Tampilkan postingan dengan label Teknologi Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi Informasi. Tampilkan semua postingan

05 Agustus 2009

Wireless Security

Pengamanan perangkat wireless security pada media pc, laptop, dan notebook dilakukanlah beberapa kegiatan dan aktivitas, yaitu :

1. Menyembunyikan SSID
  Banyak administrator menyembunyikan Services Set Id (SSID) jaringan wireless mereka dengan maksud agar hanya yang mengetahui SSID yang dapat terhubung ke jaringan mereka. Hal ini tidaklah benar, karena SSID sebenarnya tidak dapat disembuyikan secara sempurna. Pada saat saat tertentu atau khususnya saat client akan terhubung (assosiate) atau ketika akan memutuskan diri (deauthentication) dari sebuah jaringan wireless, maka client akan tetap mengirimkan SSID dalam bentuk plain text (meskipun menggunakan enkripsi), sehingga jika kita bermaksud menyadapnya, dapat dengan mudah menemukan informasi tersebut. Beberapa tools yang dapat digunakan untuk mendapatkan ssid yang dihidden antara lain, kismet (kisMAC), ssid_jack (airjack), aircrack , void11 dan masih banyak lagi.

2. Keamanan Wireless dengan metode Wired Equivalent Privacy (WEP)

 WEP merupakan standart keamanan & enkripsi pertama yang digunakan pada wireless, WEP (Wired Equivalent Privacy) adalah suatu metoda pengamanan jaringan nirkabel, disebut juga dengan Shared Key Authentication. Shared Key Authentication adalah metoda otentikasi yang membutuhkan penggunaan WEP. Enkripsi WEP menggunakan kunci yang dimasukkan (oleh administrator) ke client maupun access point. Kunci ini harus cocok dari yang diberikan akses point ke client, dengan yang dimasukkan client untuk authentikasi menuju access point, dan WEP mempunyai standar 802.11b.

 Proses Shared Key Authentication:

1. client meminta asosiasi ke access point, langkah ini sama seperti Open System Authentication. 
2. access point mengirimkan text challenge ke client secara transparan. 
3. client akan memberikan respon dengan mengenkripsi text challenge dengan menggunakan kunci WEP dan mengirimkan kembali ke access point. 

4. access point memberi respon atas tanggapan client, akses point akan melakukan decrypt terhadap respon enkripsi dari client untuk melakukan verifikasi bahwa text challenge dienkripsi dengan menggunakan WEP key yang sesuai. Pada proses ini, access point akan menentukan apakah client sudah memberikan kunci WEP yang sesuai. Apabila kunci WEP yang diberikan oleh client sudah benar, maka access point akan merespon positif dan langsung meng-authentikasi client. Namun bila kunci WEP yang dimasukkan client adalah salah, maka access point akan merespon negatif dan client tidak akan diberi authentikasi. Dengan demikian, client tidak akan terauthentikasi dan tidak terasosiasi. 

 Menurut Arief Hamdani Gunawan, Komunikasi Data via IEEE 802.11, Shared Key Authentication kelihatannya lebih aman dari dari pada Open System Authentication, namun pada kenyataannya tidak. Shared Key malah membuka pintu bagi penyusup atau cracker. Penting untuk dimengerti dua jalan yang digunakan oleh WEP. WEP bisa digunakan untuk memverifikasi identitas client selama proses shared key dari authentikasi, tapi juga bisa digunakan untuk men-dekripsi data yang dikirimkan oleh client melalui access point.

 WEP memiliki berbagai kelemahan antara lain :
* Masalah kunci yang lemah, algoritma RC4 yang digunakan dapat dipecahkan.
* WEP menggunakan kunci yang bersifat statis
* Masalah initialization vector (IV) WEP

* Masalah integritas pesan Cyclic Redundancy Check (CRC-32).

  WEP terdiri dari dua tingkatan, yakni kunci 64 bit, dan 128 bit. Sebenarnya kunci rahasia pada kunci WEP 64 bit hanya 40 bit, sedang 24bit merupakan Inisialisasi Vektor (IV). Demikian juga pada kunci WEP 128 bit, kunci rahasia terdiri dari 104bit.

Serangan-serangan pada kelemahan WEP antara lain :
* Serangan terhadap kelemahan inisialisasi vektor (IV), sering disebut FMS attack. FMS singkatan dari nama ketiga penemu kelemahan IV yakni Fluhrer, Mantin, dan Shamir. Serangan ini dilakukan dengan cara mengumpulkan IV yang lemah sebanyak-banyaknya. Semakin banyak IV lemah yang diperoleh, semakin cepat ditemukan kunci yang digunakan 
* Mendapatkan IV yang unik melalui packet data yang diperoleh untuk diolah untuk proses cracking kunci WEP dengan lebih cepat. Cara ini disebut chopping attack, pertama kali ditemukan oleh h1kari. Teknik ini hanya membutuhkan IV yang unik sehingga mengurangi kebutuhan IV yang lemah dalam melakukan cracking WEP.
* Kedua serangan diatas membutuhkan waktu dan packet yang cukup, untuk mempersingkat waktu, para hacker biasanya melakukan traffic injection. Traffic Injection yang sering dilakukan adalah dengan cara mengumpulkan packet ARP kemudian mengirimkan kembali ke access point. Hal ini mengakibatkan pengumpulan initial vektor lebih mudah dan cepat. Berbeda dengan serangan pertama dan kedua, untuk serangan traffic injection,diperlukan spesifikasi alat dan aplikasi tertentu yang mulai jarang ditemui di toko-toko, mulai dari chipset, versi firmware, dan versi driver serta tidak jarang harus melakukan patching terhadap driver dan aplikasinya.

3. Keamanan wireless dengan metode WI-FI Protected Accsess (WPA)

  Merupakan rahasia umum jika WEP (Wired Equivalent Privacy) tidak lagi mampu diandalkan untuk menyediakan koneksi nirkabel (wireless) yang aman dari ulah orang usil atau ingin mengambil keuntungan atas apa yang kita miliki—dikenal dengan jargon hackers. Tidak lama setelah proses pengembangan WEP, kerapuhan dalam aspek kriptografi muncul.

  Berbagai macam penelitian mengenai WEP telah dilakukan dan diperoleh kesimpulan bahwa walaupun sebuah jaringan wireless terlindungi oleh WEP, pihak ketiga (hackers) masih dapat membobol masuk. Seorang hacker yang memiliki perlengkapan wireless seadanya dan peralatan software yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis cukup data, dapat mengetahui kunci enkripsi yang digunakan.

  Menyikapi kelemahan yang dimiliki oleh WEP, telah dikembangkan sebuah teknik pengamanan baru yang disebut sebagai WPA (WiFI Protected Access). Teknik WPA adalah model kompatibel dengan spesifikasi standar draf IEEE 802.11i. Teknik ini mempunyai beberapa tujuan dalam desainnya, yaitu kokoh, interoperasi, mampu digunakan untuk menggantikan WEP, dapat diimplementasikan pada pengguna rumahan atau corporate, dan tersedia untuk publik secepat mungkin. Adanya WPA yang "menggantikan" WPE, apakah benar perasaan "tenang" tersebut didapatkan? Ada banyak tanggapan pro dan kontra mengenai hal tersebut. Ada yang mengatakan, WPA mempunyai mekanisme enkripsi yang lebih kuat. Namun, ada yang pesimistis karena alur komunikasi yang digunakan tidak aman, di mana teknik man- in-the-middle bisa digunakan untuk mengakali proses pengiriman data. Agar tujuan WPA tercapai, setidaknya dua pengembangan sekuriti utama dilakukan. Teknik WPA dibentuk untuk menyediakan pengembangan enkripsi data yang menjadi titik lemah WEP, serta menyediakan user authentication yang tampaknya hilang pada pengembangan konsep WEP. 

  Teknik WPA didesain menggantikan metode keamanan WEP, yang menggunakan kunci keamanan statik, dengan menggunakan TKIP (Temporal Key Integrity Protocol) yang mampu secara dinamis berubah setelah 10.000 paket data ditransmisikan. Protokol TKIP akan mengambil kunci utama sebagai starting point yang kemudian secara reguler berubah sehingga tidak ada kunci enkripsi yang digunakan dua kali. Background process secara otomatis dilakukan tanpa diketahui oleh pengguna. Dengan melakukan regenerasi kunci enkripsi kurang lebih setiap lima menit, jaringan WiFi yang menggunakan WPA telah memperlambat kerja hackers yang mencoba melakukan cracking kunci terdahulu. 

  Walaupun menggunakan standar enkripsi 64 dan 128 bit, seperti yang dimiliki teknologi WEP, TKIP membuat WPA menjadi lebih efektif sebagai sebuah mekanisme enkripsi. Namun, masalah penurunan throughput seperti yang dikeluhkan oleh para pengguna jaringan wireless seperti tidak menemui jawaban dari dokumen standar yang dicari. Sebab, masalah yang berhubungan dengan throughput sangatlah bergantung pada hardware yang dimiliki, secara lebih spesifik adalah chipset yang digunakan. Anggapan saat ini, jika penurunan throughput terjadi pada implementasi WEP, maka tingkat penurunan tersebut akan jauh lebih besar jika WPA dan TKIP diimplementasikan walaupun beberapa produk mengklaim bahwa penurunan throughput telah diatasi, tentunya dengan penggunaan chipset yang lebih besar kemampuan dan kapasitasnya.

  Proses otentifikasi WPA menggunakan 802.1x dan EAP (Extensible Authentication Protocol). Secara bersamaan, implementasi tersebut akan menyediakan kerangka kerja yang kokoh pada proses otentifikasi pengguna. Kerangka-kerja tersebut akan melakukan utilisasi sebuah server otentifikasi terpusat, seperti RADIUS, untuk melakukan otentifikasi pengguna sebelum bergabung ke jaringan wireless. Juga diberlakukan mutual authentification, sehingga pengguna jaringan wireless tidak secara sengaja bergabung ke jaringan lain yang mungkin akan mencuri identitas jaringannya.

  Mekanisme enkripsi AES (Advanced Encryption Standard) tampaknya akan diadopsi WPA dengan mekanisme otentifikasi pengguna. Namun, AES sepertinya belum perlu karena TKIP diprediksikan mampu menyediakan sebuah kerangka enkripsi yang sangat tangguh walaupun belum diketahui untuk berapa lama ketangguhannya dapat bertahan.

