24 April 2009

Antara Blog, Facebook dan Ubuntu

Sudah hampir 2 bulan ini saya tidak menulis. Serasa ada sesuatu yang hilang, ada hasrat yang tidak tersalurkan. Hasrat menulis amatiranku. hehehe. Ok sekarang lagi santai di Warnet Raja yang full Linux di Kandangan.

Sebagian blogfriend bertanya-tanya kemana gerangan. Jawabannya adalah aku tersesat diantara blog, facebook dan Ubuntu. Ngeblog merupakan hobi pertama saya di internet. Menulis dan menulis. Tapi menulis di blog saya rasa nggak bisa sembarangan dan mesti dikonsep dan dipikirkan dengan matang materinya. Yah, katakanlah agak lebih serius dibanding menulis di facebook.

Jujur, saat ini saya lebih rajing update status di facebook ketimbang menulis di blog. Kelebihan facebook ada dua (menurut saya).Pertama tulisannya nggak perlu berat dan serius, cukup satu dua kalimat yang mewartakan kegiatan saat itu. Kedua, facebook dapat menampilkan tulisan terbaru teman-teman yang terhubung dalam satu halaman. Jadi kita nggak perlu menjelajah kemana-mana seperti blogwalking.

Selain itu berbagai kesibukan yang sangat menyita waktu. Tapi untuk alasan ini kurang bisa dipertanggungjawabkan. Sibuk bukan alasan untuk tidak menulis di blog. Buktinya Pak EWA, yang kesibukannya fullday dengan beribu-ribu aktifitasnya masih sempat-sempatnya menulis. Salut untuk Pak EWA.

Selain facebook, ada lagi aktivitas yang sangat saya gemari, yakni mengoprek Linux. Distro Linux yang saat ini sedang saya pelajari adalah Ubuntu. Operating System yang free dan terbuka ini membuat saya bisa belajar lebih banyak tentang sistem operasi dan jaringan. Berbagi varian ubuntu telah saya jajal, mulai dari Ubuntu Desktop, Ubuntu Muslim Edition (ME), Edubuntu, Kubuntu, Linux Mint. Sungguh menarik bisa menginstall sistem operasi yang free dan bisa dikostumis sesuai selera dan kebutuhan.

Hebatnya lagi, kita bisa mengkompile kernel Linux sendiri agar sesuai dengan kebutuhan dan hardware yang kita miliki. Fantastis, semua itu gratis, dan hebaatnya lagi CD installer saya request dari markas Ubuntu di luar negeri, eehh ternyata dikirimkan gratis sampai dirumah saya.

Saat ini lagi gandrung dengan Ubuntu Server 8.10. Walaupun tampilannya berbasis teks bukannya GUI, tapi software yang terkandung didalamnya benar-benar komplit, tahan banting dan dapat memenuhi kebutuhan server disekolah, warnet atau lembaga pemerintahan.

Saya sedang belajar menginstall gateway di Ubuntu agar bisa mensharing satu koneksi Speedy di sekolah kami untuk dikoneksikan ke puluhan komputer di lam. Selain itu file server, printer sharing, DNS, database server, web server, mail server, proxy server telah sukses saya jalankan di server. wuihh serasa memakai server branded yang harganya puluhan juta.

Kedepannya, saya bercita-cita meracik ubuntu server untuk warnet. Inginya sih, memfungsikan Ubuntu server sebagai router, bandwith shaper, billing dan load balancer. Router untuk membagi koneksi, bandwidth shaper untuk membatasi koneksi perclient, billing untuk sistem keuangannya dan load balancing untuk menggabungkan 2 atau lebih koneksi Speedy dalam satu warnet.

Sudahkan anda memakai Linux?

22 Maret 2009

Proyek Distro Linux untuk Sekolah

Teringat tantangan dari Bernaridho I Hutabarat dalam debat tentang free software dan open source F/OSS. Intinya Bernaridho merasa heran dari sisi bisnis kenapa orang mau bekerja membuat program dan sebagainya kemudian digratiskan. Membuat software kemudian dibuka rahasia kodenya kepada umum.

