31 Agustus 2008

Prediksi Awal Ramadhan

A. KEADAAN BULAN (Hilal)

Visibilitas (kenampakan) Hilal pada hari terjadinya Ijtimak selepas matahari terbenam di seluruh dunia khususnya kawasan Indonesia ditunjukkan pada gambar peta di bawah. Peta visibilitas mengacu pada Kriteria Odeh yang mengadopsi Limit Danjon sebesar 7° yaitu jarak minimal elongasi Bulan dan Matahari agar hilal dapat diamati baik menggunakan alat optik maupun mata telanjang. Kriteria tersebut dikemas dalam sebuah software Accurate Times yang menjadi acuan pembuatan peta visibilitas ini.

Artinya:

  1. Sangat tidak mungkin daerah yang berada di bawah arsiran MERAH dapat menyaksikan hilal, sebab pada saat itu bulan terbenam lebih dulu sebelum matahari terbenam atau ijtimak lokal (topocentric conjunction) terjadi setelah matahari terbenam.

  2. Daerah yang berada pada area BIRU TUA (tak berarsiran) juga tidak memiliki peluang menyaksikan hilal walaupun menggunakan peralatan optik (binokuler/teropong) sekalipun, sebab kedudukan hilal masih sangat rendah ( <6°>

  3. Hilal baru mungkin dapat teramati menggunakan peralatan optik pada area di bawah arsiran BIRU MUDA. Pada area ini pun masih sangat sulit karena dibutuhkan kondisi langit yang sangat cerah terutama di langit Barat.

  4. Wilayah yang berada dalam arsiran UNGU hanya dapat menyaksikan hilal menggunakan peralatan optik sedangkan untuk melihat langsung dengan mata diperlukan kondisi cuaca yang sangat cerah dan ketelitian pengamatan.

  5. Hilal dengan mudah dapat disaksikan pada area di bawah arsiran HIJAU baik menggunakan mata langsung maupun terlebih menggunakan peralatan optik dengan syarat kondisi udara dan cuaca cukup baik.

  6. Peta ini dibuat dan hanya berlaku untuk daerah 60° Lintang Utara sampai 60°Lintang Selatan.


B.KETINGGIAN BULAN (Hilal) di BANJARMASIN

Ketinggian hilal dilihat di Banjarmasin saat matahari terbenam 31/8/2008

Untuk melihat ketinggian hilal di kota-kota lainnya klik di sini.


C. PERKIRAAN AWAL RAMADHAN 1429 MENURUT BERBAGAI KRITERIA

1. Menurut Kriteria Rukyat Hilal ( Limit Danjon )

Andre Danjon, seorang astronom Perancis pada 1930-an menyimpulkan bahwa Hilal tidak akan dapat diamati jika jarak minimum elongasi Bulan dan Matahari kurang dari 7°. Melihat lokasi Indonesia menurut peta visibilitas di atas, jika Limit Danjon diberlakukan maka seluruh wilayah Indonesia berpeluang tipis dan sangat sulit bahkan tidak mungkin dapat melihat hilal pada hari pertama terjadinya Ijtimak (31/8) setelah matahari terbenam. Dengan demikian awal bulan seharusnya jatuh pada:

Selasa, 2 September 2008

Namun demikian, sudah dapat diprediksi bahwa "AKAN ADA KLAIM LAPORAN RUKYAT" dari suatu tempat. Dan sesuai tradisi Sidang Itsbat maka klaim ini akan diterima karena hilal diangap pada posisi "imanurrukyat" (>2°). Pada akhirnya Pemerintah akan mengumumkan awal Ramadhan akan jatuh pada :

Senin, 1 September 2008

Kriteria ini dipakai kalangan NU dan yang menganut asas rukyatul hilal.


2. Menurut Kriteria Imkanur Rukyat

Pemerintah RI melalui pertemuan Menteri-menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) menetapkan kriteria yang disebut Imkanurrukyah yang dipakai secara resmi untuk penentuan awal bulan bulan pada Kalender Islam negara-negara tersebut yang menyatakan :

Hilal dianggap terlihat dan keesokannya ditetapkan sebagai awal bulan Hijriyah berikutnya apabila memenuhi salah satu syarat-syarat berikut:

(1)· Ketika matahari terbenam, ketinggian bulan di atas horison tidak kurang dari 2° dan
(2). Jarak lengkung bulan-matahari (sudut elongasi) tidak kurang dari 3°. Atau
(3)· Ketika bulan terbenam, umur bulan tidak kurang dari 8 jam selepas ijtimak berlaku.

