25 Desember 2008

Bikin RT/RW Net Modal Nekat

Dulu...dipenghujung tahun 2007, seorang teman mengajak membangun ISP kecil-kecilan. Maklum di kota kami belum ada akses internet selain telkomnet instan. Anda tahu sendiri kan, telkomnet instan udah lelet alias lambat, mahal lagi. Konon ada seorang teman yang keranjingan internet pakai kabel telpon tersebut yang bayar tagihan telpon sampai 2 juta rupiah! Jadi peluang bisnis ISP di HSS ini belum ada yang menggarap dan menjanjikan.

Saya heran juga dimana pertimbangan penanam modal, kok mengajak saya membangun ISP. Saya cuma seorang guru yang mempunyai sedikit ilmu komputer. Sekedar bisa mengoperasikan ms-word, ms-excel, dan main internetan. Jadi teknis bagaimana menyeting server, VSAT, wireless hingga sisi sekuriti client masih belum ada ilmunya alias blank.

Bermodalkan nekat maka saya terima job tersebut. Kami membentuk kelompok usaha yang terdiri dari 3 orang. Saya bertugas sebagai admin jaringan. Kedua adalah Yadi, pemilik Matrix Computer Kandangan selaku pengelola administrasi dan penyedia hardware. Ketiga Raihan, seorang pegawai BRI selaku pemodal.

Gambar 1: Pemodal, Teknisi Antene, Pengelola

Pekerjaan pertama adalah mencari ISP yang bisa sampai ke Kandangan. Waktu tahun 2007 belum ada akses internet seperti Speedy. Pilihan akses internet cuma telkomnet instan atau GPRS. Kalau GPRS dari operator selular sangat mahal dan tidak ekonomis. Akhirnya pilihan kami jatuh pada VSAT. Teknologi akses internet via satelit ini dapat menjangkau seluruh Indonesia termasuk kota Kandangan.

Gambar 2: Antene Dish VSAT Ku-Band

Googling, itulah cara kami mencari ISP. Lewat mesin pencari google ini kami menggunakan kata kunci "VSAT murah". Hasilnya ada beberapa ISP Indonesia dan ISP luar negeri yang terjaring. Tapi VSAT lewat ISP Indonesia masih tergolong mahal. Setelah meneliti tawaran harga dan bandwidth yang disediakan akhirnya kami memilih SmartMalaysia SDN BHD sebagai ISP (www.smartmalaysia.com). Paket murah yang kami ambil adalah VSAT Ku Band 512/128 Kbps dengan biaya bulanan USD 450. Biaya instalasi awal sekitar 20 jutaan dan itu bisa dicicil separuhnya selama 12 bulan. Lumayan ringan kan.

Gambar 3: Modem VSAT Ku-Band

Setelah di kontak lalu datang teknisi dari Surabaya. Mereka memasang antene VSAT Ku-Band yang mirip antene IndoVision tapi sedikit lebih besar. Setelah didapat signal yang OK dan di test ternyata bandwidth yang diperoleh sangat bagus. Tapi signal Ku-Band mudah terpengaruh oleh cuaca. Jika hari mendung dan hujan disertai guntur kadang koneksi putus 5-10 menit. Hal ini masih lebih baik dibandingkan koneksi telkomnet instan yang sering ngadat pada jam sibuk.

Gambar 4: Teknisi Antene Sedang Beraksi

Pekerjaan kedua adalah membangun jaringan. Setelah sounding kami memperoleh komitmen calon pelanggan sekitar 30 orang. Ternyata rumah mereka sebagian jauh dari kota Kandangan. Ada yang di Angkinang (7 km), Hamalau (4 km), Sungai Raya (6 km) dan perumnas Bilui (3 km). Untuk membangun jaringan yang menghubungkan server dengan client yang jauh maka teknologi yang dipilih adalah jaringan wifi atau wireless.

Awalnya kami membangun tower dari pipa ledeng yang diperkuat dengan penyangga kawat baja. Memang tower yang direkomendasikan om Google adalah model triangle. Mengingat masih terbatasnya modal maka tower pipa ledeng pun jadi. Bayangkan menaiki pipa ledeng di tower hampir 30 meter. Untungnya ada "jago panjat" spesialis tower pipa yang udah ahli.

