Tampilkan postingan dengan label Habar Kandangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Habar Kandangan. Tampilkan semua postingan

26 Maret 2010

Penerimaan Santri Baru SMA Al Baladul Amin

Pondok Pesantren Al Baladul Amin membuka pendaftaran santri baru untuk tingkat SMP dan SMA melalui jalur offline dan online.

1. Jalur Offline (langsung)
Pendaftar datang langsung ke sekretariat penerimaan santri baru (PSB) di Ponpes Al Baladul Amin yang beralamat di Jl. Mandala Permai desa Mandala kec. Telaga Langsat kab. HSS provinsi Kalsel pada jam kerja.
 Gambar 1: Ponpes Al Baladul Amin.

2. Jalur Online
Pendaftar langsung masuk ke WEBSITE SEKOLAH KAMI dan masuk ke bagian PSB Online. Silakan ikut prosedur dan syaratnya lalu isi formulir online di sana sebagai bukti telah mendaftar.

Gambar 2: Halaman PSB Online

3. Download
4. Kontak:
Jika ada pertanyaan seputar PSB Ponpes Al Baladul Amin, silakan hubungi:
  • Direktur Pondok: Drs. H. Rahmadiannor (0819-5207-8989)
  • Pengasuh: Fakhmi, S.Pd.I (0852-4889-0989)
  • Ketua Panitia PSB: Syamsuddin, S.pd (0813-4969-4696)

18 Maret 2009

Workshop Blog di Dinas Kesehatan HSS

Tahun 2009 dicanangkan oleh Dinas Kesehatan kabupaten HSS sebagai "Tahun IT". Berbagai program kerja dibuat berbasiskan IT untuk meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Misalnya, di Dinkes HSS telah menggunakan fasilitas FlexyGroup. FlexyGroup merupakan sebuah layanan SMS ke nomor 333 yang menjadi sistem penyampaian informasi dari Dinkes ke petugas layanan kesehatan di lapangan. Cukup sekali kirim SMS penting, maka semua petugas kesehatan yang terdaftar dapat menerima informasi dengan cepat.

Selain program FlexyGroup, Dinkes HSS juga mengadakan program peningkatan keahlian pembuatan media pagi petugas Promo Kesehatan (Promkes). Selain belajar membuat media poster, Video dan sebagainya, mereka juga akan dilatih menggunakan internet sebagai media bagi kegiatan promosi dan informasi kesehatan kepada masyarakat.

Tanggal 17 Maret 2009, bertempat di Aula Dinkes HSS diselenggarakan workshop pengenalan internet dan pembuatan blog bagi petugas PromKes. Narasumber didatangkan dari Komunitas Blogger Pahuluan (KBP). Acara ini dihadiri oleh 19 petugas Promkes dari seluruh Puskesmas yang ada di HSS ditambah beberapa pejabat Dinkes HSS.

Gbr1: Pak Fahmi dan Pak Edo sedang membimbing peserta Workshop.

Setelah session teori di Aula Dinkes, acara dilanjutkan dengan session praktik di sebuah warnet di Kandangan, yakni RaraNet. Kegiatan dimulai dengan pengenalan browser, pembuatan email, dan pembuatan blog. Selain saya instruktor mewakili KBP, acara ini juga dibantu oleh para pakar TI dari Dinkes sendiri, yakni Pak Edo (dr.Murid) dan Pak Fahmi. Kedua orang ini juga sekaligus anggota KBP.

Gbr2: Selesai membuat blog, lalu menyerbu Soto Banjar

07 Januari 2009

Kota Kandangan Banjir

Hujan deras yang mengguyur kabupaten HSS sejak pukul 3 dinihari menyebabkan meluapnya air sungai Amandit. Sampai pukul 17:00 Wita ketinggian permukaan air terus meninggi akibat kiriman air dari pegunungan Loksado.

Gambar 1: Luapan Sungai Amandit

Akibatnya daerah disekitar aliran sungai yang membelah kota Kandangan ini terendam banjir. Rumah-rumah di kawasan Kalian, Pandai, Lok Loa, Binjai, Baluti, Kandangan Hulu terndam air. Sebagian sudah ada yang menggenangi lantai dalam rumah. Entah bagaimana kabar rekan Anton, apakah rumahnya kebanjiran atau tidak.

Gambar 2: Lapangan Kodim Mirip Lautan

Jalan protokol yang mengalami genangan air adalah di simpang empat Amawang. Jalan di muka Kodim ini tergenang air hampir sejengkal. Demikian pula lapangan di seberang kodim berubah laksana lautan.

gambar 3: Jalan di Kandangan Protokol Tergenang Banjir

02 Januari 2009

Review Kegiatan Kayuh Baimbai ke Kandangan

Review kegiatan Silaturahmi dan Sosialisasi Aruh Blogger 2009 komunitas Kayuh Baimbai ke Kandangan agak terlambat saya posting karena banyaknya kesibukan akhir tahun. Teringat janji dengan Pakacil untuk memberikan review kegiatan sebagai bahan masukan bagi kegiatan roadshow Kayuh Baimbai nantinya. Berikut ini review dan sedikit reportase kegiatan yang dilaksanakan Komunitas Blogger Pahuluan (KBP). Sebelumnya telah terbit review resmi dari KayuhBaimbai dan review dari anggota KBP.

Gambar 1: Spanduk Selamat Datang di Pendopo Wakil Bupati HSS

1. Jalannya Kegiatan

Kegiatan Roadshow KayuhBaimbai ke Kandangan membawa dua agenda, yakni silaturahmi dengan komunitas blogger pahuluan dan sosialisasi Aruh Blogger 2009 yang akan diadakan di Banjarmasin. Roadshow ke Pahuluan ini dilaksanakan di Pendopo Wakil Bupati HSS hari Minggu tanggal 28 Desember 2008.

Peserta dari HSS dan sekitarnya terdiri dari komunitas blogger pahuluan, anak sekolah, guru dan masyarakat yang tertarik dengan dunia blog. Undangan yang disebar panitia berjumlah 200buah ke sekolah menengah pertama dan menengah atas. Tak lupa selebaran ditempel di warnet-warnet di kota kandangan untuk menjaring blogger setempat agar berhadir. Akhirnya peserta yang hadir sekitar 25% dari perkiraan panitia yakni 50 orang. terbanyak dari SMPN 1 Kandangan yang lengkap dengan siswa beserta pengajarnya. Selain itu datang pula rombongan dari SMAN 1 Daha Utara (Nagara) yang khusus mencarter mobil walaupun diperjalanan terhalang banjir. Selebihnya ada beberapa guru dari SMPN 2 Padang Batung, SMAN 2 Kadangan dan SMAN 3 Kandangan.

Gambar 2: Pengenalan Blog

Rombongan KayuhBaimbai berangkat dari Banjarmasin berjumlah 31 orang (menurut data tercatat). Direncanakan tiba di Kandangan pukul 10.00 Wita menggunakan 4 buah mobil. Sebelum kedatangan saudara tua dari Banjarmasin ini, maka panitia mengisi acara pengenalan blog. Pemateri adalah rekan-rekan dari KBP. Ternyata sebagian besar peserta yang hadir masih belum mengenal blog. Tak disangka antusiasme mereka cukup tinggi untuk bisa membuat blog.