Menurut Peta Ketinggian Hilal di atas pada hari pertama ijtimak/konjungsi ketiga syarat tersebut terpenuhi. Dengan demikian awal bulan akan jatuh pada :

Senin, 1 September 2008

Kriteria ini dipakai oleh pemerintah, cq Departemen Agama RI.


3. Menurut Kriteria Wujudul Hilal

Kriteria Wujudul Hilal dalam penentuan awal bulan Hijriyah menyatakan bahwa : "Jika setelah terjadi ijtimak, bulan terbenam setelah terbenamnya matahari maka malam itu ditetapkan sebagai awal bulan Hijriyah tanpa melihat berapapun sudut ketinggian bulan saat matahari terbenam. Berdasarkan posisi hilal saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia maka syarat wujudul hilal sudah terpenuhi di seluruh wilayah Indonesia. Dengan demikian awal bulan akan jatuh pada :

Senin, 1 September 2008

Kriteria ini dipakai oleh kalangan Muhammadiyah.


4. Menurut Kriteria Kalender Hijriyah Global

Universal Hejri Calendar (UHC) merupakan Kalender Hijriyah Global usulan dari Komite Mawaqit dari Arab Union for Astronomy and Space Sciences (AUASS) berdasarkan hasil Konferensi Ke-2 Atronomi Islam di Amman Jordania pada tahun 2001. Kalender universal ini membagi wilayah dunia menjadi 2 region sehingga sering disebut Bizonal Hejri Calendar. Zona Timur meliputi 180° BT ~ 20° BB sedangkan Zona Barat meliputi 20° BB ~ Benua Amerika. Adapun kriteria yang digunakan tetap mengacu pada visibilitas hilal (Limit Danjon).

Baik zona Timur maupun Barat sama-sama berpeluang untuk berhasil rukyat pada hari pertama terjadinya Ijtimak walau harus menggunakan peralatan optik. Dengan demikian awal bulan di masing-masing zona akan jatuh pada :

Zona Timur :
Senin, 1 September 2008

Zona Barat :
Senin, 1 September 2008

5. Menurut Kriteria Saudi

Kurangnya pemahaman terhadap perkembangan dan modernisasi ilmu falak yang dimiliki oleh para perukyat sering menyebabkan terjadinya kesalahan identifikasi terhadap obyek yang disebut "hilal" baik berupa kasus "SALAH YANG DILIHAT" maupun "BOHONG YANG DILIHAT". Klaim terhadap kenampakan hilal oleh seeorang atau kelompok perukyat pada saat hilal masih berada di bawah "limit visibilitas" atau bahkan saat hilal sudah di bawah ufuk sering terjadi. Sudah bukan berita baru lagi bahwa Saudi kerap kali melakukan istbat terhadap laporan rukyat yang "kontroversi" karena kasus tersebut.

Kalender resmi Saudi yang dinamakan "Ummul Qura" yang telah berkali-kali mengganti kriterianya hanya diperuntukkan sebagai kalender untuk kepentingan non ibadah. Sementara untuk keperluan ibadah Saudi tetap menggunakan rukyat hilal bil fi'li dan bil syar'i sebagai dasar penetapannya. Sayangnya, penetapan ini sering hanya berdasarkan pada laporan rukyat dari seseorang saksi tanpa terlebih dahulu melakukan klarifikasi dan konfirmasi terhadap kebenaran laporan tersebut apalagi melakukan uji kompetensi terhadap saksi. Perhitungan astronomis (hisab) yang telah terbukti akurasinya tidak dimanfaatkan sebagai kontrol terhadap kebenaran laporan saksi. Apakah ini akan berlangsung selamanya?

Kalender Ummul Qura' :

Kalender ini digunakan Saudi bagi kepentingan publik non ibadah. Kriteria yang digunakan adalah "Telah terjadi ijtimak dan bulan terbenam setelah matahari terbenam di Makkah" maka sore itu dinyatakan sebagai awal bulan baru.

Pada hari pertama ijtimak/konjungsi di Saudi (30/8) kondisinya belum memenuhi syarat.