Jawabannya hanya satu: "di dunia ini masih banyak orang yang memiliki hati dan semangat untuk berbagi pengetahuan selain demi urusan duit dan materi". Apa salahnya kalau ada programmer yang menyisihkan sebagian waktunya untuk membuat software free atau open source. Apa salahnya kalau ilmu pengetahuan tentang program tersebut dibuka, disebarluaskan agar orang lain dipenjuru dunia bisa belajar dan mencoba memperbaikinya. Tentu dari segi bisnis hal itu dianggap "gila' karena profitnya nggak jelas. Tapi kita harus sadar bahwa hidup ini tidak melulu demi uang. Jika kita bisa berbuat baik dan berjasa pada orang banyak tentu ada kebahagiaan tersendiri. Nah, silakan tanya pada para "bussiness inteligent expert" berapa harga yang harus dibayar untuk sebuah kebahagiaan. Unlimited.

Gbr: Logo Palinukan (Komunitas Pengguna Linux Barabai)

Untuk ikut memberikan kontribusi pada dunia F/OSS, maka saya berniat membuat sebuah project, yakni membuat distro Linux khusus untuk sekolah. Tentunya saya pertama mengajak kawan-kawan saya di Komunitas Pengguna Linux Barabai (Palinukan - www.barabailinux.co.cc) sebagai anggota. Selain itu lewat tulisan ini saya mengharapkan saran, urun rembug, dan partisipasi pembaca sekalian pada project ini. Baik berupa saran ataupun ikut menjadi personil bahkan donasi akan kami terima dengan penuh terima kasih.

Keterangan Project:
Project : Membuat Distro Khusus Pendidikan.
Nama Distro : ***mohon saran pembaca*****
Distro utama/asal : Ubuntu
Tujuan : Membuat distro berbasiskan Ubuntu yang khusus dipaketkan bagi kepentingan sekolah di Indonesia.

Paket software dan dokumen yang rencananya akan dimasukkan
:
- Software penyusun jadwal pelajaran
- Administrasi Nilai
- Dokumen KTSP
- Dokumen kurikulum terbaru seperti SK, KD, Indikator semua mata pelajaran SD/SMP dan SMA.
- Dokumen media pembelajaran interaktif
- e-Learning
***silakan saran dari pembaca*****

Personel yang dibutuhkan:
1. Koordinator :
2. Desaign Grafis:
3. Programmer (gambas / Lazarus / python)
4. Writer Data Dokumen KTSP, Kurikulum dsb dalam format Open Office
5. Pe-remastering
6. Tester
(mohon bagi yang berminat ikut serta memberi komen dalam tulisan ini)
***Silakan kalau ada saran lain dari pembaca******

Sumber Dana: Sementara ini kami belum punya dana (kecuali ada yang mau donasi) jadi untuk personil bekerja atas dasar sukarela.

18 Maret 2009

Workshop Blog di Dinas Kesehatan HSS

Tahun 2009 dicanangkan oleh Dinas Kesehatan kabupaten HSS sebagai "Tahun IT". Berbagai program kerja dibuat berbasiskan IT untuk meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Misalnya, di Dinkes HSS telah menggunakan fasilitas FlexyGroup. FlexyGroup merupakan sebuah layanan SMS ke nomor 333 yang menjadi sistem penyampaian informasi dari Dinkes ke petugas layanan kesehatan di lapangan. Cukup sekali kirim SMS penting, maka semua petugas kesehatan yang terdaftar dapat menerima informasi dengan cepat.

Selain program FlexyGroup, Dinkes HSS juga mengadakan program peningkatan keahlian pembuatan media pagi petugas Promo Kesehatan (Promkes). Selain belajar membuat media poster, Video dan sebagainya, mereka juga akan dilatih menggunakan internet sebagai media bagi kegiatan promosi dan informasi kesehatan kepada masyarakat.