Gambar 3: Silaturahmi dan Sosialisasi Aruh Blogger 09

Pukul 10:30 Wita akhirnya rombongan KayuhBaimbai tiba di tempat kegiatan. Setelah istirahat sejenak dan menikmati snack acara dilanjutkan dengan silaturahmi antara KayuhBaimbai dengan KBP. Acara saling kenal ini cukup meriah karena merupakan moment pertama kali bertatap muka sesama blogger. Sebelumnya anggota KBP dan KayuhBaimbai bertegur sapa lewat blog dan email saja.

Gambar 4: Session Tanya Jawab

Setelah saling berkenalan, acara dilanjutkan dengan sosialisasi blog dan aruh blogger 2009. Setelah sedikit sambutan dari Tetuha Adat KBP, dilanjutkan dengan paparan berapi-api dari ketua Kayuh Baimbai, Hari Insani Putra. Dilanjutkan dengan paparan dari Pakacil tentang alasan mengapa kita harus ngeblog, apa untung ruginya ngeblog dan motivasi lainnya. Session ini berlangsung cukup meriah karena diselingi tanya jawab. Kebanyakan peserta bertanya tentang dasar-dasar blog karena blog masih kurang begitu populer di pahuluan.

Gambar 5: Penyaluran Bakat Fotografi

Tak disangka, moment ini dijadikan ajang "jepret sana- jepret sini" oleh rekan-rekan dari kayuh baimbai. Entah karena ini momen langka, unik, atau eksotik terserah menilainya. Kilatan lampu blitz ternyata turut memeriahkan acara ini.

Gambar 6: Menyerbu Ketupat Kandangan

Pukul 13:00 Wita acara di Pendopo Wakil Bupati selesai. Rombongan diarahkan ke Karang Jawa untuk menikmati sajian khas Kandangan yakni Ketupat Kandangan. Sembari menunggu waktu makan, istirahat dan shalat momen ini jadi ajang saling kenal-mengenal lebih jauh. Sayangnya salah satu anggota KayuhBaimbai tidak dapat makan ketupat yang nikmat ini.

Gambar 7: Wisata di Tanuhi

Puas menikmati Katupat Kandangan, acara dilanjutkan dengan mengunjungi tempat wisata air panas Tanuhi. Perjalanan turun naik gunung sekitar 45 menit tidak membuat patah semangat. Hasilnya tidak mengecewakan. Lihat saja keceriaan dan spontanitas rekan Kayuh Baimbai dalam menikmati kesegeran air sungai Loksado.

2. Review Kegiatan

Ada beberapa hal yang dirasa sebagai kekurangan acara ini. Hal ini menyangkut kesiapan panitia di Kandangan dan jalannya kegiatan.

  1. Jumlah peserta belum memenuhi target
  2. Target panitia sebenarnya mengundang 400 peserta tapi yang berminat dan dapat berhadir hanya 50 orang. Hal ini mungkin disebabkan kurang gencarnya sosialisasi dari pihak pahuluan.org dan kurang begitu populernya blog di Pahuluan.

  3. Kedatangan rombongan Kayuh Baimbai tidak tepat waktu
  4. Rombongan dari Banjarmasin yang dijadwalkan datang pukul 10:00 Wita ternyata baru tiba di Kandangan pukul 10:30 - 11:00 Wita. Mungkin keterlambatan ini di luar rencana serta tidak begitu lama.
  5. Sesi tanya jawab kurang optimal
  6. Pada saat diadakan tanya jawab, jumlah peserta yang bertanya masih sedikit. Mungkin permasalahannya adalah pemahaman tentang blog yang masih sedikit. Tapi inti dari berbagai pertanyaan peserta adalah masih sulitnya akses internet di HSS sehingga kegiatan ngeblog belum begitu optimal.
  7. Sosialisasi Aruh Blogger 09 kurang detil
  8. Setelah paparan tentang sosialisasi aruh blogger 2009, informasi yang kami peroleh masih minim. Seperti kapan pelaksanaan, bagaimana cara mendaftar jadi peserta, agenda kegiatan dan sebagainya.
  9. Kurang koordinasi dalam hal menu makanan
  10. Terjadi sedikit ketidaknyamanan dalam hal pelayanan kami. Dari segi makanan ternyata ada peserta yang tidak bisa makan ketupat. Karena kurangnya informasi yang kami terima maka kami tidak menyediakan menu selain ketupat. Yah, mungkin hal ini masalah kecil tapi sebagai panitia kami merasa kurang enak terhadap tamu.
Diluar hal-hal di atas, secara keseluruhan acara dapat dikatakan berlangsung sukses. Kami ucapkan terima kasih atas kesediaan kawan-kawan dari Kayuh Baimbai datang ke Kandangan. Semoga acara roadshow seperti ini dapat lebih sering diadakan ke daerah-daerah.

25 Desember 2008

Bikin RT/RW Net Modal Nekat

Dulu...dipenghujung tahun 2007, seorang teman mengajak membangun ISP kecil-kecilan. Maklum di kota kami belum ada akses internet selain telkomnet instan. Anda tahu sendiri kan, telkomnet instan udah lelet alias lambat, mahal lagi. Konon ada seorang teman yang keranjingan internet pakai kabel telpon tersebut yang bayar tagihan telpon sampai 2 juta rupiah! Jadi peluang bisnis ISP di HSS ini belum ada yang menggarap dan menjanjikan.

Saya heran juga dimana pertimbangan penanam modal, kok mengajak saya membangun ISP. Saya cuma seorang guru yang mempunyai sedikit ilmu komputer. Sekedar bisa mengoperasikan ms-word, ms-excel, dan main internetan. Jadi teknis bagaimana menyeting server, VSAT, wireless hingga sisi sekuriti client masih belum ada ilmunya alias blank.

Bermodalkan nekat maka saya terima job tersebut. Kami membentuk kelompok usaha yang terdiri dari 3 orang. Saya bertugas sebagai admin jaringan. Kedua adalah Yadi, pemilik Matrix Computer Kandangan selaku pengelola administrasi dan penyedia hardware. Ketiga Raihan, seorang pegawai BRI selaku pemodal.

Gambar 1: Pemodal, Teknisi Antene, Pengelola

Pekerjaan pertama adalah mencari ISP yang bisa sampai ke Kandangan. Waktu tahun 2007 belum ada akses internet seperti Speedy. Pilihan akses internet cuma telkomnet instan atau GPRS. Kalau GPRS dari operator selular sangat mahal dan tidak ekonomis. Akhirnya pilihan kami jatuh pada VSAT. Teknologi akses internet via satelit ini dapat menjangkau seluruh Indonesia termasuk kota Kandangan.

Gambar 2: Antene Dish VSAT Ku-Band

Googling, itulah cara kami mencari ISP. Lewat mesin pencari google ini kami menggunakan kata kunci "VSAT murah". Hasilnya ada beberapa ISP Indonesia dan ISP luar negeri yang terjaring. Tapi VSAT lewat ISP Indonesia masih tergolong mahal. Setelah meneliti tawaran harga dan bandwidth yang disediakan akhirnya kami memilih SmartMalaysia SDN BHD sebagai ISP (www.smartmalaysia.com). Paket murah yang kami ambil adalah VSAT Ku Band 512/128 Kbps dengan biaya bulanan USD 450. Biaya instalasi awal sekitar 20 jutaan dan itu bisa dicicil separuhnya selama 12 bulan. Lumayan ringan kan.