Dengan demikian istikmal dan awal bulan akan jatuh pada :
Senin, 1 September 2008

Kriteria Rukyatul Hilal Saudi :

Rukyatul hilal digunakan Saudi khusus untuk penentuan bulan awal Ramadhan, Syawal dan Zulhijjah. Kaidahnya sederhana "Jika ada laporan rukyat dari seorang atau lebih pengamat/saksi yang dianggap jujur dan bersedia disumpah maka sudah cukup sebagai dasar untuk menentukan awal bulan tanpa perlu perlu dilakukan uji sains terhadap kebenaran laporan tersebut".

Menurut Danjon, ada peluang rukyat di Saudi pada hari kedua ijtimak (31/6). Dengan demikian awal bulan akan jatuh pada :

Senin, 1 September 2008

Namun demikian pada 31/8 ketinggian hilal sangat ekstrim yaitu hanya 3,9° sehingga peluang rukyat di Saudi adalah sangat kecil atau bahkan tidak mungkin. Mengacu kepada kriteria rukyatul hilal (actual sighting) maka awal bulan seharusnya jatuh pada :

Selasa, 2 September 2008


D. KESIMPULAN

Berdasarkan perkiraan hasil hisab memakai alat teknologi di atas, kemungkinan awal Ramadhan akan sama antara penganut metode rukyah dan metode hisab. Mudah-mudahan tahun ini semua ummat Islam di Indonesia memiliki kesatuan dalam hal awal Ramadhan dan Idul Fitri.

Sumber: www.rukyatulhilal.org

Langganan Petir?


Hari Sabtu tanggal 20 Agustus 2008, tiba-tiba jaringan internet kami putus. Sinyal radio hilang dan server tidak bisa diakses. Hal ini terjadi sekitar pukul 8 pagi saat cuaca buruk, yakni hujan yang disertai petir.

Setelan di cek di lokasi, ternyata radio AP hangus disambar petir. Lalu di cek lagi ke server ternyata LAN Card yang konek ke AP juga kena petir. Untunglah server tidak ikut kena. Tapi setelah di cek lebih dalam lagi...Woo..woo..modem kami juga kena beserta LAN Card yang ke modem. Waduh..jadi berabe nih soalnya setting modem harus menghubungi NOC di Jakarta. Untung dish VSAT nggak kena.

Kenapa bisa disambar petir ya? Apa nggak pakai penangkal petir. Sebenarnya kami udah berupaya maksimal dengan memakai penangkal petir dan grounding yang baik. Tapi rupanya petir yang sampai disekitar tower sangat besar kilatnya. Buktinya pemancar Radio Gema Amandit FK Kandangan yang nota bene lebih tinggi dengan anti petir yang baik juga kena. Demikian pula beberapa digital parabola dan telepon disekitar lokasi tower juga banyak yang mati kena petir.

Hal ini sebenarnya udah diprediksi. Lho, gimana? Maksudnya tahun kemarin kan udah sekali kejadian radio AP kena petir. Jadi menurut "kepercayaan" bahwa petir itu akan menyambar di tempat yang sama di kemudian hari. Ya..ternyata benar. Jadi langganan dech, petirnya.

19 Agustus 2008

Bisnis Menjanjikan di Internet

Saya yakin anda telah memiliki pekerjaan tetap. Tapi penghasilan anda tidak mencukupi kebutuhan anda. Oleh karena itu anda perlu pekerjaan sampingan yang menjanjikan. Selain itu, pekerjaan sampingan anda harus dapat dilakukan di luar jam kerja anda sehari-hari. Kalau tidak anda akan dimarahi atasan karena melalaikan tugas.

Artinya pekerjaan sampingan anda hanya memerlukan sedikit waktu dan menghasilkan uang banyak. Tentunya anda berharap pekerjaan itu juga memerlukan modal awal yang sedikit. Melihat syarat dan hasil yang diharapkan ini tentu banyak orang berkomentar TIDAK MUNGKIN ADA PEKERJAAN SEPERTI ITU!.

Tapi sebenarnya pekerjaan itu ADA. Jangan hanya berpikir sempit tapi lihatlah dunia yang luas ini dan kemajuannya. Terutama kemajuan teknologi informasi dengan revolusi internetnya yang telah menjadi komunitas global dengan anggota jutaan bahkan milyaran orang yang terhubung dan online 24 jam sehari. Kenapa anda tidak berpikir bahwa ini adalah ceruk pasar yang besar dan menggiurkan.