Gambar 5: Pemasangan Radio Access Point

Sebenarnya kami belum pernah membangun jaringan wireless. Tapi bermodalkan nekat dan google (koneksi VSAT di server udah bisa dipakai) kami harus tetap jalan. Hasilnya kami dapat memesan secara online perangkat wireless mulai dari antena, radio access point, radio client hingga antene dan perangkat tambahan lainnya.

Gambar 6: Memasang Radio di Tempat Client

Akhirnya selesai juga membangun jaringan yang menghubungkan server dengan komputer di rumah client. Ternyata tidak segampang itu membuat ISP. Akses internet yang bisa diakses di server belum bisa dinikmati di rumah client. Selidik punya selidik ternyata belum dishare.

Gambar 7: Sibuk Menyeting Koneksi di tempat Client

Googling lagi! Ketemu, ternyata kami harus memasang sebuah router. Fungsi router adalah menghubungkan jaringan publik dari ISP dengan jaringan lokal wireless client. Disamping itu kami harus memikirkan sarana pembagian bandwidth agar sesama client tidak rebutan. Nah, dari hasil tanya ke Om Google ternyata kami tidak perlu membeli router yang mahalnya minta ampun. Solusinya dengan merakit sendiri server router dan menginstall Mikrotik Router OS di dalamnya.

Gambar 8: Server Rakitan Sendiri

Pekerjaan utama dan paling rumit adalah menyeting routing dan membuat script untuk membagi bandwidth. Untunglah pekerjaan tersebut bisa di remote dari tempat saya. Sebelumnya saya sering menyeting server sampai jam 3 pagi. Fasilias remote yang disediakan mikrotik sangat memudahkan dan meringkan pekerjaan. Lagi-lagi, semua ilmu routing dan bandwidth manager di mikrotik saya peroleh dari Om Google.

Sekarang ISP kami udah jalan setahun lebih. Server rakitan sendiri ternyata tahan dihidupkan nonstop 24 jam selama 14 bulan ini. Sedangkan radio access point udah 2 kali diganti karena di sambar petir. Kalau hitung-hitungan ekonomis sekarang tinggal menikmati. Terutama saya memperoleh akses internet gratis 24 jam dirumah. Yah, di zaman canggih sekarang ini kesempatan tidak datang dua kali. Kita harus berani ambil resiko dan harus dapat belajar sendiri. Modal uang dapat dicari. Teknis dan ilmu dapat digoogling. Tinggal kita saja lagi yang harus jeli melihat kesempatan disela roda globalisasi.

22 Desember 2008

HSS Go Online!!!

Akhirnya kabupaten Hulu Sungai Selatan mulai online. Seluruh kantor pemerintah dan dinas rencananya akan dihubungkan menjadi satu jaringan lewat teknolog wireless. Akses internet pemkab yang menggunakan VSAT pun akan dibagi-bagi ke seluruh kantor tersebut.

Gambar 1: Tower Wireless Access Point Pemkab HSS

Hari minggu kemarin, tower untuk access point setinggi 40 meter sudah selesai dibangun. Sorenya kami selesai memasang radio box dan menyeting access pointnya. Radio yang dipasang di jalur g ini menggunakan power yang besar dengan kapasitas 200an client.

Menggunakan model triangle, tower wireless ini tampak perkasa dilihat dari bawah. Didirikan di halaman kantor Bupati HSS. Rencananya jaringan wireless ini akan menjangkau seluruh kantor pemerintahan di HSS. Paling jauh adalah Loksado dan Bajayau (Daha Barat). Makanya, kedepannya tinggi tower akan ditambah agar dapat menjangkau lebih jauh lagi.

Gambar 2: Ruang Server di Ruang PPDE

Server diletakkan di Ruang Pusat Pengolahan Data Elektronik Pemkab HSS. Di dalam ruang ini lah terdapat berbagai macam server dan perangkat VSAT yang menghubungkan jaringan komputer di kantor Pemkab HSS dengan jaringan internet global.

Gambar 3: Antene Transceiver VSAT

Gambar 4: Modem VSAT

Gambar 5: Kondisi Ruang Server PPDE

Tapi tujuan utama pembangunan jaringan ini kemungkinan adalah agar sistem informasi daerah (SIMDA) dan berbagai aplikasi perkantoran lainnya dapat saling terhubung. Hal ini diharapkan memudahkan administrasi dan mempercepat proses kerja. Hal ini sangat sejalan dengan visi dan misi pak Bupati yang ingin menjadikan HSS sebagai "Banua Enam Center".