  Bagi para pengguna teknologi wireless, pertanyaannya bukanlah dititikberatkan pada pemahaman bahwaWPAadalah lebih baik dari WEP, namun lebih kepada improvisasi tepat guna yang mampu menyelesaikan masalah keamanan wireless saat ini. Di kemudian hari, kita akan beranggapan pengguna adalah raja. Apa yang dibutuhkan para pengguna teknologi wireless adalah kemudahan menggunakan teknologi itu. Untuk dapat menggunakan "kelebihan" yang dimiliki WPA, pengguna harus memiliki hardware dan software yang kompatibel dengan standar tersebut. Dari sisi hardware, hal tersebut berarti wireless access points dan wireless NIC (Network Interface Card) yang digunakan harus mengenali standar WPA. Sayang, sebagian produsen hardware tidak akan mendukung WPA melalui firmware upgrade, sehingga pengguna seperti dipaksa membeli wireless hardware baru untuk menggunakan WPA.

  Dari sisi software, belum ada sistem operasi Windows yang mendukung WPA secara default. Komputer yang menggunakan system operasi Windows dengan hardware kompatibel dengan standar WPA dapat mengimplementasikannya setelah menginstal WPA client. WPA client baru dapat bekerja pada sistem operasi Windows Server 2003 dan Windows XP. Bagi para pengguna sistem operasi lainnya belum ditemukan informasi mengenai kemungkinan mengimplementasikan WPA.
  Melakukan migrasi hardware dan implementasi WPA dapat dibayangkan sebagai sebuah pekerjaan yang sangat besar. Untungnya, hal tersebut bukanlah sesuatu yang harus dilakukan pada saat yang bersamaan. Wireless Access Points dapat mendukung WPA dan WEP secara bersamaan. Hal ini memungkinkan migrasi perlahan ke implementasi WPA. 

  Pada jaringan wireless yang membutuhkan tingkat sekuriti tingkat tinggi, variasi sistem tambahan proprietari dibuat untuk menjadi standar transmisi WiFi. Pada perkembangannya, beberapa produsen WiFi telah mengembangkan teknologi enkripsi untuk mengakomodasi kebutuhan pengamanan jaringan wireless.

4. MAC Filtering

Hampir setiap wireless access point maupun router difasilitasi dengan keamanan MAC Filtering. Hal ini sebenarnya tidak banyak membantu dalam mengamankan komunikasi wireless, karena MAC address sangat mudah dispoofing atau bahkan dirubah. Tools ifconfig pada OS Linux/Unix atau beragam tools spt network utilitis, regedit, smac, machange pada OS windows dengan mudah digunakan untuk spoofing atau mengganti MAC address. Penulis masih sering menemukan wifi di perkantoran dan bahkan ISP (yang biasanya digunakan oleh warnet-warnet) yang hanya menggunakan proteksi MAC Filtering. Dengan menggunakan aplikasi wardriving seperti kismet/kisMAC atau aircrack tools, dapat diperoleh informasi MAC address tiap client yang sedang terhubung ke sebuah Access Point. Setelah mendapatkan informasi tersebut, kita dapat terhubung ke Access point dengan mengubah MAC sesuai dengan client tadi. Pada jaringan wireless, duplikasi MAC adress tidak mengakibatkan konflik. Hanya membutuhkan IP yang berbeda dengan client yang tadi.

5. Captive Portal
Infrastruktur Captive Portal awalnya didesign untuk keperluan komunitas yang memungkinkan semua orang dapat terhubung (open network). Captive portal sebenarnya merupakan mesin router atau gateway yang memproteksi atau tidak mengizinkan adanya trafik hingga user melakukan registrasi/otentikasi. Berikut cara kerja captive portal :
* user dengan wireless client diizinkan untuk terhubung wireless untuk mendapatkan IP address (DHCP). 
* block semua trafik kecuali yang menuju ke captive portal (Registrasi/Otentikasi berbasis web) yang terletak pada jaringan kabel.
* redirect atau belokkan semua trafik web ke captive portal
* setelah user melakukan registrasi atau login, izinkan akses ke jaringan (internet).
  Beberapa hal yang perlu diperhatikan, bahwa captive portal hanya melakukan tracking koneksi client berdasarkan IP dan MAC address setelah melakukan otentikasi. Hal ini membuat captive portal masih dimungkinkan digunakan tanpa otentikasi karena IP dan MAC adress dapat dispoofing. Serangan dengan melakukan spoofing IP dan MAC. Spoofing MAC adress seperti yang sudah dijelaskan pada bagian 4 diatas. Sedang untuk spoofing IP, diperlukan usaha yang lebih yakni dengan memanfaatkan ARP cache poisoning, kita dapat melakukan redirect trafik dari client yang sudah terhubung sebelumnya. Serangan lain yang cukup mudah dilakukan adalah menggunakan Rogue AP, yaitu mensetup Access Point (biasanya menggunakan HostAP) yang menggunakan komponen informasi yang sama seperti AP target seperti SSID, BSSID hingga kanal frekuensi yang digunakan. Sehingga ketika ada client yang akan terhubung ke AP buatan kita, dapat kita membelokkan trafik ke AP sebenarnya. Tidak jarang captive portal yang dibangun pada suatu hotspot memiliki kelemahan pada konfigurasi atau design jaringannya. Misalnya, otentikasi masih menggunakan plain text (http), managemen jaringan dapat diakses melalui wireless (berada pada satu network), dan masih banyak lagi. Kelemahan lain dari captive portal adalah bahwa komunikasi data atau trafik ketika sudah melakukan otentikasi (terhubung jaringan) akan dikirimkan masih belum terenkripsi, sehingga dengan mudah dapat disadap oleh para hacker. Untuk itu perlu berhati-hati melakukan koneksi pada jaringan hotspot, agar mengusahakan menggunakan komunikasi protokol yang aman seperti https,pop3s, ssh, imaps dst.

04 Januari 2009

Pelatihan PAS di SMAN 1 Simpur

Hari Jumat tanggal 18 Desember 2008 saya di undang ke SMAN 1 Simpur sebagai nara sumber salah satu kegiatan In House Training (IHT). Tugas saya melatih staf TU dan Guru TIK untuk menjalankan PAS SMA.

Gambar 1: Menjalankan PAS SMA

Paket Aplikasi Sekolah (PAS) merupakan sebuah software aplikasi untuk adminstrasi sekolah. Software ini dikirimkan ke sekolah-sekolah oleh Direktorat Pembinaan SMA Depdiknas. Berbagai kegiatan administrasi sekolah dapat diaplikasikan dalam PAS SMA. Mulai dari Penerimaan Siswa Baru(PSB), administrasi pegawai, administrasi siswa, akademik, keuangan, hingga raport dapat dikelolah dengan PAS SMA. Salah satu fitur canggih di PAS SMA versi terakhir adalah adanya dukungan SMS server. Fasilitas SMS server ini memungkinkan orang tua siswa mengakses nilai, absensi, dan keuangan anaknya di sekolah lewat SMS.

Gambar 2: Staf TU dan Guru SMAN 1 Simpur Belajar PAS SMA

Saya tiba di tempat pukul 08:00 Wita dan diterima oleh Kepala SMAN 1 Simpur, Drs. M. Said. Beliau berbincang dan memaparkan visi beliau tentang pemanfaatan PAS SMA untuk mempermudah adminstrasi di sekolah ini. Sekolah beliau saat ini sedang dalam proses menjadi salah satu sekolah berstandar nasional. Oleh karena itu pemanfaatan PAS dalam proses administrasi menjadi hal penting guna peningkatan mutu pendidikan.

Gambar 3: Suasana IHT PAS SMAN 1 Simpur

Kegiatan pelatihan ini dimulai pukul 08:30 Wita. Materi pertama adalah latihan menginstall sofware PAS SMA. Beberapa staf TU dan Guru TIK bergantian belajar menginstall software ini disertai penjelasan setting awal program. Mereka saya berikan CD PAS SMA agar di lain hari bisa menginstall sendiri.

Setelah proses instalasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan materi entri data. Data referensi nasional sebagai data awal sudah ada dalam PAS jadi tidak perlu dientri. Sekolah hanya perlu mengentri data referensi sekolah dan data periodik. Data periodik meliputi data tahunan dan data periodik persemester. Jika proses entri data ini diikuti sesuai urutan dan berdasarkan tata laksana sekolah maka kegiatan akan sukses. Pertama entri data memang berat karena banyaknya data awal dan data periodik yang harus dimasukan. Tapi setelah itu sekolah akan sangat terbantu proses administrasinya menjadi cepat, efektif dan efisien.

Semoga makin banyak sekolah yang sadar pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam proses adminstrasi sekolah. Khususnya memanfaatkan PAS untuk administrasi sekolah masing-masing.

25 Desember 2008

Bikin RT/RW Net Modal Nekat

Dulu...dipenghujung tahun 2007, seorang teman mengajak membangun ISP kecil-kecilan. Maklum di kota kami belum ada akses internet selain telkomnet instan. Anda tahu sendiri kan, telkomnet instan udah lelet alias lambat, mahal lagi. Konon ada seorang teman yang keranjingan internet pakai kabel telpon tersebut yang bayar tagihan telpon sampai 2 juta rupiah! Jadi peluang bisnis ISP di HSS ini belum ada yang menggarap dan menjanjikan.

Saya heran juga dimana pertimbangan penanam modal, kok mengajak saya membangun ISP. Saya cuma seorang guru yang mempunyai sedikit ilmu komputer. Sekedar bisa mengoperasikan ms-word, ms-excel, dan main internetan. Jadi teknis bagaimana menyeting server, VSAT, wireless hingga sisi sekuriti client masih belum ada ilmunya alias blank.

Bermodalkan nekat maka saya terima job tersebut. Kami membentuk kelompok usaha yang terdiri dari 3 orang. Saya bertugas sebagai admin jaringan. Kedua adalah Yadi, pemilik Matrix Computer Kandangan selaku pengelola administrasi dan penyedia hardware. Ketiga Raihan, seorang pegawai BRI selaku pemodal.

