumentasi bagaimana kita menggukan software tersebut, tapi juga dokumentasi bagaimana cara kerja software.
Kedua hal ini akan membuat bangsa Indonesia menjadi pintar. Kita tidak mau terus dijajah secara ekonomi dengan keharusan membeli produk dari produsen luar. Tapi kita bisa belajar membuat, mengubah atau memodifikasi software agar sesuai dengan kebutuhan kita sendiri.
Bayangkan?
Jika saja semua sekolah di Indonesia beralih menggunakan Linux, maka sanggupkah anda membayangkan berapa rupiah yang kita hemat. Coba hitung.
Saat ini jumlah sekolah di Indonesia yang terdaftar di http://npsn.jardiknas.org = 247.437.
Andai satu sekolah 1 komputer membeli 1 windows Xp (1,5jt) dan Microsoft Office 2003 (2,5jt)
artinya:
247.473 x Rp 4.000.000,- = Rp. 989.892.000.000 wow hampir Rp 1 Trilyun bo!!!
Itu baru asumsi 1 komputer untuk satu sekolah yang terdaftar di NPSN. Belum lagi semua sekolah yang belum mendaftar di npsn, atau sekolah yang menggunakan komputer lebih dari 1 (lab komputer bisa 20an buah), trus di kampus, laptop dan komputer para guru dan dosen. Jangan-jangan bisa menghemat sampai puluhan triliyun rupiah kita. Silakan hitung sendiri jika ditambah dengan berbagai software lain selain WinXP dan Microsoft Office 2003. Ingat pula berapa jumlah komputer di institusi dan lembaga pemerintahan, perusahaan swasta, dan pengguna rumahan. Jangan-jangan biaya lisensi softwarenya sampai ratusan triyun Rupiah. Waduh itu sih udah 10% APBN kita.
Jadi?
Jadi, tolong beritahu saya bagaimana logikanya, kok ada orang yang terus mengkampanyekan agar kita terus menggunakan "jendela yang mudah pecah" dengan membayar Bill Gates sampai puluhan triliyun.
Jadi, anda jangan heran kalau Bill Gates sekarang jadi orang terkaya didunia tahun 2009 versi majalah Forbes.
Jadi tunggu apa lagi. Sekarang juga cek software di komputer anda. Legal atau tidak. Kalau tidak legal berarti anda termasuk "orang jahat". Kalau anda ingin jadi orang baik berhenti membajak software dari Tuan Gate.
Pilihannya ada dua. Kalau anda punya uang dan kepincut dengan "Jendela yang mudah pecah" silakan sediakan budget sampai 7 digit lalu beli operating system Windows dari Tuan Gate. Silakan nikmati software tertutup yang hanya memperbolehkan anda menginstallnya di satu komputer. Bersiap-siaplah mengupgrade hardware anda karena makin lama sang Jendela semakin menuntut spek hardware yang tinggi. Kemudian bersiap menghadapi merajalelanya virus di lingkungan windows based.
Tapi kalau anda tidak ingin mengeluarkan uang sebanyak itu, silakan install software yang free di komputer anda seperti Linux. Saat ini distro Linux paling banyak diminati adalah Ubuntu. Nikmati lah pengalaman dan kebebasan dari Linux. Kita bebas mengkopi, mengubah, mendistribusikan kembali Linux yang kita punya.
Jadi, jangan lagi anda mau menjadi "orang jahat" yang memakai "jendela" tanpa membayar alias membajak. Ingat bagaimanapun juga itu termasuk dosa. Apalagi jika komputer yang ada software bajakannya itu dipakai untuk bekerja atau mencari nafkah. Otomatis penghasilan yang kita dapat juga tidak halal. Kalau tidak halal berarti haram, dan menurut ustadz di kampung saya, yang haram tempatnya di ...... Nauzubillah!!!
25 Desember 2008
Bikin RT/RW Net Modal Nekat
Saya heran juga dimana pertimbangan penanam modal, kok mengajak saya membangun ISP. Saya cuma seorang guru yang mempunyai sedikit ilmu komputer. Sekedar bisa mengoperasikan ms-word, ms-excel, dan main internetan. Jadi teknis bagaimana menyeting server, VSAT, wireless hingga sisi sekuriti client masih belum ada ilmunya alias blank.
Bermodalkan nekat maka saya terima job tersebut. Kami membentuk kelompok usaha yang terdiri dari 3 orang. Saya bertugas sebagai admin jaringan. Kedua adalah Yadi, pemilik Matrix Computer Kandangan selaku pengelola administrasi dan penyedia hardware. Ketiga Raihan, seorang pegawai BRI selaku pemodal.
Pekerjaan pertama adalah mencari ISP yang bisa sampai ke Kandangan. Waktu tahun 2007 belum ada akses internet seperti Speedy. Pilihan akses internet cuma telkomnet instan atau GPRS. Kalau GPRS dari operator selular sangat mahal dan tidak ekonomis. Akhirnya pilihan kami jatuh pada VSAT. Teknologi akses internet via satelit ini dapat menjangkau seluruh Indonesia termasuk kota Kandangan.
