24 Oktober 2025

Parade Tokoh / Fisikawan Menuju ToE



Parade Tokoh dan Teori Menuju Theory of Everything (ToE)


⚗️ Era Awal – Fondasi Konsep Atom dan Hukum Alam (1600–1800)

1. John Dalton (1766–1844)

  • Kontribusi: Teori atom modern pertama; setiap unsur terdiri dari atom identik yang tak terbagi.

  • Relevansi ToE: Menjadi pijakan awal bahwa realitas fisik tersusun dari unit dasar — ide yang kelak berkembang menjadi partikel elementer.

2. Isaac Newton (1643–1727)

  • Kontribusi: Hukum gerak dan gravitasi universal.

  • Relevansi ToE: Newton memperkenalkan gagasan hukum alam yang bersifat universal dan matematis, langkah pertama menuju “aturan tunggal alam semesta”.

3. Leonhard Euler (1707–1783) dan Joseph-Louis Lagrange (1736–1813)

  • Kontribusi: Persamaan gerak dalam bentuk energi (Lagrangian), prinsip aksi minimum.

  • Relevansi ToE: Semua teori fisika modern, dari kuantum hingga string, didasarkan pada prinsip aksi yang mereka rumuskan.

4. William Rowan Hamilton (1805–1865)

  • Kontribusi: Formulasi Hamiltonian Mechanics; menurunkan seluruh dinamika dari energi total sistem.

  • Relevansi ToE: Hamiltonian menjadi jantung dari semua teori fisika — termasuk mekanika kuantum dan teori medan.


⚙️ Era Klasik – Ruang, Waktu, dan Energi (1800–1900)

5. James Clerk Maxwell (1831–1879)

  • Kontribusi: Menyatukan listrik dan magnet menjadi elektromagnetisme.

  • Relevansi ToE: Model penyatuan pertama; membuka jalan bagi ide bahwa semua gaya mungkin dapat disatukan.

6. Ludwig Boltzmann (1844–1906)

  • Kontribusi: Dasar termodinamika statistik dan entropi.

  • Relevansi ToE: Konsep entropi menjadi kunci dalam pemahaman waktu dan informasi dalam fisika modern.

7. Hermann Minkowski (1864–1909)

  • Kontribusi: Konsep ruang-waktu 4 dimensi (spacetime).

  • Relevansi ToE: Geometri Minkowski menjadi basis seluruh teori relativitas dan teori string (yang memperluasnya menjadi 10–11 dimensi).


🧭 Era Revolusi – Relativitas dan Kuantum (1900–1930)

8. Max Planck (1858–1947)

  • Kontribusi: Kuantisasi energi (E = hf).

  • Relevansi ToE: Titik lahir fisika kuantum — pilar kedua dalam ToE.

9. Albert Einstein (1879–1955)

  • Kontribusi: Relativitas Khusus dan Relativitas Umum; ruang dan waktu melengkung oleh massa.

  • Relevansi ToE: Pilar pertama ToE — menjelaskan struktur makroskopik alam semesta.

10. Niels Bohr (1885–1962)

  • Kontribusi: Model atom kuantum dan prinsip korespondensi.

  • Relevansi ToE: Menghubungkan dunia klasik dan kuantum.

11. Erwin Schrödinger (1887–1961)

  • Kontribusi: Persamaan gelombang kuantum.

  • Relevansi ToE: Menjadi bentuk universal evolusi sistem kuantum.

12. Werner Heisenberg (1901–1976)

  • Kontribusi: Prinsip ketidakpastian dan mekanika matriks.

  • Relevansi ToE: Menunjukkan bahwa realitas bersifat probabilistik di level fundamental.

13. Paul Dirac (1902–1984)

  • Kontribusi: Persamaan Dirac; penyatuan mekanika kuantum dengan relativitas khusus.

  • Relevansi ToE: Langkah pertama menuju “kuantisasi relativistik”, cikal bakal teori medan dan supersimetri.


⚛️ Era Medan Kuantum – Penyatuan Gaya dan Partikel (1930–1960)

14. Hideki Yukawa (1907–1981)

  • Kontribusi: Teori medan meson — gaya nuklir sebagai pertukaran partikel.

  • Relevansi ToE: Ide interaksi melalui partikel perantara menjadi inti dari Quantum Field Theory (QFT).

15. Richard Feynman (1918–1988)

  • Kontribusi: Diagram Feynman dan integral lintasan (path integral).

  • Relevansi ToE: Memberi kerangka matematis universal untuk semua interaksi kuantum.

16. Julian Schwinger dan Sin-Itiro Tomonaga

  • Kontribusi: Teori Elektrodinamika Kuantum (QED).

  • Relevansi ToE: Model sukses pertama dari penyatuan gaya elektromagnetik dan kuantum.


🌌 Era Penyatuan dan Dimensi Tambahan (1920–1970)

17. Theodor Kaluza (1885–1954) & Oskar Klein (1894–1977)

  • Kontribusi: Teori Kaluza–Klein — menambahkan dimensi kelima untuk menyatukan gravitasi dan elektromagnetisme.

  • Relevansi ToE: Benih pertama dari teori dimensi tambahan dan string theory.

18. Murray Gell-Mann (1929–2019)

  • Kontribusi: Teori quark dan simetri SU(3).

  • Relevansi ToE: Menjelaskan struktur partikel; bagian penting dari Model Standar.

19. Peter Higgs (1929–)

  • Kontribusi: Mekanisme Higgs; menjelaskan asal massa partikel.

  • Relevansi ToE: Menunjukkan bahwa gaya dan massa bisa muncul dari simetri yang “rusak”.


🧬 Era Model Standar dan Gravitasi Kuantum (1970–2000)

20. Abdus Salam, Sheldon Glashow, Steven Weinberg

  • Kontribusi: Penyatuan gaya lemah dan elektromagnetik menjadi gaya elektrolemah.