Tanggal 17 Maret 2009, bertempat di Aula Dinkes HSS diselenggarakan workshop pengenalan internet dan pembuatan blog bagi petugas PromKes. Narasumber didatangkan dari Komunitas Blogger Pahuluan (KBP). Acara ini dihadiri oleh 19 petugas Promkes dari seluruh Puskesmas yang ada di HSS ditambah beberapa pejabat Dinkes HSS.

Gbr1: Pak Fahmi dan Pak Edo sedang membimbing peserta Workshop.

Setelah session teori di Aula Dinkes, acara dilanjutkan dengan session praktik di sebuah warnet di Kandangan, yakni RaraNet. Kegiatan dimulai dengan pengenalan browser, pembuatan email, dan pembuatan blog. Selain saya instruktor mewakili KBP, acara ini juga dibantu oleh para pakar TI dari Dinkes sendiri, yakni Pak Edo (dr.Murid) dan Pak Fahmi. Kedua orang ini juga sekaligus anggota KBP.

Gbr2: Selesai membuat blog, lalu menyerbu Soto Banjar

16 Maret 2009

Saya Berhenti Jadi Orang Jahat

Sudah lama saya jadi "orang jahat". Mengambil hak orang lain alias membajak yang sama saja dengan mencuri. Aku terpaksa memakai software bajakan karena tidak sanggup membelinya. Bayangkan saja, untuk menghidupkan komputer aku harus membeli Windows XP (1,5 Juta), Microsoft Office 2003 (2,5 juta), Adobe Photoshop CS (5 Juta), Borland Delphi 7 (24 Juta), plus lain-lain dibulatkan anggap 1 Juta berarati harus sediakan uang Rp 34 Juta. Waduh, mahal sekali men! apalagi kalau ingin software yang lebih baru, alamak. Padahal biaya di atas belum termasuk membeli hardwarenya.

Teringat waktu kuliah dulu. Menabung sedikit-demi sedikit akhirnya dapat membeli komputer bekas sekelas Pentium II seharga Rp 1,8 Juta. Waduh senang sekali, tapi ternyata harga Rp 1,8 Juta itu baru membeli hardware. Karena harga software asli hampir 10 kali lipat harga perangkat komputernya, yah..terpaksa dech membajak aja. Maaf untuk Tuan Besar Bill Gate, tapi saya terpaksa melakukan itu karena harga softwaremu terlalu mahal untuk ukuran kantong saya (Indonesia?).

Tapi kini saya telah jadi "orang baik". Saya telah berhenti memakai Jendela bajakan yang penuh bug, virus berseliweran, mengharuskan hardware spek tinggi. Kini aku 100% memakai software yang asli, legal. Emang elo, udah kaya, Pak Syam? kok bisa membeli software legal...Ah, nggak juga. aku sekarang memakai Linux (Ubuntu) yang free, gratis, bahkan pihak pengemban Ubuntu bermurah hati mengirimkan CD Installer Ubuntu langsung dari luar negeri tanpa biaya sepeserpun.

Gambar 1: Tampilan Ubuntu 8.10 dengan theme XP-Like

Penasaran? coba lihat tampilan desktopku di atas. Sekilas mungkin anda mengira itu Windows XP, tapi sebenarnya adalah Ubuntu 8.10. Apa itu Ubuntu? Ubuntu adalah distro Linux (paket distribusi) yang dikembangkan oleh Canonical Ltd. Ubuntu berbasiskan Linux Kernel 2.6.27-7 yang ditambah dengan berbagai paket software penunjang. Mulai dari software perkantoran, grafis, edukasi, hiburan, game, jaringan dan lain-lain. Jumlah software dan tool penunjang Ubuntu 8.10 ada lebih dari 25.000 macam. Bayangkan!