Googling, itulah cara kami mencari ISP. Lewat mesin pencari google ini kami menggunakan kata kunci "VSAT murah". Hasilnya ada beberapa ISP Indonesia dan ISP luar negeri yang terjaring. Tapi VSAT lewat ISP Indonesia masih tergolong mahal. Setelah meneliti tawaran harga dan bandwidth yang disediakan akhirnya kami memilih SmartMalaysia SDN BHD sebagai ISP (www.smartmalaysia.com). Paket murah yang kami ambil adalah VSAT Ku Band 512/128 Kbps dengan biaya bulanan USD 450. Biaya instalasi awal sekitar 20 jutaan dan itu bisa dicicil separuhnya selama 12 bulan. Lumayan ringan kan.
Setelah di kontak lalu datang teknisi dari Surabaya. Mereka memasang antene VSAT Ku-Band yang mirip antene IndoVision tapi sedikit lebih besar. Setelah didapat signal yang OK dan di test ternyata bandwidth yang diperoleh sangat bagus. Tapi signal Ku-Band mudah terpengaruh oleh cuaca. Jika hari mendung dan hujan disertai guntur kadang koneksi putus 5-10 menit. Hal ini masih lebih baik dibandingkan koneksi telkomnet instan yang sering ngadat pada jam sibuk.
Pekerjaan kedua adalah membangun jaringan. Setelah sounding kami memperoleh komitmen calon pelanggan sekitar 30 orang. Ternyata rumah mereka sebagian jauh dari kota Kandangan. Ada yang di Angkinang (7 km), Hamalau (4 km), Sungai Raya (6 km) dan perumnas Bilui (3 km). Untuk membangun jaringan yang menghubungkan server dengan client yang jauh maka teknologi yang dipilih adalah jaringan wifi atau wireless.
Awalnya kami membangun tower dari pipa ledeng yang diperkuat dengan penyangga kawat baja. Memang tower yang direkomendasikan om Google adalah model triangle. Mengingat masih terbatasnya modal maka tower pipa ledeng pun jadi. Bayangkan menaiki pipa ledeng di tower hampir 30 meter. Untungnya ada "jago panjat" spesialis tower pipa yang udah ahli.
Sebenarnya kami belum pernah membangun jaringan wireless. Tapi bermodalkan nekat dan google (koneksi VSAT di server udah bisa dipakai) kami harus tetap jalan. Hasilnya kami dapat memesan secara online perangkat wireless mulai dari antena, radio access point, radio client hingga antene dan perangkat tambahan lainnya.
Akhirnya selesai juga membangun jaringan yang menghubungkan server dengan komputer di rumah client. Ternyata tidak segampang itu membuat ISP. Akses internet yang bisa diakses di server belum bisa dinikmati di rumah client. Selidik punya selidik ternyata belum dishare.
Googling lagi! Ketemu, ternyata kami harus memasang sebuah router. Fungsi router adalah menghubungkan jaringan publik dari ISP dengan jaringan lokal wireless client. Disamping itu kami harus memikirkan sarana pembagian bandwidth agar sesama client tidak rebutan. Nah, dari hasil tanya ke Om Google ternyata kami tidak perlu membeli router yang mahalnya minta ampun. Solusinya dengan merakit sendiri server router dan menginstall Mikrotik Router OS di dalamnya.
Pekerjaan utama dan paling rumit adalah menyeting routing dan membuat script untuk membagi bandwidth. Untunglah pekerjaan tersebut bisa di remote dari tempat saya. Sebelumnya saya sering menyeting server sampai jam 3 pagi. Fasilias remote yang disediakan mikrotik sangat memudahkan dan meringkan pekerjaan. Lagi-lagi, semua ilmu routing dan bandwidth manager di mikrotik saya peroleh dari Om Google.
Sekarang ISP kami udah jalan setahun lebih. Server rakitan sendiri ternyata tahan dihidupkan nonstop 24 jam selama 14 bulan ini. Sedangkan radio access point udah 2 kali diganti karena di sambar petir. Kalau hitung-hitungan ekonomis sekarang tinggal menikmati. Terutama saya memperoleh akses internet gratis 24 jam dirumah. Yah, di zaman canggih sekarang ini kesempatan tidak datang dua kali. Kita harus berani ambil resiko dan harus dapat belajar sendiri. Modal uang dapat dicari. Teknis dan ilmu dapat digoogling. Tinggal kita saja lagi yang harus jeli melihat kesempatan disela roda globalisasi.
19 November 2008
Innalillahi Wainaillaihi Rojiun
Telah berpulang ke rahmatullah, adik kami tercinta Muhammad Adi Sauli pada hari Minggu tanggal 16 Nopember 2008 akibat kecelakaan lalu lintas di Tanah Grogot Kalimantan Timur.Almarhum dikebumikan di Benua Kepayang, HST Kalsel pada hari Senin tanggal 17 Nopember 2008.