Gambar 3: Modem VSAT Ku-Band

Setelah di kontak lalu datang teknisi dari Surabaya. Mereka memasang antene VSAT Ku-Band yang mirip antene IndoVision tapi sedikit lebih besar. Setelah didapat signal yang OK dan di test ternyata bandwidth yang diperoleh sangat bagus. Tapi signal Ku-Band mudah terpengaruh oleh cuaca. Jika hari mendung dan hujan disertai guntur kadang koneksi putus 5-10 menit. Hal ini masih lebih baik dibandingkan koneksi telkomnet instan yang sering ngadat pada jam sibuk.

Gambar 4: Teknisi Antene Sedang Beraksi

Pekerjaan kedua adalah membangun jaringan. Setelah sounding kami memperoleh komitmen calon pelanggan sekitar 30 orang. Ternyata rumah mereka sebagian jauh dari kota Kandangan. Ada yang di Angkinang (7 km), Hamalau (4 km), Sungai Raya (6 km) dan perumnas Bilui (3 km). Untuk membangun jaringan yang menghubungkan server dengan client yang jauh maka teknologi yang dipilih adalah jaringan wifi atau wireless.

Awalnya kami membangun tower dari pipa ledeng yang diperkuat dengan penyangga kawat baja. Memang tower yang direkomendasikan om Google adalah model triangle. Mengingat masih terbatasnya modal maka tower pipa ledeng pun jadi. Bayangkan menaiki pipa ledeng di tower hampir 30 meter. Untungnya ada "jago panjat" spesialis tower pipa yang udah ahli.

Gambar 5: Pemasangan Radio Access Point

Sebenarnya kami belum pernah membangun jaringan wireless. Tapi bermodalkan nekat dan google (koneksi VSAT di server udah bisa dipakai) kami harus tetap jalan. Hasilnya kami dapat memesan secara online perangkat wireless mulai dari antena, radio access point, radio client hingga antene dan perangkat tambahan lainnya.

Gambar 6: Memasang Radio di Tempat Client

Akhirnya selesai juga membangun jaringan yang menghubungkan server dengan komputer di rumah client. Ternyata tidak segampang itu membuat ISP. Akses internet yang bisa diakses di server belum bisa dinikmati di rumah client. Selidik punya selidik ternyata belum dishare.

Gambar 7: Sibuk Menyeting Koneksi di tempat Client

Googling lagi! Ketemu, ternyata kami harus memasang sebuah router. Fungsi router adalah menghubungkan jaringan publik dari ISP dengan jaringan lokal wireless client. Disamping itu kami harus memikirkan sarana pembagian bandwidth agar sesama client tidak rebutan. Nah, dari hasil tanya ke Om Google ternyata kami tidak perlu membeli router yang mahalnya minta ampun. Solusinya dengan merakit sendiri server router dan menginstall Mikrotik Router OS di dalamnya.

Gambar 8: Server Rakitan Sendiri

Pekerjaan utama dan paling rumit adalah menyeting routing dan membuat script untuk membagi bandwidth. Untunglah pekerjaan tersebut bisa di remote dari tempat saya. Sebelumnya saya sering menyeting server sampai jam 3 pagi. Fasilias remote yang disediakan mikrotik sangat memudahkan dan meringkan pekerjaan. Lagi-lagi, semua ilmu routing dan bandwidth manager di mikrotik saya peroleh dari Om Google.

Sekarang ISP kami udah jalan setahun lebih. Server rakitan sendiri ternyata tahan dihidupkan nonstop 24 jam selama 14 bulan ini. Sedangkan radio access point udah 2 kali diganti karena di sambar petir. Kalau hitung-hitungan ekonomis sekarang tinggal menikmati. Terutama saya memperoleh akses internet gratis 24 jam dirumah. Yah, di zaman canggih sekarang ini kesempatan tidak datang dua kali. Kita harus berani ambil resiko dan harus dapat belajar sendiri. Modal uang dapat dicari. Teknis dan ilmu dapat digoogling. Tinggal kita saja lagi yang harus jeli melihat kesempatan disela roda globalisasi.

22 Desember 2008

HSS Go Online!!!

Akhirnya kabupaten Hulu Sungai Selatan mulai online. Seluruh kantor pemerintah dan dinas rencananya akan dihubungkan menjadi satu jaringan lewat teknolog wireless. Akses internet pemkab yang menggunakan VSAT pun akan dibagi-bagi ke seluruh kantor tersebut.

Gambar 1: Tower Wireless Access Point Pemkab HSS

Hari minggu kemarin, tower untuk access point setinggi 40 meter sudah selesai dibangun. Sorenya kami selesai memasang radio box dan menyeting access pointnya. Radio yang dipasang di jalur g ini menggunakan power yang besar dengan kapasitas 200an client.

Menggunakan model triangle, tower wireless ini tampak perkasa dilihat dari bawah. Didirikan di halaman kantor Bupati HSS. Rencananya jaringan wireless ini akan menjangkau seluruh kantor pemerintahan di HSS. Paling jauh adalah Loksado dan Bajayau (Daha Barat). Makanya, kedepannya tinggi tower akan ditambah agar dapat menjangkau lebih jauh lagi.

Gambar 2: Ruang Server di Ruang PPDE

Server diletakkan di Ruang Pusat Pengolahan Data Elektronik Pemkab HSS. Di dalam ruang ini lah terdapat berbagai macam server dan perangkat VSAT yang menghubungkan jaringan komputer di kantor Pemkab HSS dengan jaringan internet global.

Gambar 3: Antene Transceiver VSAT

Gambar 4: Modem VSAT

Gambar 5: Kondisi Ruang Server PPDE

Tapi tujuan utama pembangunan jaringan ini kemungkinan adalah agar sistem informasi daerah (SIMDA) dan berbagai aplikasi perkantoran lainnya dapat saling terhubung. Hal ini diharapkan memudahkan administrasi dan mempercepat proses kerja. Hal ini sangat sejalan dengan visi dan misi pak Bupati yang ingin menjadikan HSS sebagai "Banua Enam Center".

Gambar 6: Bapak Bupati Hulu Sungai Selatan

Proses seperti absensi, kirim surat-menyurat, hingga neraca keuangan dinas dapat dipantau langsung dan online dari Kantor Bupati. Hal ini sangat efisien dan menghemat biaya. Kantor kecamatan yang jauh seperti Daha Barat dapat mengirimkan file kerjanya lewat email. Bahkan direncakanan akan dioperasikan fasilitas teleconference agar Pak Camat bisa rapat dengan Pak Bupati dari kantor masing-masing tanpa perlu repot-repot.

05 Desember 2008

Pembentukan Komunitas Blogger Pahuluan

Hujan lebat yang mengguyur kota Kandangan tidak menghalangi pertemuan Hari Kamis tanggal 4 Desember 2008 bertempat warnet Adana Kandangan. Luar biasa, walaupuh cuaca tidak mendukung tapi rekan-rekan hadir dengan semangat 45. Lihat saja, Saipul Rahman dan Pak Syarbaini jauh-jauh datang dari Barabai. Selanjutnya ada Anton, Wahyu, Ilyas, Varin, Nasrullah ditambah saya sendiri.