Gambar 1: Pemodal, Teknisi Antene, Pengelola

Pekerjaan pertama adalah mencari ISP yang bisa sampai ke Kandangan. Waktu tahun 2007 belum ada akses internet seperti Speedy. Pilihan akses internet cuma telkomnet instan atau GPRS. Kalau GPRS dari operator selular sangat mahal dan tidak ekonomis. Akhirnya pilihan kami jatuh pada VSAT. Teknologi akses internet via satelit ini dapat menjangkau seluruh Indonesia termasuk kota Kandangan.

Gambar 2: Antene Dish VSAT Ku-Band

Googling, itulah cara kami mencari ISP. Lewat mesin pencari google ini kami menggunakan kata kunci "VSAT murah". Hasilnya ada beberapa ISP Indonesia dan ISP luar negeri yang terjaring. Tapi VSAT lewat ISP Indonesia masih tergolong mahal. Setelah meneliti tawaran harga dan bandwidth yang disediakan akhirnya kami memilih SmartMalaysia SDN BHD sebagai ISP (www.smartmalaysia.com). Paket murah yang kami ambil adalah VSAT Ku Band 512/128 Kbps dengan biaya bulanan USD 450. Biaya instalasi awal sekitar 20 jutaan dan itu bisa dicicil separuhnya selama 12 bulan. Lumayan ringan kan.

Gambar 3: Modem VSAT Ku-Band

Setelah di kontak lalu datang teknisi dari Surabaya. Mereka memasang antene VSAT Ku-Band yang mirip antene IndoVision tapi sedikit lebih besar. Setelah didapat signal yang OK dan di test ternyata bandwidth yang diperoleh sangat bagus. Tapi signal Ku-Band mudah terpengaruh oleh cuaca. Jika hari mendung dan hujan disertai guntur kadang koneksi putus 5-10 menit. Hal ini masih lebih baik dibandingkan koneksi telkomnet instan yang sering ngadat pada jam sibuk.

Gambar 4: Teknisi Antene Sedang Beraksi

Pekerjaan kedua adalah membangun jaringan. Setelah sounding kami memperoleh komitmen calon pelanggan sekitar 30 orang. Ternyata rumah mereka sebagian jauh dari kota Kandangan. Ada yang di Angkinang (7 km), Hamalau (4 km), Sungai Raya (6 km) dan perumnas Bilui (3 km). Untuk membangun jaringan yang menghubungkan server dengan client yang jauh maka teknologi yang dipilih adalah jaringan wifi atau wireless.

Awalnya kami membangun tower dari pipa ledeng yang diperkuat dengan penyangga kawat baja. Memang tower yang direkomendasikan om Google adalah model triangle. Mengingat masih terbatasnya modal maka tower pipa ledeng pun jadi. Bayangkan menaiki pipa ledeng di tower hampir 30 meter. Untungnya ada "jago panjat" spesialis tower pipa yang udah ahli.

Gambar 5: Pemasangan Radio Access Point

Sebenarnya kami belum pernah membangun jaringan wireless. Tapi bermodalkan nekat dan google (koneksi VSAT di server udah bisa dipakai) kami harus tetap jalan. Hasilnya kami dapat memesan secara online perangkat wireless mulai dari antena, radio access point, radio client hingga antene dan perangkat tambahan lainnya.

Gambar 6: Memasang Radio di Tempat Client

Akhirnya selesai juga membangun jaringan yang menghubungkan server dengan komputer di rumah client. Ternyata tidak segampang itu membuat ISP. Akses internet yang bisa diakses di server belum bisa dinikmati di rumah client. Selidik punya selidik ternyata belum dishare.

Gambar 7: Sibuk Menyeting Koneksi di tempat Client

Googling lagi! Ketemu, ternyata kami harus memasang sebuah router. Fungsi router adalah menghubungkan jaringan publik dari ISP dengan jaringan lokal wireless client. Disamping itu kami harus memikirkan sarana pembagian bandwidth agar sesama client tidak rebutan. Nah, dari hasil tanya ke Om Google ternyata kami tidak perlu membeli router yang mahalnya minta ampun. Solusinya dengan merakit sendiri server router dan menginstall Mikrotik Router OS di dalamnya.

Gambar 8: Server Rakitan Sendiri

Pekerjaan utama dan paling rumit adalah menyeting routing dan membuat script untuk membagi bandwidth. Untunglah pekerjaan tersebut bisa di remote dari tempat saya. Sebelumnya saya sering menyeting server sampai jam 3 pagi. Fasilias remote yang disediakan mikrotik sangat memudahkan dan meringkan pekerjaan. Lagi-lagi, semua ilmu routing dan bandwidth manager di mikrotik saya peroleh dari Om Google.

Sekarang ISP kami udah jalan setahun lebih. Server rakitan sendiri ternyata tahan dihidupkan nonstop 24 jam selama 14 bulan ini. Sedangkan radio access point udah 2 kali diganti karena di sambar petir. Kalau hitung-hitungan ekonomis sekarang tinggal menikmati. Terutama saya memperoleh akses internet gratis 24 jam dirumah. Yah, di zaman canggih sekarang ini kesempatan tidak datang dua kali. Kita harus berani ambil resiko dan harus dapat belajar sendiri. Modal uang dapat dicari. Teknis dan ilmu dapat digoogling. Tinggal kita saja lagi yang harus jeli melihat kesempatan disela roda globalisasi.

22 Desember 2008

HSS Go Online!!!

Akhirnya kabupaten Hulu Sungai Selatan mulai online. Seluruh kantor pemerintah dan dinas rencananya akan dihubungkan menjadi satu jaringan lewat teknolog wireless. Akses internet pemkab yang menggunakan VSAT pun akan dibagi-bagi ke seluruh kantor tersebut.

Gambar 1: Tower Wireless Access Point Pemkab HSS

Hari minggu kemarin, tower untuk access point setinggi 40 meter sudah selesai dibangun. Sorenya kami selesai memasang radio box dan menyeting access pointnya. Radio yang dipasang di jalur g ini menggunakan power yang besar dengan kapasitas 200an client.

Menggunakan model triangle, tower wireless ini tampak perkasa dilihat dari bawah. Didirikan di halaman kantor Bupati HSS. Rencananya jaringan wireless ini akan menjangkau seluruh kantor pemerintahan di HSS. Paling jauh adalah Loksado dan Bajayau (Daha Barat). Makanya, kedepannya tinggi tower akan ditambah agar dapat menjangkau lebih jauh lagi.

Gambar 2: Ruang Server di Ruang PPDE

Server diletakkan di Ruang Pusat Pengolahan Data Elektronik Pemkab HSS. Di dalam ruang ini lah terdapat berbagai macam server dan perangkat VSAT yang menghubungkan jaringan komputer di kantor Pemkab HSS dengan jaringan internet global.

Gambar 3: Antene Transceiver VSAT

Gambar 4: Modem VSAT

Gambar 5: Kondisi Ruang Server PPDE

Tapi tujuan utama pembangunan jaringan ini kemungkinan adalah agar sistem informasi daerah (SIMDA) dan berbagai aplikasi perkantoran lainnya dapat saling terhubung. Hal ini diharapkan memudahkan administrasi dan mempercepat proses kerja. Hal ini sangat sejalan dengan visi dan misi pak Bupati yang ingin menjadikan HSS sebagai "Banua Enam Center".

Gambar 6: Bapak Bupati Hulu Sungai Selatan

Proses seperti absensi, kirim surat-menyurat, hingga neraca keuangan dinas dapat dipantau langsung dan online dari Kantor Bupati. Hal ini sangat efisien dan menghemat biaya. Kantor kecamatan yang jauh seperti Daha Barat dapat mengirimkan file kerjanya lewat email. Bahkan direncakanan akan dioperasikan fasilitas teleconference agar Pak Camat bisa rapat dengan Pak Bupati dari kantor masing-masing tanpa perlu repot-repot.

12 Desember 2008

Standarisasi Wireless yang Membingungkan.

Pernah mengalami laptop anda tidak dapat terkoneksi ke hotspot. Mungkin juga perangkat wireless yang anda beli tidak dapat terhubung ke acces point-nya ISP langganan anda. Atau dua laptop anda yang beda merek tidak dapat terkoneksi menggunakan wifi padahal jaraknya kurang dari satu meter. Jangan heran, sebabnya adalah banyaknya standar atau tipe perangkat wireless yang kadang satu dan lainnya tidak saling kompetibel.

Coba simak berbagai stiker yang tertempel di laptop atau perangkat wireless anda. Biasanya terdapat kode-kode 802.11a, 802.11b, 802.11g, 802.11n. Kode ini merupakan jenis-jenis standarisasi wireless.

Mungkin laptop anda mempunyai koneksi wireless jenis 802.11a dan hotspot di tempat anda jenisnya 802.11b sehingga beda standar dan tidak kompetibel. Jangan heran bila laptop anda tidak dapat terkoneksi dengan baik. Jadi beda standar sering tidak bisa terkoneksi dengan baik.

Dari pada terus bingung, sekarang kita pelajari apa arti 802? Anda pernah mendengar organisasi IEEE. Yap, IEE adalah sebuah organisasi yang mendedikasikan diri untuk kemajuan teknologi dengan membuat standar-standar teknologi. Konon anggota IEEE lebih dari 370.000 orang yang tersebar di 160 negara. Nah, setiap standarisasi dikerjakan oleh sebuah tim. Tim ini dinamai dengan susunan angka. Contoh, tim 802 merupakan tim yang bekerja untuk membuat standarisasi seputar jaringan komputer. Arti dari 802 sendiri adalah, 80 menyatakan tahun dan 2 menyatakan bulan lahirnya tim ini. Mengingat bahwa ruang lingkup jaringan komputer sangat luas, maka tim 802 dipecah-pecah lagi menjadi tim yang lebih kecil, yakni:

802.1 : menangani standarisasi high layer LAN protocols
802.3 : menangani standarisasi Ethernet
802.11 : menangani standarisasi wireless LAN
802.15 : menangani standarisasi wireless personal area network (WPAN)
802.16 : menangani standarisasi broadband wireless access
dan lain-lain.