Gambar 6: Bapak Bupati Hulu Sungai Selatan

Proses seperti absensi, kirim surat-menyurat, hingga neraca keuangan dinas dapat dipantau langsung dan online dari Kantor Bupati. Hal ini sangat efisien dan menghemat biaya. Kantor kecamatan yang jauh seperti Daha Barat dapat mengirimkan file kerjanya lewat email. Bahkan direncakanan akan dioperasikan fasilitas teleconference agar Pak Camat bisa rapat dengan Pak Bupati dari kantor masing-masing tanpa perlu repot-repot.

19 Desember 2008

Waterworld-nya Bajayau

Perjalanan menuju SMPN 2 Daha Selatan (Bajayau) hari ini cukup menegangkan. Beredar kabar bahwa sebagian jalan dari Kandangan ke Nagara mulai terendam air. Bahkan katanya kondisi di daerah hilir seperti Bajayau sudah banyak rumah penduduk terendam air.

Mulai berangkat dari Kandangan pukul 06:30 Wita. Melewati pinggiran sungai Amandit terlihat pemandangan mendebarkan. Ketinggian permukaan air di sungai yang membelah kabupaten HSS ini makin mengkhawatirkan. Air sungai deras dan berwarna keruh kecoklatan. Pertanda telah terjadi hujan lebat di daerah hulu pegunungan Meratus seperti Loksado.

Gambar 1 : Sungai Amandit

Sepanjang perjalanan 30 km dari Kandangan ke Nagara terjadi beberapa kendala. Terdapat sekitar 4 titik jalan yang aspalnya mulai tergenang air. Ketinggian jalan yang rendah tersebut terdapat di Karang Ratih, Bangkau, dan Muning. Ketinggian air di jalan dari 5-10cm. Di sebelah kanan jalan yang merupakan sungai dan rawa terlihat air deras yang makin meninggi.

Sampai di Nagara terlihat bahwa kota sentra industri kerajinan logam di HSS ini mulai terendam air. Banyak rumah penduduk yang agak rendah tergenang luapan air sungai Nagara. Sungai Nagara merupakan sungai yang menjadi tempat "pembuangan air" dari kabupaten HSU, HST, HSS dan Tapin.


Gambar 2: Rumah Penduduk Terendam Air

Perjalanan ke Bajayau belum selesai. Route dari Kandangan ke Nagara baru sepertiga perjalanan yang harus kami tempuh. Selanjutnya harus ditempuh perjalanan lewat sungai dari Nagara ke Bajayau sekitar 1 jam naik klotok. Yah, kalau dari Kandangan-Nagara jalan aspal, maka dari Nagara-Bajayau naik klotok.

Duduk di atas kelotok memandang luasnya sungai dan awan yang mulai menghitam. Kanan-kiri hanya rawa luas dan sedikit rumah penduduk. Terbayang jika hari hujan dan angin bertiup keras. Tapi untunglah ini sungai jadi tidak ada gelombang layaknya di laut. Tapi tetap saja membuat hati berdebar menunggu apa yang selanjutnya terjadi.


Gambar 3: Sungai Nagara

Sebelum sampai ke Bajayau kita akan melewati 4 buah desa, yakni Siang Gantung, Baru, Tanjung Selor dan Badaun. Klotok yang ditumpangi para guru ini akan singgah di masing-masing desa. Setiap desa terdapat SD yang harus disinggahi para guru. Sedangkan SMPN 2 Daha Selatan terdapat di desa Bajayau. Nanti melanjutkan dari Bajayau ada desa Bajayau Tengah, dan Bajayau Lama.


Gambar 4: Guru SDN Baru Tertatih-Tatih di Titian

Sesampainya di SMPN 2 Daha Selatan ternyata kabar itu memang benar. Air sudah meninggi. Lantai sekolah hanya tinggal beberapa centimeter lagi dari permukaan air. Bangunan sekolah kami didirikan diatas rawa. Kalau musim penghujan biasanya lantai bangunan masih sekitar 1 meter dari permukaan air. Berarti tahun ini air lebih tinggi dari biasanya.

Gambar 5: Bangunan SMPN 2 Daha Selatan di atas air

Lihatlah rumah dinas yang saya tinggali. Rumah mungil ini juga tinggal beberapa cm saja dari permukaan air. Teringat pengalaman banjir di tahun 2005. Air menggenangi lantai dan banyak sekolah diliburkan. Hewan air seperti ular dan semut sering masuk ke rumah.

