16 Agustus 2008


Daha Barat adalah sebuah kecamatan termuda di kabupaten Hulu Sungai Selatan. Daha Barat terletak di daerah rawa yang berbatasan dengan kabupaten Tapin di selatan, Paminggir dan Danau Panggang di HSU. Sebuah sungai besar yakni sungai Nagara (Daha) membelah Daha Barat dari kota Nagara (Daha Selatan) melewati Tapin, Barito Kuala, hingga sampai ke Banjarmasin. Camat Daha Barat yang pertama adalah Bapak Nordiansyah, M.Si yang ditugaskan oleh Bapak Bupati HSS, M. Sapi'i untuk membangun daerah terpencil ini.

Kecamatan Daha Barat terdiri dari 7 buah desa, yakni Siang Gantung, Baru, Tanjung Selor, Badaun, Bajayau, Bajayau Tengah, Bajayau Lama. Ketujuh desa ini terletak di tepian sungai Nagara sehingga sarana transportasi menuju dunia luar biasanya lewat sungai.

Bertepatan dengan pembentukan kecamatan Daha Barat pada tanggal 3 Desember 2007 bertepatan dengan HUT kabupaten HSS telah diresmikan jalan darat dari yang membuka isolasi Daha Barat. Jalan Darat ini berstatus sebagai jalan kabupaten yang membentang dari Bajayau Lama, Bajayau Tengah, Bajayau, Badaun hingga ke kota Nagara. 

Jalan ini dibuat dari urukan tanah rawa yang dikeruk dan selanjutnya dilapisi dengan batu. Proses pengerasan ini selesai pada awal 2008 dan sekarang sudah bisa digunakan. Sebagian sisi kiri dan kanan jalan ini disiring dengan kayu galam. Hal ini untuk mencegah pengikisan akibat air rawa. Di sisi jalan ini terdapat sebuah sungai kecil yang biasa dilalui perahu kecil untuk menuju Nagara sebagai jalan pintas. Kalau dari Daha Barat ke Nagara lewat sungai Nagara perlu waktu 1,5 jam maka lewat sungai kecil ini cuma perlu waktu 45 menit.

Di jalan ini banyak terdapat jembatan. Hal ini karena banyaknya terusan atau sungai kecil dari desa-desa di pinggiran sungai untuk menuju daerah rawa guna mencari ikan dan bercocok tanam. Jembatan ini harus tinggi karena akan dilalui perahu di bawahnya. Hal ini cukup menyulitkan pengguna jalan terutama sepeda motor.

Saat ini kondisi jalan kabupaten ini cukup memprihatinkan. Keadaanya mirip jalan setapak. Kiri kanan jalan ditumbuhi semak dan perdu. Terkadang semak itu setinggi orang dewasa. Pengendara motor yang berpapasan akan kesulitan karena yang bisa dilalui cuma satu jalur setapak. Demikian pula kondisi jalan sebagian batunya sudah hilang sehingga kalau hari hujan penuh lumpur. Akibat jalan yang masih berbatu dan tidak rata serta banyak jembatan ini maka kalau naik sepeda motor maka badan akan cepat lelah dan merasa sakit.

Oleh karena itu, sangat diharapkan adanya perbaikan, pengerasan, pembersihan dan kalau perlu pengaspalan jalan ini. Tentunya semua ini harus menjadi perhatian Pemda HSS kalau memang ingin memajukan daerah terpencil seperti Daha Barat.

15 komentar:

  1. Oemar Bakrie17/08/08 07.21

    Wow....apa anda pergi mengajar dari Kandangan ke Daha Barat naik motor ya? Jauh nian perjalanannya. Harusnya guru-guru di Daha Barat Dapat tunjangan daerah terpencil. Udah cape, lelah, uang bensin, motor ancur, eehhh...kurang dapet perhatian lagi!

    BalasHapus
  2. Ada sih dapat insentif terpencil Rp 300rb perbulan (di potong pajak dll), artinya sekitar Rp 10rb perhari. Ganti uang bensin aja nggak cukup pak. Belum buat gantri rantai motor, ban, servis yang harus lebih sering dilakukan karena tiap hari motor harus jalan 80-90km perhari. Harusnya sih dapat motor dinas..kalau memang Pemda perhatian...

