12 Desember 2008

Standarisasi Wireless yang Membingungkan.

Pernah mengalami laptop anda tidak dapat terkoneksi ke hotspot. Mungkin juga perangkat wireless yang anda beli tidak dapat terhubung ke acces point-nya ISP langganan anda. Atau dua laptop anda yang beda merek tidak dapat terkoneksi menggunakan wifi padahal jaraknya kurang dari satu meter. Jangan heran, sebabnya adalah banyaknya standar atau tipe perangkat wireless yang kadang satu dan lainnya tidak saling kompetibel.

Coba simak berbagai stiker yang tertempel di laptop atau perangkat wireless anda. Biasanya terdapat kode-kode 802.11a, 802.11b, 802.11g, 802.11n. Kode ini merupakan jenis-jenis standarisasi wireless.

Mungkin laptop anda mempunyai koneksi wireless jenis 802.11a dan hotspot di tempat anda jenisnya 802.11b sehingga beda standar dan tidak kompetibel. Jangan heran bila laptop anda tidak dapat terkoneksi dengan baik. Jadi beda standar sering tidak bisa terkoneksi dengan baik.

Dari pada terus bingung, sekarang kita pelajari apa arti 802? Anda pernah mendengar organisasi IEEE. Yap, IEE adalah sebuah organisasi yang mendedikasikan diri untuk kemajuan teknologi dengan membuat standar-standar teknologi. Konon anggota IEEE lebih dari 370.000 orang yang tersebar di 160 negara. Nah, setiap standarisasi dikerjakan oleh sebuah tim. Tim ini dinamai dengan susunan angka. Contoh, tim 802 merupakan tim yang bekerja untuk membuat standarisasi seputar jaringan komputer. Arti dari 802 sendiri adalah, 80 menyatakan tahun dan 2 menyatakan bulan lahirnya tim ini. Mengingat bahwa ruang lingkup jaringan komputer sangat luas, maka tim 802 dipecah-pecah lagi menjadi tim yang lebih kecil, yakni:

802.1 : menangani standarisasi high layer LAN protocols
802.3 : menangani standarisasi Ethernet
802.11 : menangani standarisasi wireless LAN
802.15 : menangani standarisasi wireless personal area network (WPAN)
802.16 : menangani standarisasi broadband wireless access
dan lain-lain.

Lalu apakah arti standar 802.11a, b, g, dan n? Ternyata ini merupakan sub tim lagi dari tim 802.11 yang bekerja menstandarisasi peralatan wireless dengan spesifikasi yang berbeda. Alhasil, ternyata tim 802.11b merupakan tim pertama yang menyelesaikan tugasnya pada tahun 1999. Mereka melahirkan standarisasi wireless yang segera digunakan produsen-produsen yang telah menunggu lama untuk merilis produknya. Perangkat wireless standar 802.11b beroperasi pada frekuensi 2,4 GHz.

Tapi perangkat wireless yang menggunakan standar 802.11b hanya mampu bekerja dengan kecepatan 11Mbps. Sedangkan kebutuhan kecepatan terus meningkat sehingga tim lain terus bekerja. Akhirnya tim 802.11a menyelesaikan tugasnya tahun 1999 tidak begitu lama setelah 802.11b keluar. Standarisasi perangkat 802.11a dapat bekerja dengan kecepatan 54Mbps tapi menggunakan frekuensi yang lebih tinggi, yakni 5 GHZ.

Apakah hal ini di sambut gembira olah pengguna dan produsen. Ternyata tidak. Pasar terlanjur dipenuhi perangkat nirkabel dengan standar 802.11b yang lebih lambat. Kenyataanya, perangkat terbaru 802.11a tidak kompetibel dengan standar lama 802.11b. Akibatnya perangkat 802.11a dan 802.11b tidak bisa terkoneksi. Tentunya hal ini sebuah kerugian besar dari segi dana dan investasi. Tentu saja produsen tidak rela jika perangkat yang telah dikeluarkannya dengan standar 802.11b tidak terpakai lagi.