Gambar 6: Rumah Dinas SMPN 2 Daha Selatan

Tapi untunglah seluruh siswa kami pergi ke sekolah naik klotok. Biar bagaimanapun tingginya permukaan air mereka masih bisa pergi ke sekolah. Memang di Bajayau belum ada jalan darat yang memadai. Jadi klotok dan jukung menjadi alat transportasi andalan.

Gambar 7: Kelotok siswa SMPN 2 Daha Selatan

Nah, bagaimana? Beranikah anda tugas di sini. Kalau tidak pandai berenang tentu tugas di daerah perairan merupakan momok menakutkan.

Pendidikan di daerah rawa terpencil seperti Bajayau masih memerlukan banyak tenaga pengajar yang muda, aktif, dan memiliki idealisme tinggi. Maklum pekerjaan lebih berat dari pada penghasilan yang didapat. Saya menantang semua mahasiswa FKIP Unlam atau STIKIP atau IAIN yang mau praktek atau KKN di sini! Jangan hanya terpaku jadi "anak mami" dengan praktek di kota saja. Sekali-kali maju dong ke garis depan. Rasakan bagaimana sebenarnya "peluh" seorang guru. Saya jamin akan jadi pengalaman hebat tak terlupakan.

15 Desember 2008

Wisata Religi Kalsel (1)

1. Ziarah ke Makam Datu Sanggul

Kalimantan Selatan merupakan daerah yang memiliki tradisi keislaman yang kuat. Di sini terdapat "Serambi Mekkah", yakni kota Martapura di kabupaten Banjar. Martapura merupakan kota santri yang telah mencetak ribuan santri, dan ratusan ulama mumpuni.

Kuatnya akar Islam di tanah Banjar tidak lepas dari peran perjuangan para ulama dan waliyullah di masa kerajaan Banjar dahulu. Siapa tak mengenal Syekh Muhammad Arsyad al Banjary dengan kitab Sabilal Muhtadinnya. Kitab ini diterbitkan dan dipelajari tidak hanya di Indonesia tapi sampai ke manca negara seperti Malaysia dan Brunnei Darussalam.

Para wali di tanah Banjar di masa lalu sering diberi gelar Datu (gelar kehormatan di Malaysia, Datuk). Misalnya Datu Sanggul, Datu Suban, Datu Kelampayan. Sedangkan di masa sekarang ada ulama besar dan kharismatik di Kalsel, yakni Tuan Guru Sekumpul yang kini bermakam di Sekumpul Martapura.

Warga Kalsel yang ingin ziarah biasanya mengunjungi makam Guru Sekumpul, Datu Kelampayan, dan Datu Sanggul. Tiga tempat ziarah ini menjadi sering menjadi paket "wajib" bagi orang yang ingin ziarah di tanah Banjar.

Datu Sanggul merupakan gelar kehormatan kepada seorang wali Allah di tanah Banjar. Nama asli beliau adalah Abdus Shamad yang berasal dari Palembang dan hidup pada abad 18 Masehi.

Semasa muda, Abdus Shamad gemar melanglang buana menuntut ilmu Agama Islam. Setelah merantau ke berbagai negeri di seberang lautan, akhirnya sampailah beliau ke Muning, di kabupaten Tapih, Kalsel. Di sana beliau menuntut ilmu kepada seorang wali yang bernama Datu Suban.

Penyebab Abdus Shamad muda pergi ke Kalimantan untuk menuntut ilmu karena ada firasat melalui mimpi. Suatu ketika beliau bermimpi bertemu dengan seorang tua. Sambil berjabat tangan, orang tua tersebut berkata: "Jika Ananda ingin menuntut ilmu yang sejati hendaklah ananda berguru pada Datu Suban di pulau Kalimantan di Kampung Muning Pantai Jati Munggutayuh Tiwadak Gampa daerah Tatakan".

Ketaatan dan kepatuhan Abdus Shamad membuatnya menjadi murid kesayangan Datu Suban. Berbagai ilmu agama dipelajarinya hingga akhirnya Abdus Shamad menjadi seorang wali di tanah Banjar yang memiliki Kharamah luar biasa dan diberi gelar Datu Sanggul.
Kini makam beliau dapat ditemui di desa Tatakan kabupaten Tapin sekitar 500 meter dari pinggir jalan provinsi. Kompleks makam beliau oleh pemerintah dijadikan Benda Cagar Budaya yang dilindungi.