  • Relevansi ToE: Bukti nyata bahwa penyatuan gaya adalah mungkin.

21. John Archibald Wheeler (1911–2008)

  • Kontribusi: Konsep “It from Bit” — informasi sebagai dasar realitas.

  • Relevansi ToE: Menggeser paradigma dari energi ke informasi; cikal bakal fisis informatika kuantum.

22. Stephen Hawking (1942–2018)

  • Kontribusi: Radiasi Hawking, kosmologi kuantum, dan termodinamika lubang hitam.

  • Relevansi ToE: Menyatukan relativitas, kuantum, dan entropi — kombinasi paling dekat menuju ToE sejati.

23. Roger Penrose (1931–)

  • Kontribusi: Struktur geometri ruang-waktu, singularitas, dan ide “Conformal Cyclic Cosmology”.

  • Relevansi ToE: Menghubungkan kelengkungan ruang-waktu dengan teori informasi dan kesadaran.


🧠 Era Modern – Informasi, Holografi, dan Realitas Emergen (2000–sekarang)

24. Juan Maldacena (lahir 1968)

  • Kontribusi: Prinsip Holografik dan dualitas AdS/CFT.

  • Relevansi ToE: Menyatukan gravitasi dan mekanika kuantum melalui dualitas ruang dan informasi.

25. Carlo Rovelli & Lee Smolin

  • Kontribusi: Teori Loop Quantum Gravity.

  • Relevansi ToE: Kuantisasi ruang-waktu tanpa dimensi tambahan.

26. Edward Witten

  • Kontribusi: Pengembang utama M-Theory (penyatuan semua teori string).

  • Relevansi ToE: Kandidat paling komprehensif untuk ToE, menyatukan semua gaya dalam 11 dimensi.


🌠 Kesimpulan Evolutif

Periode Fokus Ilmiah Tokoh Kunci Sumbangan terhadap ToE
Klasik Awal (1600–1800) Gerak & Atom Dalton, Newton, Lagrange, Hamilton Dasar hukum universal dan aksi minimum
Elektromagnetik & Termodinamika (1800–1900) Gelombang & Energi Maxwell, Boltzmann, Minkowski Menyatukan gaya dan mendefinisikan ruang-waktu
Revolusi Kuantum & Relativistik (1900–1930) Mikro & Makro Planck, Einstein, Bohr, Schrödinger, Heisenberg, Dirac Pilar kuantum dan gravitasi
Medan & Interaksi (1930–1970) Penyatuan gaya Yukawa, Feynman, Schwinger, Kaluza, Klein QFT dan ide dimensi tambahan
Model Standar & Kuantisasi Gravitasi (1970–2000) Simetri & Kosmologi Weinberg, Salam, Hawking, Wheeler, Penrose Integrasi gaya, entropi, dan informasi
Modern (2000–sekarang) Informasi & Ruang emergen Witten, Rovelli, Maldacena Penyatuan final berbasis informasi & geometri

🔭 Benang Merah Menuju Theory of Everything

  1. Dalton & Newton → Atom dan hukum universal.

  2. Lagrange & Hamilton → Prinsip aksi dan energi total.

  3. Maxwell & Minkowski → Gelombang dan ruang-waktu.

  4. Einstein & Dirac → Dua pilar: gravitasi dan kuantum.

  5. Yukawa & Feynman → Medan dan partikel perantara.

  6. Kaluza–Klein → Dimensi tambahan.

  7. Hawking & Wheeler → Informasi dan entropi.

  8. Witten & Maldacena → Kesatuan final berbasis holografi dan geometri informasi.


✨ Kesimpulan Besar

Theory of Everything bukan hanya tentang menyatukan empat gaya alam, tetapi menyatukan cara berpikir manusia tentang realitas — dari atom hingga informasi, dari energi hingga kesadaran.
Perjalanan menuju ToE adalah peta sejarah pemikiran umat manusia: dari Dalton yang melihat dunia sebagai bola kecil tak terbagi, hingga Witten yang melihatnya sebagai jaringan informasi multidimensi yang saling terhubung secara holografik.


Roadmap Belajar Theory of Everything

Roadmap Belajar Fisika Menuju Pemahaman Theory of Everything (ToE)

Banyak orang mengenal nama-nama besar seperti Einstein, Hawking, dan Feynman, tetapi tidak semua memahami apa yang sebenarnya mereka cari.
Sejak awal abad ke-20, fisikawan berusaha menemukan Theory of Everything (ToE) — teori tunggal yang mampu menjelaskan seluruh fenomena alam semesta, dari gerak planet hingga getaran partikel terkecil.

Untuk memahami arah besar ini, seseorang tidak bisa langsung melompat ke teori string atau gravitasi kuantum. Ada tangga pengetahuan bertingkat yang harus didaki. Inilah roadmap komprehensif bagi siapa pun yang ingin menempuh perjalanan intelektual menuju pemahaman ToE.

1️⃣ Tahap Dasar: Matematika, Logika, dan Filsafat Alam

Semua teori fisika berdiri di atas fondasi matematika.
Sebelum masuk ke fisika modern, seorang pembelajar perlu menguasai:

  • Kalkulus: memahami perubahan dan gerak (inti dari hukum Newton dan Einstein).

  • Aljabar Linear & Teori Grup: bahasa yang digunakan untuk menjelaskan simetri partikel.

  • Geometri Diferensial: alat utama dalam Relativitas Umum.

  • Statistika & Probabilitas: dasar dari mekanika kuantum.

Filsafat alam juga penting. Ia membantu kita memahami makna “hukum alam”, “ruang-waktu”, dan “realitas”.
Tanpa dasar ini, teori apa pun akan terasa seperti kumpulan simbol tanpa jiwa.