(Pak Syarbaini dan Syamsuddin Ideris)

Komunitas Blogger Pahuluan (KBP) dibentuk dengan tujuan utama memasyarakatkan blog di Banua Enam. Perkumpulan blog kami terbuka bagi semua blogger baik yang berdomisili di "Pahuluan" ataupun blogger yang asalnya (atau keturunan) dari Pahuluan walaupun sekarang tinggal di luar daerah. Selain itu kami menerima kawan-kawan "calon" blogger yang belum memiliki blog tapi ingin dan berminat membuat blog. Silakan daftar di sini dan kalau ingin belajar lebih jauh membuat blog silakan berkunjung ke Warnet Adana, di sana ada kawan kita Wahyu yang dengan senang hati mengajari. he..he..he..

(Varin, Ilyas, Nasrullah, Syarbaini)


Pada kopdar kedua ini telah terbentuk kepengurusan KBP, AD/ART, program kerja, Logo, dan lain-lain. Informasi selengkapnya bisa dilihat di sini.

(Anton, Ilyas, Nasrullah)

(Saipul Rahman dan Wahyu)

Berita dan informasi selengkapnya tentang KBP akan segera menyusul.

01 Desember 2008

Pemkab HSS Wireless Network

Pada suatu hari di bulan Nopember 2008 kami ditawari untuk membangun jaringan wireless yang menghubungkan berbagai dinas dan instansi di kabupaten Hulu Sungai Selatan. Selanjutnya bekerja sama dengan seorang rekan yang memiliki CV kami diminta membuat spesifikasi alat dan penawaran harga. Alhamdulillah, mungkin ini rejeki yang patut disyukuri jadi kami buatkan spesifikasi alat walaupun belum masuk di tender resmi.

Tak disangka tak diduga, ternyata kenyataan berkata lain. Rupanya spesifikasi teknis yang kami buat dimanfaatkan oleh pihak inner cyrcle untuk membuat penawaran (lewat CV lain). Akhirnya terbukti, proyek dimenangkangkan (diambil) pihak lain dengan memanfaatkan spek yang kami buat.

Harap maklum, membuat spesifikasi teknis jaringan wireless di tempat kami merupakan hal yang langka sehingga jarang ada yang bisa. Menurut pengalaman beberapa tahun ini, Pemkab HSS kalau mau membuat jaringan biasanya menghubungi dan memakai tenaga teknis dari pulau Jawa. Bayangkan, untuk tiket dan akomodasi saja udah habis berapa? Belum lagi harga yang mereka tawarkan kadang "gila-gilaan" maklum pejabat kita di daerah kadang tidak tahu pasaran harga. Bagaimana mau negosiasi kalau bentuk barang, spek, dan fungsinya saja tidak tahu dengan pasti. Jadi apa yang ada dan dirasa pantas atau mampu trus di acc deh.

Tapi, kami sabar dan nyantai aja lah. Rejeki kan udah digariskan dan tidak kemana-mana. Ternyata benar! Tidak begitu lama datang orang dari CV yang menang tender wireless tadi. Ujung-ujungnya sang pemilik CV meminta kami yang membeli alat dan memasang jaringan wireless Pemkab tadi. He..he..he..memang mereka nggak bisa. Tahunya cuma pengadaan perangkat saja. Kalau sisi teknologi dan aplikasi mereka tidak berani dan menyerahkan ke pihak lain. Ya..akhirnya kami terima saja walaupun dapat job dari pihak kedua atau udah lewat pihak perantara.

Sekarang lagi nunggu pesanan alat datang. Perencaaan sudah matang karena kami udah lebih satu tahun bergelut di bidang jaringan wireless. Tinggal memasang dan setting. Rencana Pemkab HSS adalah membuat koneksi jaringan wiereless ke seluruh instansi dan kantor di HSS. Memang hal ini perlu didukung. Ya, sudahlah, kami siap membantu dengan segala kemampuan demi kemajuan HSS. Walaupun harus memperoleh job lewat tangan kedua.

28 Oktober 2008

Kandangan Punya Website

Kandangan, sebuah kota kecil yang sejak jaman kolonial dulu punya julukan "Paris van Borneo". Ibukota kabupaten HSS ini merupakan daerah sejuk terletak di kaki pegunungan Meratus. Oleh karena keteduhan dan kesejukannya itulah maka kota ini disejajarkan dengan kota Bandung yang juga dijuluki "Paris van Java".

Kandangan juga kini terus berbenah dari segi teknologi agar tidak ketinggalan dengan "kota kembarannya" tersebut. Saat ini jaringan internet sudah masuk ke kota Kandangan lewat akses Speedy. Warnet-warnet mulai berdiri dan menjamur di pinggir jalan protokol. Selain itu kota ini telah menjadi WAN kota dengan telah beroperasinya ISP kecil "Matrix Wireless" sejak setahun yang lalu. Disamping itu, dalam waktu dekat Pemkab HSS juga akan menyebarluaskan koneksi internet VSAT yang dimilikinya melalui jaringan wireless.

Berbagai website dan blog lokal sudah bermunculan di kota Dodol ini. Dari website Pemkab HSS, Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan, Sekolah hingga blog-blog pribadi. Disamping itu para siswa dan guru juga telah mulai aktif ngeblog. Tidak ketinggalan karyawan dan pegawai di instansi lain. Tapi aktivitas pembuatan website dan ngeblog ini masih menjadi hal yang cukup sulit karena status mereka masih pemula. Berikut ini beberapa website dan blog yang telah ada di HSS.

1. Website Pemerintah Kabupaten HSS
Bagi anda yang mencari informasi seputar kabupaten HSS, Lembaga Birokrasi dan layanan masyarakat di kabupaten Dodol ini silakan mengunjungi website di bawah ini.


2. Dinas Pendidikan Kab HSS (Bidang Dikmen)
Dinas Pendidikan kab HSS juga telah meluncurkan websitenya. Silakan mengunjungi website ini untuk memperoleh informasi seputar dunia pendidikan di HSS. Mulai masalah kurikulum, sertifikasi, lomba, kegiatan dan database honorer bisa diperoleh di sini.



3. Dinas Pariwisata Seni dan Budaya HSS
Ingin rekreasi ke Lokasado menikmati arung jeram khas yakni "bamboo rafting"? Mau melihat "Telaga Bidadari"? atau mengunjungi situs sejarah "Tugu Proklamasi Divisi ALRI"? Jangan sampai salah jalan. Kunjungi saja website Dinas Pariwisata Seni dan Budaya kab HSS di bawah ini. Walaupun website ini kurang diupdate tapi informasi pariwisata yang terkandung di dalamnya sudah cukup memberikan gambaran dan arah perjalanan untuk tamasya di HSS.


4. Badan Kepegewaian dan Diklat (BKD) HSS
Informasi kepegawaian dan diklat di kabupaten Hulu Sungai Selatan dapat diakses di website di bawah ini. Tapi sayang sudah 6 bulan lebih tidak ada lagi update informasi dan berita terbaru. Hal ini sangat diperlukan oleh pencari kerja dan pegawai di HSS untuk mendapatkan pengumuman, informasi dan berita dari badan yang resmi ini tanpa harus datang ke kantornya. Mudah-mudahan website ini segera diupdate adminnya.