Setiap hari banyak peziarah berkunjung ke makam ini. Mereka tidak hanya datang dari kabupaten Tapin saja, tetapi dari Kalsel, Kalteng, Kalbar, Kaltim bahkan dari luar pulau Kalimantan. Bahkan terkadang ada peziarah yang datang dari Malaysia dan Brunei Darussalam.

Walaupun beliau telah wafat lebih dari 3 abad yang lampau tapi makam beliau tetap terjaga. Setiap hari banyak peziarah yang datang. Selain ziarah ke makam, di tempat itu disediakan bagian khusus buat orang yang ingin mengadakan selamatan. Disediakan air khusus untuk diminum yang telah didoakan oleh ulama setempat.

Di koridor menuju makam terdapat berbagai dagangan. Berbagai souvenir dan perlengkapan muslim dapat ditemui di sini.


(Bersambung)

12 Desember 2008

Standarisasi Wireless yang Membingungkan.

Pernah mengalami laptop anda tidak dapat terkoneksi ke hotspot. Mungkin juga perangkat wireless yang anda beli tidak dapat terhubung ke acces point-nya ISP langganan anda. Atau dua laptop anda yang beda merek tidak dapat terkoneksi menggunakan wifi padahal jaraknya kurang dari satu meter. Jangan heran, sebabnya adalah banyaknya standar atau tipe perangkat wireless yang kadang satu dan lainnya tidak saling kompetibel.

Coba simak berbagai stiker yang tertempel di laptop atau perangkat wireless anda. Biasanya terdapat kode-kode 802.11a, 802.11b, 802.11g, 802.11n. Kode ini merupakan jenis-jenis standarisasi wireless.

Mungkin laptop anda mempunyai koneksi wireless jenis 802.11a dan hotspot di tempat anda jenisnya 802.11b sehingga beda standar dan tidak kompetibel. Jangan heran bila laptop anda tidak dapat terkoneksi dengan baik. Jadi beda standar sering tidak bisa terkoneksi dengan baik.

Dari pada terus bingung, sekarang kita pelajari apa arti 802? Anda pernah mendengar organisasi IEEE. Yap, IEE adalah sebuah organisasi yang mendedikasikan diri untuk kemajuan teknologi dengan membuat standar-standar teknologi. Konon anggota IEEE lebih dari 370.000 orang yang tersebar di 160 negara. Nah, setiap standarisasi dikerjakan oleh sebuah tim. Tim ini dinamai dengan susunan angka. Contoh, tim 802 merupakan tim yang bekerja untuk membuat standarisasi seputar jaringan komputer. Arti dari 802 sendiri adalah, 80 menyatakan tahun dan 2 menyatakan bulan lahirnya tim ini. Mengingat bahwa ruang lingkup jaringan komputer sangat luas, maka tim 802 dipecah-pecah lagi menjadi tim yang lebih kecil, yakni:

802.1 : menangani standarisasi high layer LAN protocols
802.3 : menangani standarisasi Ethernet
802.11 : menangani standarisasi wireless LAN
802.15 : menangani standarisasi wireless personal area network (WPAN)
802.16 : menangani standarisasi broadband wireless access
dan lain-lain.

Lalu apakah arti standar 802.11a, b, g, dan n? Ternyata ini merupakan sub tim lagi dari tim 802.11 yang bekerja menstandarisasi peralatan wireless dengan spesifikasi yang berbeda. Alhasil, ternyata tim 802.11b merupakan tim pertama yang menyelesaikan tugasnya pada tahun 1999. Mereka melahirkan standarisasi wireless yang segera digunakan produsen-produsen yang telah menunggu lama untuk merilis produknya. Perangkat wireless standar 802.11b beroperasi pada frekuensi 2,4 GHz.

Tapi perangkat wireless yang menggunakan standar 802.11b hanya mampu bekerja dengan kecepatan 11Mbps. Sedangkan kebutuhan kecepatan terus meningkat sehingga tim lain terus bekerja. Akhirnya tim 802.11a menyelesaikan tugasnya tahun 1999 tidak begitu lama setelah 802.11b keluar. Standarisasi perangkat 802.11a dapat bekerja dengan kecepatan 54Mbps tapi menggunakan frekuensi yang lebih tinggi, yakni 5 GHZ.