📍 Kaitannya dengan ToE:
Matematika adalah “struktur” ToE, sedangkan filsafat adalah “arahnya”. ToE hanya bisa lahir dari pemikiran yang logis dan konsisten secara ontologis.

2️⃣ Tahap Mekanika Klasik dan Relativitas

Langkah kedua adalah memahami bagaimana fisika menjelaskan dunia makro.

  • Mekanika Newton menjelaskan gerak dan gaya benda sehari-hari.

  • Mekanika Lagrange dan Hamilton memperkenalkan prinsip aksi — kerangka yang kelak digunakan di semua teori fisika lanjut.

  • Relativitas Khusus mengubah cara kita melihat waktu dan ruang: keduanya tidak absolut, tapi saling terkait.

  • Relativitas Umum menjelaskan gravitasi sebagai kelengkungan ruang-waktu.

📍 Kaitannya dengan ToE:
Relativitas Umum adalah pilar pertama ToE. Ia mengatur alam semesta pada skala besar — bintang, galaksi, dan lubang hitam. Namun teori ini gagal menjelaskan dunia mikroskopik, di situlah tahap berikutnya muncul.

3️⃣ Tahap Mekanika Kuantum

Di dunia partikel, hukum Newton tidak lagi berlaku.
Mekanika Kuantum menjelaskan perilaku atom, elektron, dan energi dalam bentuk gelombang probabilistik.

  • Prinsip ketidakpastian Heisenberg: kita tidak bisa mengetahui posisi dan kecepatan partikel secara bersamaan.

  • Persamaan Schrödinger: menjelaskan bagaimana fungsi gelombang berevolusi.

  • Entanglement: dua partikel bisa saling terhubung meski berjauhan.

📍 Kaitannya dengan ToE:
Mekanika Kuantum adalah pilar kedua ToE. Ia mengatur struktur dasar realitas. Tantangan utama ToE adalah bagaimana menggabungkannya dengan Relativitas Umum tanpa kontradiksi.

4️⃣ Tahap Teori Medan Kuantum (Quantum Field Theory)

Jika mekanika kuantum berbicara tentang partikel, Teori Medan Kuantum (QFT) berbicara tentang “medan” yang memenuhi seluruh ruang.
Partikel hanyalah getaran dari medan tersebut.

  • Medan elektromagnetik → foton

  • Medan lemah dan kuat → boson W, Z, dan gluon

  • Simetri gauge → sumber interaksi alam

📍 Kaitannya dengan ToE:
QFT adalah jembatan antara dunia partikel dan teori gaya. Semua gaya kecuali gravitasi berhasil dijelaskan dengan sangat baik oleh QFT melalui Model Standar Fisika Partikel.

5️⃣ Tahap Model Standar dan Keterbatasannya

Model Standar menyatukan tiga gaya fundamental:

  1. Elektromagnetik

  2. Gaya lemah

  3. Gaya kuat

Namun, model ini tidak memasukkan gravitasi dan tidak menjelaskan:

  • Asal massa partikel tertentu

  • Materi gelap dan energi gelap

  • Awal mula alam semesta

📍 Kaitannya dengan ToE:
Model Standar adalah “teori kerja” terbaik manusia saat ini. ToE harus melampaui batas-batasnya dan memasukkan gravitasi ke dalam satu kerangka.

6️⃣ Tahap Gravitasi Kuantum dan Teori String

Untuk menyatukan gravitasi dan kuantum, para ilmuwan mengembangkan dua arah utama:

  • Loop Quantum Gravity (LQG): ruang-waktu itu sendiri bersifat kuantum, tersusun dari “loop” diskrit.

  • Teori String dan M-Theory: partikel bukan titik, melainkan “senar bergetar” dalam ruang 10–11 dimensi.

📍 Kaitannya dengan ToE:
Di sinilah puncak pencarian ToE dimulai. Kedua pendekatan ini berusaha menjelaskan semua gaya dalam satu formula universal. Namun, belum ada bukti eksperimen yang membedakan keduanya.

7️⃣ Tahap Fisika Informasi dan Holografi

Dalam fisika modern, muncul gagasan baru: informasi adalah dasar realitas.
Konsep seperti “It from Bit” (John Wheeler) dan Holographic Principle menunjukkan bahwa seluruh alam semesta mungkin hanyalah proyeksi informasi dua dimensi.

  • Entanglement → membentuk struktur ruang-waktu

  • Informasi lubang hitam → menantang konsep hilangnya data

  • Entropi kuantum → menghubungkan termodinamika dan gravitasi

📍 Kaitannya dengan ToE:
Jika benar bahwa ruang-waktu muncul dari informasi, maka ToE bukan hanya teori tentang partikel dan gaya, tetapi tentang bagaimana informasi membentuk keberadaan itu sendiri.

8️⃣ Tahap Filsafat dan Kosmologi Fundamental

Di tahap ini, fisika mulai bersinggungan dengan pertanyaan paling dalam:

  • Mengapa alam semesta ada?

  • Apakah waktu sungguh nyata?

  • Adakah multiverse?

Pemahaman ToE menuntut juga kesadaran akan makna keberadaan, kausalitas, dan batas pengetahuan manusia.
Filsafat tidak lagi menjadi musuh sains, melainkan mitra yang menguji asumsi dasar teori.

📍 Kaitannya dengan ToE:
Tanpa refleksi filosofis, ToE hanyalah rumus tanpa arah. Dengan filsafat, ToE menjadi narasi tentang asal dan struktur realitas.

9️⃣ Tahap Implementasi: Simulasi, Matematika, dan AI

Untuk meneliti ToE secara modern, para ilmuwan kini menggunakan:

  • Pemodelan numerik untuk menyimulasikan struktur kuantum ruang-waktu.

  • Kecerdasan buatan (AI) untuk menemukan pola dan simetri tersembunyi.

