16 Maret 2009

Sudah lama saya jadi "orang jahat". Mengambil hak orang lain alias membajak yang sama saja dengan mencuri. Aku terpaksa memakai software bajakan karena tidak sanggup membelinya. Bayangkan saja, untuk menghidupkan komputer aku harus membeli Windows XP (1,5 Juta), Microsoft Office 2003 (2,5 juta), Adobe Photoshop CS (5 Juta), Borland Delphi 7 (24 Juta), plus lain-lain dibulatkan anggap 1 Juta berarati harus sediakan uang Rp 34 Juta. Waduh, mahal sekali men! apalagi kalau ingin software yang lebih baru, alamak. Padahal biaya di atas belum termasuk membeli hardwarenya.

Teringat waktu kuliah dulu. Menabung sedikit-demi sedikit akhirnya dapat membeli komputer bekas sekelas Pentium II seharga Rp 1,8 Juta. Waduh senang sekali, tapi ternyata harga Rp 1,8 Juta itu baru membeli hardware. Karena harga software asli hampir 10 kali lipat harga perangkat komputernya, yah..terpaksa dech membajak aja. Maaf untuk Tuan Besar Bill Gate, tapi saya terpaksa melakukan itu karena harga softwaremu terlalu mahal untuk ukuran kantong saya (Indonesia?).

Tapi kini saya telah jadi "orang baik". Saya telah berhenti memakai Jendela bajakan yang penuh bug, virus berseliweran, mengharuskan hardware spek tinggi. Kini aku 100% memakai software yang asli, legal. Emang elo, udah kaya, Pak Syam? kok bisa membeli software legal...Ah, nggak juga. aku sekarang memakai Linux (Ubuntu) yang free, gratis, bahkan pihak pengemban Ubuntu bermurah hati mengirimkan CD Installer Ubuntu langsung dari luar negeri tanpa biaya sepeserpun.

Gambar 1: Tampilan Ubuntu 8.10 dengan theme XP-Like

Penasaran? coba lihat tampilan desktopku di atas. Sekilas mungkin anda mengira itu Windows XP, tapi sebenarnya adalah Ubuntu 8.10. Apa itu Ubuntu? Ubuntu adalah distro Linux (paket distribusi) yang dikembangkan oleh Canonical Ltd. Ubuntu berbasiskan Linux Kernel 2.6.27-7 yang ditambah dengan berbagai paket software penunjang. Mulai dari software perkantoran, grafis, edukasi, hiburan, game, jaringan dan lain-lain. Jumlah software dan tool penunjang Ubuntu 8.10 ada lebih dari 25.000 macam. Bayangkan!

Bagi anda yang masih menggunakan Windows baik yang legal (karena anda kelebihan uang?) atau bajakan (karena nggak mampu beli seperti saya), jangan khawatir kalau ingin migrasi ke Ubuntu. Memakai Ubuntu tak ubahnya memakai Windows. Perhatikan pekerjaan apa yang bisa anda kerjakan:

Perkantoran : Ubuntu ada OpenOffice, setara Microsoft Office.
Grafis : Ubuntu ada Gimp, setara Adobe Photoshop,
mp3 player : Ubuntu ada xmms, setara WinAmp,
Video player : Ubuntu ada Totem, setara Cyberlink PowerDVD,
Programming : Ubuntu ada Gambas, setara Visual Basic,
Ubuntu ada Lazarus, setara Borland Delphi,
Ubuntu ada freePascal, setara Borland Pascal
(free pascal adalah standar Olimpiade dunia).
Animasi : Ubuntu ada Blender, setara ??????
Game : Ubuntu ada 958 game siap install, setara ???
Networking : Ubuntu ada 1.358 tool jaringan, setara ???
Matematika : Ubuntu ada 424 software, setara ????
Sains : Ubuntu ada 323 software, setara ???
dan lain-lain, semuanya tinggal klik dan install.

Keuntungan menggunakan Linux:

Pertama: Murah, Legal, Open Source
Dengan 100ribuan kita dapat membeli 1 CD installer + 6 DVD repository (software tambahan). Tinggal pesan, install, dan legal. Tersedia ribuan dokumentasi dan source code program yang bisa kita pelajari. Dijamin ketika melewati bandara, laptop anda nggak akan disita karena ada razia software bajakan.