Tapi jika anda ingin menghasilkan uang diinternet, tentu saja harus ada produk yang dijual. Produk itu harus dicari dan diperlukan oleh komunitas pengguna internet. Selain itu anda harus memiliki toko online untuk berjualan yakni memiliki website.

Bagi anda yang ingin mencoba bisnis di internet tapi belum memiliki produk untuk dijual dan belum memiliki website, maka anda pertama-tama harus mengunjungi formulabisnis.com . Di situs menarik ini anda akan mendapatkan informasi dan bimbingan bagaimana menghasilkan uang jutaan rupiah perbulan tanpa harus bekerja keras. Kenapa anda ragu menentukan masa depan anda dari sekarang. Mulailah dengan mencari informasi di  formulabisnis.com.

17 Agustus 2008

Memprakirakan Cuaca Lihat Awan

Pergi mengajar ke Bajayau memakan waktu 1,5 jam naik sepeda motor. Perjalanan naik motor akan terganggu jika hari hujan dan kita kurang persiapan. Misalnya kalau bawa laptop harus dibungkus plastik. Jas hujan di bawa. Kalau perlu pakai sepatu bot karena ada bagian jalan yang berlumpur.

Kalau tinggal di Banjarmasin, mudah saja memperkirakan hujan atau tidaknya bisa melihat perkiraan cuaca di koran atau TV atau di situs www.bmg.go.id. Tapi kalau di kota kabupaten atau daerah lainnya tidak tertera dalam prakiraan cuaca tersebut.

Saya menggunakan trik lain untuk memprakirakan cuaca. Caranya dengan melihat keadaan awan di Indonesia dan Asia Tenggara, khususnya yang ada di atas kabupaten Hulu Sungai Selatan. Tapi melihat awannya dimana?

Melihat keadaan dan pergerakan awan bisa klik di http://weather.is.kochi-u.ac.jp/SE/00Latest.jpg. Biasanya sering terjadi hujan bila ada awan tebal di atas HSS. Misalnya bulan Juni dan Juli 2008 walaupun musim kemarau ternyata sering hujan. Hal ini akibat adanya pusaran badai di laut Jepang dan dekat Filiphina. Tapi sekarang pusaran badai tersebut sudah hilang.

16 Agustus 2008

Kondisi Jalan Ke Daha Barat


Daha Barat adalah sebuah kecamatan termuda di kabupaten Hulu Sungai Selatan. Daha Barat terletak di daerah rawa yang berbatasan dengan kabupaten Tapin di selatan, Paminggir dan Danau Panggang di HSU. Sebuah sungai besar yakni sungai Nagara (Daha) membelah Daha Barat dari kota Nagara (Daha Selatan) melewati Tapin, Barito Kuala, hingga sampai ke Banjarmasin. Camat Daha Barat yang pertama adalah Bapak Nordiansyah, M.Si yang ditugaskan oleh Bapak Bupati HSS, M. Sapi'i untuk membangun daerah terpencil ini.

Kecamatan Daha Barat terdiri dari 7 buah desa, yakni Siang Gantung, Baru, Tanjung Selor, Badaun, Bajayau, Bajayau Tengah, Bajayau Lama. Ketujuh desa ini terletak di tepian sungai Nagara sehingga sarana transportasi menuju dunia luar biasanya lewat sungai.

Bertepatan dengan pembentukan kecamatan Daha Barat pada tanggal 3 Desember 2007 bertepatan dengan HUT kabupaten HSS telah diresmikan jalan darat dari yang membuka isolasi Daha Barat. Jalan Darat ini berstatus sebagai jalan kabupaten yang membentang dari Bajayau Lama, Bajayau Tengah, Bajayau, Badaun hingga ke kota Nagara. 

Jalan ini dibuat dari urukan tanah rawa yang dikeruk dan selanjutnya dilapisi dengan batu. Proses pengerasan ini selesai pada awal 2008 dan sekarang sudah bisa digunakan. Sebagian sisi kiri dan kanan jalan ini disiring dengan kayu galam. Hal ini untuk mencegah pengikisan akibat air rawa. Di sisi jalan ini terdapat sebuah sungai kecil yang biasa dilalui perahu kecil untuk menuju Nagara sebagai jalan pintas. Kalau dari Daha Barat ke Nagara lewat sungai Nagara perlu waktu 1,5 jam maka lewat sungai kecil ini cuma perlu waktu 45 menit.