  • Data kosmologi dari teleskop ruang angkasa untuk menguji prediksi teoretis.

📍 Kaitannya dengan ToE:
AI dan komputasi kini menjadi alat utama dalam eksplorasi “hukum tunggal” alam semesta. Sebuah ToE yang berhasil mungkin justru ditemukan dengan bantuan algoritma cerdas.

🌠 Penutup

Theory of Everything bukan hanya soal menyatukan gravitasi dan kuantum.
Ia adalah usaha manusia untuk memahami hakikat keberadaan dengan satu bahasa universal.

Perjalanan menuju ToE adalah perjalanan menuju pengetahuan terdalam:
bagaimana ruang, waktu, energi, dan informasi bersatu dalam simfoni kosmik yang sempurna.

Teori of Everything (ToE)

Mencari Theory of Everything: Upaya Menyatukan Alam Semesta

 

Pendahuluan

Sejak era Isaac Newton hingga Albert Einstein, manusia tidak pernah berhenti berusaha memahami aturan tertinggi yang mengatur alam semesta. Kita telah mengenal hukum gravitasi yang menjelaskan gerak benda langit dan mekanika kuantum yang menyingkap perilaku partikel subatom. Namun, kedua teori besar tersebut, yakni Relativitas Umum dan Mekanika Kuantum, hingga kini belum pernah benar-benar menyatu dalam satu kerangka yang utuh.

Dari sinilah muncul gagasan tentang Theory of Everything, atau Teori Segalanya, yaitu sebuah teori tunggal yang diharapkan mampu menjelaskan seluruh fenomena fisika, dari lubang hitam hingga atom hidrogen.

 

Dua Dunia yang Tak Menyatu

Einstein menggambarkan alam semesta dalam bahasa ruang dan waktu yang melengkung oleh massa serta energi, sebagaimana dijelaskan dalam Relativitas Umum. Sebaliknya, dunia mikroskopik partikel diatur oleh hukum-hukum Mekanika Kuantum yang penuh ketidakpastian dan probabilitas. Ketika hukum-hukum tersebut diterapkan secara bersamaan, misalnya pada kondisi ekstrem seperti di dalam lubang hitam atau pada saat awal mula alam semesta, hasilnya sering kali tidak konsisten.

Relativitas berbicara tentang kelengkungan dan kesinambungan ruang-waktu, sementara mekanika kuantum berbicara tentang diskritnya energi dan fluktuasi probabilistik. Alam seakan berbicara dengan dua bahasa yang belum sepenuhnya dapat diterjemahkan satu sama lain.

Upaya Menyatukan Dua Dunia

Berbagai pendekatan telah dikembangkan untuk menyatukan dua teori besar ini. Di antara yang paling terkenal adalah Teori String, Gravitasi Kuantum Lupos, serta M-Theory.

Teori String

Teori ini mengusulkan bahwa partikel-partikel elementer bukanlah titik tanpa dimensi, melainkan "senar" yang bergetar pada skala yang sangat kecil. Getaran yang berbeda menghasilkan jenis partikel yang berbeda, seperti nada-nada musik yang muncul dari dawai biola. Teori ini juga menuntut adanya dimensi tambahan, hingga sepuluh atau sebelas dimensi, agar konsisten secara matematis.

Gravitasi Kuantum Lupos

Pendekatan lain, yang disebut Gravitasi Kuantum Lupos, berupaya mengkuantisasi ruang dan waktu itu sendiri. Dalam pandangan ini, ruang-waktu tidak bersifat mulus dan kontinu, melainkan tersusun dari jaring-jaring kuantum yang sangat kecil. Teori ini mencoba memberikan gambaran kuantum tentang kelengkungan ruang-waktu yang dijelaskan oleh Einstein.

M-Theory dan Supersimetri

M-Theory merupakan pengembangan lebih lanjut dari Teori String yang mencoba menyatukan berbagai versi teori string ke dalam satu kerangka besar. Dalam kerangka ini, alam semesta dipandang memiliki struktur berupa membran berdimensi tinggi, atau disebut branes, yang mungkin menjelaskan keberadaan banyak alam semesta paralel atau fenomena awal mula Big Bang.

Harapan Baru di Era Informasi

Beberapa fisikawan modern mulai memandang bahwa kunci penyatuan mungkin tidak terletak pada partikel atau ruang-waktu, tetapi pada informasi itu sendiri. Dalam perspektif ini, informasi dianggap sebagai fondasi dasar realitas. Fisika hanyalah cara bagaimana informasi itu berubah dan berinteraksi.

Konsep seperti holographic principle yang menyatakan bahwa seluruh isi alam semesta dapat dianggap sebagai proyeksi dua dimensi dari informasi, serta konsep quantum entanglement yang menunjukkan keterhubungan mendalam antarpartikel, mengisyaratkan bahwa realitas mungkin merupakan jaringan informasi yang sangat kompleks.

Mengapa Theory of Everything Penting

Menemukan Teori Segalanya bukan hanya soal pencapaian ilmiah, tetapi juga tentang upaya memahami asal-usul keberadaan. Jika teori ini berhasil ditemukan, manusia dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan paling mendasar seperti apa yang terjadi sebelum Big Bang, mengapa hukum-hukum alam memiliki bentuk seperti sekarang, dan apakah kita hidup di satu alam semesta atau banyak.

Dampak praktis dari penemuan semacam itu dapat melampaui imajinasi: teknologi energi, sistem komunikasi, bahkan perjalanan antarbintang mungkin lahir dari pemahaman baru tentang struktur terdalam realitas.