Lalu apakah arti standar 802.11a, b, g, dan n? Ternyata ini merupakan sub tim lagi dari tim 802.11 yang bekerja menstandarisasi peralatan wireless dengan spesifikasi yang berbeda. Alhasil, ternyata tim 802.11b merupakan tim pertama yang menyelesaikan tugasnya pada tahun 1999. Mereka melahirkan standarisasi wireless yang segera digunakan produsen-produsen yang telah menunggu lama untuk merilis produknya. Perangkat wireless standar 802.11b beroperasi pada frekuensi 2,4 GHz.

Tapi perangkat wireless yang menggunakan standar 802.11b hanya mampu bekerja dengan kecepatan 11Mbps. Sedangkan kebutuhan kecepatan terus meningkat sehingga tim lain terus bekerja. Akhirnya tim 802.11a menyelesaikan tugasnya tahun 1999 tidak begitu lama setelah 802.11b keluar. Standarisasi perangkat 802.11a dapat bekerja dengan kecepatan 54Mbps tapi menggunakan frekuensi yang lebih tinggi, yakni 5 GHZ.

Apakah hal ini di sambut gembira olah pengguna dan produsen. Ternyata tidak. Pasar terlanjur dipenuhi perangkat nirkabel dengan standar 802.11b yang lebih lambat. Kenyataanya, perangkat terbaru 802.11a tidak kompetibel dengan standar lama 802.11b. Akibatnya perangkat 802.11a dan 802.11b tidak bisa terkoneksi. Tentunya hal ini sebuah kerugian besar dari segi dana dan investasi. Tentu saja produsen tidak rela jika perangkat yang telah dikeluarkannya dengan standar 802.11b tidak terpakai lagi.

Mengatasi kendala di atas, tim 802.11g bekerja untuk menciptakan standar yang dapat terkoneksi dengan 802.11a dan 802.11b. Pada tahun 2003 tim 802.11g telah selesai menyusun standarisasi perangkat wireless yang komptibel dengan perangkat 802.11a dan 802.11b.

Selanjutnya standarisasi 802.11n terus dikerjakan sebagai penyempurnaan dari 802.11a, b dan g. Kecepatan yang diharapkan dari penyempurnaan ini adalah agar koneksi wireless sama cepatnya dengan koneksi kabel, yakni 248Mbps!. Tapi sampai saat ini pekerjaan tersebut belum selesai. Telah terjadi beberapa kali penundaan jadwal. Semula ditargetkan spesifikasi lanjutan ini selesai akhir tahun 2008, tapi ternyata diundurkan menjadi akhir 2009.

Tampaknya beberapa produsen perangkat wireless sudah tidak sabar untuk segera merilis produknya dengan embel-embel 802.11n padahal standarisasinya belum selesai. Lihatlah, Linksys mengeluarkan produk dengan embel-embel "speed booster". Surecom dengan "SuperG". Ada lagi embel-embel speed turbo, High Speed, yang kesemuanya menawarkan kecepatan diatas 54Mbps.

Kita tunggu saja!

09 Desember 2008

Mari Membuat Software Sendiri?

Membuat software komputer sendiri? Tentunya bayangan anda adalah pekerjaan seorang programmer yang ahli, pintar, berkacamata. Dia mengurung diri di laboratorium komputer, ditemani buku-buku panduan pemrograman yang tebal dan berdebu. Lalu kita membayangkan ribuan baris kode program yang ruwet, ribet dan sulit dipahami.

Stop! Anda salah. Sekarang sudah banyak tool atau alat pemrograman yang sangat memudahkan proses pembuatan software. Tool ini biasanya dalam bentuk IDE (Integrated Development Environment). Melalui IDE kita dapat menulis kode program, merancang interface, mengkompilasi, dan membuat file executable dari software yang kita buat.

Gambar: Project Aplikasi Sensus Ekonomi HSS 2008 Dibuat menggunakan Delphi 7

Software IDE yang sangat populer dan sering saya gunakan dalam membuat software adalah Borland Delphi. Semua proses desain interface software sangat mudah dibuat di Delphi. Kita tinggal klik dan tempatkan komponen seperti tombol, textbox, label dan lainnya di tempat yang kita inginkan. Ingin belajar Delphi dari dasar, silakan download di sini.

Urutan membuat software atau programming menggunakan IDE Delphi adalah:
  1. Merancang interface
  2. Menulis kode program
  3. Mengkompilasi kode program untuk mencek kesalahan
  4. Me - build kode program menjadi file executable (.exe) yang siap pakai.
Syarat utama belajar Delphi adalah memahami bahasa Pascal. Pascal merupakan salah satu bahasa pemrograman komputer tingkat tinggi. Dengan pascal sebagai bahasa, kita dapat berkomunikasi dengan komputer dan menyuruhnya melakukan berbagai instruksi yang kita buat. Untuk belajar bahasa Pascal silakan downlod di sini.

Mari kita belajar membuat program aplikasi komputer sendiri. Jika sudah mahir tentunya anda dapat membuat software yang bisa di jual atau ikut jadi programmer freelance. Menurut para pakar IT, treen perusahaan-perusahaan besar ke depannya adalah meng-outsourcing-kan berbagai project mereka.

Lihat saja, India. Negerinya Shah Rukh Khan ini telah mendulang devisa yang sangat besar dari proyek outsourcing. Konon kabarnya, raksasa software dunia, Microsoft Corp menyerahkan bagian-bagian project software yang sulit untuk dikerjakan oleh para programmer India.

Stop jadi konsumen, mari kita jadi produsen.
NB: Programming adalah pekerjaan murah meriah, cukup bermodalkan seperangkat komputer, trus sambil tiduran makan kacang goreng plus dengar MP3 kita bisa menghasilkan uang.

06 November 2008

Kiriman CD Linux Gratis


Akhirnya..datang juga. Setelah memesan secara online di http://mandriva.baliwae.com tidak sampai 2 minggu CD instalasi linux tersebut sampai di rumah. Hebatnya lagi semuanya gratis. Hari gini masih ada "makan siang" gratis. Salah satunya ya di dunia open source Linux. Salut buat tim di Baliwae dengan semangat berbaginya demi kemajuan dunia open source di Indonesia.

Setelah coba install di VirtualBox, ternyata distro Mandriva One 2009 ini sangat nyaman digunakan. Terutama bagi pengguna yang sudah terbiasa dengan interface Microsoft Windows karena tampilan dan cara kerjanya yang mirip.


Saya saat ini berencana migrasi dari Windows ke Linux. Berbagai distro sedang di ujicobakan, dari Ubuntu, OpenSuse, Fedore, Mandriva dan lain-lain. Pertimbangan utama saya nanti memilih distro yang akan digunakan dari segi kemudahan dan ketersediaan driver. Sampai saat ini distro yang dapat membaca semua hardware di komputer saya baru Ubuntu. Hebatnya Ubuntu lagi, printer "gaek" Canon Pixma IP1000 sudah dapat terpasang dan bekerja dengan baik. Mudah-mudahan awal 2009 sudah tidak tergantung lagi sama produknya Bill Gates yang mahalnya minta ampun. Kalau ada yang gratis buat apa bayar mahal. Ya, nggak?

28 Oktober 2008

Kandangan Punya Website

Kandangan, sebuah kota kecil yang sejak jaman kolonial dulu punya julukan "Paris van Borneo". Ibukota kabupaten HSS ini merupakan daerah sejuk terletak di kaki pegunungan Meratus. Oleh karena keteduhan dan kesejukannya itulah maka kota ini disejajarkan dengan kota Bandung yang juga dijuluki "Paris van Java".

Kandangan juga kini terus berbenah dari segi teknologi agar tidak ketinggalan dengan "kota kembarannya" tersebut. Saat ini jaringan internet sudah masuk ke kota Kandangan lewat akses Speedy. Warnet-warnet mulai berdiri dan menjamur di pinggir jalan protokol. Selain itu kota ini telah menjadi WAN kota dengan telah beroperasinya ISP kecil "Matrix Wireless" sejak setahun yang lalu. Disamping itu, dalam waktu dekat Pemkab HSS juga akan menyebarluaskan koneksi internet VSAT yang dimilikinya melalui jaringan wireless.

Berbagai website dan blog lokal sudah bermunculan di kota Dodol ini. Dari website Pemkab HSS, Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan, Sekolah hingga blog-blog pribadi. Disamping itu para siswa dan guru juga telah mulai aktif ngeblog. Tidak ketinggalan karyawan dan pegawai di instansi lain. Tapi aktivitas pembuatan website dan ngeblog ini masih menjadi hal yang cukup sulit karena status mereka masih pemula. Berikut ini beberapa website dan blog yang telah ada di HSS.

1. Website Pemerintah Kabupaten HSS
Bagi anda yang mencari informasi seputar kabupaten HSS, Lembaga Birokrasi dan layanan masyarakat di kabupaten Dodol ini silakan mengunjungi website di bawah ini.


2. Dinas Pendidikan Kab HSS (Bidang Dikmen)
Dinas Pendidikan kab HSS juga telah meluncurkan websitenya. Silakan mengunjungi website ini untuk memperoleh informasi seputar dunia pendidikan di HSS. Mulai masalah kurikulum, sertifikasi, lomba, kegiatan dan database honorer bisa diperoleh di sini.



3. Dinas Pariwisata Seni dan Budaya HSS
Ingin rekreasi ke Lokasado menikmati arung jeram khas yakni "bamboo rafting"? Mau melihat "Telaga Bidadari"? atau mengunjungi situs sejarah "Tugu Proklamasi Divisi ALRI"? Jangan sampai salah jalan. Kunjungi saja website Dinas Pariwisata Seni dan Budaya kab HSS di bawah ini. Walaupun website ini kurang diupdate tapi informasi pariwisata yang terkandung di dalamnya sudah cukup memberikan gambaran dan arah perjalanan untuk tamasya di HSS.


4. Badan Kepegewaian dan Diklat (BKD) HSS
Informasi kepegawaian dan diklat di kabupaten Hulu Sungai Selatan dapat diakses di website di bawah ini. Tapi sayang sudah 6 bulan lebih tidak ada lagi update informasi dan berita terbaru. Hal ini sangat diperlukan oleh pencari kerja dan pegawai di HSS untuk mendapatkan pengumuman, informasi dan berita dari badan yang resmi ini tanpa harus datang ke kantornya. Mudah-mudahan website ini segera diupdate adminnya.