Bagi anda yang masih menggunakan Windows baik yang legal (karena anda kelebihan uang?) atau bajakan (karena nggak mampu beli seperti saya), jangan khawatir kalau ingin migrasi ke Ubuntu. Memakai Ubuntu tak ubahnya memakai Windows. Perhatikan pekerjaan apa yang bisa anda kerjakan:

Perkantoran : Ubuntu ada OpenOffice, setara Microsoft Office.
Grafis : Ubuntu ada Gimp, setara Adobe Photoshop,
mp3 player : Ubuntu ada xmms, setara WinAmp,
Video player : Ubuntu ada Totem, setara Cyberlink PowerDVD,
Programming : Ubuntu ada Gambas, setara Visual Basic,
Ubuntu ada Lazarus, setara Borland Delphi,
Ubuntu ada freePascal, setara Borland Pascal
(free pascal adalah standar Olimpiade dunia).
Animasi : Ubuntu ada Blender, setara ??????
Game : Ubuntu ada 958 game siap install, setara ???
Networking : Ubuntu ada 1.358 tool jaringan, setara ???
Matematika : Ubuntu ada 424 software, setara ????
Sains : Ubuntu ada 323 software, setara ???
dan lain-lain, semuanya tinggal klik dan install.

Keuntungan menggunakan Linux:

Pertama: Murah, Legal, Open Source
Dengan 100ribuan kita dapat membeli 1 CD installer + 6 DVD repository (software tambahan). Tinggal pesan, install, dan legal. Tersedia ribuan dokumentasi dan source code program yang bisa kita pelajari. Dijamin ketika melewati bandara, laptop anda nggak akan disita karena ada razia software bajakan.

Kedua: Bebas Virus
Dulu waktu masih memakai "jendela yang mudah pecah", saya paling takut yang namanya virus. Jadi sewaktu orang lain ingin mencolokkan flashdisk ke laptop saya sangat takut. Pernah terinfeksi virus, semua data di hardisk hilang dan jendelanya pecah (crash). Terpaksa install ulang.

Ketiga: Dukungan driver lengkap
Sewaktu menginstall "Jendela yang mudah pecah" di laptop Acer 4520, waktu yang diperlukan hampir seharian. Prosesnya ribet dan bertele-tele. Hal ini karena setelah install jendela, office, dan tool lain ternyata sound card nggak bunyi. Webcam di laptop nggak nyala. Wireless Card nggak jalan, MMC/SD Card reader nggak berfungsi. Penyebabnya saya belum menginstall driver untuk hardware tersebut yang ada dalam cd khusus sebagai penyerta dari pihak Acer.

Tapi sewaktu saya telah tobat dan berniat menggunakan Linux ternyata tidak sampai 1 jam proses menginstall selesai. Semua hardware, webcam, wifi, cardreader, soundcard, telah dikenali dan tersedia drivernya dalam Ubuntu 8.10. Bahkan printer Canon MP145 yang baru saya beli pun langsung dideteck. Jadi nggak perlu lagi menginstall diver bawaan laptop dan printer.

Keempat: Software tambahan (repositori) segunung
Setelah menginstall Ubuntu 8.10 dengan software defaultnya, ternyata saya bisa menambah software lainnya semudah membalikkan telapak tangan. Cukup masukan DVD repository (atau konek ke internet bagi yang punya bandwidth gede), maka instalasi software selesai.

Kini aku dapat mengedit mp3 dengan Audacity, membuat animasi dengan Blender, merancang layout buku dengan Scribus, chatting dengan Pidgin, Video call dengan Ekiga, memprogram dengan Lazarus, membuat diagram dengan Dia, mencurahkan ide (mind mapping) dengan Labirynth.

Bahkan kini aku dapat belajar menghack jaringan wireless menggunakan berbagai tool di Linux. Misal Kismet untuk menscan jaringan wifi yang SSID-nya dihidden. Mengintip lalu lintas data di jaringan wireless dengan wireshark. Kegiatan mengaudit security jaringan bisa dilakukan dengan mudah, test beban loading webserver, menscan port yang terbuka di server, dan beragam aktivitas jaringan mudah dan enjoy dilakukan di Ubuntu.

Keenam: Dukungan update dan upgrade
Hal ini nggak perlu dijelaskan panjang lebar, tinggal koneksi keinternet dan pilih upgrade yang ingin dilakukan. Blesss..semua software anda jadi up to date. Nggak perlu registrasi dan aktivasi yang rumit dan tak perlu bayar.