Kepada seluruh pembaca, kami mohon doanya semoga arwah adik kami tercinta mendapat ampunan dan rahmat-Nya sehingga dapat tempat yang layak di sisi-Nya. Amien.
Mungkin dalam beberapa waktu ini, saya tidak bisa online seperti biasa karena sedang pergi ke Kaltim mengurus urusan kekeluargaan dan mengurus asuransi. Sekali lagi mohon doanya semoga semua urusan berjalan lancar.
06 November 2008
Kiriman CD Linux Gratis

Akhirnya..datang juga. Setelah memesan secara online di http://mandriva.baliwae.com tidak sampai 2 minggu CD instalasi linux tersebut sampai di rumah. Hebatnya lagi semuanya gratis. Hari gini masih ada "makan siang" gratis. Salah satunya ya di dunia open source Linux. Salut buat tim di Baliwae dengan semangat berbaginya demi kemajuan dunia open source di Indonesia.
Setelah coba install di VirtualBox, ternyata distro Mandriva One 2009 ini sangat nyaman digunakan. Terutama bagi pengguna yang sudah terbiasa dengan interface Microsoft Windows karena tampilan dan cara kerjanya yang mirip.

Saya saat ini berencana migrasi dari Windows ke Linux. Berbagai distro sedang di ujicobakan, dari Ubuntu, OpenSuse, Fedore, Mandriva dan lain-lain. Pertimbangan utama saya nanti memilih distro yang akan digunakan dari segi kemudahan dan ketersediaan driver. Sampai saat ini distro yang dapat membaca semua hardware di komputer saya baru Ubuntu. Hebatnya Ubuntu lagi, printer "gaek" Canon Pixma IP1000 sudah dapat terpasang dan bekerja dengan baik. Mudah-mudahan awal 2009 sudah tidak tergantung lagi sama produknya Bill Gates yang mahalnya minta ampun. Kalau ada yang gratis buat apa bayar mahal. Ya, nggak?
13 Oktober 2008
Bajayau..Oh..Bajayau(1)
Saya duduk gelisah membuka map biru tua yang baru saja saya terima. Hati berdebar, sulit digambarkan perasaan saat itu yang campur aduk antara senang, bahagia, terharu dan tidak percaya bahwa saya diterima jadi CPNS. Maklum ini merupakan pengalaman pertama melamar kerja setelah lulus kuliah di FKIP Unlam bulan september lalu. Alhamdulillah bulan Nopember-Desember berhasil lulus test.
Rasa tak percaya bahwa diterima jadi CPNS karena saya tidak pernah sepeserpun berusaha memberikan uang pelicin atau sogokan agar diterima. Niat awalnya cuma coba-coba mendaftar dan cari pengalaman karena hati tidak yakin bisa lulus. Menurut cerita orang yang pernah mengikuti seleksi CPNS, agar lulus harus mengeluarkan duit sampai belasan juta rupiah. Waduh..jangankan uang segitu banyak, orang tua saya di desa cuma bertani sehingga uang sejuta pun sangat jarang ada ditangan.
Alhamdulillah, kembali hati bergetar serasa diguyur es. Bergetar dan dingin entah apa sebabnya. Dengan tangan gemetar dan mata sedikit berkaca-kaca perlahan mulai terbaca Surat Keputusan Bupati HSS tersebut. Isinya menyebutkan bahwa saya diangkat sebagai CPNS, bla..bla..blaa dengan tempat tugas SMPN 2 Daha Selatan.
Setelah mulai sadar dan pikiran kembali ke alam nyata, hati mulai bertanya. Dimanakah gerangan letak SMPN 2 Daha Selatan. Perlu diketahui saya aslinya orang HST bukannya orang HSS jadi belum tahu seluk beluk kabupaten ini. Menginjak Kandangan saja saat mengikuti test CPNS ini saja.
Seorang yang tak saya kenal disamping memberikan penjelasan. "SMPN 2 Daha Selatan itu terletak di Bajayau" katanya. Saya kembali bertanya "Nah..kalau Bajayau itu sendiri di mana?". Dia pun tertawa, "Masa Bajaya saja tidak tahu, itu tuh sebuah daerah di Nagara". Saya pun menggumam sendiri "Ohhhh..Nagara! Kalau nagara pernah dengar walaupun belum pernah ke sana".
Setelah pulang kerumah saya cerita kepada orang tua. Mereka sangat senang dan bahagia melihat saya diterima jadi CPNS. Terkabul akhirnya doa sederhana mereka: "Ya Allah yang Maha Pemurah, Berikanlah anak-anak kami penghidupan yang lebih baik daripada keadaan kami". Akhirnya mereka bertanya saya ditempatkan di mana?. Bajayau, jawab saya singkat tanpa beban karena tidak tahu apa, bagaimana dan dimana daerah itu. Pokoknya yang ada dihati saya, diterima bekerja jadi Guru Negeri tanpa menyogok sudah syukur luar biasa. Masalah ditempatkan diujung duniapun rasanya tidak akan membuat saya takut.