Kedua: Bebas Virus
Dulu waktu masih memakai "jendela yang mudah pecah", saya paling takut yang namanya virus. Jadi sewaktu orang lain ingin mencolokkan flashdisk ke laptop saya sangat takut. Pernah terinfeksi virus, semua data di hardisk hilang dan jendelanya pecah (crash). Terpaksa install ulang.

Ketiga: Dukungan driver lengkap
Sewaktu menginstall "Jendela yang mudah pecah" di laptop Acer 4520, waktu yang diperlukan hampir seharian. Prosesnya ribet dan bertele-tele. Hal ini karena setelah install jendela, office, dan tool lain ternyata sound card nggak bunyi. Webcam di laptop nggak nyala. Wireless Card nggak jalan, MMC/SD Card reader nggak berfungsi. Penyebabnya saya belum menginstall driver untuk hardware tersebut yang ada dalam cd khusus sebagai penyerta dari pihak Acer.

Tapi sewaktu saya telah tobat dan berniat menggunakan Linux ternyata tidak sampai 1 jam proses menginstall selesai. Semua hardware, webcam, wifi, cardreader, soundcard, telah dikenali dan tersedia drivernya dalam Ubuntu 8.10. Bahkan printer Canon MP145 yang baru saya beli pun langsung dideteck. Jadi nggak perlu lagi menginstall diver bawaan laptop dan printer.

Keempat: Software tambahan (repositori) segunung
Setelah menginstall Ubuntu 8.10 dengan software defaultnya, ternyata saya bisa menambah software lainnya semudah membalikkan telapak tangan. Cukup masukan DVD repository (atau konek ke internet bagi yang punya bandwidth gede), maka instalasi software selesai.

Kini aku dapat mengedit mp3 dengan Audacity, membuat animasi dengan Blender, merancang layout buku dengan Scribus, chatting dengan Pidgin, Video call dengan Ekiga, memprogram dengan Lazarus, membuat diagram dengan Dia, mencurahkan ide (mind mapping) dengan Labirynth.

Bahkan kini aku dapat belajar menghack jaringan wireless menggunakan berbagai tool di Linux. Misal Kismet untuk menscan jaringan wifi yang SSID-nya dihidden. Mengintip lalu lintas data di jaringan wireless dengan wireshark. Kegiatan mengaudit security jaringan bisa dilakukan dengan mudah, test beban loading webserver, menscan port yang terbuka di server, dan beragam aktivitas jaringan mudah dan enjoy dilakukan di Ubuntu.

Keenam: Dukungan update dan upgrade
Hal ini nggak perlu dijelaskan panjang lebar, tinggal koneksi keinternet dan pilih upgrade yang ingin dilakukan. Blesss..semua software anda jadi up to date. Nggak perlu registrasi dan aktivasi yang rumit dan tak perlu bayar.

Kelima: Alih Teknologi
Menggunakan Linux, berarti kita dapat melihat source code dari software didalamnya. Mulai dari source code kernel Linux, source code software pendukungnya, sampai source code berbagai script yang membuat komputer lebih mudah digunakan.

Demikian pula dokumentasi sebagai sumber belajar. Setiap software di Linux disertai dengan dokumentasi yang sangat baik. Tidak hanya dokumentasi bagaimana kita menggukan software tersebut, tapi juga dokumentasi bagaimana cara kerja software.

Kedua hal ini akan membuat bangsa Indonesia menjadi pintar. Kita tidak mau terus dijajah secara ekonomi dengan keharusan membeli produk dari produsen luar. Tapi kita bisa belajar membuat, mengubah atau memodifikasi software agar sesuai dengan kebutuhan kita sendiri.

Bayangkan?
Jika saja semua sekolah di Indonesia beralih menggunakan Linux, maka sanggupkah anda membayangkan berapa rupiah yang kita hemat. Coba hitung.
Saat ini jumlah sekolah di Indonesia yang terdaftar di http://npsn.jardiknas.org = 247.437.
Andai satu sekolah 1 komputer membeli 1 windows Xp (1,5jt) dan Microsoft Office 2003 (2,5jt)
artinya:
247.473 x Rp 4.000.000,- = Rp. 989.892.000.000 wow hampir Rp 1 Trilyun bo!!!