Di jalan ini banyak terdapat jembatan. Hal ini karena banyaknya terusan atau sungai kecil dari desa-desa di pinggiran sungai untuk menuju daerah rawa guna mencari ikan dan bercocok tanam. Jembatan ini harus tinggi karena akan dilalui perahu di bawahnya. Hal ini cukup menyulitkan pengguna jalan terutama sepeda motor.

Saat ini kondisi jalan kabupaten ini cukup memprihatinkan. Keadaanya mirip jalan setapak. Kiri kanan jalan ditumbuhi semak dan perdu. Terkadang semak itu setinggi orang dewasa. Pengendara motor yang berpapasan akan kesulitan karena yang bisa dilalui cuma satu jalur setapak. Demikian pula kondisi jalan sebagian batunya sudah hilang sehingga kalau hari hujan penuh lumpur. Akibat jalan yang masih berbatu dan tidak rata serta banyak jembatan ini maka kalau naik sepeda motor maka badan akan cepat lelah dan merasa sakit.

Oleh karena itu, sangat diharapkan adanya perbaikan, pengerasan, pembersihan dan kalau perlu pengaspalan jalan ini. Tentunya semua ini harus menjadi perhatian Pemda HSS kalau memang ingin memajukan daerah terpencil seperti Daha Barat.

29 Juli 2008

Daerah Terpencil Takkan Maju?


Seorang pensiunan guru dan mantan penilik sekolah yang kenyang makan asam garam mengajar di daerah terpencil pernah berkata yang selalu menjadi bahan pikiran saya. "Sampai kapanpun, pendidikan di daerah terpencil tidak akan maju!". Saya terkejut mendengar perkataan beliau yang nampaknya seperti sebuah rasa pesimis atau bahkan mungkin sebuah ungkapan untuk memacu semangat kaum muda. Di balik perkataan beliau yang bernada pesimis ternyata tersirat berbagai bukti di lapangan yang pernah dialami oleh beliau sendiri.

Sekarang kita kita lihat hasil UN di daerah pinggiran dan terpencil, lihat lagi sarana dan prasarana yang ada. Kalau mau teliti lagi, lihat perbandingan jumlah guru antara sekolah di kota dan di daerah terpencil. Cari tahu juga, proyek rehab sekolah dan proyek lainnya kebanyakan diperoleh sekolah di kota atau di daerah pinggiran. Kalau anda telah mengetahuinya tentu anda akan setuju dengan pendapat awal saya bahwa pendidikan di daerah terpencil untuk saat ini masih kalah maju dibandingkan dengan pendidikan di kota.

1. Kekurangan Guru
Guru yang baru di angkat biasanya ditempatkan di daerah terpencil. Alasannya sederahana saja, karena di daerah terpencil banyak kekurangan guru. Harusnya dengan adanya drop guru baru yang masih fresh graduate dan berdedikasi tinggi ini pendidikan di daerah terpencil cepat maju.

Kenyataanya tidaklah demikian. Kebanyakan guru yang ditempatkan di daerah terpencil selalu terpikir untuk cepat-cepat pindah ke kota atau ke daerah kelahirannya. Di daerah paling ujung kecamatan Daha Barat terdapat sebuah SD. Dulunya di SD ini hanya ada 2 orang guru PNS dan beberapa guru honorer. Tapi 2 tahun belakangan ini banyak ditempatkan guru baru dan muda-muda. Tapi tidak sampai 5 tahun guru baru tersebut sudah pindah tugas atau masih dalam proses mengajukan berkas pindah.

Ada Ibu guru isteri Polisi pindah tugas dengan cepat karena mengikuti suami dan berbagai alasan "logis" lainnya. Akibatnya kembali terjadi kekurangan guru di SD tersebut seperti saat-saat sebelumnya.

Sebaliknya ada SD di kota yang jumlah gurunya 18 orang sedangkan kelasnya cuma 6 buah kelas. Apakah jumlah guru SD harus sedemikian banyaknya. Tentu tidak bukan. Jadi kenapa? Tentu saja karena banyak guru yang pindah ke SD tersebut. Atau ada guru "abadi" yang sejak mula diangkat di jaman bahaeula hingga sekarang tidak pindah-pindah karena keenakan.