Ayah saya yang sudah pernah pergi ke Nagara memberikan penjelasan. Nagara itu sebuah kota kecamatan yang jauhnya 30 km dari kota Kandangan. Keadaan alamnya merupakan daerah yang dikelilingi air karena merupakan kawasan rawa. Di sana banyak pula terdapat kerajinan besi dan alumunium selain mata pencaharian mencari ikan. Jadi jangan heran melihat panci, kuali, wajan dan perkakas alumunium lainnya di produksi di sana.
Ibu saya turut menghibur. Nak, kata beliau, sejauh-jauhnya sekolah SMP biasanya di kota kecamatan. Tidak seperti sekolah SD yang bisa terletak jauh di pelosok. Jadi jangan khawatir paling-paling SMPN 2 Daha Selatan itu di ujungnya kota Nagara.Akhirnya kami lewati malam itu dengan memperbanyak rasa syukur. Walau bagaimanapun sulit atau jauhnya tempat tugas dari kampung halaman, toh saya telah membuat sebuah prestasi gemilang di keluarga kami. Baru saya satu-satunya yang sukses kuliah walaupun anak petani miskin. Terlebih lagi baru saya satu-satunya dikeluarga kami dan tetangga jiran dekat, yang bisa menjadi Guru Negeri atau PNS, yang utama saya tidak menyogok untuk lulus test ini sehingga sampai akhir hayat bisa menikmati pekerjaan dan gaji tanpa dihantui perasaan takut akan halal-tidaknya gaji yang saya terima nanti.
Sebelum pergi tidur saya dan ayah menyiapkan barang yang akan dibawa besok. Perintah BKD HSS ,besok harus langsung lapor ke Disdik kabupaten setelah itu langsung lapor ke sekolah. Pokoknya besok harus sudah sampai di SMPN 2 Daha Selatan. Siapa tahu perjalanan jauh dan mengharuskan bermalam tentu saja harus menyiapkan sedikit bekal makanan dan peralatan untuk tidur dan mandi.
Pagi itu hari Selasa tanggal 13 Januari 2004. Saya mengenakan pakaian hitam putih kembali. Setelah pamit saya langsung berangkat ke Kandangan dengan sepeda motor pinjaman sepupu. Maklum vespa tua yang saya pakai sejak kuliah udah tidak mau kompromi lagi alias udah tidak mau dihidupkan mesinnya. Sesampai di Disdik HSS saya bertemu sekitar 80an orang guru baru seperti saya. Setelah kenalan dan tanya sana-sini akhirnya ditemukan 3 orang yang bernasib sama "terdampar" di Bajayau. Ada Pak Fahmi guru Olah Raga, Pak Bahri Guru Bahas Inggris dan Bu Sanah Guru PAI. Sambil bergurau kami saling tanya mengapa bisa "terdampar" di Bajayau. Ternyata kami berempat punya satu kesamaan, yakni tidak bisa "mengurus" tempat penempatan. Soalnya beredar rumor, bagi yang mau memilih tempat penempatan tinggal datang ke "sang Pejabat" dan memberikan sedikit "Uang terima kasih" maka bisa memilih alternatif tempat tugas yang dekat saja.
Menurut rekan-rekan CPNS yang berasal dari Kandangan, Bajayau dulunya disebut "tempat pembuangan". Tempat tugas yang jauhnya puluhan kilometer dari Kandangan dan senasib sepenanggunan dengan "Loksado". Tapi kami udah bertekad bulat, maju terus pantang mundur. Pokoknya hari ini sudah harus sampai di sana dan lapor sama kepala sekolah. Sekalian minta dibikinkan SPMT sebagai syarat kelengkapan yang diminta BKD.
Kami berempat berangkat dari Kandangan pukul 11:00 Wita dan sampai di Nagara sekitar pukul 12:00 Wita. Saat istirahat di warung sambil minum kami bertanya pada penduduk disana, "Bajayau itu dimana?". Mereka menjelaskan bahwa kalau mau pergi ke Bajayau hanya bisa lewat jalan sungai alias naik kelotok (sejenis perahu bermotor). Tapi sayang, kata mereka, kelotok taksi hanya ada pada hari Senin, Rabu dan Jumat yang merupakan hari pasar di Nagara.
Duh..hati mulai sedikit gelisah. Bagaimana dong agar kami bisa pergi ke sana? apa harus berenang. Untunglah masih ada alternatif lain, yakni mencarter sebuah klotok pulang-pergi ke Bajayau. Ya, jadilah dicarter soalnya tidak ada pilihan lain. Biayanya sih sedikit mahal untuk ukuran kami tapi setelah dibagi berempat akhirnya jadi juga berangkat.
Sepeda motor kami titipkan ditempat parkir dengan catatan bila sore kami tidak datang berarti tolong disimpankan karena kami bermalam di Bajayau. Setelah itu..petualangan pun dimulai....
