17 Agustus 2008

Pergi mengajar ke Bajayau memakan waktu 1,5 jam naik sepeda motor. Perjalanan naik motor akan terganggu jika hari hujan dan kita kurang persiapan. Misalnya kalau bawa laptop harus dibungkus plastik. Jas hujan di bawa. Kalau perlu pakai sepatu bot karena ada bagian jalan yang berlumpur.

Kalau tinggal di Banjarmasin, mudah saja memperkirakan hujan atau tidaknya bisa melihat perkiraan cuaca di koran atau TV atau di situs www.bmg.go.id. Tapi kalau di kota kabupaten atau daerah lainnya tidak tertera dalam prakiraan cuaca tersebut.

Saya menggunakan trik lain untuk memprakirakan cuaca. Caranya dengan melihat keadaan awan di Indonesia dan Asia Tenggara, khususnya yang ada di atas kabupaten Hulu Sungai Selatan. Tapi melihat awannya dimana?

Melihat keadaan dan pergerakan awan bisa klik di http://weather.is.kochi-u.ac.jp/SE/00Latest.jpg. Biasanya sering terjadi hujan bila ada awan tebal di atas HSS. Misalnya bulan Juni dan Juli 2008 walaupun musim kemarau ternyata sering hujan. Hal ini akibat adanya pusaran badai di laut Jepang dan dekat Filiphina. Tapi sekarang pusaran badai tersebut sudah hilang.

2 komentar:

  1. Waw!
    Syam, kamu bisa jadi pengamat cuaca juga rupanya. Hebat.

    BalasHapus
  2. Ah..Pak Suhadi bisa aja...
    Cuma memprakirakan saja secara asal-asalan
    Pokoknya biar mudah dan selamat di jalan
    Tak ada rotan akar pun jadi.

    BTW: kalau ada saran dari rekan blogger dan pembaca semua, bagaimana cara memperoleh ramalan cuaca untuk wilayah kandangan, tepatnya 115,15 BT dan 02,46 LS.

    Trims

    BalasHapus

Terima kasih atas komentar anda.