Kelima: Alih Teknologi
Menggunakan Linux, berarti kita dapat melihat source code dari software didalamnya. Mulai dari source code kernel Linux, source code software pendukungnya, sampai source code berbagai script yang membuat komputer lebih mudah digunakan.

Demikian pula dokumentasi sebagai sumber belajar. Setiap software di Linux disertai dengan dokumentasi yang sangat baik. Tidak hanya dokumentasi bagaimana kita menggukan software tersebut, tapi juga dokumentasi bagaimana cara kerja software.

Kedua hal ini akan membuat bangsa Indonesia menjadi pintar. Kita tidak mau terus dijajah secara ekonomi dengan keharusan membeli produk dari produsen luar. Tapi kita bisa belajar membuat, mengubah atau memodifikasi software agar sesuai dengan kebutuhan kita sendiri.

Bayangkan?
Jika saja semua sekolah di Indonesia beralih menggunakan Linux, maka sanggupkah anda membayangkan berapa rupiah yang kita hemat. Coba hitung.
Saat ini jumlah sekolah di Indonesia yang terdaftar di http://npsn.jardiknas.org = 247.437.
Andai satu sekolah 1 komputer membeli 1 windows Xp (1,5jt) dan Microsoft Office 2003 (2,5jt)
artinya:
247.473 x Rp 4.000.000,- = Rp. 989.892.000.000 wow hampir Rp 1 Trilyun bo!!!

Itu baru asumsi 1 komputer untuk satu sekolah yang terdaftar di NPSN. Belum lagi semua sekolah yang belum mendaftar di npsn, atau sekolah yang menggunakan komputer lebih dari 1 (lab komputer bisa 20an buah), trus di kampus, laptop dan komputer para guru dan dosen. Jangan-jangan bisa menghemat sampai puluhan triliyun rupiah kita. Silakan hitung sendiri jika ditambah dengan berbagai software lain selain WinXP dan Microsoft Office 2003. Ingat pula berapa jumlah komputer di institusi dan lembaga pemerintahan, perusahaan swasta, dan pengguna rumahan. Jangan-jangan biaya lisensi softwarenya sampai ratusan triyun Rupiah. Waduh itu sih udah 10% APBN kita.

Jadi?
Jadi, tolong beritahu saya bagaimana logikanya, kok ada orang yang terus mengkampanyekan agar kita terus menggunakan "jendela yang mudah pecah" dengan membayar Bill Gates sampai puluhan triliyun.

Jadi, anda jangan heran kalau Bill Gates sekarang jadi orang terkaya didunia tahun 2009 versi majalah Forbes.

Jadi tunggu apa lagi. Sekarang juga cek software di komputer anda. Legal atau tidak. Kalau tidak legal berarti anda termasuk "orang jahat". Kalau anda ingin jadi orang baik berhenti membajak software dari Tuan Gate.

Pilihannya ada dua. Kalau anda punya uang dan kepincut dengan "Jendela yang mudah pecah" silakan sediakan budget sampai 7 digit lalu beli operating system Windows dari Tuan Gate. Silakan nikmati software tertutup yang hanya memperbolehkan anda menginstallnya di satu komputer. Bersiap-siaplah mengupgrade hardware anda karena makin lama sang Jendela semakin menuntut spek hardware yang tinggi. Kemudian bersiap menghadapi merajalelanya virus di lingkungan windows based.

Tapi kalau anda tidak ingin mengeluarkan uang sebanyak itu, silakan install software yang free di komputer anda seperti Linux. Saat ini distro Linux paling banyak diminati adalah Ubuntu. Nikmati lah pengalaman dan kebebasan dari Linux. Kita bebas mengkopi, mengubah, mendistribusikan kembali Linux yang kita punya.

Jadi, jangan lagi anda mau menjadi "orang jahat" yang memakai "jendela" tanpa membayar alias membajak. Ingat bagaimanapun juga itu termasuk dosa. Apalagi jika komputer yang ada software bajakannya itu dipakai untuk bekerja atau mencari nafkah. Otomatis penghasilan yang kita dapat juga tidak halal. Kalau tidak halal berarti haram, dan menurut ustadz di kampung saya, yang haram tempatnya di ...... Nauzubillah!!!