Ternyata enak juga naik klotok di Nagara ke Bajayau. Sepanjang tepian sungai terlihat aktivitas penduduk Nagara. Banyak terlihat kerajinan logam dan proses penempaan parang. Bunyi tang-ting-tong yang berasal dari suara logam olahan memberikan nuansa yang khas. Deretan rumah "aneh" yang mempunyai dua bagian depan. Bagian depan pertama dengan pintu dan lainnya menghadap ke jalan di tepi sungai. Tapi bagian depan lainnya menghadap sungai. Jadi dari pinggir jalan kita bisa "menamu" (meminjam istilah SQ) dan dari pinggir sungai kita bisa masuk rumah juga.
Setelah sekitar 5 km menyusuri sungai Nagara kearah hilir maka pemandangan pun berganti. Kalau sebelumnya terlihat suasana kota kabupaten unik di pinggiran sungai, sekarang telah berganti dengan pemandangan rawa seluas mata memandang. Sehabis kota Nagara maka tinggal satu dua rumah lanting kecil di pinggir sungai. Selain itu terlihat hanya rawa yang seolah-olah membentang sampai nun jauh disana berbatasan dengan kaki langit. Air yang jernih, ikan berloncat-loncatan. Sesekali terlihat jukung (perahu kecil) nelayan mencari ikan. Terkadang klotok kami berpapasan dengan kapal barang sebesar rumah bertingkat dua. Menurut pengemudi kelotok yang kami sewa, kapal itu baru saja datang dari Banjarmasin membawa barang dagangan ke Nagara dan sebaliknya.
Perjalanan ini terasa mengasyikan sehingga tidak terasa sudah 1 jam kami menyusuri sungai yang lebar ini kearah hilir. Beberapa kampung kecil muncul silih berganti. Tapi belum juga terlihat dimana tanda-tanda lokasi SMPN 2 Daha Selatan. Kami sedikit risau karena tidak seorangpun dari kami berempat ini yang pernah pergi ke sana. Jadi hanya bermodalkan nekat dan sedikit sok tahu. Kepada pengemudi kelotok yang juga tidak tahu dimana sekolah tsb kami katakan, Antarkan saja ke Bajayau, nanti di SMPN 2 Daha Selatan kita singgah. Hee.he.he..nekat juga.

Sesudah beberapa saat terlihat perkampungan kecil di tepi sungai telah habis. Yang tersisa hanya rawa dan sedikit hutan galam dengan aneka satwa khasnya. Duh, batin mulai gelisah dimanakah gerangan tempatnya SMPN 2 Daha Selatan. Sepertinya sudah tidak ada lagi pemukiman manusia, kok pengemudi kelotok tenang saja meneruskan perjalanan. Kami tanya, Pak, sudah sampai di Bajayau atau belum?. Dia menjawab belum, sebentar lagi.
Ternyata predikat "Daerah Terpencil" yang disematkan kepada Bajayau bukan tanpa alasan. Selain harus menempuh jalan darat 30km ternyata harus menempuh jalan sungai sudah sejam lebih belum terlihat juga.
Kami berempat sudah tidak bisa bersuara lagi. Badan sudah lelah, perut mulai lapar, kepala mulai pusing karena mambok naik kelotok. Akhirnya kami berempat tertidur dengan harapan setelah bangun sudah sampai di "negeri antah berantah" yang bernama Bajayau.
Benar juga, setelah setengah jam lebih tertidur kami akhirnya dibangunkan pengemudi kelotok. Ternyata sudah sampai di Bajayau. Tidak seperti dugaan kami, Bajayau merupakan perkampungan yang cukup ramai. Hampir 3 km sepanjang sungai ini dihuni oleh penduduk yang mayoritas nelayan. Rumah-rumah diatas tiang di pinggir sungai, dengan deretan jukung dan kelotoknya memberikan suasana khas nelayan. Dimana-mana terlihat jemuran ikan kering dan keramba. Sikap penduduk sangat ramah dan bersahaja. Duh..hati jadi bersemangat kembali.
Walaupun kami ditempatkan didaerah yang masuk kategori terpencil di HSS, yakni Bajayau, tapi suasana khas rawa memberikan perasaan lain saat bertugas di sini nanti. Gambaran akan anak-anak yang bersahaja, sekolah yang sederhana, mengajar diatas rawa sungguh memberikan gairah tersendiri bagi yang sudah jenuh bekerja atau mengajar di kota besar dengan segala hiruk pikuk dan kepadatan lalu lintasnya.
(Bersambung).
12 September 2008
Apa Kabar Jardiknas HSS?
Hulu Sungai Selatan sebagai salah satu kabupaten di Kalsel yang telah termasuk cakupan area Jardiknas. Pusat koneksi Jardiknas di HSS ada di Dinas Pendidikan Kab.HSS. Berdasarkan hasil monitoring tool di http://netmon.jardiknas.org ternyata koneksi jardiknas di HSS masih aktif dengan respon time 30an ms ketika di ping.