Mengatasi kendala di atas, tim 802.11g bekerja untuk menciptakan standar yang dapat terkoneksi dengan 802.11a dan 802.11b. Pada tahun 2003 tim 802.11g telah selesai menyusun standarisasi perangkat wireless yang komptibel dengan perangkat 802.11a dan 802.11b.

Selanjutnya standarisasi 802.11n terus dikerjakan sebagai penyempurnaan dari 802.11a, b dan g. Kecepatan yang diharapkan dari penyempurnaan ini adalah agar koneksi wireless sama cepatnya dengan koneksi kabel, yakni 248Mbps!. Tapi sampai saat ini pekerjaan tersebut belum selesai. Telah terjadi beberapa kali penundaan jadwal. Semula ditargetkan spesifikasi lanjutan ini selesai akhir tahun 2008, tapi ternyata diundurkan menjadi akhir 2009.

Tampaknya beberapa produsen perangkat wireless sudah tidak sabar untuk segera merilis produknya dengan embel-embel 802.11n padahal standarisasinya belum selesai. Lihatlah, Linksys mengeluarkan produk dengan embel-embel "speed booster". Surecom dengan "SuperG". Ada lagi embel-embel speed turbo, High Speed, yang kesemuanya menawarkan kecepatan diatas 54Mbps.

Kita tunggu saja!

10 Desember 2008

Toturial 1:Mengenal Delphi

Tak kenal maka tak sayang. Begitulah peribahasa mengatakan. Demikian pula di dunia programming. Belum tahu tekniknya tentu anda berpikir bahwa membuat software itu sulit. Padalah programming merupakan pekerjaan menyenangkan. Baiklah saya akan menunjukkan pada anda.

1. Kenali Window
Jangan samakan window dengan Windows. Windows merupakan merk dagang Microsoft Corp untuk sistem operasi mereka. Sedangkan window merupakan "jendela" atau tampilan dasar software yang tampak di layar monitor.

Saat pertama kali menjalankan Delphi, maka akan tampil sebuah window kosong yang siap kita program. Delphi menyebut window ini sebagai "form". Jika nanti banyak membuat form, maka Delphi secara otomatis akan menamakan form-form tersebut sebagai form1, form2, form3, dst.

Gambar 1: Form kosong pada Delphi

Lihatlah gambar 1 yang menampilkan sebuah form "polos" karena belum kita tambahi komponen dan belum kita program. Form ini memiliki banyak property yang bisa kita ubah-ubah nilainya. Property ibarat unsur-unsur pada mobil. Misal pada mobil ada property ban, lampu, warna, pernelling, jenis mobil, dan sebagainya.

Misalkan kita ingin membuat mobil impian. Mobil saja masih umum. Kita harus memberikan nilai property seperti jenis mobil: sedan, warna : merah, ban: radial sport, persnelling: otomatis, lampu: sporty. Jadi object mobil yang masih bersifat umum lalu kita beri property sehingga menjadi khusus untuk mobil kita.

Demikian pula form memiliki berbagai property yang dapat kita ubah, seperti name, color, caption, width, height, dan lain-lain.

Untuk mengubah property form, kita dapat menggunakan Object Inspector. Pertama klik object yang ingin di ubah, dalam hal ini form1. Setelah form1 kita klik di sembarang tempat maka nilai pada object inspector akan mewakili property-property dari form1 tersebut.

Gambar 2: Object Inspector

Misalkan kita ingin mengubah judul pada bagian kiri atas form1 maka kita klik property Caption. Silakan ketik judul untuk window yang akan kita buat misalnya: "Sistem Informasi Sekolah Versi 1". Setelah itu langsung saja judul pada form1 akan berubah.

Gambar 3: Form yang sudah diubah captionnya

Property yang sering diubah dalam sebuah form adalah:
caption = judul
color = warna
icon = icon window
name = nama yang mewakili form tersebut
font = jenis, ukuran dan warna huruf
width, height = ukuran window
..dsb

2. Komponen Window

Apakah kita akan membuat sebuah form kosong saja? Tentu tidak bukan. Kita ingin menempatkan berbagai komponen di form tersebut agar pemakai program dapat berinteraksi. Bahasa kerennya adalah "Graphical User Interface" atau GUI. Mungkin bagi yang pernah belajar pemrograman Pascal under DOS tentunya software yang dihasilkan hanya berbasis teks saja. Tapi itu udah kuno, sekarang jamannya GUI.