01 Februari 2009

Software Scan LJK

Ulangan merupakan kegiatan rutin sekolah. Setiap periode tertentu sekolah melaksanakan Ulangan Harian, Ulangan Tengah Semester, Ulangan Akhir Semester atau Ulangan Kenaikan Kelas. Selesai mengadakan ulangan guru dituntut melakukan pemeriksaan terhadap hasil jawaban siswa. Proses memeriksa jawaban siswa ini adalah pekerjaan yang cukup berat bagi guru. Apalagi jika jumlah siswa yang mengikuti ulangan banyak.

Seiring kemajuan teknologi informasi dan komunikasi sekarang ini sudah bukan zamannya lagi guru melakukan pemeriksaan jawaban secara manual. Selain melelahkan, pemeriksaan manual butuh waktu dan ketelitian tinggi. Artinya sudah saatnya proses pemeriksaan jawaban siswa agar menggunakan bantuan komputer. Hal ini dapat dilakukan dengan sistem LJK (Lembar Jawaban Komputer).

Masalah utama proses pemeriksaan LJK menggunakan komputer adalah mahalnya biaya untuk membeli alat scanner LJK. Saat ini terdapat dua jenis scanner LJK, yakni Optical Mark Reader (OCR) dan Digital Mark Reader (DMR). Scanner jenis OCR menggunakan alat khusus untuk scan LJK yang harganya berkisar hingga ratusan juta rupiah. Tentu jenis scanner LJK berupa OCR harganya masih sulit untuk dijangkau sekolah-sekolah.

gambar 1: Tampilan IntelliScanLJK

Alternatif kedua adalah scanner LJK tipe DMR. Tipe ini menggunakan software khusus untuk scan LJK dengan memanfaatkan alat scanner biasa. Harga DMR relatif lebih murah daripada OCR, yakni berkisar sepuluh jutaan rupiah. Proses kerjanya mirip kalau kita menscan dokumen biasa memakai scanner umum. Bedanya adalah hasil scan ditangkap oleh software DMR untuk proses pemeriksaan benar-salahnya jawaban siswa.

gambar 2: Contoh LJK yang bisa discan dengan IntelliScanLJK

Sekarang semua telah hadir software scan LJK buatan putera daerah, yakni IntelliScanLJK. Paket software scanner LJK ini dibuat oleh CV. Datamas Informatika Banjarmasin. Harga software ini lebih murah dibanding software sejenis, yakni Rp. 6.800.000 (diluar scanner). Masalah kecepatan tinggal memilih jenis scanner sesuai dengan anggaran sekolah yang tersedia. Mulai dari kecepatan scan LJK 300 lembar perjam hingga 1.500 lembar perjam.

1. Software IntelliScanLJK
Harga : Rp 6,8 juta
Paket : installer + Flashdisk
Garansi : 1 tahun

2. Scanner yang direkomendasikan
Jenis scanner silakan pilih sendiri. Jika sekolah sudah punya berarti tidak perlu beli lagi. Jika belum punya maka disarankan memakai salah satu scanner berikut ini. Scanner yang dianjurkan adalah tipe ADF (Automatic Document Feeder) agar dapat melakukan proses scan beberapa lembar LJK sekaligus. Sekolah juga bisa membeli satu paket software+scanner agar lebih mudah tapi harga scanner bisa berubah sesuai kurs dollar.

1. Kecepatan scan 300 lembar / jam
Scanner : HP al-in-one 4355
harga : Rp 2 jutaan (tergantung kurs dollar)













2. Kecepatan scan 720 lembar / jam
scanner : Canon DR 1020C
harga : Rp 3 jutaan (tergantung kurs dollar)










3. Kecepatan scan 1080 lembar / jam
scanner : Fujitsu ScanSnap S500
harga : Rp 4 jutaan (tergantung kurs dollar)














4. Kecepatan scan 1500 lembar / jam
scanner : Fujitsu fi-5120C
harga : Rp 7 jutaan 9tergantung kurs dollar)














Bagi sekolah yang berminat silakan kirim email ke syamsuddin.ideris@gmail.com dengan isi email: nama instansi, nama penanggungjawab, dan nomor telpon.