Apakah hal ini di sambut gembira olah pengguna dan produsen. Ternyata tidak. Pasar terlanjur dipenuhi perangkat nirkabel dengan standar 802.11b yang lebih lambat. Kenyataanya, perangkat terbaru 802.11a tidak kompetibel dengan standar lama 802.11b. Akibatnya perangkat 802.11a dan 802.11b tidak bisa terkoneksi. Tentunya hal ini sebuah kerugian besar dari segi dana dan investasi. Tentu saja produsen tidak rela jika perangkat yang telah dikeluarkannya dengan standar 802.11b tidak terpakai lagi.

Mengatasi kendala di atas, tim 802.11g bekerja untuk menciptakan standar yang dapat terkoneksi dengan 802.11a dan 802.11b. Pada tahun 2003 tim 802.11g telah selesai menyusun standarisasi perangkat wireless yang komptibel dengan perangkat 802.11a dan 802.11b.

Selanjutnya standarisasi 802.11n terus dikerjakan sebagai penyempurnaan dari 802.11a, b dan g. Kecepatan yang diharapkan dari penyempurnaan ini adalah agar koneksi wireless sama cepatnya dengan koneksi kabel, yakni 248Mbps!. Tapi sampai saat ini pekerjaan tersebut belum selesai. Telah terjadi beberapa kali penundaan jadwal. Semula ditargetkan spesifikasi lanjutan ini selesai akhir tahun 2008, tapi ternyata diundurkan menjadi akhir 2009.

Tampaknya beberapa produsen perangkat wireless sudah tidak sabar untuk segera merilis produknya dengan embel-embel 802.11n padahal standarisasinya belum selesai. Lihatlah, Linksys mengeluarkan produk dengan embel-embel "speed booster". Surecom dengan "SuperG". Ada lagi embel-embel speed turbo, High Speed, yang kesemuanya menawarkan kecepatan diatas 54Mbps.

Kita tunggu saja!

10 Desember 2008

Toturial 1:Mengenal Delphi

Tak kenal maka tak sayang. Begitulah peribahasa mengatakan. Demikian pula di dunia programming. Belum tahu tekniknya tentu anda berpikir bahwa membuat software itu sulit. Padalah programming merupakan pekerjaan menyenangkan. Baiklah saya akan menunjukkan pada anda.

1. Kenali Window
Jangan samakan window dengan Windows. Windows merupakan merk dagang Microsoft Corp untuk sistem operasi mereka. Sedangkan window merupakan "jendela" atau tampilan dasar software yang tampak di layar monitor.

Saat pertama kali menjalankan Delphi, maka akan tampil sebuah window kosong yang siap kita program. Delphi menyebut window ini sebagai "form". Jika nanti banyak membuat form, maka Delphi secara otomatis akan menamakan form-form tersebut sebagai form1, form2, form3, dst.

Gambar 1: Form kosong pada Delphi

Lihatlah gambar 1 yang menampilkan sebuah form "polos" karena belum kita tambahi komponen dan belum kita program. Form ini memiliki banyak property yang bisa kita ubah-ubah nilainya. Property ibarat unsur-unsur pada mobil. Misal pada mobil ada property ban, lampu, warna, pernelling, jenis mobil, dan sebagainya.

Misalkan kita ingin membuat mobil impian. Mobil saja masih umum. Kita harus memberikan nilai property seperti jenis mobil: sedan, warna : merah, ban: radial sport, persnelling: otomatis, lampu: sporty. Jadi object mobil yang masih bersifat umum lalu kita beri property sehingga menjadi khusus untuk mobil kita.

Demikian pula form memiliki berbagai property yang dapat kita ubah, seperti name, color, caption, width, height, dan lain-lain.

Untuk mengubah property form, kita dapat menggunakan Object Inspector. Pertama klik object yang ingin di ubah, dalam hal ini form1. Setelah form1 kita klik di sembarang tempat maka nilai pada object inspector akan mewakili property-property dari form1 tersebut.

Gambar 2: Object Inspector

Misalkan kita ingin mengubah judul pada bagian kiri atas form1 maka kita klik property Caption. Silakan ketik judul untuk window yang akan kita buat misalnya: "Sistem Informasi Sekolah Versi 1". Setelah itu langsung saja judul pada form1 akan berubah.