Misalkan kita ingin minta konfirmasi dari pemakai program apakah setuju (OK) atau membatalkan (Cancel) sebuah action. Jadi kita harus membuat dua tombol (Delphi menyebutnya Button), yakni Tombol OK dan Tombol Cancel. Caranya mudah, tinggal klik tombol yang diinginkan di ToolBar di bawah ini.

Gambar 4: Component Toolbar

Selanjutnya click n drag di tempat yang kita inginkan. Misalnya seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 5: Penempatan button pada form

(bersambung)

09 Desember 2008

Mari Membuat Software Sendiri?

Membuat software komputer sendiri? Tentunya bayangan anda adalah pekerjaan seorang programmer yang ahli, pintar, berkacamata. Dia mengurung diri di laboratorium komputer, ditemani buku-buku panduan pemrograman yang tebal dan berdebu. Lalu kita membayangkan ribuan baris kode program yang ruwet, ribet dan sulit dipahami.

Stop! Anda salah. Sekarang sudah banyak tool atau alat pemrograman yang sangat memudahkan proses pembuatan software. Tool ini biasanya dalam bentuk IDE (Integrated Development Environment). Melalui IDE kita dapat menulis kode program, merancang interface, mengkompilasi, dan membuat file executable dari software yang kita buat.

Gambar: Project Aplikasi Sensus Ekonomi HSS 2008 Dibuat menggunakan Delphi 7

Software IDE yang sangat populer dan sering saya gunakan dalam membuat software adalah Borland Delphi. Semua proses desain interface software sangat mudah dibuat di Delphi. Kita tinggal klik dan tempatkan komponen seperti tombol, textbox, label dan lainnya di tempat yang kita inginkan. Ingin belajar Delphi dari dasar, silakan download di sini.

Urutan membuat software atau programming menggunakan IDE Delphi adalah:
  1. Merancang interface
  2. Menulis kode program
  3. Mengkompilasi kode program untuk mencek kesalahan
  4. Me - build kode program menjadi file executable (.exe) yang siap pakai.
Syarat utama belajar Delphi adalah memahami bahasa Pascal. Pascal merupakan salah satu bahasa pemrograman komputer tingkat tinggi. Dengan pascal sebagai bahasa, kita dapat berkomunikasi dengan komputer dan menyuruhnya melakukan berbagai instruksi yang kita buat. Untuk belajar bahasa Pascal silakan downlod di sini.

Mari kita belajar membuat program aplikasi komputer sendiri. Jika sudah mahir tentunya anda dapat membuat software yang bisa di jual atau ikut jadi programmer freelance. Menurut para pakar IT, treen perusahaan-perusahaan besar ke depannya adalah meng-outsourcing-kan berbagai project mereka.

Lihat saja, India. Negerinya Shah Rukh Khan ini telah mendulang devisa yang sangat besar dari proyek outsourcing. Konon kabarnya, raksasa software dunia, Microsoft Corp menyerahkan bagian-bagian project software yang sulit untuk dikerjakan oleh para programmer India.

Stop jadi konsumen, mari kita jadi produsen.
NB: Programming adalah pekerjaan murah meriah, cukup bermodalkan seperangkat komputer, trus sambil tiduran makan kacang goreng plus dengar MP3 kita bisa menghasilkan uang.

Personal Branding Lewat Blog

Dunia teknologi informasi dan komunikasi telah membawa kemajuan hebat dalam kehidupan manusia saat ini. Pilar utama dunia IT, yakni nternet dengan WWW telah membuat dunia ini semakin datar. Pendapat ini dikemukakan oleh Thomas L. Friedman dalam buku best seller-nya The World is Flat.