Itu baru asumsi 1 komputer untuk satu sekolah yang terdaftar di NPSN. Belum lagi semua sekolah yang belum mendaftar di npsn, atau sekolah yang menggunakan komputer lebih dari 1 (lab komputer bisa 20an buah), trus di kampus, laptop dan komputer para guru dan dosen. Jangan-jangan bisa menghemat sampai puluhan triliyun rupiah kita. Silakan hitung sendiri jika ditambah dengan berbagai software lain selain WinXP dan Microsoft Office 2003. Ingat pula berapa jumlah komputer di institusi dan lembaga pemerintahan, perusahaan swasta, dan pengguna rumahan. Jangan-jangan biaya lisensi softwarenya sampai ratusan triyun Rupiah. Waduh itu sih udah 10% APBN kita.

Jadi?
Jadi, tolong beritahu saya bagaimana logikanya, kok ada orang yang terus mengkampanyekan agar kita terus menggunakan "jendela yang mudah pecah" dengan membayar Bill Gates sampai puluhan triliyun.

Jadi, anda jangan heran kalau Bill Gates sekarang jadi orang terkaya didunia tahun 2009 versi majalah Forbes.

Jadi tunggu apa lagi. Sekarang juga cek software di komputer anda. Legal atau tidak. Kalau tidak legal berarti anda termasuk "orang jahat". Kalau anda ingin jadi orang baik berhenti membajak software dari Tuan Gate.

Pilihannya ada dua. Kalau anda punya uang dan kepincut dengan "Jendela yang mudah pecah" silakan sediakan budget sampai 7 digit lalu beli operating system Windows dari Tuan Gate. Silakan nikmati software tertutup yang hanya memperbolehkan anda menginstallnya di satu komputer. Bersiap-siaplah mengupgrade hardware anda karena makin lama sang Jendela semakin menuntut spek hardware yang tinggi. Kemudian bersiap menghadapi merajalelanya virus di lingkungan windows based.

Tapi kalau anda tidak ingin mengeluarkan uang sebanyak itu, silakan install software yang free di komputer anda seperti Linux. Saat ini distro Linux paling banyak diminati adalah Ubuntu. Nikmati lah pengalaman dan kebebasan dari Linux. Kita bebas mengkopi, mengubah, mendistribusikan kembali Linux yang kita punya.

Jadi, jangan lagi anda mau menjadi "orang jahat" yang memakai "jendela" tanpa membayar alias membajak. Ingat bagaimanapun juga itu termasuk dosa. Apalagi jika komputer yang ada software bajakannya itu dipakai untuk bekerja atau mencari nafkah. Otomatis penghasilan yang kita dapat juga tidak halal. Kalau tidak halal berarti haram, dan menurut ustadz di kampung saya, yang haram tempatnya di ...... Nauzubillah!!!

26 komentar:

  1. hmmm.. menarik juga nih ulasannya Pak Guru...
    kupas habissss...
    trusss...
    jadi bingung deh Pak guru...
    pengguna linux disni mah ampir g ada....

    BalasHapus
  2. Sip...memang menarik!
    Jangan bingung, coba aja dulu yang versi liveCD. Bisa dijalankan tanpa install. Setelah ok baru coba diinstall ke hardisk.

    Kalau memang belum ada pengguna Linux, Mas Ifoell bisa jadi pioneer di sana. Coba request aja dulu CD installer sekaligus liveCD ubuntu di https://shipit.ubuntu.com. dijamin gratis dan dikirim langsung dari Markas Ubuntu di luar negeri.

    Sebagai hadiah karena jadi comment pertama di tulisan ini. Saya berniat mengirimi Mas Ifoell CD Installer Ubuntu 8.10 + 6 DVD repository. Silakan kirim alamat rumah lengkap ke email saya: syamsuddin@fkip.unlam.ac.id.

    BalasHapus
  3. Benar pa guru, kalau kita pikit memang benar orang Idonsia cuman cukup beli hardware aja, sudah saat ya kita gunakan linux, kami aja udah lama gunakan, dari server sampai warnet km aja dah pakai linux, maju palinukan

    BalasHapus
  4. wah keren...
    palinukan jadi berguna di pahuluan :)

    disini warnet za tidk ada yang pake linux..
    masalahnya... gk familiar dengan pemakai...

    BalasHapus
  5. kalo masalah familiar mungkin kawa di atasi lawan thema. tapi kayapa bang mun instalan game online?

    BalasHapus
  6. beber juga ya...., boleh jadi OS nya original. tetapi Program pendukung lain....jamin deeh banyak yang bhazakhan...