5. SMAN 2 Kandangan on the Net
Sebagai salah satu sekolah kategori mandiri/SSN, SMAN 2 Kandangan terus berbenah diberbagai lini. Termasuk membangun hotspot di sekolah berbasis TI di HSS tersebut. Tidak ketinggalan peluncuran website resmi sekolah. Silakan kunjungi website ini untuk memperoleh informasi seperti PSB, kegiatan, siswa, guru-guru, dan data alumni.



6. SMAN 1 Angkinang Online
SMA yang baru 2 tahun berdiri di HSS ini sangat giat meningkatkan kemajuan sekolahnya. Walaupun terletak di kecamatan Angkinang yang tidak terjangkau akses internet tapi kemajuan TI tetap menjadi hal penting. Terbukti dari adanya website yang dimiliki sekolah ini walaupun belum genap sebulan lalu dibuat. Silakan berkunjung ke sini untuk melihat potret perkembangan pendidikan di luar kota Kandangan.



7. Dunia Pulsa Kalimantan
Walaupun terletak di pedalaman, tapi bisnis berbasis internet telah mulai menggeliat di HSS. Terbukti dari adanya usaha pulsa elektronik online yang all operator di HSS. Kunjungi dan daftarkan diri anda di sini jika ingin memulai bisnis berjualan pulsa all operator murah dan online 24 jam. Transaksi dapat dilihat langsung di web report untuk mengetahui penjualan dan keuntungan harian anda.

Selain itu masih ada beberapa website yang sedang dalam tahap development. Misalnya website SMPN 1 Kandangan yang merupakan sekolah berstandar internasional pertama di HSS, dan website SMAN 1 Daha Utara yang terletak di kawasan rawa HSS.

7. Blog
Tidak ketinggalan berbagai blog mulai bermunculan bak jamur dimusim hujan. Ada blog anak sekolahan seperti punya si pixel yang imut, ada blog yang digawangi oleh seorang guru seperti punya Pak Syam ini, dan blog yang dikelola oleh pegawai instansi kesehatan seperti punya Kandangan Cing ai ini yang mencoba merangkum berbagai berita dan isu hangat di HSS.
Sampai saat ini saya terus berusaha searching dan mengindeks website-website dan semua blog yang ada di HSS maupun yang ditulis oleh insan yang berasal dari HSS. Mudahan dalam waktu dekat bisa selesai dan diupdate di sini.

22 September 2008

Peta Kalsel Super Detil (Update)

Pada suatu hari kami ingin mengadakan penelitian tentang pendidikan daerah terpencil di kaki pegunungan Meratus. Seorang teman yang mengajar di HST merekomendasikan sebuah desa yang terletak di barisan pegunungan Meratus. Nama desa itu adalah Haruyan Dayak. Wow mendengar nama ini tentu saja kita membayangkan sebuah pemukiman suku Dayak lengkap dengan segala kebudayaan uniknya. Tapi jangan salah, tempat ini tidak ada hubungannya dengan kecamatan Haruyan tapi merupakan desa yang di tengah hutan perawan sekitar 20 km di sebelah barat laut kota Barabai.

Sebagai anggota tim bagian navigasi saya ditugaskan menyusun rencana route yang akan dilalui lengkap dengan perkiraan waktu tempuh dan jenis kendaraan yang akan dipakai. Maklum menurut teman guru yang pernah ngajar di sana, ada sebagian jalan yang tidak bisa ditempuh menggunakan alat transportasi seperti mobil atau sepeda motor. Kita harus berjalan kaki sekitar 10 km dengan mendaki beberapa gunung dan menyebrangi puluhan sungai. Wahh...kebayang nggak sih bagaimana saya harus menyurvei lokasi tersebut.

Saya coba menggunakan kecanggihan TI dengan melihat lewat teknologi satelit, yakni GoogleEarth. Sayang sekali untuk kawasan HST citra image yang tersedia hanya sampai ketinggian 5-10 km sehingga jalan dan sungai serta pemukiman penduduk tidak bisa terlihat.

Tapi untunglah saya masih memiliki peta Kalsel yang sangat detil sehingga ribuan desa dan kampung di Hulu Sungai dapat dicari dan diukur jaraknya. Peta ini pemberian dari seorang Dosen FKIP Unlam, yakni alm. Havid Dabana, M.Si yang memang hobby dan pekerjaannya banyak berurusan dengan pemetaan kawasan di Kalsel. Kata beliau dahulu, peta ini hanya dimiliki 3 orang saja, yakni Beliau, Guru besar Fisika teman beliau dan saya sendiri.
Saking lengkapnya peta ini bahkan nama desa tempat kelahiran saya, yakni Benua Kepayang di HST saja terlihat. Tak heran ukuran file peta ini cukup besar yakni 208 MB. Format filenya adalah ECW dan untuk membukanya saya menggunakan software ArcView dari ESRI.

Akhirnya saya dapat menyelesaikan pekerjaan perencanaan route dengan membagi dua jalur perjalanan. Dari kota Barabai sampai ke Pagat, terus ke Haliau, Wake, Hantakan, Bulayak, Batu Hayam menggunakan mobil dengan jarak tempuh 12 Km. Perjalanan diteruskan dengan jalan kaki sejauh 8 kilometer. Kami harus menyeberang sungai sebanyak 12 kali dan mendaki jalan yang turun naik dan lebih banyak mendaki.

Sungguh saya terbantu membuat perencanaan perjalanan dengan adanya peta Kalsel tersebut. Jadi jika teman-teman yang berminat saya siap sharing.

Silakan download di http://www.mediafire.com/file/ydttf1lzcbzv5ta/rbi_kalsel.rar untuk file peta dgn ekstensi ecw. Sedangkan untuk membukanya bisa menggunakan software arcview dgn tambahan plugin untuk ecw.

(Mohon maaf bagi teman-teman soalnya baru tanggal 2 Okt 2010 bisa upload file peta tersebut. Dan bagi teman-teman yang kemarin minta kirim CD filenya dan tidak sempat saya kirim mudahan bisa mendownloadnya di sini.)

16 September 2008

Trik Mengetik Cepat, Steno?

Bagi anda yang bekerja sebagai typewriter atau yang banyak berhubungan dengan mengetik tentu saja memerlukan trik agar pekerjaan tepat selesai. Bayangkan jika sekian puluh lembar naskah yang harus anda ketik dan diberi deadline yang singkat.

Saya pernah mempraktikkan trik ini waktu mengetik skripsi. Alhamdulillah, naskah proposal mentah bisa selesai dalam satu hari. Demikian pula waktu bekerja freelance sebagai juru ketik di rental komputer waktu kuliah pernah menyelesaikan hampir 100 lembar naskah A4 satu setengah spasi dalam satu hari. Wow..tentu anda ingin tahu caranya! Apakah ini ada hubungannya dengan "steno".

Untungnya naskah yang biasanya harus kita ketik berhubungan dengan permasalahan khusus tertentu. Misalnya makalah yang berhubungan dengan pelestarian lingkungan. Coba anda perhatikan, tentunya banyak terdapat kata yang terus diulang-ulang sepanjang naskah. Misalnya skripsi berhubungan dengan penelitian pendidikan. Tentu disana banyak terulang kata pendidikan, siswa, sekolah, proses belajar mengajar.

Triknya adalah, kita buat singkatan khusus untuk kata tersebut. Misalnya: pdd=pendidikan, sw=siswa, skl=sekolah, pbm=proses belajar mengajar. Jadi kita cukup mengetik singkatannya saja maka kata lengkapnya akan otomatis disisipkan.

Bagaimana teknisnya? Begini, karena kita kebanyakan menggunakan MS Word maka hal yang bisa dimanfaatkan adalah fasilitas autocorrect. Silakan klik menu tool => AutoCorrect Option lalu definisikan singkatan yang anda perlukan. Selanjutnya di halaman kerja ms Word tinggal diketik, misal "pbm" lalu tekan spasi maka "proses belajar mengajar" otomatis disisipkan oleh Ms Word.

Nah, bagaimana trik sederhana ini apaka dapat membantu pekerjaan anda? Silakan tunggu trik berikutnya!

12 September 2008

Apa Kabar Jardiknas HSS?


Jejaring Pendidikan Nasional(Jardiknas) adalah program pengembangan infrastruktur jaringan online skala nasional (National Wide Area Network) yang dibangun olehDepartemen Pendidikan Nasional (DEPDIKNAS) Pemerintah Republik Indonesia untuk menghubungkan antar institusi dan komunitas pendidikan se-Indonesia. Jardiknas merupakan salah satu program strategis pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk dunia Pendidikan di Indonesia. Melalui infrastruktur jaringan online (Jardiknas) diharapkan dapat mempercepat pengembangan integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi pada program pemerintah sektor pendidikan untuk kemajuan Pendidikan Indonesia saat ini dan di masa depan.(www.jardiknas.diknas.go.id).

Hulu Sungai Selatan sebagai salah satu kabupaten di Kalsel yang telah termasuk cakupan area Jardiknas. Pusat koneksi Jardiknas di HSS ada di Dinas Pendidikan Kab.HSS. Berdasarkan hasil monitoring tool di http://netmon.jardiknas.org ternyata koneksi jardiknas di HSS masih aktif dengan respon time 30an ms ketika di ping.

Tapi sepengetahuan dan sepengamatan saya, koneksi Jardiknas di HSS ini tidak dibagi ke sekolah-sekolah. Hal ini tidak sesuai dengan tujuan Jardiknas di atas, yakni untuk menghubungkan institusi pendidikan agar dapat mengikuti kemajuan informasi dan telekomunikasi global. Coba cek ke SMAN 1 Kdg, SMAN 2 Kdg, SMKN 1 Kdg, SMKN 2 Kdg, SMP dan sekolah lainnya apa mereka memiliki akses internet. Kalau pun ada, maka itu adalah swadaya mereka sendiri memasang akses internet dari pihak luar yang berbayar.

Memang ada sekolah yang "cangkal" seperti SMAN 2 Kandangan yang berpikiran maju. Mereka memiliki akses internet. Tapi akses internet mereka menggunakan Speedy dari Telkom alias berbayar. Trus, apa gunanya Proyek Jardiknas yang puluhan Milyar rupiah kalau akhirnya sekolah-sekolah di HSS tidak bisa menikmatinya.?

