12 Oktober 2008

Setiap orang tentu memiliki "Rencana Masa Depan" atau disingkat RMD. Ya, mungkin RMD anda sebagai berikut:
  1. Memiliki usaha sendiri
  2. Banyak teman
  3. Mempunyai penghasilan
  4. Rumah & kendaraan
  5. Kebebasan waktu
  6. Kekayaan
  7. kesehatan
  8. Membantu orang lain
Sudah tentu untuk mewujudkan RMD itu butuh biaya atau memerlukan dana. Untuk itulah tujuan kita bekerja yakni mewujudkan RMD. Tapi seberapa besar penghasilan anda saat ini, tahun lalu atau sampai tahun depan dapat memenuhi RMD. Mungkin tidak 100% RMD bisa dipenuhi karena biasanya kebutuhan hidup tak terbatas dan terus meningkat. Berkenaan dengan tingkat pemenuhan RMD dan cara orang bekerja, saya membaca satu buku.

Menarik, mungkin satu kata itu cukup tepat membaca buku "Cashflow Quadrant" karya Robert kiyosaki. Menurut penulis buku best seller ini, di dunia kerja terdapat 2 tipe pekerja. Yakni, Tipe 1 dan Tipe 2. Apa saja perbedaannya.

Pekerja Tipe 1:
  • Tipe ini dianut oleh 90% penduduk dunia
  • Cuma dapat memenuhi 10% RMD
  • penghasilan didapat dengan barter tenaga dan waktu
Pekerja Tipe 2:
  • Tipe ini dianut oleh 10% penduduk dunia yang sukses
  • Dapat memenuhi 90% RMD
  • Penghasilan didapat dari asset yang telah dibangun
Pekerja tipe 1 adalah pekerja biasa seperti karyawan, buruh, PNS, pedagang, nelayan dan sebagainya. Pola pekerjaan tidak aman, untuk mendapatkan uang harus membarterkan waktu & tenaga. Kalau suatu saat tidak mempunyai waktu atau tenaga ( kecelakaan, sakit, kena PHK, etc ) sehingga tidak bisa bekerja, maka tidak akan mendapatkan uang. Memiliki penghasilan yg Linier. Penghasilan rata-rata naik 0-20% per tahun padahal kebutuhan (BBM, tabung gas, air & listrik) naik 80-200% per tahun. Jadi hidup semakin lama semakin sulit.

Sebaliknya, pekerja tipe 2 bekerja untuk membangun Aset. Katakanlah hanya selama 6–12 bln. Asyiknya, setelah Aset terbentuk walaupun Anda tidak bekerja, Aset akan menghasilkan uang secara terus menerus, selain itu Pola 2 sangat menggiurkan karena penghasilan kita tidak terbatas. jadi pasti dengan sangat mudahnya Anda dapat mewujudkan Rencana Masa Depan yang Anda inginkan. Namun tidak banyak orang yang menjalankan pola 2 ini. Banyak alasan yang menyebabkan mereka mengurungkan niatnya untuk membangun ASET. Salah satu diantaranya adalah terbatasnya MODAL dan kurangnya keahlian. Sekarang permasalahannya aset itu seperti apa saja? Didalam buku Cashflow Quadrant, dijelaskan ada 3 cara membangun Aset.

Macam-macam asset:
  1. Perusahaan, modal besar, resiko besar
  2. Waralaba, modal besar, resiko besar
  3. Waralaba Pribadi, modal kecil, resiko kecil
Nah, jika anda tertarik untuk menjadi pekerja tipe 2 dengan membangun asset Waralaba Pribadi bisa bekerja sama dengan suatu lembaga usaha waralaba yang sudah mapan. Kalau ingin tahu gambarannya silakan tunggu postingan berikutnya.

14 komentar:

  1. baiklah, saya tunggu pos berikutnya.

    ngemeng-ngemeng nih, pak.
    saya inginnya jadi artis. itu masih termasuk tipe 1 ya?
    kalau gitu saya mau bikin PH alias production house deh, trus saya yang "ngerjain" artis.
    hehe.

    BalasHapus
  2. kalau tak salah, perusahaan multilevel yang banyak tersebar saat ini mengunggulkan tipe kedua dengan aset bermodal kecil dan resiko kecil tapi keuntungan unlimited income ya, pak syams?

    BalasHapus
  3. Kayaknya profesi artis bisa gabungan dua tipe tersebut. Tipe 1 karena dia bekerja dan dapat honor. Tapi popularitas dan imagenya bisa menjadi asset yang menghasilkan uang walaupun tanpa bekerja secara langsung. Jadi tipe 2 nya mungkin masuk dari asset popularity tadi yang dijual dalam bentuk lisensi, ijin tayang, dan sejenisnya.
    Ngemeng-ngemeng juga kapan rencana jadi artisnya? Kalau artis sinetron nanti kasih tahu ya judulnya biar saya satu sekolah di Bajayau nonton bareng....