    BalasHapus
  7. Menarik banget postingan tentang Linux nya, seharusnya ini dimulai dari tempat kursus2, Anak2 SMK Multimedia, de el el.

    Kebetulan kita juga baru pake, ternyata lumayan mudah. Tampaknya tampaknya tampilannya lebih smart dari windows....

    Hidup palinukan!!!!!

    BalasHapus
  8. menarik sekali... saya senang jg pake ubuntu, tp smntra ini masih ubuntu v8.10 portable.. yah, itung2 belajar dulu.. :D

    BalasHapus
  9. apakah skrg dq masih termasuk kategori orang jahat...
    yah...masih (*sambil ngarepin ada yg mo ngirim software gratis_..hiks

    BalasHapus
  10. @makmur fadli:
    Hidup Linuxer..moga palinuxan di Balangan tambah berkilau..

    @Dillah:
    Di warnet bisa dicoba satu install linux, setel theme yang XP like, dijamin user nggak kerasa pakai linux..dan ajaib bebas virus...

    @Anonim:
    Nah, itu masalahnya..kalau game online yang installernya Windows Based maka nggak bisa diinstal di linux. Kecuali ada sebagian game yang bisa dijalankan diVirtualBox yang mengemulasi lingk WIndows.

    @dian:
    Nah, anda tidak mengenal Linux sih, jadi komenya nggak nyambung. Linux beda dgn Windows. Di Linux semua paket installer untuk melengapi OS dasar sudah dipaket makanya dinamakan distro. Selain itu kita masih bisa menambah software pendukung yang sudah siap dan tersedia. Kecuali ada sebagian sangat kecil yang harus berbayar. Nah, apanya yang dibajak kalau installernya udah lengkap 6 DVD.

    @Poeboe@84:
    Betul..mudahan nanti Palinukan bisa go ke sekolah dan lembaga pemerintah.

    @Aidicard:
    Benar, menarik dan halal..he..he...live cd, live DVD atau dihardisk ama ja..

    BalasHapus
  11. Sip banar ulasannya..., gasan kakawanan kami hdgi di palinukan, kita belajar basamaan..

    BalasHapus
  12. kna mun ulun bulik ka Banjar lajari mkai Pa lah :)

    BalasHapus
  13. Kalau semuanya gratisan sapa dong yang bayar programmer. Berapa orang yang bekerja tanpa imbalan uang setiap saat ?

    Mungkin nggak nanti kalau udah menjadi top dan maju ~ hanya ada cuma 1 sistem operasi yakni Linux. Masihkan pengembang Linux meng-gratiskan ?

    BalasHapus
  14. Kalo udah punya kompie sendiri nanti saya mau pakai linux, gretongan dan mudah-mudahan bebas bugs serta malware. Pake gretongan jelas saya tidak ikut memperkaya tuan pintu-pintu rekening (bill gates).

    BalasHapus
  15. @anonim: "free"di linux bukan gratis..sebaiknya anda pahami konsep free di linux terlebih dahulu, emangnya linux tdk terkenal? Kayanya ga mungkin ada OS Linux, sebab linux hanya sebuah kernel..bener ga dhien?

    BalasHapus
  16. @Alam:
    OK..hadangi ja di markaz Palinukan..kita sharing dan belajar bersama demi kemajuan IT di Banua.

    @Rina:
    Ayuja, Ding ai..kami hadangi di Banua.

    @Anonim:
    Programmer Linux, mhmmm, harusnya anda fahami bahwa di Linux ada dua jenis software. Pertama kernel Linux (inti dari OS) itu sendiri dan software yang menyertainya (seperti Office, multimedia, game, dll).

    Kalau kernel Linux dikembangkan oleh komunitas dengan model Bazar yang dikoordinasikan oleh sang empunya hak cipta, Linus Torvald. Jadi semua programmer di seluruh dunia ikut memperbaiki kernel Linux makanya kalau ada bug cepat ditemukan. Dan mereka bekerja gratis atas dasar sukarela demi kemajuan dunia komputer kita. Nggak semua harus dibayar kan. Ingat, there is a few god men.

    Kalau software lainnya bisa dikembangkan komunitas, perseorangan atau perusahaan. Ada juga perusahaan yang membayar programmer untuk membuat software free. Perusahaan juga bisa menjual Linux atau after sales service sebagai sumber pemasukan. Pokoknya masih ada jalan untuk menghasilkan uang dari linux.