Antara Sains dan Filsafat

Pencarian Theory of Everything tidak hanya menyentuh wilayah fisika, tetapi juga wilayah filsafat dan bahkan teologi. Pertanyaan mengenai apakah alam semesta memiliki rancangan tunggal atau muncul secara kebetulan tetap menjadi bahan renungan. Sebagian ilmuwan, seperti Einstein, menganggap bahwa menemukan teori ini berarti memahami pikiran Tuhan. Namun sebagian lain melihatnya sebagai usaha untuk memahami keteraturan alam semesta tanpa harus mengaitkannya dengan aspek metafisik.

Kesimpulan

Theory of Everything adalah cita-cita besar manusia untuk menemukan kesatuan hukum alam semesta. Meskipun perjalanan menuju teori ini masih panjang, setiap langkah yang diambil—dari Newton hingga fisikawan kontemporer—membawa kita lebih dekat untuk menjawab pertanyaan tertua: mengapa ada sesuatu daripada tidak ada sama sekali.

Mungkin, pada akhirnya, Theory of Everything tidak hanya berbicara tentang fisika, tetapi juga tentang kesadaran manusia yang berusaha memahami dirinya sebagai bagian dari kosmos.

Referensi Bacaan Populer

  1. Stephen Hawking, A Brief History of Time.
  2. Brian Greene, The Elegant Universe.
  3. Michio Kaku, Hyperspace dan Parallel Worlds.
  4. Carlo Rovelli, Reality Is Not What It Seems.
  5. Leonard Susskind, The Holographic Universe.

15 Agustus 2025

Refleksi 75 tahun Kalsel

BANJARMASIN, 19 Juli 2025 – Hai guys! Balik lagi sama from zero with AI yang siap bongkar fakta-fakta terbaru! Kalian tahu nggak sih, Provinsi Kalimantan Selatan sebentar lagi mau ulang tahun ke-75? Nah, di usia yang makin matang ini, Kalsel punya ambisi GEDE BANGET: jadi "Gerbang Ibu Kota Negara" atau "Gerbang Logistik Kalimantan". Gila, posisinya emang strategis banget di tengah Indonesia, bebas gempa dan dilewati jalur pelayaran internasional! Masa depan cerah menanti! 

Modalnya juga nggak main-main! Populasi Kalsel itu produktif semua, mencapai 4,122 juta jiwa di tahun 2021, dan diproyeksi nembus 4,273 juta jiwa di tahun 2024! Bayangin, 53,69% atau sekitar 2,18 juta orang itu usia produktif! Ini namanya bonus demografi yang puncaknya bakal kita rasain sekitar tahun 2030 nanti. Keren kan? 

Capaian pembangunan? Wah, jangan ditanya! Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita udah masuk kategori "tinggi" sejak 2021 dengan nilai 71,28, bahkan terus naik jadi 72,50 di tahun 2023, dan kita sukses duduk di posisi ke-13 dari 38 provinsi! Ekonomi juga ngegas banget setelah pandemi, pertumbuhan PDRB kita nyentuh 5,11% di tahun 2022! 

Infrastruktur dasar? Top! Rasio elektrifikasi udah 99,61% di 2024! Jalan nasional di Kalsel juga 94,63% udah mantap di 2023! Akses air minum? Naik terus sampai 82,89% di 2023, dan sanitasi 88,28% di 2022! 

Angka kemiskinan juga terus turun, dari 4,49% di 2022 jadi 4,11% di 2024! Lingkungan hidup kita juga membaik, IKLH naik dari 58,74 di 2016 jadi 73,50 di 2023 dan dapat predikat "Baik"! Minat baca? Tinggi, nilai kita 64,95 di 2022 di atas target nasional! Kejahatan? Turun dong, dari 7.336 kasus di 2017 jadi 5.870 kasus di 2021! 

Pokoknya, banyak banget deh kemajuannya! TAPI, EH TAPI... ADA TAPINYA NIH! Di balik semua pencapaian itu, ada beberapa "PR" besar yang kadang tersembunyi! 

Pertama, soal kesenjangan wilayah. Katanya menurun, tapi coba lihat Indeks Williamson kita malah NAIK signifikan dari 0,409 di 2021 jadi 0,509 di 2022! Ini bukti kalau pembangunan kita belum merata, sektor pertambangan doang yang ngegas pol, yang lain ketinggalan! Terus, perhatiin deh Kota Banjarmasin. Mau jadi kota metropolitan, tapi daya dukung permukiman kita cuma 0,7, alias udah overload dan nggak seimbang! 

Belum lagi, ada delapan kabupaten yang akses air bersihnya masih di bawah 90% di 2023! Yang lebih serem lagi, kota-kota vital kayak Tapin dan Banjarmasin itu KRITIS daya dukung airnya! Tapin defisit -452.872.271 m3/tahun dan Banjarmasin defisit -16.497.858 m3/tahun! Padahal, provinsi secara keseluruhan katanya surplus air 35.204.135.302 m3/tahun! 

Kok bisa beda jauh gini, hayooo?! Masalah digitalisasi? Kita masih ketinggalan jauh di kapasitas SDM dan pengelolaan arsipnya. Target digitalisasi pemerintah jadi terancam kalau ini nggak diatasi! Paling bahaya lagi, ketahanan pangan! Produksi padi kita ANJLOK drastis dari 1.150.307 ton di 2020 jadi cuma 833.931 ton di 2022! Produksi daging juga turun 22.424,34 ton di 2023! 

Selain itu, kita masih punya lahan kritis seluas 458.478 Ha di 2022 yang perlu segera direhabilitasi. Gimana mau jadi gerbang logistik kalau pangan aja masih PR? 

Jadi, gimana dong solusinya biar "Kalsel Maju (Berkelanjutan, Berbudaya, Religi dan Sejahtera) Menuju Gerbang Logistik Kalimantan" itu bukan cuma mimpi? HARUS GERCEP! 