    BalasHapus
  3. Urang Nagara17/08/08 07.27

    Wahh..wahh..kan katanya Bapak M. Sapi'i sang Bupati HSS urang Nagara Asli. Mana dong perhatian terhadap daerah asalnya? Apalagi daha barat daerah terpencil. Ayo Pak Sapi'i dukung pendidikan di Daha Barat! Tingkatkan insentif terpencil! Beri Motor Dinas! Kalau perlu suruh bermalam di Daha Barat aja! tapi fasilitas dan rumah tinggal di sana diperbaiki. Saya udah pernah lihat rumah dinas guru di Daha Barat! memprihatinkan dan tidak layak dihuni. hancur dech pokoknya...

    BalasHapus
  4. Julak Ijay17/08/08 07.29

    Kaitu kah sakalinya keadaan guru di Bajayau. Memberi maras jua pang leh kalau tiap hari kauyuhan besapidamotor 90 pal. Cucuk haja imbahnu rancak kd tapi turun, kira-kira kalapahan. Imbah datang dudukan diwarung dahulu, kira-kira kalaparan parut. Kada kawa saratus persin jua pang sakalinya kita menyalahkan guru kenapa kurang maksimal meajar. Sakalinya perhatian pemda kurang jua.

    BalasHapus
  5. Trims, atas komentarnya..
    Tapi saya tidak pernah membuat statement bahwa pemda kurang memperhatikan kami! saya hanya menyampaikan fakta dan keadaan jalan ini sebenarnya.

    BalasHapus
  6. 2 hal yang saya yakini mampu meningkatkan kesejahteraan publik, pembukaan dan pemerataan akses informasi publik serta pembukaan akses secara fisik.

    BalasHapus
  7. Melihat kondisi jalan menuju daha barat memang sangat memprihatinkan, tapi pernahkah orang memikirkan tanah yang dipakai untuk membuat jalan tersebut harus meruntuhkan berapa buah gunung yang ada didaerah lain. yang pada akhirnya akan menenggelamkan hss pada umumnya dan negara pada khususnya. Seharusnya warga daha berbangga hati karena segala pembangunan banyak tertuju pada daerah daha. Tapai.....bravo bagi anda yang mau bolak balik kandangan - negara.

    BalasHapus
  8. Salam hormat dari kita yang di daerah buat guru-guru yang bertugas di sana. Pahalanya bejibun tu mas kalo ikhlas...
    Visit me 'n leave comment please...

    BalasHapus
  9. zein_abubalya@yahoo.com02/06/09 00.13

    ass.sebenarnya orang-orang Daha Barat punya SDM yang lebih baik jika dibanding orang-orang negara daha selatan dan utara. sebagaian besar masyarakat daha barat sudah banyak berasimilasi dan berakulturasi dengan masyararakat luar sehingga pola pikir mereka lebih luas, tidak monoton dan lebih dimanis.hanya saja mereka tidak diberikan perhatian khusus dan akses keluar.saya kira dalam waktu 10 tahun ke depan, daha barat lebih maju dibanding daha yang lainnya.oleh karena itu. pemda harusnya memberi tunjunngnan khusus "lebih besar" untuk semua PNS yg berugas di sana. tetapi harus tinggal di tempat. jangan masuk kerja terlambat pulang lebih cepat.wassallam dari orang negara di perautauan.

    BalasHapus
  10. kondisi jalan yang sangat mengkhawatirkan , semoga pemerintah memperhatikan kondisi jalan tersebut .

    BalasHapus
  11. desa tanjung selor itu kampung gw man

    BalasHapus
  12. mudahmudahan thn 2014 ini desaku siang lebih baik dan maju..

    BalasHapus
  13. kepada bpk sapi,i dibangunakn nah kampong kami daha barat jangan kapal lct ja yg d ulah.

    BalasHapus
  14. Daha Barat perlu ditingkatkan SDM nya karena itu pemerintah perlu kerja keras untuk mencapai semua itu. saya sudah 7 bulan menjadi Kepsek SMAN1 Daha Barat dapat merasakan hal itu.dan perlu guru-guru yang profisional di letakkan di sana, bukan guru yang baru angkatan karena pengalaman kerja tidak banyak, akhirnya saya merasa susah meminejnya kadang mereka tdk mengerti.

    BalasHapus
  15. Saya orang daha barat desa tanjung selor memohon pada bapa minta pemekaran desa kerna desa kami terlalu panjang. dari desa lain.Di daha barat Jadi kalo bisa desa kami harus nya ada 2 kepala desa.kalo 1 kepala desa ja desa kami tanjung selor lama maju nya. Dari ulun.abdl.....

    BalasHapus

Terima kasih atas komentar anda.