5. SMAN 2 Kandangan on the Net
Sebagai salah satu sekolah kategori mandiri/SSN, SMAN 2 Kandangan terus berbenah diberbagai lini. Termasuk membangun hotspot di sekolah berbasis TI di HSS tersebut. Tidak ketinggalan peluncuran website resmi sekolah. Silakan kunjungi website ini untuk memperoleh informasi seperti PSB, kegiatan, siswa, guru-guru, dan data alumni.



6. SMAN 1 Angkinang Online
SMA yang baru 2 tahun berdiri di HSS ini sangat giat meningkatkan kemajuan sekolahnya. Walaupun terletak di kecamatan Angkinang yang tidak terjangkau akses internet tapi kemajuan TI tetap menjadi hal penting. Terbukti dari adanya website yang dimiliki sekolah ini walaupun belum genap sebulan lalu dibuat. Silakan berkunjung ke sini untuk melihat potret perkembangan pendidikan di luar kota Kandangan.



7. Dunia Pulsa Kalimantan
Walaupun terletak di pedalaman, tapi bisnis berbasis internet telah mulai menggeliat di HSS. Terbukti dari adanya usaha pulsa elektronik online yang all operator di HSS. Kunjungi dan daftarkan diri anda di sini jika ingin memulai bisnis berjualan pulsa all operator murah dan online 24 jam. Transaksi dapat dilihat langsung di web report untuk mengetahui penjualan dan keuntungan harian anda.

Selain itu masih ada beberapa website yang sedang dalam tahap development. Misalnya website SMPN 1 Kandangan yang merupakan sekolah berstandar internasional pertama di HSS, dan website SMAN 1 Daha Utara yang terletak di kawasan rawa HSS.

7. Blog
Tidak ketinggalan berbagai blog mulai bermunculan bak jamur dimusim hujan. Ada blog anak sekolahan seperti punya si pixel yang imut, ada blog yang digawangi oleh seorang guru seperti punya Pak Syam ini, dan blog yang dikelola oleh pegawai instansi kesehatan seperti punya Kandangan Cing ai ini yang mencoba merangkum berbagai berita dan isu hangat di HSS.
Sampai saat ini saya terus berusaha searching dan mengindeks website-website dan semua blog yang ada di HSS maupun yang ditulis oleh insan yang berasal dari HSS. Mudahan dalam waktu dekat bisa selesai dan diupdate di sini.

12 September 2008

Apa Kabar Jardiknas HSS?


Jejaring Pendidikan Nasional(Jardiknas) adalah program pengembangan infrastruktur jaringan online skala nasional (National Wide Area Network) yang dibangun olehDepartemen Pendidikan Nasional (DEPDIKNAS) Pemerintah Republik Indonesia untuk menghubungkan antar institusi dan komunitas pendidikan se-Indonesia. Jardiknas merupakan salah satu program strategis pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk dunia Pendidikan di Indonesia. Melalui infrastruktur jaringan online (Jardiknas) diharapkan dapat mempercepat pengembangan integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi pada program pemerintah sektor pendidikan untuk kemajuan Pendidikan Indonesia saat ini dan di masa depan.(www.jardiknas.diknas.go.id).

Hulu Sungai Selatan sebagai salah satu kabupaten di Kalsel yang telah termasuk cakupan area Jardiknas. Pusat koneksi Jardiknas di HSS ada di Dinas Pendidikan Kab.HSS. Berdasarkan hasil monitoring tool di http://netmon.jardiknas.org ternyata koneksi jardiknas di HSS masih aktif dengan respon time 30an ms ketika di ping.

Tapi sepengetahuan dan sepengamatan saya, koneksi Jardiknas di HSS ini tidak dibagi ke sekolah-sekolah. Hal ini tidak sesuai dengan tujuan Jardiknas di atas, yakni untuk menghubungkan institusi pendidikan agar dapat mengikuti kemajuan informasi dan telekomunikasi global. Coba cek ke SMAN 1 Kdg, SMAN 2 Kdg, SMKN 1 Kdg, SMKN 2 Kdg, SMP dan sekolah lainnya apa mereka memiliki akses internet. Kalau pun ada, maka itu adalah swadaya mereka sendiri memasang akses internet dari pihak luar yang berbayar.

Memang ada sekolah yang "cangkal" seperti SMAN 2 Kandangan yang berpikiran maju. Mereka memiliki akses internet. Tapi akses internet mereka menggunakan Speedy dari Telkom alias berbayar. Trus, apa gunanya Proyek Jardiknas yang puluhan Milyar rupiah kalau akhirnya sekolah-sekolah di HSS tidak bisa menikmatinya.?

Saya tidak tahu dan tidak mengerti masalahnya apa? tapi ketika saya cek di www.jardiknas.org terlihat bahwa pihak yang mengelola tidak ada. Coba lihat di sana, kontak adminstrator dan kontak teknis tidak ada orangnya yang bisa dihubungi. Akh, tentu ada semua tidak akan percaya kalau di HSS tidak ada satu orang pun yang "melek" TI! Pantas saja, tidak ada adminsitrator, jadi ya..gitu dech.

Sayang, beribu sayang. Saya tidak punya koneksi atau lobby di sana. Seandainya ada, tentu saya akan siap sedia membantu (akhh..menawarkan diri ni ye) mengelola Jardiknas di Disdik HSS walaupun tanpa diberi honor. Nggak percaya? Kemarin saya baru saja dari HST (Barabai), membantu teman di SMKN 1 Barabai menyeting wireless di sana. Sungguh tanpa bayaran sepeserpun, padahal jarak dari Kandangan ke Barabai 30 Km lebih lho. Tapi saya senang dapat membantu memajukan Jardiknas di HST.

Bagaimana pendapat sampeyan?

31 Agustus 2008

Langganan Petir?


Hari Sabtu tanggal 20 Agustus 2008, tiba-tiba jaringan internet kami putus. Sinyal radio hilang dan server tidak bisa diakses. Hal ini terjadi sekitar pukul 8 pagi saat cuaca buruk, yakni hujan yang disertai petir.

Setelan di cek di lokasi, ternyata radio AP hangus disambar petir. Lalu di cek lagi ke server ternyata LAN Card yang konek ke AP juga kena petir. Untunglah server tidak ikut kena. Tapi setelah di cek lebih dalam lagi...Woo..woo..modem kami juga kena beserta LAN Card yang ke modem. Waduh..jadi berabe nih soalnya setting modem harus menghubungi NOC di Jakarta. Untung dish VSAT nggak kena.

Kenapa bisa disambar petir ya? Apa nggak pakai penangkal petir. Sebenarnya kami udah berupaya maksimal dengan memakai penangkal petir dan grounding yang baik. Tapi rupanya petir yang sampai disekitar tower sangat besar kilatnya. Buktinya pemancar Radio Gema Amandit FK Kandangan yang nota bene lebih tinggi dengan anti petir yang baik juga kena. Demikian pula beberapa digital parabola dan telepon disekitar lokasi tower juga banyak yang mati kena petir.

Hal ini sebenarnya udah diprediksi. Lho, gimana? Maksudnya tahun kemarin kan udah sekali kejadian radio AP kena petir. Jadi menurut "kepercayaan" bahwa petir itu akan menyambar di tempat yang sama di kemudian hari. Ya..ternyata benar. Jadi langganan dech, petirnya.