Secara psikologis, alasan orang melakukan sesuatu hal ada dua. Pertama karena hal tersebut menguntungkan. Atau kedua untuk mengurangi kerugian. Jadi kalau dilihat dari aspek ini, tidak betahnya guru mengajar di daerah terpencil karena menganggap:
1. Mengajar di daerah terpencil merugikan.
2. Mengajar di daerah perkotaan menguntungkan.
Jadi wajar saja kebanyakan guru tidak betah mengajar di daerah terpencil dan selalu ingin pindah tanpa memikirkan bagaimana keadaan murid-muridnya setelah ditinggalkan.

Apakah hal ini melulu kesalahan guru? Tentu tidak. Sebagai sebuah sistem, pendidiakan juga dipengaruhi oleh banyak faktor. Diantaranya faktor kebijakan pemerintah dalam hal ini Pemerintah Daerah atau Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.

Menurut pendapat saya yang bodoh ini, untuk mengatasi kekurangan guru di daerah terpencil pemecahannya sederhana saja. Tidak perlu mengadakan mutasi / rolling besar-besaran guru kota ke daerah pinggiran. Rolling ini akan menimbulkan gejolak sosial yang besar karena guru di daerah perkotaan sudah "terlena" dengan kemudahan mengajar di kota, kok tiba-tiba harus bersusah payah pergi ke daerah pinggiran.

Caranya: Buat sebuah kebijakan yang membuat guru tertarik mengajar di daerah terpencil. Kebijakan ini bisa berupa penghargaan materi atau non materi.

Penghargaan materi bisa berupa insentif mengajar di daerah terpencil. Misal di kabupaten HSS, guru mengajar di daerah terpencil akan memperoleh tunjangan sebesar Rp.300 ribu perbulan. Walaupun menurut guru-guru di sana jumlah tersebut masih belum bisa menutupi ongkos transprot/ biaya bensin untuk pergi ke tempat tugas selama sebulan.

Jadi kalau mau serius memikirkan kemajuan pendidikan daerah terpencil, Sang Bupati Pilihan Rakyat harusnya memberikan insentif yang "sulit ditolak" guru. Misalnya tunjangan satu kali gaji pokok. Jangan beralasan keterbatasan anggaran. Untuk memberikan insentif guru terpencil tidaklah terlalu besar jumlahnya karena jumlah guru di daerah terpencil sedikit sekali. Buktinya, membeli mobil dinas yang mewah untuk pejabat kok bisa saja, kenapa untuk pendidikan belum bisa.

Tapi kalau daerah sangat miskin sehingga tidak bisa memberikan insentif tersebut, bisa juga insentifnya berupa penghargaan. Misalnya saja guru yang mengajar di daerah terpencil diberi angka kredit untuk kenaikan pangkat. Atau bisa juga guru di daerah terpencil otomatis lulus sertifikasi guru. Atau guru yang telah mengajar di daerah terpencil otomatis naik pangkat dalam waktu yang cepat. Kan tidak banyak memakan biaya.

Kalau insentif materi atau non materi ini dianggap "menguntungkan" tentu saja guru-guru "sulit menolak". Akibatnya tidak perlu diminta, mereka akan mengajukan diri mengajar di daerah terpencil. Tak perlu mutasi, tak perlu rolling dengan paksaan.

2. Kekurangan Sarana dan Prasarana.
Daerah terpencil atau pinggiran adalah daerah yang "tidak terlihat" dan "tidak perlu dilihat". Sehingga bagaimanapun parahnya kerusakan bangunan sekolah, maka hal ini tidak begitu terekspos ke luar sehingga tidak menjadi perhatian.

Jadi biasanya, proyek rehab cepat didapat oleh sekolah di kota. Sebaliknya sekolah pinggiran hampir rubuh baru di rehab. Kalau ada drop sarana, prasarana atau buku-buku selalu terlambat dinikmati daerah pinggiran. Malah terkadang sekolah pinggiran bisa memperoleh sarana-prasarana yang merupakan sisa dari sarana di kota.

Alasannya bisa bermacam-macam. Bisa karena alasan geografis berupa medan yang sulit dicapai transportasi. Atau alasan kependudukan: jumlah penduduk yang sedikit (tidak menguntungkan dalam hitung-hitungan politik pilkada). Atau dianggap daerah terpencil masyarakatnya tidak banyak menuntut atau tidak banyak mengeluh karena kepolosan dan kebodohan mereka. Atau karena politik "mercu suar" seperti jaman Soekarno. Pokoknya bangun dahulu kota agar gemerlap dan mentereng, urusan daerah pinggiran belakangan.