Saya tidak tahu dan tidak mengerti masalahnya apa? tapi ketika saya cek di www.jardiknas.org terlihat bahwa pihak yang mengelola tidak ada. Coba lihat di sana, kontak adminstrator dan kontak teknis tidak ada orangnya yang bisa dihubungi. Akh, tentu ada semua tidak akan percaya kalau di HSS tidak ada satu orang pun yang "melek" TI! Pantas saja, tidak ada adminsitrator, jadi ya..gitu dech.

Sayang, beribu sayang. Saya tidak punya koneksi atau lobby di sana. Seandainya ada, tentu saya akan siap sedia membantu (akhh..menawarkan diri ni ye) mengelola Jardiknas di Disdik HSS walaupun tanpa diberi honor. Nggak percaya? Kemarin saya baru saja dari HST (Barabai), membantu teman di SMKN 1 Barabai menyeting wireless di sana. Sungguh tanpa bayaran sepeserpun, padahal jarak dari Kandangan ke Barabai 30 Km lebih lho. Tapi saya senang dapat membantu memajukan Jardiknas di HST.

Bagaimana pendapat sampeyan?

09 September 2008

Ada Apa Dengan Programmer?

Bismillahirahmanirrahim.

Kali ini kita akan memulai belajar bagaimana membuat program komputer. Dari pada terus-terusan jadi pemakai dan pembeli software luar negeri kan lebih baik kita belajar membuat sendiri. Iya dong, kan kalau dijual bisa jadi uang yang lumayan disamping turut menghemat devisa negara. Selain itu kita bisa membuat sendiri software sesuai kebutuhan dan keinginan kita. Misalnya saya pernah membuat software manajemen perpustakaan yang dibeli orang Rp 2 Juta. Terus ada juga software administrasi sekolah yang dibeli client Rp 6 Juta. Lumayan. Makanya, teruslah belajar pemrograman. Pertama-tama kita akan belajar istilah-istilah penting dalam pemrograman.


1. Apa itu programmer
Apakah anda pemakai komputer? Jika anda menjawab "ya" maka tunggu dulu apakah itu benar! Sebenarnya yang anda pakai adalah "program komputer" atau software. Komputer hanyalah seperangkat alat elektronik. Ruh utama yang membuat komputer hidup dan seperti bisa berpikir dan melakukan pekerjaan pintar adalah "software". Ibarat perangkat komputer itu "badan" kita maka software itu adalah "nyawa".

Bayangkan apa yang terjadi jika badan kita telah ditinggalkan oleh ruh atau kehilangan nyawa. Tentunya badan tidak bisa melakukan apa-apa bahkan akan membusuk dan mati. Demikian pula perangkat komputer jika tidak diisi dengan software maka komputer tersebut bagaimanapun hebatnya spesifikasi hardware yang serba canggih tentunya tidak akan bisa hidup dan mengerjakan sesuatu.

Kita selama ini sungguh dimanjakan oleh para pembuat software atau programmer. Semua hal yang kita butuhkan dalam bekerja disediakan oleh komputer. Dari mengetik, membuat presentasi, menyusun laporan, mendengarkan lagu, menonton film, mengirim email, browsing di internet, semuanya sudah disediakan softwarenya oleh programmer.

Sekarang telah fahamkan anda apa pekerjaan seorang programer? Ya, programmer adalah seseorang yang pekerjaanya membuat software komputer. Apakah pekerjaan ini mejanjikan secara ekonomis. Jangan ditanya lagi! Siapa orang TI yang masuk jajaran orang terkaya dunia. Tentulah jawabannya adalah sang "programmer" Microsoft Windows, yakni Bill Gate.

Tunggulah lanjutan seri belajar pemrograman selanjutnya.

31 Agustus 2008

Langganan Petir?


Hari Sabtu tanggal 20 Agustus 2008, tiba-tiba jaringan internet kami putus. Sinyal radio hilang dan server tidak bisa diakses. Hal ini terjadi sekitar pukul 8 pagi saat cuaca buruk, yakni hujan yang disertai petir.

Setelan di cek di lokasi, ternyata radio AP hangus disambar petir. Lalu di cek lagi ke server ternyata LAN Card yang konek ke AP juga kena petir. Untunglah server tidak ikut kena. Tapi setelah di cek lebih dalam lagi...Woo..woo..modem kami juga kena beserta LAN Card yang ke modem. Waduh..jadi berabe nih soalnya setting modem harus menghubungi NOC di Jakarta. Untung dish VSAT nggak kena.

Kenapa bisa disambar petir ya? Apa nggak pakai penangkal petir. Sebenarnya kami udah berupaya maksimal dengan memakai penangkal petir dan grounding yang baik. Tapi rupanya petir yang sampai disekitar tower sangat besar kilatnya. Buktinya pemancar Radio Gema Amandit FK Kandangan yang nota bene lebih tinggi dengan anti petir yang baik juga kena. Demikian pula beberapa digital parabola dan telepon disekitar lokasi tower juga banyak yang mati kena petir.

Hal ini sebenarnya udah diprediksi. Lho, gimana? Maksudnya tahun kemarin kan udah sekali kejadian radio AP kena petir. Jadi menurut "kepercayaan" bahwa petir itu akan menyambar di tempat yang sama di kemudian hari. Ya..ternyata benar. Jadi langganan dech, petirnya.

19 Agustus 2008

Bisnis Menjanjikan di Internet

Saya yakin anda telah memiliki pekerjaan tetap. Tapi penghasilan anda tidak mencukupi kebutuhan anda. Oleh karena itu anda perlu pekerjaan sampingan yang menjanjikan. Selain itu, pekerjaan sampingan anda harus dapat dilakukan di luar jam kerja anda sehari-hari. Kalau tidak anda akan dimarahi atasan karena melalaikan tugas.

Artinya pekerjaan sampingan anda hanya memerlukan sedikit waktu dan menghasilkan uang banyak. Tentunya anda berharap pekerjaan itu juga memerlukan modal awal yang sedikit. Melihat syarat dan hasil yang diharapkan ini tentu banyak orang berkomentar TIDAK MUNGKIN ADA PEKERJAAN SEPERTI ITU!.

Tapi sebenarnya pekerjaan itu ADA. Jangan hanya berpikir sempit tapi lihatlah dunia yang luas ini dan kemajuannya. Terutama kemajuan teknologi informasi dengan revolusi internetnya yang telah menjadi komunitas global dengan anggota jutaan bahkan milyaran orang yang terhubung dan online 24 jam sehari. Kenapa anda tidak berpikir bahwa ini adalah ceruk pasar yang besar dan menggiurkan.

Tapi jika anda ingin menghasilkan uang diinternet, tentu saja harus ada produk yang dijual. Produk itu harus dicari dan diperlukan oleh komunitas pengguna internet. Selain itu anda harus memiliki toko online untuk berjualan yakni memiliki website.

Bagi anda yang ingin mencoba bisnis di internet tapi belum memiliki produk untuk dijual dan belum memiliki website, maka anda pertama-tama harus mengunjungi formulabisnis.com . Di situs menarik ini anda akan mendapatkan informasi dan bimbingan bagaimana menghasilkan uang jutaan rupiah perbulan tanpa harus bekerja keras. Kenapa anda ragu menentukan masa depan anda dari sekarang. Mulailah dengan mencari informasi di  formulabisnis.com.

29 Juli 2008

SIM FKIP Unlam

Pada bulan Januari 2005 kami mendapat pekerjaan mengerjakan Sistem Informasi Akademik untuk FKIP Unlam (SIMFKIP) berbasis web. Tujuan dari proyek ini adalah untuk membuat sebuah sistem komputerisasi database akademik yang bisa diakses lewat jaringan kampus di FKIP Unlam, seperti data dosen, mahasiswa baru, perkuliahan, nilai, KRS, KHS sampai Ijazah. Pokoknya sistem yang lengkap untuk FKIP dan waktu pengerjaan 1 tahun dan maintanance 1 tahun berikutnya.

Setelah kerja keras selama 1 tahun maka website tersebut berhasil dibuat (lihat screen shoot di atas). Kami memakai core sisfokampus versi 2005 yang di kostumise agar sesuai dengan FKIP Unlam. Website ini sementara dihosting di server jaringan lokal FKIP Banjarmasin dan dilengkapi fasilitas portal berita dibagian front end dan administrasi SIMFKIP yang bisa dimasuki setelah login.

Selama hampir 1 tahun tersebut saya bolak-balik kdg-bjm. Terkadang saya 1 minggu sekali ke BJM atau terkadang 2 minggu sekali. Setelah berjuang (terkadang bermalam di ruang SIM FKIP beberapa hari) maka kami berhasil mensetup data universitas, fakultas, jurusan, prodi, dosen, mata kuliah, tahun akademik, jadwal akademik, KRS, KHS, dan data mahasiswa angkatan 2005/2006 sebanyak 890 orang mahasiswa.

Sebenarnya pekerjaan proyek ini sudah selesai, dari data PMB, kuliah, KRS, nilai mahasiswa, cetak KHS, cetak Transkrip sudah bisa dijalankan. Tinggal cetak Ijazah yang layoutnya perlu disempurnakan supaya sesuai dengan format ijazah keluaran FKIP Unlam. Hal ini sengaja belum saya selesaikan sampai pembayaran honor kami terima 100%. Hasil kerja kami sudah ditampilkan dan kami demokan hasilnya pakai proyektor secara live dihadapan Ka BAAK FKIP Unlam waktu itu. Semua berjalan lancar dari entri data, sampai cetak laporan. Tinggal data mahasiswa pada semester depan saja yang perlu dientri lagi agar proyek ini terus berlanjut. Pada saat itu kami sudah terima sebagian honor sebesar 36%.

Pada awal masa pengerjaan kami sudah menyusun draft kontrak yang isinya menjelaskan pekerjaan kami apa, tanggung jawab kami sampai dimana, hak dan honor kami berapa dan bagaimana dibayarkan, pihak FKIP apa saja hak dan kewajibannya, serta sampai kapan sistem menjadi tanggung jawab kami. Tapi sampai sekarang draft kontrak itu tidak pernah terrealisasikan menjadi kontrak. Entah hilang di mana draft tersebut kami tidak tahu. Jadilah pekerjaan dan tanggung jawab kami menjadi tidak ada batasannya. Pembayaran honor kami tidak menentu. Jadi kalau ada masalah selalu kami yang disalahkan.