07 Januari 2009

Kota Kandangan Banjir

Hujan deras yang mengguyur kabupaten HSS sejak pukul 3 dinihari menyebabkan meluapnya air sungai Amandit. Sampai pukul 17:00 Wita ketinggian permukaan air terus meninggi akibat kiriman air dari pegunungan Loksado.

Gambar 1: Luapan Sungai Amandit

Akibatnya daerah disekitar aliran sungai yang membelah kota Kandangan ini terendam banjir. Rumah-rumah di kawasan Kalian, Pandai, Lok Loa, Binjai, Baluti, Kandangan Hulu terndam air. Sebagian sudah ada yang menggenangi lantai dalam rumah. Entah bagaimana kabar rekan Anton, apakah rumahnya kebanjiran atau tidak.

Gambar 2: Lapangan Kodim Mirip Lautan

Jalan protokol yang mengalami genangan air adalah di simpang empat Amawang. Jalan di muka Kodim ini tergenang air hampir sejengkal. Demikian pula lapangan di seberang kodim berubah laksana lautan.

gambar 3: Jalan di Kandangan Protokol Tergenang Banjir

05 Januari 2009

Internet Gratis untuk Sekolah.

Sekolah yang tidak memiliki akses internet akan tertinggal. Sekolah akses informasi yang cepat, tepat dan akurat. Guru memerlukan update pengetahuan. Siswa memerlukan banyak bacaan terkini. Kepala sekolah memerlukan sarana komunikasi canggih via email. Jadi internet termasuk kebutuhan primer di sekolah yang ingin maju.

Solusinya? Sekarang ada internet gratis bagi sekolah-sekolah. Namanya Jardiknas. Jejaring Pendidikan Nasional (Jardiknas) adalah program pengembangan infrastruktur jaringan online skala nasional (National Wide Area Network) yang dibangun oleh Departemen Pendidikan Nasional (DEPDIKNAS) Pemerintah Republik Indonesia untuk menghubungkan antar institusi dan komunitas pendidikan se-Indonesia. Jardiknas merupakan salah satu program strategis pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk dunia Pendidikan di Indonesia. Melalui infrastruktur jaringan online (Jardiknas) diharapkan dapat mempercepat pengembangan integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi pada program pemerintah sektor pendidikan untuk kemajuan Pendidikan Indonesia saat ini dan di masa depan.

Saat ini terdapat 462 kabupaten/Dinas Pendidikan yang terhubung ke Jardiknas. Sedangkan IP Address publik yang disediakan sebanyak 32.768 IP Publik. Layanan yang bisa digunakan lewat Jardiknas meliputi:
  1. Akses Intranet
  2. Akses OpenIX
  3. Akses Internet
  4. Akses Datacenter (Sidiknas)
  5. Colocation Server
  6. Video Conference
  7. Telepon Intranet
  8. Download
  9. SchoolNet
Bandwidth untuk akses internet ke jalur internasional sebesar 200Mbps. Jalur akses internet ke dunia luar ini melalui tiga saluran backbone:
  1. Singtel
  2. UUNet USA
  3. Malaysia
Sedangkan untuk akses ke konten dalam negeri (OpenIIX) pemerintah menyediakan bandwidth 200Mbps. Situs-situs dalam negeri seperti www.detik.com, www.kapanlagi.com dan sebagainya dapat diakses dengan cepat.