Tapi sepengetahuan dan sepengamatan saya, koneksi Jardiknas di HSS ini tidak dibagi ke sekolah-sekolah. Hal ini tidak sesuai dengan tujuan Jardiknas di atas, yakni untuk menghubungkan institusi pendidikan agar dapat mengikuti kemajuan informasi dan telekomunikasi global. Coba cek ke SMAN 1 Kdg, SMAN 2 Kdg, SMKN 1 Kdg, SMKN 2 Kdg, SMP dan sekolah lainnya apa mereka memiliki akses internet. Kalau pun ada, maka itu adalah swadaya mereka sendiri memasang akses internet dari pihak luar yang berbayar.
Memang ada sekolah yang "cangkal" seperti SMAN 2 Kandangan yang berpikiran maju. Mereka memiliki akses internet. Tapi akses internet mereka menggunakan Speedy dari Telkom alias berbayar. Trus, apa gunanya Proyek Jardiknas yang puluhan Milyar rupiah kalau akhirnya sekolah-sekolah di HSS tidak bisa menikmatinya.?
Saya tidak tahu dan tidak mengerti masalahnya apa? tapi ketika saya cek di www.jardiknas.org terlihat bahwa pihak yang mengelola tidak ada. Coba lihat di sana, kontak adminstrator dan kontak teknis tidak ada orangnya yang bisa dihubungi. Akh, tentu ada semua tidak akan percaya kalau di HSS tidak ada satu orang pun yang "melek" TI! Pantas saja, tidak ada adminsitrator, jadi ya..gitu dech.
Sayang, beribu sayang. Saya tidak punya koneksi atau lobby di sana. Seandainya ada, tentu saya akan siap sedia membantu (akhh..menawarkan diri ni ye) mengelola Jardiknas di Disdik HSS walaupun tanpa diberi honor. Nggak percaya? Kemarin saya baru saja dari HST (Barabai), membantu teman di SMKN 1 Barabai menyeting wireless di sana. Sungguh tanpa bayaran sepeserpun, padahal jarak dari Kandangan ke Barabai 30 Km lebih lho. Tapi saya senang dapat membantu memajukan Jardiknas di HST.
Bagaimana pendapat sampeyan?
31 Agustus 2008
Langganan Petir?

Hari Sabtu tanggal 20 Agustus 2008, tiba-tiba jaringan internet kami putus. Sinyal radio hilang dan server tidak bisa diakses. Hal ini terjadi sekitar pukul 8 pagi saat cuaca buruk, yakni hujan yang disertai petir.
Setelan di cek di lokasi, ternyata radio AP hangus disambar petir. Lalu di cek lagi ke server ternyata LAN Card yang konek ke AP juga kena petir. Untunglah server tidak ikut kena. Tapi setelah di cek lebih dalam lagi...Woo..woo..modem kami juga kena beserta LAN Card yang ke modem. Waduh..jadi berabe nih soalnya setting modem harus menghubungi NOC di Jakarta. Untung dish VSAT nggak kena.
Kenapa bisa disambar petir ya? Apa nggak pakai penangkal petir. Sebenarnya kami udah berupaya maksimal dengan memakai penangkal petir dan grounding yang baik. Tapi rupanya petir yang sampai disekitar tower sangat besar kilatnya. Buktinya pemancar Radio Gema Amandit FK Kandangan yang nota bene lebih tinggi dengan anti petir yang baik juga kena. Demikian pula beberapa digital parabola dan telepon disekitar lokasi tower juga banyak yang mati kena petir.
Hal ini sebenarnya udah diprediksi. Lho, gimana? Maksudnya tahun kemarin kan udah sekali kejadian radio AP kena petir. Jadi menurut "kepercayaan" bahwa petir itu akan menyambar di tempat yang sama di kemudian hari. Ya..ternyata benar. Jadi langganan dech, petirnya.
16 Agustus 2008
Kondisi Jalan Ke Daha Barat
Daha Barat adalah sebuah kecamatan termuda di kabupaten Hulu Sungai Selatan. Daha Barat terletak di daerah rawa yang berbatasan dengan kabupaten Tapin di selatan, Paminggir dan Danau Panggang di HSU. Sebuah sungai besar yakni sungai Nagara (Daha) membelah Daha Barat dari kota Nagara (Daha Selatan) melewati Tapin, Barito Kuala, hingga sampai ke Banjarmasin. Camat Daha Barat yang pertama adalah Bapak Nordiansyah, M.Si yang ditugaskan oleh Bapak Bupati HSS, M. Sapi'i untuk membangun daerah terpencil ini.
Kecamatan Daha Barat terdiri dari 7 buah desa, yakni Siang Gantung, Baru, Tanjung Selor, Badaun, Bajayau, Bajayau Tengah, Bajayau Lama. Ketujuh desa ini terletak di tepian sungai Nagara sehingga sarana transportasi menuju dunia luar biasanya lewat sungai.