Maksud kontrak tersebut, secara garis besar adalah:

  • Masa Development selama 1 tahun /2005 (tanggung jawab kami)
  • Masa Maintanance selama 1 tahun /2006 (tanggung jawab kami)
  • Setelah habis masa 2 tahun di atas menjadi tanggung jawab FKIP
  • Entri data awal angkatan tanggung jawab kami
  • Memberikan Pelatihan kepada petugas yang ditunjuk FKIP
  • Honor dibayar 30% setelah masa development selesai
  • Sisa honor 70% dibayar setelah maintanance selesai

Isi kontrak membuat adanya kepastian hak dan kewajiban kedua belah pihak. Tapi sampai saat ini kontrak tersebut tidak diwujudkan. Walaupun sebagian honor sudah kami terima 36% diakhir masa development tapi rincian tugas dan tanggung jawab kami tidak jelas. Setelah selesainya masa maintanance (2006) sisa honor belum juga kami terima. Padahal pekerjaan sudah 99% selesai (disaksikan Kepala BAAK) tinggal setting ijazah yang sengaja belum saya kerjakan sebagai jaga-jaga kalau-kalau honor belum diterima.

Setelah beberapa bulan selesainya masa maintanance kelanjutan proyek dan proses pembayaran tidak ada kejelasan. Pengelolaan SIMFKIP tidak ada petugas khusus yang menangani. Akibatnya database dan script SIMFKIP menjadi error dan tidak bisa login. Padahal sebelumnya ok saja tapi kok seperti ada kerusakan atau perubahan pada script dan database yang sebenarnya tidak harus terjadi.

Pihak FKIP tahunya SIMFKIP tidak jalan alias rusak bahkan dikatakan belum selesai karena mereka tidak tahu teknis pemrograman web. Padahal script sudah jadi, database sudah ok, sudah diujicobakan bahkan data awal sudah kami entri untuk angkatan 2005/2006.

Selanjutnya beredar isu di FKIP bahwa proyek belum selesai. Saya dituduh lari dari tanggung jawab tidak menyelesaikan pekerjaan padahal sudah menerima sebagian honor. Akhirnya mereka meminta saya untuk memperbaiki, tapi waktu saya tanyakan masalah kejelasan tugas dan tanggung jawab kami sampai dimana dan bagaimana sisa honor kami, ternyata masih tidak ada kejelasan. Waduh..saya jadi korban, jadi kambing hitam. Gara-gara tidak kontrak yang tidak jelas dan proyek yang tidak transparan sehingga tidak ada batasan yang jelas apa, siapa dan bagaimana serta sampai dimana tanggung jawab kami. Tapi biarlah sisa honor kami raib entah kemana, yang penting pekerjaan sudah selesai (tinggal 1%). Untunglah saya masih menyimpan backup script yang saya kerjakan sehingga walaupun script di server FKIP hancur.

Kalau tidak percaya bahwa SIMFKIP sudah selesai 100% silakan lihat script yang saya hosting di http://simfkip.net63.net. Di website gratisan ini saya upload Sistem Informasi Akademik FKIP Unlam Banjarmasin yang telah kami kerjakan dan selesai 99%. Tapi karena sebagai demo saja maka data-data saya kurangi untuk keamanan privasi.


Berita selengkapnya di sini

25 Juli 2008

Hello Schools! Mana Databasemu?


Saat ini, hampir semua lembaga pendidikan mulai ramai-ramai menggunakan TI dalam dunia pendidikan. Entah itu sekedar ikut-ikutan biar dikatakan modern atau memang sungguh-sungguh memanfaatkan TI semaksimal mungkin untuk menunjang proses pendidikan.

Akan tetapi ada anggapan TI itu sama dengan internet. TI itu sama dengan lab komputer. TI itu sama dengan mengetik di MS Word atau membuat sheet di XL. TI itu sama dengan email. Sehingga bila sudah memiliki atau mempunyai salah satu dari hal tersebut sudah bisa dikatakan ikut kemajuan zaman menggunakan TI.

Saya tidak menyalahkan paradigma di atas. Hanya saja ada hal penting yang tidak kita tiru dari pemanfaatan TI di lembaga pendidikan luar negeri yang telah maju. Apakah itu? yakni kita belum mempunyai sistem DATABASE di sekolah kita.

Coba simak kisah masa kecil dan masa sekolah Bill Gates bersama Paul Allen, banyak diisi kegiatan mereka mempelajari dan mengoprek komputer sekolah yang pada saat itu masih berbentuk mainframe (besar seperti lemari). Ternyata fungsi utama komputer sekolah saat itu sebagai server database untuk menyimpan data-data pendidikan. Padahal itu terjadi puluhan tahun lalu, jangan ditanya lagi keadaan sekarang di Amerika. Hampir semua sekolah mempunya server database yang canggih dan terhubung ke jaringan internet global.

Sekarang coba kita pikir. Di sekolah kita komputer sudah ada bahkan banyak sekolah yang memiliki puluhan komputer di lab komputernya. Tapi coba tanya mereka, mana server databasenya? Apa saja data yang disimpan? Program aplikasi apa yang digunakan untuk mengakses database tersebut? Jawabannya...tidak tahu... Karena memang banyak yang belum tahu, belum menyadari arti pentingnya database bagi sekolah.

Jadi gimana dong? Gampang saja solusinya. Untuk membuat server database, ada beberapa hal yang harus kita sediakan:

  1. hardware (PC biasa atau Server khusus)
  2. software server database (MySQL-gratis  atau MS Access-bayar)
  3. Aplikasi pengakses database (Aplikasi web atau aplikasi desktop)
  4. Jaringan Komputer (kalau ada atau semua diinstall di satu komputer saja)

OK, sampai di sini dahulu. Pada posting berikutnya akan dibahas implementasi hardware, software, membuat aplikasi dan jaringannya.

20 Juni 2008

Masih Ada "Makan Siang Gratis" ??


Di zaman materialistis dan individualistis ini kehidupan manusia sudah jauh dari sifat tolong menolong. Segala sesuatu diukur dengan uang dan harus menguntungkan. Ada ungkapan "TIDAK ADA MAKAN SIANG YANG GRATIS" yang artinya segala sesuatu harus ada imbalannya. TAPI!! masih ada yang gratis, bahkan barang dikirim langsung ke rumah kita dari luar negeri. APA ITU? Jawabnya "UBUNTU".


Saya sudah 3 kali memesan keping CD ubuntu, dari versi 7.04, 7.10 hingga 8.04. Bagi anda yang berminat pesan saja CD installer Ubuntu di https://shipit.ubuntu.com/ maka paling lama 100 hari barang akan datang dari markas ubuntu, biasanya dari Netherland. Gratis, bebas biaya ongkos kirim. Aneh ya? masih ada orang yang begitu baik hati.

Apa sih Ubuntu itu? Ubuntu adalah paketan (distro) linux yang merupakan operating system (pengganti Windows) yang sudah dibundel dengan berbagai software penunjang. Jadi selain kernel Linux, ada pula Desktop Manager yang cantik, Open Office yang gress, Gimp untuk editing grafis, RythmBox untuk multimedia, Firefox untuk browsing, Pidgin untuk yang gemar chatting.
Bila masih kurang kita bisa menambah instalan program di Ubuntu dengan mudah setelah kita mempunyai DVD repository (Sumber Update yang dikemas dalam DVD) atau repository dari internet. Tinggal klik maka ribuan software akan tersedia.

Dari segi ekonomis, jelas Ubuntu (dan distro Linux yang free lainnya) pilihan lebih baik dari pada Windows dan dedengkotnya. Bayangkan, beli WIndows Vista 1,5Jt, MS Office 2007, 2Jt, Adobe Photoshop CS2 4,5 Jt, dan seterusnya yang setelah ditotal ternyata lebih mahal daripada komputernya sendiri (Dekstop 3-4 Jtan).

Dari segi sekuriti jelas lebih andal, virus dan segala jenisnya hampir-hampir tidak ada yang menyerang Linux. Jadi jangan khawatir mencolokkan flashdisk teman yang ada virus dari Windows ke Komputer/Laptop Ubuntu (dan distro Linux lainnya).

Masalah hang akibat banyaknya bugs di Windows sangat jarang ditemui di Linux. Ada jutaan server Linux yang hidup 24jam-7hari seminggu-30 hari sebulan- selama bertahun-tahun tanpa perlu restart. Kalau pun ada celah keamanan atau bugs di Linux maka dalam hitunga hari bahkan dalam hitungan jam sudah ada perbaikannya updatenya. Kenapa, karena adanya komunitas programmer,hackers, tester, dan user Linux yang siap dan terkoordinasi terus menerus mengembangkan Linux.

Yang paling utama, Kode program (Source Code) Linux terbuka untuk dipelajari. Kita bebas mendownload, mencopy, mempelajari, mengubah agar lebih baik lagi. Bandingkan dengan source code Windows yang tertutup oleh hak cipta Bill Gates forever.

Hayoo...pilih mana? Open your mine, be smart, think free, get Linux, use Ubuntu !!!!!

20 Mei 2008

Mengamankan Wireless Access Point



Pengunaan jaringan wireless semakin menjamur. Di mana-mana dapat kita lihat bertebaran tower wireless access point. Tapi penggunaan jaringan wireless memberikan dampak negatif, yakni terbukanya jaringan untuk bisa diakses semua orang yang berada di area cakupan sinyal wireless kita. Bagaimanakah cara mengamankan access point agar bandwidth tidak bocor ketangan orang yang tidak berhak? 


Access Point (AP) seumpama hub atau switch pada jaringan kabel LAN. Fungsinya untuk menghubungkan banyak client dengan topologi jaringan tipe star. Artinya kita membantuk jaringa komputer dari banyak client yang menggunakan radio yang dihubungkan dengan satu atau lebih AP.

Pembicaraan kita kali ini dengan asumsi kita akan membagi jaringan internet (misalnya dari Speedy) lewat jaringan wireless hanya untuk client tertentu saja. Jadi kita harus mengusahakan agar client yang tidak berhak tidak dapat mengakses jaringan wireless kita.