Saat ini jumlah pengguna Internet dunia telah mencapai 1,3 miliar orang. Indonesia menurut InternetWorldStats.Com telah menempati urutan no 14 dunia mengalahkan spanyol dan beberapa negara maju lainnya dalam hal jumlah pengguna Internet. Isu bahwa jumlah pengguna Internet di Indonesia adalah kecil dan tidak signifikan diduga merupakan konspirasi tingkat tinggi untuk menjauhkan bangsa ini dari kekuatan dan magic bernama Internet.

Fasilitas utama yang sangat diandalkan di internet adalah mesin pencari. Hal ini telah mengalahkan Yellow Pages, Papan Pengumuman, Surat Kabar, Majalah, dan nomor telpon 108. Pencarian di internet memungkinkan kita melakukan pencarian tentang hampir semua hal. Lihat saja google, dengannya kita dapat melakukan pekerjaan, nara sumber, pembicara, dosen, travel agent , toko, gedung perkantoran, alamat dan no telepon seseorang, dsb.

Hal ini menarik dan dapat digunakan untuk membuat personal branding lewat blogging. Jalan telah dilakukan oleh Boeing dan Sun Microsystem, yang mencoba menggunakan model corporate branding melalui blogging. Mereka meminta Randy Baseler dan Jonathan untuk memimpin blogging culture di perusahaan mereka.

Blogging merupakan dunia unik karena memiliki sifat khas sharing informasi yang bisa diakses secara mendunia. Lewat blog kita dapat mengasah kemampuan untuk menjelaskan produk dan keunggulan yang kita miliki kepada orang lain dengan baik. Blogging adalah exercise yang baik dalam membentuk keunggulan tulis, dan juga titik awal menemukan keunggulan defacto bagi yang serius menjalaninya.

Fenomena diatas semakin meyakinkan kita bahwa blogging dan mengembangkan kreatifitas maya adalah media dan jalan menuju perubahan. Blogging adalah alat untuk sharing, branding, business dan marketing yang murah, efektif dan efisien.

Lewat blog kita dapat menyebarkan seluruh CV dan portfolio pribadi. Dan lewat tulisan di blog kita dapat memainkan persepsi orang lain supaya yakin bahwa kita mampu dan pantas mengerjakan suatu pekerjaan.

Personal branding yang sukses lewat blog membuat kita tidak perlu melamar pekerjaan dan memburu tender secara agresif. Biarlah pekerjaan dan tender yang mencari kita. Kita cukup melakukan personal branding lewat blog dan membuat tulisan kreatif dan informatif di blog.

Menurut Romi Satrio Wahono, beberapa kiat yang dapat dilakukan selama ini dalam aktifitas ngeblog alias blogging untuk membangun personal branding adalah sebagai berikut:

  1. Sediakan Profile, Portfolio dan CV Lengkap. Informasi lengkap harus kita berikan lewat blog kita sehingga orang semakin mudah menemukan kita. Yang penting kita sajikan adalah profile lengkap, penghargaan yang kita terima, portfolio dan pengalaman kerja kita, sertifikasi yang kita miliki, daftar publikasi paper, dan cara mengkontak kita (alamat, telepon, email, ym, dsb). Yakinlah bahwa asal positioning yang kita bentuk positif, dan semua tulisan kita sajikan dengan ikhlash untuk kebaikan masyarakat, Insya Allah tidak akan ada yang menyalahgunakan data kita untuk melakukan kejahatan.
  2. Fokuskan Tema Tulisan ke Core Competency yang Kita Miliki. Putuskan dan pilih bidang garapan alias core competency yang kita inginkan dalam karir. Fokuskan tema tulisan hanya di sekitar core competency kita tersebut. Kalau yang kita bidik ada banyak, buat dalam beberapa kategori yang mempermudah pembaca memahami positioning kita. Positioning kita biasanya kita tulis dan subtitle pada blog. Contoh kita menggunakan kalimat: Learning, Researching, Entrepreneuring, Teaching, Motivating and Inspiring People. Sedangkan fokus core competency yang akan kita kejar adalah bidang: Software Engineering, eLearning, Entrepreneurship, Kemahasiswaan, Research Methodology, Open Movement dan Knowledge Management. Meskipun kelihatan banyak, tapi sebenarnya kesemuanya itu masih dalam satu ikatan bahasan yang saling berhubungan. Usahakan kita memiliki success story pada tiap core competency yang kita kejar. Success story bisa berupa produk, services, experience atau hasil penelitian. Sucess story membuat materi dan berbagai hal yang kita sajikan lebih bermakna dan berkarakter, serta tidak garing apalagi hampa.
  3. Tulis Sesuai dengan Target Pembaca dan Gunakan Bahasa “Manusia”. Ketika target pembaca adalah mahasiswa, maka kita harus menyajikan tulisan dengan bahasa mereka. Bahasa pergaulan, syair lagu anak muda dan ungkapan mereka, kadang harus kita gunakan, supaya kita bisa membuat kohesi alias rekatan dengan mereka. Menggunakan bahasa paper yang jaim, jayus dan jablai akan membuat bidikan kita lari, ketika baru satu paragraf membaca tulisan kita. Jadi, mari kita gunakan bahasa “manusia” yang baik dan benar Tapi jangan terjebak ke pergeseran karakter atau positioning, usahakan tulisan kita tetap sesuai dengan karakter dan positioning kita. Ketika karakter dan positioning kita ke arah ilmiah, kita akan menyajikan tema misalnya tentang cinta dengan tetap dalam koridor ilmiah, valid dan logis, meskipun tetap terlihat sentuhan hatinya.
  4. Bidik Keyword yang Kita Kejar di Mesin Pencari. Mesin pencari adalah kultur baru pencarian, ini konsep penting yang harus kita pegang. Misal kita membidik beberapa keyword alias kata kunci yang sesuai dengan core competency saya. Bagaimana caranya? Dengan banyak menulis tentang suatu keyword, sebenarnya kita sudah menciptakan “banjir” keyword di mesin pencari. Kita juga mengizinkan orang lain untuk membahas atau meletakkan tulisan saya pada situs atau blog mereka, asal tetap memberikan link ke URL kita. Itu sebenarnya membantu meningkatkan backlink ke blog kita. Berusaha membidik keyword: software engineering, elearning, entrepreneurship, supaya bermunculan di setiap pencarian yang dilakukan oleh orang lain. Ketika artikel kita betebaran di berbagai situs, maka sebenarnya kita sudah membuat pusing dunia nyata dengan dunia maya Ketika banyak orang menggunakan Search Engine Optimization (SEO) untuk mencari uang di Internet, kita memanfaatkan SEO dalam meningkatkan karir dan membuat lompatan dalam pekerjaan.
  5. Prioritaskan Tulisan ke Tema Bidang Kita yang Sedang Booming. Ketika tema UU ITE dan Pornografi menjadi booming, maka kita dapat mulai fokuskan tulisan ke tema bahasan UU ITE dan Pornografi di Internet. Dengan harapan bahwa imbas melesatnya pencarian di tema tersebut akan mengarah ke blog kita. Terbukti bahwa kemudian banyak TV, radio, dan surat kabar menjadikan saya nara sumber. Kenapa kok bisa begitu? Ya karena kultur pencarian produser dan wartawan juga ke Internet, jadi mereka mencari nara sumber dari Internet, dan ketika itu mereka akhirnya menemukan tulisan-tulisan kita. Perlu dicatat bahwa marketing dan branding adalah aktifitas mengembangkan persepsi pihak lain. Maka tulisan-tulisan kita adalah argumentasi nyata, yang membuat saya dipersepsikan mengerti dengan baik tentang bidang yang saya bahas tersebut.