Gambar 3: Form yang sudah diubah captionnya

Property yang sering diubah dalam sebuah form adalah:
caption = judul
color = warna
icon = icon window
name = nama yang mewakili form tersebut
font = jenis, ukuran dan warna huruf
width, height = ukuran window
..dsb

2. Komponen Window

Apakah kita akan membuat sebuah form kosong saja? Tentu tidak bukan. Kita ingin menempatkan berbagai komponen di form tersebut agar pemakai program dapat berinteraksi. Bahasa kerennya adalah "Graphical User Interface" atau GUI. Mungkin bagi yang pernah belajar pemrograman Pascal under DOS tentunya software yang dihasilkan hanya berbasis teks saja. Tapi itu udah kuno, sekarang jamannya GUI.

Misalkan kita ingin minta konfirmasi dari pemakai program apakah setuju (OK) atau membatalkan (Cancel) sebuah action. Jadi kita harus membuat dua tombol (Delphi menyebutnya Button), yakni Tombol OK dan Tombol Cancel. Caranya mudah, tinggal klik tombol yang diinginkan di ToolBar di bawah ini.

Gambar 4: Component Toolbar

Selanjutnya click n drag di tempat yang kita inginkan. Misalnya seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 5: Penempatan button pada form

(bersambung)

09 Desember 2008

Mari Membuat Software Sendiri?

Membuat software komputer sendiri? Tentunya bayangan anda adalah pekerjaan seorang programmer yang ahli, pintar, berkacamata. Dia mengurung diri di laboratorium komputer, ditemani buku-buku panduan pemrograman yang tebal dan berdebu. Lalu kita membayangkan ribuan baris kode program yang ruwet, ribet dan sulit dipahami.

Stop! Anda salah. Sekarang sudah banyak tool atau alat pemrograman yang sangat memudahkan proses pembuatan software. Tool ini biasanya dalam bentuk IDE (Integrated Development Environment). Melalui IDE kita dapat menulis kode program, merancang interface, mengkompilasi, dan membuat file executable dari software yang kita buat.

Gambar: Project Aplikasi Sensus Ekonomi HSS 2008 Dibuat menggunakan Delphi 7

Software IDE yang sangat populer dan sering saya gunakan dalam membuat software adalah Borland Delphi. Semua proses desain interface software sangat mudah dibuat di Delphi. Kita tinggal klik dan tempatkan komponen seperti tombol, textbox, label dan lainnya di tempat yang kita inginkan. Ingin belajar Delphi dari dasar, silakan download di sini.

Urutan membuat software atau programming menggunakan IDE Delphi adalah:
  1. Merancang interface
  2. Menulis kode program
  3. Mengkompilasi kode program untuk mencek kesalahan
  4. Me - build kode program menjadi file executable (.exe) yang siap pakai.
Syarat utama belajar Delphi adalah memahami bahasa Pascal. Pascal merupakan salah satu bahasa pemrograman komputer tingkat tinggi. Dengan pascal sebagai bahasa, kita dapat berkomunikasi dengan komputer dan menyuruhnya melakukan berbagai instruksi yang kita buat. Untuk belajar bahasa Pascal silakan downlod di sini.

Mari kita belajar membuat program aplikasi komputer sendiri. Jika sudah mahir tentunya anda dapat membuat software yang bisa di jual atau ikut jadi programmer freelance. Menurut para pakar IT, treen perusahaan-perusahaan besar ke depannya adalah meng-outsourcing-kan berbagai project mereka.

Lihat saja, India. Negerinya Shah Rukh Khan ini telah mendulang devisa yang sangat besar dari proyek outsourcing. Konon kabarnya, raksasa software dunia, Microsoft Corp menyerahkan bagian-bagian project software yang sulit untuk dikerjakan oleh para programmer India.

Stop jadi konsumen, mari kita jadi produsen.
NB: Programming adalah pekerjaan murah meriah, cukup bermodalkan seperangkat komputer, trus sambil tiduran makan kacang goreng plus dengar MP3 kita bisa menghasilkan uang.

Parade Tokoh / Fisikawan Menuju ToE

Parade Tokoh dan Teori Menuju Theory of Everything (ToE) ⚗️ Era Awal – Fondasi Konsep Atom dan Hukum Alam (1600–1800) 1. John Dalton (176...