Ada dua pendekantan yang bisa digunakan, yakni:
1. menggunakan sistem login ticket.
2. melakukan blocking client wireless.

Pendekatan pertama sering digunakan di area hotpsot berbayar atau sistem tiket. Client yang ingin konek ke internet (misal membawa laptop yang ada wirelessnya) harus membeli semacam tiket yang berisi username dan password. Setelah itu baru bisa konek sesuai waktu yang disediakan. Cara ini mudah dan praktis kalau ingin membuat hotspot yang clientnya tidak tetap atau berubah-ubah sesuai kebutuhan. Kelemahannya sistem ini mudah dihacking dengan wardriving menggunakan berbagai macam tool untuk membuka jaringan wireless.

Pembahasan kita difokuskan pada pendekatan kedua, yakni blocking ditingkat client. Misalnya kita akan membuat ISP kecil-kecilan dengan berlangganan Speedy Unlimited terus disharing lewat jaringan wireless ke client-client yang telah terdaftar. Skema jaringan sebagai berikut:


Teknik mengamankan AP agar dapat konek hanya oleh client tertentu saja adalah:
1. Sembunyikan SSID
2. Gunakan nama SSID yang acak dan panjang
3. Gunakan Enkripsi
4. MAC Address Filter
5. ubah Mac Default
6. Gunakan IP Statik dan Range IP  tertentu
7. Isolasikan Client
8. Kunci settingan radio client dengan password

Caranya:
1. Sembunyikan SSID (Hide SSID)
SSID adalah nama jaringa yang di broadcast oleh AP dan client agar dapat saling konek. Artinya hanya client yang mengatahui atau mempunyai SSID yang sama dengan AP saja yang dapat konek ke jaringan. Jadi, agar hanya client yang terdaftar saja bisa konek maka kita harus menghidden SSID dari AP.  Caranya dengan mengubah settingan di AP yang bisa diakses lewat web. Misal untuk AP Linksys WRT54GL yang udah diupgrade firmwarenya pakai DD-WRT maka setingan hide SSID bisa ditemukan di menu "Wireless" => "Basic Setting" trus disable "Wireless SSID Broadcast". Untuk AP merk lainnya lainnya maka cara mengubahnya intinya sama saja. Jika SSID kita hidden maka jaringan kita di tool wireless client tidak akan muncul atau terbaca. Memang ada sih tool untuk memecahkan SSID tapi tool ini jalan di Linux dan harus menggunakan chipset wireless tertentu yang built in di motherboard. Tapi langkah ini merupakan pertahanan pertama yang sangat efektif untuk mencegah kalangan pemula dan menengah agar tidak bisa seenaknya konek ke jaringan kita.



2. Gunakan nama SSID yang Acak dan Panjang
SSID atau Service set identifier merupakan nama pengenal network yang panjangnya maksimal 32 karakter yang dapat terdiri dari a-z, A-Z, 0-9, tanda baca dan laiin karakter. Agar sekuriti jaringan kita maksimal - setelah dihidden - selanjutnya buatlah nama SSID sepanjang 32 karakter acak. Untuk mendapatkan karakter acak bisa masuk ke http://www.random.org/strings. misal: SSID kita buat "speednet_8vb01F1UZDbtRglFcDCcvj" . Artinya jaringan ISP kita namakan Speednet (sekedar nama aja) trus kita tambah karakter acak sampai sejumlah 32 buah yang terdiri dari huruf dan angka. Hal ini untuk mencegah hacking jaringan menggunakan tool yang mencoba memecahkan kombinasi SSID kita. Bayangkan 62 pangkat 32 berarti ada 10 pangkat 57 kombinasi.

3. Gunakan Enkripsi
Setiap AP saat ini telah dilengkapi dengan teknik enkripsi (mengacak data) jaringan yang canggih. Mulia dari WEP yang sederhana sampai dengan WPA yang canggih. Untuk lebih aman gunakan WPA dengan key 64 karakter. Memang AP modern saat ini, selain WEP dan WPA masih ada menyediakan jenis enkripsi lain. Tapi harus diingat, tidak semua radio client dapat mendukung teknik enkripsi terbaru. Menurut pengalaman kami, WPA telah tersedia di radio client dari harga 400 ribuan sampai yang mahal-mahal. Kembali diingat, gunakan key yang maksimum (64 karakter) dan harus terdiri dari huruf dan angkan acak. misalnya:
 " Y0SgVsDNwrlDVV5G5JYcan2JaMnEabVKkyHHB6pEk4xCpTBIP3rfHNpHgvOiVaZx ". Tapi ingat kita harus mencatat SSID acak dan key acak ini karena tidak mungkin menghafalnya.

4. Filter Mac Address
Setelah client memakai SSID dan Key enkripsi yang sama dengan AP, maka teknik pertahanan kita selanjutnya menggunakan filter mac address client. Bila fitur ini kita aktifkan di AP maka hanya client yang terdaftar macnya saja yang bisa konek di AP kita. Untuk itu cari AP yang menyediakan tabel filter yang jumlahnya sesuai kebutuhan kita. Misalnya Linksys WRT54Gl dengan DD-WRT firmware, menyediakan tabel filter sejumlah 128 buah. Kalau Senao AP biasanya sekitar 20 buah filter saja.


5. Ubah MAC Address Default
Biasanya Mac Address default bawaan pabrik bisa diubah. MAC memiliki macam-macam awalan tergantung pabrikan yang memproduksi. Misal radio merk Senao menggunakan awalan MAC yakni 00:02:6F:xx:xx:xx dan sebagainya. Karena kunci agar kita membedakan client cuma IP dan MAC maka kita harus mengubah MAC default client dengan mac lain yang jarang digunakan. Misalnya kita ubah menjadi 00:40:01:xx:xx:xx yang berasal dari tipe pabrik Zyxsel yang jarang dipakai di Indonesia. Guna lainnya untuk keseragaman, misal kita site survey ternyata ada mac yang selain kelompok tadi berarti jelas dia radio yang tidak terdaftar mencoba masuk.

6. Gunakan IP Statik dan Range IP  tertentu
Setelah radio client di set SSID dan Key Enkripsi yang sama dengan AP, syarat lain bisa konek adalah menggunakan IP yang valid dan tidak konflik dengan IP yang ada. Memang ada cara praktis dan simpel, yakni menggunakan DHCP Server agar setiap client otomatis mendapatkan IP yang tersedia. Tapi cara ini bermasalah jika masing-masing client mendapatkan jatah kecepatan / bandwith yang berbeda-beda. Kunci pembeda bandwith manager hanya berdasarkan MAC atau IP, jadi sebaiknya gunakan IP statik dengan cara nonaktifkan DHCP server. Selanjutnya gunakan range IP untuk client yang beda dari biasanya. Range IP yang umum (entah kenapa selalu dipakai di buku panduan wireless) adalah 192.168.x.x. Coba kita gunakan range IP 10.20.30.x dengan x sebanyak jumlah client. misal untuk client 32 orang kita gunakan 1 range IP dari 10.20.30.101 - 10.20.30.132. Hindari range dari 10.20.30.1 - 10.20.30.32 karena terlalu umum dan mudah ditebak. atau gunakan ip yang acak jangan dalam range tertentu. Terserah kreasi anda. Tapi ingat, IP yang kita gunakan harus bersifat private artinya hanya berlaku di dalam network kita saja dan harus di "nat" di dalam router.

7. Isolasi Client
Kekacauan jaringan selain dari luar bisa juga disebabkan dari client kita sendiri. Misalnya kita telah membagi bandwidth yang berbeda untuk macam-macam client sesuai IP address mereka. Akibatnya client mencoba mengubah IP mereka sendiri untuk mendapatkan bandwidht yang lebih besar. Bisa dengan coba-coba atau mereka menggunakan tool IP Scanning yang canggih. Tanda terjadinya kekacauan ini adalah timbulnya "IP Address Conflict". Untuk mencegahnya kita harus mengisolasi client, artinya sesama client tidak bisa saling scan IP. Bagi yang menggunakan AP merk Linksys WRT54Gl dengan DD-WRT maka bisa diaktifkan "AP Isolation" di menu: "Wireless" => "Advanced Settings". Untuk AP merk lain coba cari sendiri, kalau belum ada coba upgrade firmware AP tsb. Kalau masih belum ada ya terpaksa mencari AP merk lain yang menyediakan fasilitas ini.

8. Kunci Settingan Radio Client dengan Password
Kami pernah mengalami kebobolan jaringan wireless yang disebabkan adanya kerjasama pembobol dengan orang dalam (client). Modus nya, pembobol mendapatkan SSID dan key serta mac dan IP yang valid dari client. Hal ini terjadi karena settingan radio client tidak dikunci sehingga bisa dlilihat. Untuk mencegahnya maka ubah password radio client dari default ke passwrod yang hanya diketahui oleh teknisi.

TIPS:
1. Jangan lupa membuat catatan yang lengkap tentang data-data radio client. Misalnya nama client, merk radio, password setingan, MAC address, IP Address dan lainnya. Kalau dokumentasi kita jelek, maka akan terjadi masalah, misal lupa password masuk untuk menyeting radio client, kan bisa berabe dan harus di hard reset alias naik ke tiang radio.
2. Sering-sering site survey radio client
3. Sering-sering site survey AP di sekeliling kita.
4. Untuk aman dan mudahnya, masukan file settingan SSID, Key, MAC, IP kedalam file CD Room. Jangan flashdisk karena jika kita colokan di komp client ada kemungkinan terkena virus. Dan tentu saja CD room ini harus kita amankan dan rahasiakan. Karena jika bocor, maka butuh waktu berminggu-minggu untuk mengubah setingan dari AP hingga keliling mengubah setingan radio client (terkadang harus naik tower client karena radionya ngadat menolak di reset). he.he.he....

Itu saja saran dari saya semoga bermanfaat...kalau ada kritik dan saran atau tambahan bisa langsung dikommen aja. Semoga Tetap Aman AP-nya.

Parade Tokoh / Fisikawan Menuju ToE

Parade Tokoh dan Teori Menuju Theory of Everything (ToE) ⚗️ Era Awal – Fondasi Konsep Atom dan Hukum Alam (1600–1800) 1. John Dalton (176...