16 Agustus 2008

Kondisi Jalan Ke Daha Barat


Daha Barat adalah sebuah kecamatan termuda di kabupaten Hulu Sungai Selatan. Daha Barat terletak di daerah rawa yang berbatasan dengan kabupaten Tapin di selatan, Paminggir dan Danau Panggang di HSU. Sebuah sungai besar yakni sungai Nagara (Daha) membelah Daha Barat dari kota Nagara (Daha Selatan) melewati Tapin, Barito Kuala, hingga sampai ke Banjarmasin. Camat Daha Barat yang pertama adalah Bapak Nordiansyah, M.Si yang ditugaskan oleh Bapak Bupati HSS, M. Sapi'i untuk membangun daerah terpencil ini.

Kecamatan Daha Barat terdiri dari 7 buah desa, yakni Siang Gantung, Baru, Tanjung Selor, Badaun, Bajayau, Bajayau Tengah, Bajayau Lama. Ketujuh desa ini terletak di tepian sungai Nagara sehingga sarana transportasi menuju dunia luar biasanya lewat sungai.

Bertepatan dengan pembentukan kecamatan Daha Barat pada tanggal 3 Desember 2007 bertepatan dengan HUT kabupaten HSS telah diresmikan jalan darat dari yang membuka isolasi Daha Barat. Jalan Darat ini berstatus sebagai jalan kabupaten yang membentang dari Bajayau Lama, Bajayau Tengah, Bajayau, Badaun hingga ke kota Nagara. 

Jalan ini dibuat dari urukan tanah rawa yang dikeruk dan selanjutnya dilapisi dengan batu. Proses pengerasan ini selesai pada awal 2008 dan sekarang sudah bisa digunakan. Sebagian sisi kiri dan kanan jalan ini disiring dengan kayu galam. Hal ini untuk mencegah pengikisan akibat air rawa. Di sisi jalan ini terdapat sebuah sungai kecil yang biasa dilalui perahu kecil untuk menuju Nagara sebagai jalan pintas. Kalau dari Daha Barat ke Nagara lewat sungai Nagara perlu waktu 1,5 jam maka lewat sungai kecil ini cuma perlu waktu 45 menit.

Di jalan ini banyak terdapat jembatan. Hal ini karena banyaknya terusan atau sungai kecil dari desa-desa di pinggiran sungai untuk menuju daerah rawa guna mencari ikan dan bercocok tanam. Jembatan ini harus tinggi karena akan dilalui perahu di bawahnya. Hal ini cukup menyulitkan pengguna jalan terutama sepeda motor.

Saat ini kondisi jalan kabupaten ini cukup memprihatinkan. Keadaanya mirip jalan setapak. Kiri kanan jalan ditumbuhi semak dan perdu. Terkadang semak itu setinggi orang dewasa. Pengendara motor yang berpapasan akan kesulitan karena yang bisa dilalui cuma satu jalur setapak. Demikian pula kondisi jalan sebagian batunya sudah hilang sehingga kalau hari hujan penuh lumpur. Akibat jalan yang masih berbatu dan tidak rata serta banyak jembatan ini maka kalau naik sepeda motor maka badan akan cepat lelah dan merasa sakit.

Oleh karena itu, sangat diharapkan adanya perbaikan, pengerasan, pembersihan dan kalau perlu pengaspalan jalan ini. Tentunya semua ini harus menjadi perhatian Pemda HSS kalau memang ingin memajukan daerah terpencil seperti Daha Barat.

04 Januari 2008

Pariwisata di HSS

Di bumi Antaludin Kabupaten Hulu Sungai Selatan terdapat beraneka ragam obyek wisata, seperti obyek wisata air panas Tanuhi, air terjun Haratai, air terjun Hanai, goa Berangin Malutu, Goa Mandala, gunung Kentawan, Goa batu Bini, Kalang Hadangan, situs amuk Hantarukung, rumah bersejarah Durian Rabung, rumah Banjar Bumbungan Tinggi, Benteng Madang, pemaningan ikan, Mesjid baangkat, dan lain-lain. Pada masa-masa tertentu dan telah menjadi tradisi rakyat dilaksanakan kegiatan yang mampu menghasilkan gaya magnet untuk menarik wsnu dan wisman serta masyarakat sekitar, seperti aruh ganal, lomba perahu tradisional, begasing, layang-layang hias, layang-layang dandang, bagarakan sahun, malam takbiran, dan arung jeram.



Obyek-obyek wisata dan event tahunan tersebut terhampar pada sebelas kecamatan yang terdapat di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, diantaranya ada yang terletak di pegunungan, di daratan, di rawa, dan di sungai. Semua obyek wisata dan event tahunan yang berada di bumi Antaludin ini merupakan anugerah Allah Yang Maha Kaya, Tuhan sekalian alam yang teramat besar manfaatnya bagi kesejahteraan manusia jika dibina dan dikelola secara profesional.
Informasi tentang keberadaan dan kondisi obyek-obyek wisata dan event tahunan ini akan kami sajikan dengan rangkaian kata yang sederhana. Kedepan, buku informasi wisata ini akan selalu disempurnakan dan ditulis dalam dua bahasa (bahasa Indonesia dan bahasa Inggris) seiring dengan kebutuhan dan dinamika pembangunan kepariwisataan yang ramah lingkungan dan berorientasi pada sapta pesona.


Loksado terletak kurang lebih 40 Km di sebelah timur Kandangan, di kawasan Pegunungan Meratus merupakan wilayah yang menjadi tempat tinggal sisa-sisa masyarakat/orang banjar (orang dayak) yang sebagian besar masih menganut Kepercayaan animisme. Di sekitar Loksado terdapat sejumlah Desa yang dihuni oleh orang Dayak. Mereka tinggal di rumah panjang (Balai) yang merupakan rumah tradisional orang Dayak di wilayah ini. Kemajuan peradapan akibat dari arus informasi yang mengglobal menyebabkan orang-orang Dayak Loksado yang dulunya tinggal di Balai saat ini sebagian kecil sudah memiliki rumah sendiri sebagaimana kebanyakan rumah-rumah di pedalaman lainnya. Sehingga Balai digunakan mereka untuk melaksanakan Aruh Ganal.



Loksado merupakan desa pasar yang cukup penting bagi wilayah sekitarnya. Desa ini merupakan satu-satunya tempat yang masih bisa dicapai dengan mobil. Tempat ini merupakan titik awal bagi wisatawan untuk memulai trekking jika ingin mengeksplorasi wilayah ini.



Kurang lebih 8 Km sebelum Loksado terdapat sebuah desa yang memiliki sumber air panas bernama Air Panas Tanuhi. Di tempat ini telah dibangun cottage dengan arsitektur yang unik yang dilengkapi dengan kolam renang, kolam air panas berendam, kolam air panas gelembung, cafeteria, kantor pengelola, jalan dan jembatan, sanitasi dan loket pos jaga (security), lapangan tenis, tempat santai/istirahat, 10 buah cottage yang mampu menampung 20 orang wisatawan, lanscafe Area. Apabila kita berada di lokasi ini, maka kita akan banyak memperoleh keunggulan, karena disamping menikmati air panas, berenang, berolah raga, juga dengan leluasa dapat memandang alam Loksado yang dikelilingi dengan pegunungan. Di sini pikiran kita jadi jernih, hati kita terasa damai dan tubuh kita terasa nyaman. Oleh karena itu ayo kita tamasya ke Air Panas Tanuhi.