3. Lemahnya Pengawasan
Kondisi geografis yang membuat daerah menajadi terpencil. Bisa berupa pegunungan seperti daerah Loksado di HSS. Bisa berupa daerah rawa seperti di Bajayau. Oleh karena itu diperlukan waktu dan tenaga untuk mencapai daerah tersebut dari kota.

Pengawas sekolah dan pengawas guru mata pelajaran biasanya jarang datang ke daerah terpencil. Selama saya mengajar 5 tahun di daerah terpencil, kedatangan pengawas sekolah bisa dihitung dengan jari sebelah tangan saja. Begitu pula kehadiran kepala sekolah tidak setiap hari.

Akibatnya kinerja guru dan keadaan murid kurang diperhatikan. Kondisi sarana dan prasarana kurang cepat diketahui kerusakannya. Guru yang rajin jarang dapat tetap bertahan kerajinannya jika tidak memperoleh apresiasi dan penghargaan yang layak. Demikian pula guru yang malas akan bertambah kemalasannya karena tidak ada yang mengawasi. Akhirnya terjadi "musim koler" (musim malas) atau kemalasan berjamaah.

Demikian pula pengawasan dari masyarakat sangat kurang. Biasanya komite sekolah yang dibentuk didaerah terpencil memiliki kepengurusan seadanya bahkan tidak jarang ada yang fiktif. Mungkin karena jarang ada tokoh masyarakan yang peduli pendidikan. Buktinya bila diundang rapat orang tua siswa yang hadir sangat sedikit. Akibatnya fungsi pengawasan komite sekolah tidak bisa berjalan.

Jadi jika keadaan ini tidak berubah, maka kemajuan pendidikan di daerah terpencil akan selalu jalan di tempat. Tidak berlebihan jika ada ungkapan "Pendidikan di daerah terpencil takkan pernah maju".

SIM FKIP Unlam

Pada bulan Januari 2005 kami mendapat pekerjaan mengerjakan Sistem Informasi Akademik untuk FKIP Unlam (SIMFKIP) berbasis web. Tujuan dari proyek ini adalah untuk membuat sebuah sistem komputerisasi database akademik yang bisa diakses lewat jaringan kampus di FKIP Unlam, seperti data dosen, mahasiswa baru, perkuliahan, nilai, KRS, KHS sampai Ijazah. Pokoknya sistem yang lengkap untuk FKIP dan waktu pengerjaan 1 tahun dan maintanance 1 tahun berikutnya.

Setelah kerja keras selama 1 tahun maka website tersebut berhasil dibuat (lihat screen shoot di atas). Kami memakai core sisfokampus versi 2005 yang di kostumise agar sesuai dengan FKIP Unlam. Website ini sementara dihosting di server jaringan lokal FKIP Banjarmasin dan dilengkapi fasilitas portal berita dibagian front end dan administrasi SIMFKIP yang bisa dimasuki setelah login.

Selama hampir 1 tahun tersebut saya bolak-balik kdg-bjm. Terkadang saya 1 minggu sekali ke BJM atau terkadang 2 minggu sekali. Setelah berjuang (terkadang bermalam di ruang SIM FKIP beberapa hari) maka kami berhasil mensetup data universitas, fakultas, jurusan, prodi, dosen, mata kuliah, tahun akademik, jadwal akademik, KRS, KHS, dan data mahasiswa angkatan 2005/2006 sebanyak 890 orang mahasiswa.

Sebenarnya pekerjaan proyek ini sudah selesai, dari data PMB, kuliah, KRS, nilai mahasiswa, cetak KHS, cetak Transkrip sudah bisa dijalankan. Tinggal cetak Ijazah yang layoutnya perlu disempurnakan supaya sesuai dengan format ijazah keluaran FKIP Unlam. Hal ini sengaja belum saya selesaikan sampai pembayaran honor kami terima 100%. Hasil kerja kami sudah ditampilkan dan kami demokan hasilnya pakai proyektor secara live dihadapan Ka BAAK FKIP Unlam waktu itu. Semua berjalan lancar dari entri data, sampai cetak laporan. Tinggal data mahasiswa pada semester depan saja yang perlu dientri lagi agar proyek ini terus berlanjut. Pada saat itu kami sudah terima sebagian honor sebesar 36%.