Pertama, data pembangunan harus sinkron dan bikin perencanaan yang benar-benar inklusif. Jangan cuma fokus di pusat kota, tapi bangun "kutub-kutub pertumbuhan baru" di daerah terpencil dengan investasi di pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur! 

Kedua, benahi tata kelola air secara mikro-geografis, bikin bendungan dan resapan di daerah-daerah yang udah defisit! Kajian daya dukung lingkungan harus ketat banget! 

Ketiga, investasi besar-besaran di peningkatan kapasitas SDM digital, dari literasi dasar sampai pengelolaan kearsipan, biar digitalisasi kita nggak cuma di atas kertas! 

Terakhir, perkuat ketahanan pangan dan lingkungan dengan ningkatin produksi pangan lokal, rehabilitasi lahan kritis, dan mitigasi bencana yang proaktif! Kalsel itu provinsi yang luar biasa dengan potensi melimpah! Tapi kalau "PR" ini nggak diberesin sekarang, kita bisa terjebak dalam pertumbuhan yang timpang dan tidak berkelanjutan! Yuk, kita kawal bersama!

03 Juli 2025

Jam Belajar Era Baru: Dari Waktu Kerja Guru ke Ritme Otak Siswa

 

Jam pelajaran di sekolah kita saat ini masih menggunakan acuan lama: 35 menit untuk SD, 40 menit untuk SMP, dan 45 menit untuk SMA. Angka-angka ini sudah sangat mapan dalam sistem pendidikan kita. Tapi pertanyaannya: apakah durasi ini ditentukan berdasarkan cara kerja otak anak, atau sekadar hasil kompromi administratif untuk mengatur beban kerja guru?

Selama puluhan tahun, jam pelajaran didefinisikan oleh kebutuhan sistem, bukan kebutuhan belajar siswa. Ia lebih mencerminkan logika industrial—di mana waktu dikelola demi efisiensi institusi—bukan logika pembelajaran yang berpusat pada siswa. Faktanya, para ahli neurosains dan psikologi pendidikan telah lama menyatakan bahwa rentang perhatian (attention span) siswa jauh lebih pendek dari yang diasumsikan sistem pendidikan saat ini.

Riset menunjukkan bahwa anak SD hanya mampu fokus selama 10–15 menit, siswa SMP sekitar 15–20 menit, dan siswa SMA maksimal 25–30 menit sebelum otaknya mengalami kejenuhan dan penurunan daya serap. Jika proses belajar dipaksakan melampaui batas alami ini tanpa jeda aktif atau interaksi, maka alih-alih memperdalam pemahaman, pelajaran hanya akan lewat begitu saja tanpa jejak bermakna.

Namun, sistem pendidikan kita terus mempertahankan durasi tetap untuk semua pelajaran, semua usia, dan semua konteks. Hal ini bukan hanya tidak efisien, tetapi juga tidak adil bagi perkembangan mental dan kognitif siswa. Di saat dunia digital menyediakan pengalaman belajar yang cepat, interaktif, dan fleksibel, sekolah masih terjebak pada pola ceramah panjang dan linier.

Sudah saatnya kita membangun paradigma baru. Jam belajar seharusnya dirancang mengikuti irama otak siswa, bukan semata-mata durasi kerja guru. Belajar tidak harus lama, yang penting adalah efektivitas dan kedalaman. Dunia kerja modern bahkan telah mengadopsi metode “short learning burst”, di mana sesi belajar dibagi menjadi blok pendek 15–25 menit, diselingi refleksi atau aktivitas ringan. Cara ini terbukti meningkatkan fokus dan retensi informasi.

Sebagai contoh, durasi optimal untuk siswa SD kelas awal sebaiknya hanya 20–25 menit, SD kelas atas 30 menit, SMP 30–35 menit, dan SMA cukup 35–40 menit. Waktu belajar bisa dibagi menjadi dua sesi pendek dalam satu jam, dengan jeda aktif seperti permainan edukatif, diskusi kelompok kecil, atau aktivitas fisik ringan. Guru tidak perlu mengajar lebih sedikit, tetapi mengajar lebih adaptif.

Jika kita terus mempertahankan durasi jam pelajaran berdasarkan kalender administratif, maka kita sedang memaksa generasi digital belajar dalam sistem analog. Di saat siswa sudah terbiasa belajar melalui video pendek, kuis interaktif, dan diskusi daring, mereka akan merasa terasing di ruang kelas yang hanya mengandalkan ceramah satu arah.

Anak-anak kita belajar dengan kecepatan digital, sementara kita masih mengajar dengan kecepatan mesin tik. Sudah waktunya pendidikan kita tidak hanya berganti kurikulum, tetapi juga mengubah cara dan waktu belajar. Mari kita ubah pandangan bahwa jam pelajaran adalah waktu kerja guru, dan mulai menempatkannya sebagai irama alami otak belajar anak-anak kita.

31 Mei 2013

Membuat SKHU Otomatis


Setelah selesai pelaksanaan Ujian Nasional baik SD, SMP maupun SMA maka tugas sekolah adalah membuat SKHU (Sementara) sebelum SKHUN dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Kegunaan SKHU yang utama adalah sebagai syarat untuk mendaftar sekolah atau kuliah.