  6. Bangun Komunitas dan Network Lewat Berbagai Layanan Social Network. Biarlah orang menertawakan ketika kita bermain di Friendster dan Facebook. Padahal keduanya adalah tren layanan yang digemari anak muda, pelajar dan mahasiswa kita. Ingat bahwa sebagian besar pengakses Internet di Indonesia adalah pelajar dan mahasiswa. Pemilik account Friendster dari Indonesia kabarnya menduduki peringkat tiga sedunia. Kita ingin membuat para pembaca yang dibidik bisa menemukan kita dengan baik disengaja atau tidak, dari mesin pencari ataupun pada setiap layanan web yang mereka akses. Kita tidak mau kehilangan mereka, karena tulisan-tulisan di blog kita sebagian saya targetkan untuk mereka.
  7. Gunakan Strategi Paternalistik Positif dan Heroic Leadership. Masyarakat kita adalah masyarakat paternalistik. Itulah yang membuat perang Pangeran Diponegoro selesai tahun 1830, kenapa? padahal masih ada ribuan pasukan yang siap bertempur melawan Belanda. Alasannya hanya satu, karena Pangeran Diponegoro tertangkap. Sifat masyarakat yang paternalistik sebenarnya tidak masalah kita gunakan, asal kita gunakan untuk hal yang positif. Saya ingin mempengaruhi pembaca saya dengan berbagai model influence tactic gaya paternalistik maupun heroic leadership. Salam perdjoeangan dengan ejaan kata ala DJ dan OE selalu saya dengungkan, supaya semua memahami bahwa saya sedang mengajak semua pembaca saya untuk tidak malas, lesu atau kehilangan motivasi. Mereka akan turut berdjoeang kalau saya juga berdjoeang, dan semua akan ikhlash mengurangi tidur kalau saya juga mengurangi tidur saya. Itulah paternalistik positif dan itulah heroic leadership.
  8. Perbanyak Tulisan dengan Keyword Target Karir. Kembangkan tulisan ke berbagai keyword pekerjaan dan karir yang kita bidik. Misal kita membidik keyword misalnya, juri software, juri multimedia pembelajaran, dosen software engineering, pakar software engineering, konsultan software engineering, pakar elearning, konsultan elearning, dsb. Semakin banyak kita membuat tulisan tentang tema-tema itu, semakin banyak peluang blog kita akan didatangi oleh pengunjung berdasar hasil pencarian pada mesin pencari yang mereka lakukan. Mungkin kita akhirnya diminta menjadi dosen di berbagai tempat, menjadi juri di banyak sekali kompetisi dan lomba yang diadakan berbagai institusi di Indonesia, dan mendapatkan kesempatan mengerjakan dan memimpin berbagai project di bidang yang kita geluti. Sekali lagi ingat konsep penting, para legenda tidak pernah mengejar harta, jabatan, tahta apalagi wanita (halah) Jadilah legenda yang banyak berkarya yang bermanfaat untuk masyarakat, dan tunggulah semua itu datang kepadamu.
  9. Perbanyak Tema Tentang Produk Kita. Ketika sudah memiliki produk ataupun layanan yang siap dijual, misalnya kita punya produk elearning content dan system yang siap kita tawarkan, saya perbanyak tulisan dengan tema tentang layanan tersebut. Ini bukan berarti bahwa kita harus menulis tentang produk itu sendiri, tapi bisa saja kita tulis bagaimana kita membuat produk tersebut, metodologi apa yang digunakan, bagaimana success story pada saat implementasi, strategi implementasi, dsb.
  10. Buat Kerjasama dengan Majalah atau Koran. Ketika tulisan kita sudah semakin matang, saya yakin akan banyak majalah dan koran cetak yang mengajak kerjasama untuk mempublish tulisan kita lewat majalah atau koran mereka. Sehingga tugas kita hanya menulis di blog, dan mereka datang untuk mengambil tulisan yang sesuai dengan target pembaca dari majalah dan koran tersebut. Kiat ke-10 ini saya pikir langkah awal yang penting untuk menghantarkan kita menjadi professional blogger, dimana kita bisa hidup dari tulisan-tulisan dan karya-karya kita.
Selamat mencoba mencipatakan personal branding anda lewat blog. Biarlah orang menggunakan SEO blog untuk mencari duit, tapi kita gunakan popularitas blog kita untuk meningkatkan personal branding kita. Tunggulah hasilnya, hingga pekerjaan, tender, job jadi narasumber, hingga permintaan outsourcing datang sendiri kepada kita.