Obyek wisata ini terletak di desa Telaga Bidadari Kecamatan Sungai Raya dengan jarak kurang lebih 8 Km dari kota Kandangan yang dapat ditelusuri dengan mobil. Apabila kita jalan-jalan ke desa Telaga Bidadari kita akan menemukan sumur tua yang tidak akan kering walapun kemarau panjang yang disebut orang Telaga Bidadari.



Telaga ini berukuran 3 x 2 M dengan kedalaman 2 meter, terletak di kawasan tanah pematang yang diteduhi pepohonan. Disepanjang jalan menuju Telaga Bidadari terdapat berbagai macam home industri yang memproduksi ku kering, dodol, kuaci bigi waluh dan ketupat Kandangan. Cerita tentang Telaga Bidadari yang lebih terurai dapat dibaca pada buku Legenda Telaga Bidadari.



Jika anda jalan-jalan ke kecamatan Padang Batung sebalah utara akan bertemu dengan sebuah desa yang bernama Madang dengan dataran cukup tinggi menyerupai sebuah gunung. Dataran tinggi tersebut kemudian di tata dan dibuat oleh Tumenggung Antaluddin atas permintaan dari Pangeran Hidayatullah dan Demang Lehman kemudian dijadikan benteng pertahanan pasukan Pangeran Hidayatullah dan Demang Lehman dalam menghadapi serangan serdadu Belanda.
Tercatat ada lima kali serangan yang dilakukan oleh serdadu belanda dan semuanya dapat dikalahkan oleh pasukan Pangeran Hadayatullah dan Demang Lehman. Serangan-serangan serdadu Baelanda dilakukan pada tanggal 3,4,13,18 dan 22 september 1860. Pada serangan yang keempat tanggal 18 September 1860, pasukan infantry serdadu bgelanda yang dipimpin oleh Kapten Koch dihajar habis-habisan oleh pasukan Pangeran Hidayatullah dan Demang lehman, sehingga banyak serdadu Belanda yang tewas termasuk Kapten Koch.
Saat ini Benteng Madang telah ditata dan direnovasi oleh Pemda HSS dengan anak tangga lebih dari 400 buah dan dapat dijelajahi dengan menggunakan mobil dengan jarak ± 8 Km dari Kota Kandangan.



Jika anda ke Kabupaten Hulu Sungai Selatan, jangan lupa ke desa Hantarukung yang jaraknya ± 7 Km dari kota Kandangan dengan kondisi jalan yang cukup baik (beraspal).
Pada tanggal 18 September 1899 telah terjadi pemberontakan Amuk Hantarukung yang dipelopori oleh Bukhari, Landuk dan Matamin guna menjunjung titah Sultan Muhammad Seman putera Pangeran Antasari dengan semboyan “Haram Manyarah Waja Sampai Kaputing”. Rakyat Hantarukung tidak bersedia lagi mengerjaka penggalian “garis” Amandit-negara yang diperintahkan oleh Kolonial belanda. Dalam peristiwa ini telah terbunuh Mr. Controler Domes dan Adspranti Wehonleshen serta seorang anak emasnya.
Kejadian terbunuhnya Controler dan Adspirant tersebut segera sampai kepada pejabat Belanda di Kandangan. Pejabat Belanda itu itu sangat marah dan pada tanggal 19 September sekitar pukul 13.00 siang pasukan Belanda datang untuk mengadakan pembalasan dan terjadilah pertempuran sengit antara pasukan Belanda dengan penduduk yang di pelopori oleh bukhari, Landuk dan H. Matamin
Peristiwa ini berlanjut dengan terjadinya pembersihan secara kejam oleh pasukan Belanda terhadap penduduk di Desa hantarukung, Hamparaya, Ulin, Wasah Hilir dan Simpur.
Pada pertempuran tersebut telah gugur sebagai kusuma bangsa dan insya Allah Syahid disisi Allah yakni Bukhari, H.Matamin, Landuk dan Pangeran Yuya. Selain mereka ada juga yang ditangkap oleh Belanda sebanyak 23 orang, diantaranya ada yang mati dalam penjara, ada yang mati digantung dan ada yang dibuang ke luar daerah. Mereka yang mati digantung dikuburkan dipekuburan “Bawah Tandui” di Desa Hantarukung dan dipekuburan “Telaga Gajah” di Desa Amparaya Kecamatan simpur.



Makam Tumpang Talu terletak di Kampung Parincahan Kecamatan Kandangan, berjarak sekitar 1 Km dari pusat kota Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Makam ini adalah makam tiga orang pejuang yakni Bukhari, Landuk dan H.Matamin dalam satu lubang yang gugur pada peristiwa pemberontakan Amuk Hantarukung tanggal 19 September 1899.



Rumah bersejarah ini terletak di desa Durian Rabung Kecamatan Padang Batung, berjarak sekitar 8 Km dari kota Kandangan. Rumah ini milik H.Abdul Kadir yang digunakan sebagai tempat Rapat Pimpinan Markas Besar ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan. Kadang-kadang Bapak Gerilya Kalimantan Brigjen H. Hassan Basry beristirahat di rumah ini.
Kondisi rumah besejarah ini sukup memprihatinkan dan secara bertahap telah direnovasi baik oleh Pemda Hulu Sungai Selatan maupun Pemda Propinsi Kalimantan Selatan tanpa merubah bentuk dantata ruang. Di halaman bagian depan rumah bersejarah ini telah dibangun Tugu Peringatan peristiwa Rapat Pimpinan markas Besar ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan.



Jika anda berwisata ke bumi antaludin, maka mampirlah di makam Al Allamah Syekh H. Sa’dudin (H.M Thayib) di Taniran Kecamatan angkinang yang jaraknya ± 8 km dari kota Kandangan. Beliau merupakan buyut dari pengarang kitab Sabilal Muhtadin, Datu Kelampayan Syekh Maulana H.Muhammad Arsyad Al Banjari. Beliau termasuk sala seorang wali Allah SWT yang sepanjang hidupnya digunakan untuk da’wah agama Islam guna menegakkan kalimat Tauhid agar manusia selamat dunia dan akhirat. Untuk lebih jelasnya mengenai keadaan beliau dimasa hidupnya dapat dipelajari melalui biografi atau manakib beliau.
Makam/kubah Datu Taniran ini merupakan makam yang paling sering dan banyak dikunjungi orang, jika dibandingkan dengan makam/kubah lainya yang terdapat di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.