Bertepatan dengan pembentukan kecamatan Daha Barat pada tanggal 3 Desember 2007 bertepatan dengan HUT kabupaten HSS telah diresmikan jalan darat dari yang membuka isolasi Daha Barat. Jalan Darat ini berstatus sebagai jalan kabupaten yang membentang dari Bajayau Lama, Bajayau Tengah, Bajayau, Badaun hingga ke kota Nagara.
Jalan ini dibuat dari urukan tanah rawa yang dikeruk dan selanjutnya dilapisi dengan batu. Proses pengerasan ini selesai pada awal 2008 dan sekarang sudah bisa digunakan. Sebagian sisi kiri dan kanan jalan ini disiring dengan kayu galam. Hal ini untuk mencegah pengikisan akibat air rawa. Di sisi jalan ini terdapat sebuah sungai kecil yang biasa dilalui perahu kecil untuk menuju Nagara sebagai jalan pintas. Kalau dari Daha Barat ke Nagara lewat sungai Nagara perlu waktu 1,5 jam maka lewat sungai kecil ini cuma perlu waktu 45 menit.
Di jalan ini banyak terdapat jembatan. Hal ini karena banyaknya terusan atau sungai kecil dari desa-desa di pinggiran sungai untuk menuju daerah rawa guna mencari ikan dan bercocok tanam. Jembatan ini harus tinggi karena akan dilalui perahu di bawahnya. Hal ini cukup menyulitkan pengguna jalan terutama sepeda motor.
Saat ini kondisi jalan kabupaten ini cukup memprihatinkan. Keadaanya mirip jalan setapak. Kiri kanan jalan ditumbuhi semak dan perdu. Terkadang semak itu setinggi orang dewasa. Pengendara motor yang berpapasan akan kesulitan karena yang bisa dilalui cuma satu jalur setapak. Demikian pula kondisi jalan sebagian batunya sudah hilang sehingga kalau hari hujan penuh lumpur. Akibat jalan yang masih berbatu dan tidak rata serta banyak jembatan ini maka kalau naik sepeda motor maka badan akan cepat lelah dan merasa sakit.
Oleh karena itu, sangat diharapkan adanya perbaikan, pengerasan, pembersihan dan kalau perlu pengaspalan jalan ini. Tentunya semua ini harus menjadi perhatian Pemda HSS kalau memang ingin memajukan daerah terpencil seperti Daha Barat.
29 Juli 2008
SIM FKIP Unlam
Setelah kerja keras selama 1 tahun maka website tersebut berhasil dibuat (lihat screen shoot di atas). Kami memakai core sisfokampus versi 2005 yang di kostumise agar sesuai dengan FKIP Unlam. Website ini sementara dihosting di server jaringan lokal FKIP Banjarmasin dan dilengkapi fasilitas portal berita dibagian front end dan administrasi SIMFKIP yang bisa dimasuki setelah login.
Selama hampir 1 tahun tersebut saya bolak-balik kdg-bjm. Terkadang saya 1 minggu sekali ke BJM atau terkadang 2 minggu sekali. Setelah berjuang (terkadang bermalam di ruang SIM FKIP beberapa hari) maka kami berhasil mensetup data universitas, fakultas, jurusan, prodi, dosen, mata kuliah, tahun akademik, jadwal akademik, KRS, KHS, dan data mahasiswa angkatan 2005/2006 sebanyak 890 orang mahasiswa.
Sebenarnya pekerjaan proyek ini sudah selesai, dari data PMB, kuliah, KRS, nilai mahasiswa, cetak KHS, cetak Transkrip sudah bisa dijalankan. Tinggal cetak Ijazah yang layoutnya perlu disempurnakan supaya sesuai dengan format ijazah keluaran FKIP Unlam. Hal ini sengaja belum saya selesaikan sampai pembayaran honor kami terima 100%. Hasil kerja kami sudah ditampilkan dan kami demokan hasilnya pakai proyektor secara live dihadapan Ka BAAK FKIP Unlam waktu itu. Semua berjalan lancar dari entri data, sampai cetak laporan. Tinggal data mahasiswa pada semester depan saja yang perlu dientri lagi agar proyek ini terus berlanjut. Pada saat itu kami sudah terima sebagian honor sebesar 36%.
Pada awal masa pengerjaan kami sudah menyusun draft kontrak yang isinya menjelaskan pekerjaan kami apa, tanggung jawab kami sampai dimana, hak dan honor kami berapa dan bagaimana dibayarkan, pihak FKIP apa saja hak dan kewajibannya, serta sampai kapan sistem menjadi tanggung jawab kami. Tapi sampai sekarang draft kontrak itu tidak pernah terrealisasikan menjadi kontrak. Entah hilang di mana draft tersebut kami tidak tahu. Jadilah pekerjaan dan tanggung jawab kami menjadi tidak ada batasannya. Pembayaran honor kami tidak menentu. Jadi kalau ada masalah selalu kami yang disalahkan.