Sekarang ini Ujian Nasional mengharuskan sekolah mengisi Nilai Raport (NR) semester 3, 4 dan 5 serta nilai Ujian Sekolah (US) yang akan digabungkan menjadi Nilai Sekolah (NS). Adapun Rumus NS adalah:
Sedangkan Nilai Akhir (NA) sebagai penentu kelulusan diperoleh dari gabungan Nilai Sekolah (NS) dan nilai Ujian Nasional (UN) dengan rumus:

Surat Keterangan Hasil Ujian (SKHU) yang akan kita buat menggunakan data yang diketik di MS Excel 2007. Semula saya akan membuat di MS Word menggunakan MailMerge, tapi karena kurang sip maka SKHUnya saya buat di MS Excel saja dengan isi sheet data nilai Raport semester 3, 4 dan 5, US, UN, Biodata, Cetak, Petunjuk Pemakaian.
Pertama-tama isilah biodata peserta UN yang terdiri dari Nama, no peserta UN, TTL dan sebagainya di sheet SKHU, tapi jangan isi nilai karena itu otomatis. Selanjutnya mengisi nilai nilai raport semester 3,4 dan 5 maka saya buat satu sheet NR yang otomatis menghitung rata-rata nilai raport tersebut. Selanjutnya jika US telah diisi, maka saya buat lagi sheet NS yang rumus perhitungan di atas.
Jika UN telah selesai, silakan isi nilai UN, dan saya buat sheet NA yang berisi nilai akhir berdasarkan perhitugnan rumus di atas. Semua nilai itu saya kumpulkan lagi dalam sheet SKHU. Fitur yang digunakan adalah fungsi "VLOOKUP" di MS Excel sehingga di sheet SKHU didefinisikan sebuah "name" dengan nama data.
Jika anda ingin menambah/mengurang jumlah siswa sesuai sekolah masing-masing, maka silakan tambah/kurang baris di sheet Nilai Semester 3, 4, 5, US, NS, UN, NA. Yang penting definisi "name" di sheet SKHU ada sesuaikan ukurannya dengan jumlah siswa yang telah diubah tadi.
Proses cetak dilakukan di sheet "Cetak". Print satu-persatu SKHU siswa dengan mengubah Nomor Pesertanya.
Kalau bingung, langsung saja download file jadinya di sini. Selamat bekerja membuat SKHU, semoga bermanfaat.



20 April 2010

Aplikasi Raport Berbasis Web

Sudah lama aku mencari aplikasi raport elektronik berbasis web. Berbagai site sudah kukunjungi dan memperoleh berbagai script php dari yang berbahasa Asing hingga Indonesia. Sampai saat ini ada satu yang fasilitasnya mendekati apa yang kuharapkan, yakni siskofol yang dibuat oleh Agus Muhajir, S.Kom.

Siskofol ini merupakan sistem administrasi sekolah yang sangat lengkap dan open source. Semua modul untuk kepentingan sekolah mulai dari kesiswaan, keuangan, nilai, guru, tu dsb ada. Karena sangat banyak fasilitasnya inilah yang membuat saya kesulitan memakainya. Oleh karena tujuan saya semula cuma ingin mengisi raport online tanpa perlu mengisi semua data 1 sekolah lengkap.

Akhirnya kuputuskan mencoba membuat sendiri aplikasi raport elektronik / online berbasis open source, yakni menggukan bahasa PHP dan database MySQL. Saat ini saya sedang membuat skema database dan skema front end-nya.

Rencananya sih sederhana saja:

1. Entry data tahun ajaran, semester, kelas.
2. Entry data siswa.
3. Entry hasil ulangan harian, tengah semester dan akhir semester.
4. Entry absensi dan nilai eksrtrakurikuler.
5. Cetak raport.

OK..sampai di sini apa ada saran?

Update status project 20 April 2010 pukul 10:07 GMT+8: Database awal sudah berhasil dibuat..silakan lihat strukturnya pada gambar di bawah ini:

26 Maret 2010

Penerimaan Santri Baru SMA Al Baladul Amin

Pondok Pesantren Al Baladul Amin membuka pendaftaran santri baru untuk tingkat SMP dan SMA melalui jalur offline dan online.

1. Jalur Offline (langsung)
Pendaftar datang langsung ke sekretariat penerimaan santri baru (PSB) di Ponpes Al Baladul Amin yang beralamat di Jl. Mandala Permai desa Mandala kec. Telaga Langsat kab. HSS provinsi Kalsel pada jam kerja.
 Gambar 1: Ponpes Al Baladul Amin.

2. Jalur Online
Pendaftar langsung masuk ke WEBSITE SEKOLAH KAMI dan masuk ke bagian PSB Online. Silakan ikut prosedur dan syaratnya lalu isi formulir online di sana sebagai bukti telah mendaftar.

Gambar 2: Halaman PSB Online

3. Download
4. Kontak:
Jika ada pertanyaan seputar PSB Ponpes Al Baladul Amin, silakan hubungi:
  • Direktur Pondok: Drs. H. Rahmadiannor (0819-5207-8989)
  • Pengasuh: Fakhmi, S.Pd.I (0852-4889-0989)
  • Ketua Panitia PSB: Syamsuddin, S.pd (0813-4969-4696)

20 November 2009

RootKit, lebih hebat dari Virus

Bayangkan ...

(1) Sebuah file mampu bersembunyi pada komputer anda. File itu tidak terdeteksi di windows explorer, tidak terdeteksi oleh antivirus, anti malware, anti spy ware dan seterusnya. File ini tidak akan terlihat oleh perintah dir pada command prompt walaupun ditambah parameter untuk menampilkan attribut hidden.

(2) Sebuah proses yang dijalankan pada komputer anda tidak tampak di task manager, tidak terlihat di system service seolah-olah proses itu tidak ada atau siluman.

(3) Ukuran free space di hardisk anda ternyata tidak akurat/ tidak benar alias dipalsukan. Saat dibaca di windows explorer tertulis 37 GB free (misalnya) tapi saat mau mencopi file mp3 ke harddisk gagal dengan informasi disk full. Artinya sebuah/beberapa file dapat disimpan ke dalam hardisk tanpa diketahui oleh pemiliknya.

Bagaimanakah 3 hal di atas bisa terjadi? Siapakah yang menyebabkan keanehan itu. Jawabannya adalah: rootkit!