Al Allamah Syekh H. Akhmad (Datu Akhmad) bin H. M. As’ad bin Syarifah binti Syekh Maulana H. Muhammad Arsyad Al Banjari merupakan ulama yang selama hidupnya mengabdikan diri kepada allah SWT yakni menegakkan dan menyebarkan agama Islam. Beliau mengajarkan Al Qur’an dan Ilmu Tauhid di Desa Balimau Kecamatan Kalumpang Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang letaknya pada daerah perairan yang diapit oleh sungan Balimau dan padang hutan persawahan.
Ibunya bernama Hamidah penduduk asli Desa Balimau, adapun kakak Datu Akhmad yaitu:
a. Al Allamah Syekh H. Abu Thalhah, meninggal dan di makamkan di Kutai, Kalimantan Timur
b. Al Allamah Syekh H. Abdul Hamid, meninggal dan di makamkan di Sampit, Kalimantan Tengah
c. Al Allamah Syekh H. M. Arsyad, meninggal dan di makamkan di Pagatan, Kalimantan Selatan
Sedangkan adik datu Akhmad yakni Al Allamah Syekh H. M. Thayyib (H.Sa’dudin), meninggal dan di makamkan di Taniran, Kecamatan Angkinan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, propinsi Kalimantan Selatan.
Al Allamah Syekh H. Akhmad, diperkirakan meninggal pada abad ke-18 dan dan di makamkan di Pematang Darat komplek kuburan umum. Tatkala akan diadakan haulan, maka pada suatu malam cucu beliau bernama H. Suleman Kuderi di Amuntai, bermimpi bahwa Datu Akhmad merasa kepanasan dan minta dipindahkanmakamnya ke tempat lain, setelah itu sang cucu Shalat sunat dua rakaat untuk meminta petunjuk Allah SWT, kemudian diperiksa di atas kuburan/makam ternyata terdapat tanda putih. Selanjutnya digalilah kuburan/makam tersebut, ternyata jasad/tubuhnya tetap utuh seperti semula. Kemudian kuburannya/makamnya dipindahkan ke Desa Balimau sekitar 40 m dari jalan raya Balimau berseberangan dengan Mesjid dan jauhnya ± 15 km dari kota Kandangan.
Pada tahun 1915 di atas makam itu dibangun kubah dengan ukuran 4 x 8 m. Saat ini makam tersebut sering dan banyak diziarahi ummat Islam, baik berasal dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan maupun luar Kabupaten Hulu Sungai Selatan, terutama pada tanggal 17 Rabiul Awal saat haulan dilaksanan yang dipimpin oleh Al Allamah al arifbillah K. H. Muhammad Zaini Gani guru sekumpul Martapura Kalimantan Selatan.



Mesjid Su’ada atau Mesjid baangkat didirikan oleh Al Allamah Syekh H. Abbas dan Al Allamah Syekh H. Said bin Al Allamah Syekh H. Sa’dudin pada tanggal 28 Zulhijjah 1328 H bersamaan dengan tahun 1908 M yang terletak di desa Wasah Hilir Kecamatan Simpur yang jaraknya ± 7 km dari kota Kandangan. Mesjid ini didirikan di atas tanah wakaf milik Mirun bin Udin dan Asmail bin Abdullah seluas 1047,25 m persegi.
Bentuk bangunan induk mesjid su’ada yakni persegi empat, bertingkat tiga, mempunyai loteng menutup gawang/puncah dan petala/petaka yang megah. Semua itu memunyai makna tertentu sebagai berikut:
a. Tingkat pertama mengandung makna Syariat
b. Tingkat kedua mengandung makna Thariqat
c. Tingkat ketiga mengandung makna Hakikat
d. Loteng mengandung makna Ma’rifat
e. Petala/petaka yang megah berkilauan yang dihiasi oleh cabang-cabang yang sdang berbunga dan berbuah melambangkan kesempurnaan Ma’rifat
Banyak peristiwa yang terjadi seolah-olah aneh, tidak rasional tapi nyata ketika akan dan sedang dalam pembangunan Mesjid tersebut, seperti angina topan bertiup luar biasa keras dan derasnya yang menyebabkan sebatang pohon asam yang besar telah condong sekali akan minmpa rumah Al Allamah Syekh H. M. Said (pendiri Mesjid Su’ada). Dilihat kejadian ini, Al Allamah tersebut mendekati pohon tersebut dan mendorongnya dengan berlawanan arah, maka dengan pertolongan Allah SWT angin topan yang dahsyat itu berbalik arah sehingga pohon asam ini tumbang dan selamatlah ulama tersebut.
Kejadian lain yakni salah satu tiang utama Mesjid kurang panjang ± 10 cm, sehingga mengalami kesulitan untuk pendirian bangunan Mesjid. Dengan izin Allah, keesokkan harinya tiang tersebut menjadi bertambah panjang sesuai kebutuhan. Peristiwa lainnya, yakni ditengah perjalanan antara Kalumpang dan Negara, rombongan Al Allamah Syekh H. M. Said kehabisan ikan untuk makan, tiba-tiba seekor ikan besar melompat ke perahu mereka dan akhirnya mereka mempunyai ikan untuk makan bersama. Kejadian lainnya yakni rombongan tersebut pada malam hari di perahu tidak bisa tidur karena kenyamukan, tiba-tiba dengan pertolongan Allah SWT, ternyata nyamuk tersebut menghilang, sehingga rombongan Al Allamah Syekh H. M. Said dapat tidur.

Wisata Budaya



Melalui intervieu berstruktur dengan pengurus PERMADA (Persatuan Masyarakat Dayak) Loksado dib alai Informasi (sekretarian PERMADA) diperoleh informasi bahwa ada tiga kalai aruh ganal yang dilaksanakan oleh masing-masing balai di atas pada setiap tahun. Aruh ganal tersebut dilaksanakan pada malam hari yaitu:
1. Aruh Basambu
Aruh ganal ini biasanya dilaksanakan pada bulan Februari, yakni ketika orang dayak selesai melaksanakan tanam padi (behuma / menugal).
2. Aruh Bawanang Lalaya
Aruh ganal ini biasanya dilaksanakan pada bulan Juni, yakni ketika masyarakat dayak melaksanakan panen padi.
3. Aruh Bawang Banih Halin
Aruh ganal ini biasanya dilaksanakan pada bulan September. Aruh ini merupakan aruh penutup karena masarakat dayak Loksado telah selesai melaksanakan panen padi.



Acara aruh ganal diisi dengan berbagai tarian adat yang lamanya antara 3 sampai 9 hari. Tarian adat yang disajikan pada aruh ganal tersebut seperti Batandik, tari Kanjar dan tari Bangsai. Perlengkapan yang dipergunakan pada tari batandik yakni sarung, ikat pinggang kain putih, gelang hiayang, laung, gendang, manyan, kapur, baju dan celana. Pada tari kanjar perlengkapan yang diperguanakan yakni baju lengan panjang, ikat pinggang kuning, laung dan celana, sedangkan pada tari bangsai dengan penarinya khusus wanita menggunakan baju kebaya, kakamban, dan tapih bahalai.

Kegiatan tradisional yang dimiliki oleh orang dayak Loksado yang masih akses sampai sekarang yakni:
1. Naik dari manau (bersifat ghaib)
2. Tari kurung-kurung
3. Basambui (orang sakit diobati secara kebathinan)
4. Sumbiyang (membuat orang jadi sakit kemudian disembuhkan).

Sekian dahulu informasi wisata di Kandangan, semoga di lain kesempatan informasi ini dapat di update dengan info terbaru.

Sumber: Dinas Pariwisata dan Budaya kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Parade Tokoh / Fisikawan Menuju ToE

Parade Tokoh dan Teori Menuju Theory of Everything (ToE) ⚗️ Era Awal – Fondasi Konsep Atom dan Hukum Alam (1600–1800) 1. John Dalton (176...