    BalasHapus
  4. Nah kalau saya ngak masuk tipe 1 atau 2 kali he he. Nah, kalau motivasi menulis dijadikan semacam waralaba gimana ya? Ngak jelas konsep dan aplikasinya kali. Jadi, biarlah seperti apa adanya. Bagaimana menurut Sampeyan?

    BalasHapus
  5. Bagus tuh Pak, Waralaba motivasi menulis, kenapa tidak. Komunitasnya kan sudah banyak, tinggal bentuk brand, dan sistem member. Mungkin kegiatannya semacam workshop, ebook, dan lainnya. Iya nggak? Ada ide dari pembaca lain barangkali..

    BalasHapus
  6. m.agustiannur12/10/08 21.59

    Segala macam usaha yang dilakukan manusia juga tidak lepas dari membangun kehidupan akhirat yang dilakukan manusia selama didunia, jadi biarpun tak masuk tipe 1 dan 2 mungkin bisa masuk ketipe yang 3nya,yakni orientasi masa depan keakhirat. Hehehe...

    BalasHapus
  7. saya hanya seorang guru, pak, jiwa wira usaha kayaknya sama sekali ndak nempel ke darah saya, hiks, mungkin seumur-umur tetep akan jadi pekerja tipe 1.

    BalasHapus
  8. btw, numpang OOT, pak syam, saya cek di feedburner saya, ternya juga ada postingan terbaru yang tak jelas isinya itu. yang pasti error-nya bukan di bloglines pak syam. penyebabnya bisa jadi ketika saya mencoba menggunakan tool windows live writter secara offline sehingga muncul postingan yang aneh! makasih perhatiannya, pak syam. mudah2a saja tak terjadi lagi.

    BalasHapus
  9. setuju sekali dengan postingan pak Syam
    membangun aset dan infestasi menjaga aset
    wah pokoknya ambil salah satu kriteria atau tipe diatas dan saya menikmatinya pak
    Salam Hormat

    BalasHapus
  10. M.Agustiannor:Kalau masalah tujuan akhirat itu lain lagi istilahnya Pak. Saya menyebutnya TA = Tujuan Akhirat. Mungkin ntar pembahasannya tentang seberapa persen ibadah kita dapat menunjang TA kita.

    Sawali Tuhusetya: Jiwa pengusaha bukan hanya hasil dari keturunan Pak, bahkan anak pengusaha belum tentu jadi pengusaha. Yang terpenting seberapa besar kemauan kita mencari usaha sampingan selain pekerjaan tetap. Oh ya masalah RSS post blog bapak masih belum ketemu solusi di blogline saya. Sampai saat ini masih terpampang postingan terbaru dengan judul aneh kemarin.

    Genthokelir:Kita tidak harus terjebak dikotomi tipe 1 dan 2 Pak, Pokoknya kita yang rata-rata termasuk tipe 1 berusaha dan sadar agar menyisihkan sebagian penghasilan dan tenaga untuk membangun asset. Perlahan tapi pasti nanti kita akan memperoleh tambahan penghasilan dari asset yang kita punya.

    BalasHapus
  11. saya masih kategori 1 pak. Rencana masuk ke kategori 2 sambil terus berkiprah di kategori 1 sudah ada. doain aja, mudah-mudahan bisa. Trims.

    BalasHapus
  12. Setuju pak. Kebanyakannya penduduk dunia memang pekerja tipe 1. Tapi saya kira, itu sangat menentukan kemampuan untuk hijrah ke tipe 2 pak Syam.

    Menjadi pekerja tipe 1, menurut saya sangat berguna untuk melatih mental dan fisik agar bisa ke tipe 2. Karena dengan menjadi pekerja dulu, membuat kita mengetahui berbagai teknis bisnis yang ingin digeluti.

    Apalagi dengan menjadi pekerja pula, kita akan meraup banyak pengalaman. Hal ini akan sangat membantu menghadapi banyak hal. Asal jangan kelamaan. (Jadi kayak sok tahu..he..he)

    Kira-kira kemampuan termasuk asset kan pak Syam?

    BalasHapus
  13. terimakasih juga atas informasinya...

    BalasHapus
  14. berarti saya masih tergolong tipe 1 donk..
    ok di tunggu lanjutanya.

    BalasHapus

Terima kasih atas komentar anda.