Maksud kontrak tersebut, secara garis besar adalah:
- Masa Development selama 1 tahun /2005 (tanggung jawab kami)
- Masa Maintanance selama 1 tahun /2006 (tanggung jawab kami)
- Setelah habis masa 2 tahun di atas menjadi tanggung jawab FKIP
- Entri data awal angkatan tanggung jawab kami
- Memberikan Pelatihan kepada petugas yang ditunjuk FKIP
- Honor dibayar 30% setelah masa development selesai
- Sisa honor 70% dibayar setelah maintanance selesai
Isi kontrak membuat adanya kepastian hak dan kewajiban kedua belah pihak. Tapi sampai saat ini kontrak tersebut tidak diwujudkan. Walaupun sebagian honor sudah kami terima 36% diakhir masa development tapi rincian tugas dan tanggung jawab kami tidak jelas. Setelah selesainya masa maintanance (2006) sisa honor belum juga kami terima. Padahal pekerjaan sudah 99% selesai (disaksikan Kepala BAAK) tinggal setting ijazah yang sengaja belum saya kerjakan sebagai jaga-jaga kalau-kalau honor belum diterima.
Setelah beberapa bulan selesainya masa maintanance kelanjutan proyek dan proses pembayaran tidak ada kejelasan. Pengelolaan SIMFKIP tidak ada petugas khusus yang menangani. Akibatnya database dan script SIMFKIP menjadi error dan tidak bisa login. Padahal sebelumnya ok saja tapi kok seperti ada kerusakan atau perubahan pada script dan database yang sebenarnya tidak harus terjadi.
Pihak FKIP tahunya SIMFKIP tidak jalan alias rusak bahkan dikatakan belum selesai karena mereka tidak tahu teknis pemrograman web. Padahal script sudah jadi, database sudah ok, sudah diujicobakan bahkan data awal sudah kami entri untuk angkatan 2005/2006.
Selanjutnya beredar isu di FKIP bahwa proyek belum selesai. Saya dituduh lari dari tanggung jawab tidak menyelesaikan pekerjaan padahal sudah menerima sebagian honor. Akhirnya mereka meminta saya untuk memperbaiki, tapi waktu saya tanyakan masalah kejelasan tugas dan tanggung jawab kami sampai dimana dan bagaimana sisa honor kami, ternyata masih tidak ada kejelasan. Waduh..saya jadi korban, jadi kambing hitam. Gara-gara tidak kontrak yang tidak jelas dan proyek yang tidak transparan sehingga tidak ada batasan yang jelas apa, siapa dan bagaimana serta sampai dimana tanggung jawab kami. Tapi biarlah sisa honor kami raib entah kemana, yang penting pekerjaan sudah selesai (tinggal 1%). Untunglah saya masih menyimpan backup script yang saya kerjakan sehingga walaupun script di server FKIP hancur.
Kalau tidak percaya bahwa SIMFKIP sudah selesai 100% silakan lihat script yang saya hosting di http://simfkip.net63.net. Di website gratisan ini saya upload Sistem Informasi Akademik FKIP Unlam Banjarmasin yang telah kami kerjakan dan selesai 99%. Tapi karena sebagai demo saja maka data-data saya kurangi untuk keamanan privasi.
Berita selengkapnya di sini
27 Juli 2008
Hari Minggu Males, Ngenet Aaah.
Aulia kecil lagi enak tidur karena dari subuh jam 4 tadi nggak tidur.16 Juni 2008
Merdekaaaaa !!!!

Akhirnya, hari ini tanggal 16 Juni 2008 Pukul 15.00 Wita saya menyatakan kemerdekaan dari penggunaan software dari Microsoft. Laptop Acer 4520 sudah berhasil didetek seluruh hardwarenya oleh Ubuntu Hardy Heron dan printer tua Canon Pixma IP1000 kesayangan saya telah berhasil diinstall drivernya. Mulai sekarang saya menyatakan akan menggunakan software free dan open source setiap saya bekerja. Mudahan tetap bertahan. Amin.
Untuk toturial atau cara install Ubuntu, hardware VGA, Wireless, Printer di Ubuntu akan saya bahas pada lain waktu.
Parade Tokoh / Fisikawan Menuju ToE
Parade Tokoh dan Teori Menuju Theory of Everything (ToE) ⚗️ Era Awal – Fondasi Konsep Atom dan Hukum Alam (1600–1800) 1. John Dalton (176...
-
M embuat software komputer sendiri? Tentunya bayangan anda adalah pekerjaan seorang programmer yang ahli, pintar, berkacamata. Dia mengurung...
-
Pengunaan jaringan wireless semakin menjamur. Di mana-mana dapat kita lihat bertebaran tower wireless access point. Tapi penggunaan jaringan...
-
Dulu...dipenghujung tahun 2007, seorang teman mengajak membangun ISP kecil-kecilan. Maklum di kota kami belum ada akses internet selain telk...