05 Desember 2008

Pembentukan Komunitas Blogger Pahuluan

Hujan lebat yang mengguyur kota Kandangan tidak menghalangi pertemuan Hari Kamis tanggal 4 Desember 2008 bertempat warnet Adana Kandangan. Luar biasa, walaupuh cuaca tidak mendukung tapi rekan-rekan hadir dengan semangat 45. Lihat saja, Saipul Rahman dan Pak Syarbaini jauh-jauh datang dari Barabai. Selanjutnya ada Anton, Wahyu, Ilyas, Varin, Nasrullah ditambah saya sendiri.

(Pak Syarbaini dan Syamsuddin Ideris)

Komunitas Blogger Pahuluan (KBP) dibentuk dengan tujuan utama memasyarakatkan blog di Banua Enam. Perkumpulan blog kami terbuka bagi semua blogger baik yang berdomisili di "Pahuluan" ataupun blogger yang asalnya (atau keturunan) dari Pahuluan walaupun sekarang tinggal di luar daerah. Selain itu kami menerima kawan-kawan "calon" blogger yang belum memiliki blog tapi ingin dan berminat membuat blog. Silakan daftar di sini dan kalau ingin belajar lebih jauh membuat blog silakan berkunjung ke Warnet Adana, di sana ada kawan kita Wahyu yang dengan senang hati mengajari. he..he..he..

(Varin, Ilyas, Nasrullah, Syarbaini)


Pada kopdar kedua ini telah terbentuk kepengurusan KBP, AD/ART, program kerja, Logo, dan lain-lain. Informasi selengkapnya bisa dilihat di sini.

(Anton, Ilyas, Nasrullah)

(Saipul Rahman dan Wahyu)

Berita dan informasi selengkapnya tentang KBP akan segera menyusul.

02 Desember 2008

Oemar Bakrie di Garis Depan

Bertepatan dengan Hari Jadi kabupaten HSS yang ke-58, kondisi medan jalan ke Daha Barat makin seru. Jalan satu-satunya yang menghubungkan kecamatan Daha Barat (Bajayau) ke dunia luar rusak parah. Badan jalan yang terdiri dari urukan tanah yang dilapisi sedikit batu kerikil yang diguyur hujan kondisinya mirip adonan. Berlumpur, penuh kubangan sedangkan kiri-kanan adalah rawa.

Lihatlah perjuangan berat pengendara motor di bawah ini untuk sampai ke tempat tugas di Daha Barat. Pasti anda berpikir dia adalah PPL atau Petugas Penyuluh Lapangan. Pakai sepatu bots, celana karet, jaket, motor "laki" yang biasa dipakai dipegunungan atau jalan berlumpur. Ups, tunggu dulu, anda salah, dia bukan PPL tapi seorang "Oemar Bakrie" yang akan berangkat ke SMPN 2 Daha Selatan. Terpaksa pergi ke sekolah pakai sepatu bots karena keadaan medan yang berat.

Jalan yang menghubungkan Daha Selatan (Kota Nagara) dengan Daha Barat (Bajayau) ini melintasi daerah rawa sejauh 10 km. Di kanan-kiri adalah rawa dan hutan kayu Galam. Lihatlah, apa ada rumah penduduk. Yang ada hanya satu buah jukung nelayan pergi mencari ikan dan gelegar mesin excavator di kejauhan yang sedang menggarap plaswa kelapa sawit. Perjalanan yang "hanya" 10 km ini terpaksa ditempuh dalam waktu hampir satu jam. Kadang sepeda motor terpeleset, terputar-putar, amblas, mogok, hingga jatuh di tepi sungai karena jalan yang licin dan berlubang. Padahal jarak 10 km kalau jalannya normal dan mulus paling lama 15 menit sudah sampai.

Kondisi jalan yang sunyi menyebabkan keamanan menjadi faktor yang harus dipertimbangkan. Memang dulu pernah terjadi, orang pulang jualan naik motor di rampok ditengah jalan. Belum lagi jika ban kempes atau motor mogok, duh susahnya. Oleh karena itu, para guru dan pegawai pemerintah lainnya yang naik motor ke Daha Barat jarang pergi sendirian. Biasanya berboncengan 2 orang atau berkonvoi 2 atau 3 motor.