Pada awal masa pengerjaan kami sudah menyusun draft kontrak yang isinya menjelaskan pekerjaan kami apa, tanggung jawab kami sampai dimana, hak dan honor kami berapa dan bagaimana dibayarkan, pihak FKIP apa saja hak dan kewajibannya, serta sampai kapan sistem menjadi tanggung jawab kami. Tapi sampai sekarang draft kontrak itu tidak pernah terrealisasikan menjadi kontrak. Entah hilang di mana draft tersebut kami tidak tahu. Jadilah pekerjaan dan tanggung jawab kami menjadi tidak ada batasannya. Pembayaran honor kami tidak menentu. Jadi kalau ada masalah selalu kami yang disalahkan.

Maksud kontrak tersebut, secara garis besar adalah:

  • Masa Development selama 1 tahun /2005 (tanggung jawab kami)
  • Masa Maintanance selama 1 tahun /2006 (tanggung jawab kami)
  • Setelah habis masa 2 tahun di atas menjadi tanggung jawab FKIP
  • Entri data awal angkatan tanggung jawab kami
  • Memberikan Pelatihan kepada petugas yang ditunjuk FKIP
  • Honor dibayar 30% setelah masa development selesai
  • Sisa honor 70% dibayar setelah maintanance selesai

Isi kontrak membuat adanya kepastian hak dan kewajiban kedua belah pihak. Tapi sampai saat ini kontrak tersebut tidak diwujudkan. Walaupun sebagian honor sudah kami terima 36% diakhir masa development tapi rincian tugas dan tanggung jawab kami tidak jelas. Setelah selesainya masa maintanance (2006) sisa honor belum juga kami terima. Padahal pekerjaan sudah 99% selesai (disaksikan Kepala BAAK) tinggal setting ijazah yang sengaja belum saya kerjakan sebagai jaga-jaga kalau-kalau honor belum diterima.

Setelah beberapa bulan selesainya masa maintanance kelanjutan proyek dan proses pembayaran tidak ada kejelasan. Pengelolaan SIMFKIP tidak ada petugas khusus yang menangani. Akibatnya database dan script SIMFKIP menjadi error dan tidak bisa login. Padahal sebelumnya ok saja tapi kok seperti ada kerusakan atau perubahan pada script dan database yang sebenarnya tidak harus terjadi.

Pihak FKIP tahunya SIMFKIP tidak jalan alias rusak bahkan dikatakan belum selesai karena mereka tidak tahu teknis pemrograman web. Padahal script sudah jadi, database sudah ok, sudah diujicobakan bahkan data awal sudah kami entri untuk angkatan 2005/2006.

Selanjutnya beredar isu di FKIP bahwa proyek belum selesai. Saya dituduh lari dari tanggung jawab tidak menyelesaikan pekerjaan padahal sudah menerima sebagian honor. Akhirnya mereka meminta saya untuk memperbaiki, tapi waktu saya tanyakan masalah kejelasan tugas dan tanggung jawab kami sampai dimana dan bagaimana sisa honor kami, ternyata masih tidak ada kejelasan. Waduh..saya jadi korban, jadi kambing hitam. Gara-gara tidak kontrak yang tidak jelas dan proyek yang tidak transparan sehingga tidak ada batasan yang jelas apa, siapa dan bagaimana serta sampai dimana tanggung jawab kami. Tapi biarlah sisa honor kami raib entah kemana, yang penting pekerjaan sudah selesai (tinggal 1%). Untunglah saya masih menyimpan backup script yang saya kerjakan sehingga walaupun script di server FKIP hancur.

Kalau tidak percaya bahwa SIMFKIP sudah selesai 100% silakan lihat script yang saya hosting di http://simfkip.net63.net. Di website gratisan ini saya upload Sistem Informasi Akademik FKIP Unlam Banjarmasin yang telah kami kerjakan dan selesai 99%. Tapi karena sebagai demo saja maka data-data saya kurangi untuk keamanan privasi.


Berita selengkapnya di sini

Parade Tokoh / Fisikawan Menuju ToE

Parade Tokoh dan Teori Menuju Theory of Everything (ToE) ⚗️ Era Awal – Fondasi Konsep Atom dan Hukum Alam (1600–1800) 1. John Dalton (176...