    BalasHapus
  17. Waduh, aku masih menjadi orang jahat nih

    BalasHapus
  18. Animasi : Ubuntu ada Blender, setara MAYA dan 3d max

    BalasHapus
  19. Pengen sih berenti jadi orang jahat... namun rupanya ubuntu kurang bersahabat dengan laptop axioo ku.. sudah mengikuti berbagai tips yang bertebaran di internet tapi hasilnya kurang memuaskan. Kalo install di pc desktop di lab komputer sih gak masalah... tapi daku kan cuman punya axioo... di kotabaru sepertinya belum ada yg pakar betul soal linux terutama terkait dengan urusan instalasi ke laptop axioo... atau mungkin krn belum ketemu aja.

    BalasHapus
  20. Sayangnya pihak sekolah umumnya 'anti linux'.
    Di sekolah diajarkan Wind***.
    Guru-gurunya emoh pakai linux.
    Anak-anak yg di rumah udah diajarin pake linux akan mentah
    kembali setelah sekolah.
    Jadi, wind*** bajakan itu 'wajib', demi anak sekolah

    BalasHapus
  21. Betul juga Mr Anonim
    Saya tetep pake wind*** karena yang diajarkan di sekolah adalah wind***.
    Saya tetep pake wind*** karena harganya murah, 1 CD Rp 15.000 dan banyak yg jual.
    Saya enggan pake linux karena nggak dipakai di sekolah,
    karena beli CDnya susah, pakai online dan transfer bank segala,
    apalagi beli DVD reponya, belum ada di tempat orang jualan CD software,
    jadi, masih lebih enak jadi 'orang jahat'

    BalasHapus
  22. @Anonim1: Salah besar kalau sekolah wajib mengajarkan Windows. Wajib dari mana, dari Hongkong?? coba teliti kurikulum, SK, KD, atau silabus TIK baik SMP maupun SMA, tidak ada satu kata pun menyebutkan merek Operating System tertentu seperti Wind***. Gurunya saja yang masih gaptek sehingga kalau bicara komputer tahunya wind** dan kalau bicara Office Suite taunya MS Office. Padahal masih banyak yang lain. Kalau ada yang gratis ngapain bayar.

    @Anonim2: Saya tidak melarang sekolah menggunakan Wind** kalau memang yang terpasang di komputer sekolah adalah Wind** yang berlisensi alias legal bukan bajakan. Coba pikir apakah sekolah akan mengajarkan siswanya untuk jadi pencuri, pembajak padahal salah satu materi pelajaran TIK tentang UU Haki, nah kalau software yang digunakan bajakan jadinya sebuah ironi.
    Dan siapa bilang CD Windows harus beli, saya pesan di www.ubuntu.com seminggu-2 minggu langsung dikirim kerumah dari Bredha (Belanda) gratis... apalagi kalau mau ikut gabung di komunitas Linux di tempat kita (www.palinukan.org)maka anggota dapat menkopi CD, DVD atau reponya gratis. Bahkan kalau nggak punya uang beli CD/DVD nya nanti saya berikan gratis..hehehe..pakai Wind** atau Linux yang penting halal...

    BalasHapus
  23. duh, rugi baget ulun baru membaca artikel ini,
    thanks
    salut.....

    BalasHapus
  24. perkenalkan nama saya dede, mas saya tertarik dengan linux tetapi saya berkecil hati karena saya tidak punya repository linux ubuntu, saya mau download kapasitasnya berpuluh-puluh giga. ya terpaksa saya memakai ubuntu hanya itu2 saja....
    mas ini punya g dvd repositornya atau alamat web yg bisa diminta tolong...?yang saya instal sekarang ubuntu 9.04 dan 9.10...
    email saya= dede_jon@yahoo.co.id

    BalasHapus
  25. pak guru mau tanya dong,
    di sekitar bandara syamsudin noor ada taxi atau kendaraan umum yang menuju ke amuntai
    1. Sampai jam berapa kendaraan tersedia ?
    2. Berapa ongkos ke amuntai dari banjarbaru ?
    3. apakah di amuntai banyak penginapan murah ?
    Terima kasih pak guru
    saya dari Cilacap, belum pernah ke Amuntai

    BalasHapus
  26. sepertinya masih banyak yg suka pake bajakan pa..
    wah baynyak orang jahat donk hehe..

    BalasHapus

Terima kasih atas komentar anda.