Bertepatan dengan momen hari jadi kabupaten HSS tercinta ini, kami segenap pengguna jalan ke Bajayau mengharapkan perhatian dari pemerintah. Mohon segera diperbaiki, baik itu pengerasan atau pengaspalan. Sebagai kecamatan termuda, Daha Barat mengharapkan perhatian lebih dalam bentuk pembangunan infrastruktur agar Bajayau tidak lagi menjadi daerah terpencil dan terisolasi.

Catatan:
Pulang pergi dari Kandangan ke Bajayau:
  • Jarak ditempuh pulang pergi 100 km (terbaca di odometer sepeda motor saya)
  • Bensin kurang lebih 2 liter (bisa lebih kalau kondisi jalan basah berlumpur)
  • Waktu kurang lebih 3 jam (belum termasuk singgah untuk makan dan istirahat)

01 Desember 2008

Pemkab HSS Wireless Network

Pada suatu hari di bulan Nopember 2008 kami ditawari untuk membangun jaringan wireless yang menghubungkan berbagai dinas dan instansi di kabupaten Hulu Sungai Selatan. Selanjutnya bekerja sama dengan seorang rekan yang memiliki CV kami diminta membuat spesifikasi alat dan penawaran harga. Alhamdulillah, mungkin ini rejeki yang patut disyukuri jadi kami buatkan spesifikasi alat walaupun belum masuk di tender resmi.

Tak disangka tak diduga, ternyata kenyataan berkata lain. Rupanya spesifikasi teknis yang kami buat dimanfaatkan oleh pihak inner cyrcle untuk membuat penawaran (lewat CV lain). Akhirnya terbukti, proyek dimenangkangkan (diambil) pihak lain dengan memanfaatkan spek yang kami buat.

Harap maklum, membuat spesifikasi teknis jaringan wireless di tempat kami merupakan hal yang langka sehingga jarang ada yang bisa. Menurut pengalaman beberapa tahun ini, Pemkab HSS kalau mau membuat jaringan biasanya menghubungi dan memakai tenaga teknis dari pulau Jawa. Bayangkan, untuk tiket dan akomodasi saja udah habis berapa? Belum lagi harga yang mereka tawarkan kadang "gila-gilaan" maklum pejabat kita di daerah kadang tidak tahu pasaran harga. Bagaimana mau negosiasi kalau bentuk barang, spek, dan fungsinya saja tidak tahu dengan pasti. Jadi apa yang ada dan dirasa pantas atau mampu trus di acc deh.

Tapi, kami sabar dan nyantai aja lah. Rejeki kan udah digariskan dan tidak kemana-mana. Ternyata benar! Tidak begitu lama datang orang dari CV yang menang tender wireless tadi. Ujung-ujungnya sang pemilik CV meminta kami yang membeli alat dan memasang jaringan wireless Pemkab tadi. He..he..he..memang mereka nggak bisa. Tahunya cuma pengadaan perangkat saja. Kalau sisi teknologi dan aplikasi mereka tidak berani dan menyerahkan ke pihak lain. Ya..akhirnya kami terima saja walaupun dapat job dari pihak kedua atau udah lewat pihak perantara.

Sekarang lagi nunggu pesanan alat datang. Perencaaan sudah matang karena kami udah lebih satu tahun bergelut di bidang jaringan wireless. Tinggal memasang dan setting. Rencana Pemkab HSS adalah membuat koneksi jaringan wiereless ke seluruh instansi dan kantor di HSS. Memang hal ini perlu didukung. Ya, sudahlah, kami siap membantu dengan segala kemampuan demi kemajuan HSS. Walaupun harus memperoleh job lewat tangan kedua.

Parade Tokoh / Fisikawan Menuju ToE

Parade Tokoh dan Teori Menuju Theory of Everything (ToE) ⚗️ Era Awal – Fondasi Konsep Atom dan Hukum Alam (1600–1800) 1. John Dalton (176...