Jardiknas terbagi 4 zona jaringan, meliputi:
  1. JARDIKNAS Kantor Dinas/Insitusi
  2. JARDIKNAS Perguruan Tinggi (INHERENT)
  3. JARDIKNAS Sekolah (SchoolNet)
  4. JARDIKNAS Personal
Khusus untuk Kalimantan Selatan depdiknas telah membangun koneksi dari NOC Surabaya ke Banjarmasin. Media yang digunakan adalah Fiber Optik bawah laut dengan dengan bandwith 8Mbps (E2). Tempat-tempat di Kalsel yang sudah terhubung dengan Jardiknas adalah:
  1. Disdik Prop. Kalimantan Selatan
  2. Disdik Kab. Balangan
  3. Disdik Kab. Banjar
  4. Disdik Kab. Barito Kuala
  5. Disdik Kab. Hulu Sungai Selatan
  6. Disdik Kab. Hulu Sungai Tengah
  7. Disdik Kab. Kotabaru
  8. Disdik Kab. Tabalong
  9. Disdik Kab. Tanah Laut
  10. Disdik Kab. Tapin
  11. Disdik Kota Banjarbaru
  12. Disdik Kota Banjarmasin
  13. Disdik Kab. Hulu Sungai Utara
  14. Disdik Kab. Tanah Bumbu
  15. BTKPPKB KAL-SEL
  16. Balai Bahasa Banjarmasin
  17. LPMP Kalsel
  18. BPKB
  19. Badan Perpustakaan Provinsi Kalimantan Selatan
  20. SKB Kota Banjarmasin
  21. SKB Kab. Kotabaru
  22. Politeknik Negeri Banjarmasin
  23. Kopertis XI Kota Banjarmasin
  24. SMKN 1 Tanjung
  25. SMKN 1 Barabai
  26. SMKN 2 Banjarmasin
  27. Universitas Lambung Mangkurat
Lalu, bagaimana caranya agar sekolah dapat ikut menerima koneksi internet lewat Jardiknas. Bagi sekolah yang Disdiknya sudah terhubung ke Jardiknas dapat bergabung di program SchoolNet.

Layanan Schoolnet adalah layanan koneksi ke Jardiknas khusus bagi zona sekolah saja. Hingga saat ini Depdiknas telah bekerjasama dengan PT. Telkom dalam penyediaan infrastruktur koneksi ke sekolah-sekolah menggunakan teknologi ADSL (Asymetric Digital Subscriber Line) yang lebih dikenal dengan produk Speedy Telkom.

Namun demikian bagi sekolah-sekolah di wilayah Indonesia yang belum terjangkau infrastruktur Speedy Telkom dapat menggunakan jalur wireless 2.4 Ghz yang dikoordinir oleh Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten masing-masing. Koneksi yang satu ini bisa dibilang gratis. Sekolah cuma menyediakan perangkat radio ditempatnya. Setelah koneksi ke Disdik setempat tinggal memakai internet gratis yang disediakan Depdiknas.

Syarat umum bagi sekolah yang berhak mendapatkan fasilitas koneksi SchoolNet antara lain:
  1. Memiliki NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional).
  2. Memiliki Laboratorium Komputer dengan jaringan komputer (LAN) minimal 5 PC.
  3. Mematuhi aturan dan prosedur yang berlaku.
Prosedur SchoolNet basis Wireless
  1. Mendaftar ke Dinas Pendidikan Kota/Kab setempat.
  2. Biaya akses lokal dan perawatan wireless tergantung kebijakan dari Dinas Pendidikan Kota/Kab setempat.
  3. Menyediakan perangkat wireless, antena dan tower serta kelengkapannya lainnya secara mandiri.
Sekarang tidak ada alasan lagi bagi sekolah untuk tidak mempunyai akses internet. Silakan hubungi Disdik Kabupaten masing-masing. Sekiranya memerlukan pendampingan dari tenaga ahli khusus Jardiknas, untuk Kalsel bisa menghubungi Bapak Ripa'i Sutanto,S.IP email:ripai68@yahoo.com.

Sumber: www.jardiknas.org

Parade Tokoh / Fisikawan Menuju ToE

Parade Tokoh dan Teori Menuju Theory of Everything (ToE) ⚗️ Era Awal – Fondasi Konsep Atom dan Hukum Alam (1600–1800) 1. John Dalton (176...