Menurut wikipedia, Rootkit adalah kumpulan software yang bertujuan untuk menyembunyikan proses, file dan data sistem yang sedang berjalan dari sebuah sistem operasi tempat dia bernaung. Rootkit awalnya berupa aplikasi yang tidak berbahaya, tetapi belakangan ini telah banyak digunakan oleh malware yang ditujukan untuk membantu penyusup menjaga aksi mereka yang ke dalam sistem agar tidak terdeteksi. rootkit hadir di beragam sistem operasi seperti, Linux, Solaris dan Microsoft Windows. Rootkit ini sering merubah bagian dari sistem operasi dan juga menginstall dirinya sendiri sebagai driver atau modul kernel.

Rootkit memodifikasi kernel (inti dari system operasi) sehingga informasi yang ditampilkan oleh Windows yang notabene berasal dari kernel akhirnya menjadi bisa dipalsukan. Jangan heran kalau keberadaan file bisa disembunyikan, informasi free disk space bisa dipalsukan dan prosses yang sedang berjalan tidak bisa ditampilkan di task manager.

Kata "rootkit" terdengar di telinga publik bermula pada skandal Sony BMG CD Copy Protection, dimana CD yang dibuat Sony BMG music meletakkan sebuah rootkit di PC Microsoft Windows pada saat pengguna memutar CD di komputer mereka. Sony sebelumnya tidak memperingatkan kepada pengguna akan hal ini di dalam CD mereka maupun di dalam kemasannya. Tujuan pihak Sony agar file music dalam CD tersebut tidak bisa di copy. Setelah menghadapi banyak tuntutan akhirnya Sony menarik semua CD bermasalah tersebut.

Tentu anda tertarik untuk melakukan hal diatas bukan. Tapi coba di komputer sendiri jangan di komputer orang lain. Segala akibat yang terjadi silakan tanggung sendiri dan penulis menyatakan tidak ikut bertanggung jawab.

Salah satu rootkit populer di kalangan para hacker adalah Hacker Defender. Software ini mampu berjalan baik di system operasi Windows 2000, Windows XP hingga Windows Server 2003. Hacker Defender bisa didownload dalam bentuk executable dan source code sehingga anda yang mempunyai kemampuan programming dapat memodifikasi rootkit ini. Hacker Defender terdiri dari 9 buah file, yaitu:

  1. hxdef100.exe : program hacker defender v.1.0.0
  2. hxdefOFdis.exe : program hacker defender yang telah dimodifikasi dengan teknik berbeda.
  3. hxdef100.ini : file setting yang mengatur cara kerja software ini dengan sisipan tambahan karakter sampah untuk menghindari deteksi antivirus.
  4. hxdef100.2.ini : file setting yang telah disederhanakan agar lebih mudah dibaca dan difahami.
  5. bdcli100.exe : Backdoor client.
  6. rdrbs100.exe : redirector
  7. Readmecz.txt : readme file dalam bahasa Czech
  8. Readmeen.txt : readme file dalam bahasa Inggris.
  9. src.zip : file-file source code.
Kalau mau mencoba silakan download filenya (link nya silakan tanya Prof Google). Sebelum menjalankan program utama hxdef100.exe, terlebih dahulu ubah settingan hxdef100.ini agar sesuai dengan keperluan anda.

Sekarang anda bisa menyembunyikan file penting dan rahasia anda tanpa bisa dideteksi oleh Windows. Demikian pula virus tidak bisa menginfeksi karena file anda tidak terlihat di level operating system.

Selamat mencoba menjadi hacker.


27 September 2009

Seminar Nasional Open Source

Ikuti seminar nasional dengan tema "Pemerataan Akses Internet dan Migrasi Open Source Software" pada tanggal 4 Oktober 2009 di Aula RSUD Damanhuri Barabai dengan pembicara:

  1. Bupati HST, Drs Syaiful Rasyid, MM : (Keynote Speaker)
  2. Bambang Dwi Anggora, M. Eng (Depkominfo) : Sosialisasi Internet
  3. DR. Kemal / Menristek : Latar Belakang Open Source Software
  4. Pancat Setyantana, M.Eng / Depkominfo : Strategi Pelaksanaan Open Source Software
  5. Saipul Rahman, S.Pd / Helpdesk OSS kab HSS : Migrasi Open Source Software
Peserta terbatas sebanyak 200 orang.
Kontribusi peserta : Rp 80.000,- / orang.

Fasilitas seminar:
1. Sertifikat
2. Block Note + Pulpen (Starter kit)
3. CD Linux Installer
4. Snack dan Makan Siang

Pendaftaran:
1. Grand Net - Jl. H.M. Syarkawi (Barabai)
2. Bappeda kab. HST - Ibu Patriani
3. Syamsuddin, S.Pd (Kandangan)

Selebaran / Undangan Seminar dapat didownload di sini.

05 Agustus 2009

Wireless Security

Pengamanan perangkat wireless security pada media pc, laptop, dan notebook dilakukanlah beberapa kegiatan dan aktivitas, yaitu :

1. Menyembunyikan SSID
  Banyak administrator menyembunyikan Services Set Id (SSID) jaringan wireless mereka dengan maksud agar hanya yang mengetahui SSID yang dapat terhubung ke jaringan mereka. Hal ini tidaklah benar, karena SSID sebenarnya tidak dapat disembuyikan secara sempurna. Pada saat saat tertentu atau khususnya saat client akan terhubung (assosiate) atau ketika akan memutuskan diri (deauthentication) dari sebuah jaringan wireless, maka client akan tetap mengirimkan SSID dalam bentuk plain text (meskipun menggunakan enkripsi), sehingga jika kita bermaksud menyadapnya, dapat dengan mudah menemukan informasi tersebut. Beberapa tools yang dapat digunakan untuk mendapatkan ssid yang dihidden antara lain, kismet (kisMAC), ssid_jack (airjack), aircrack , void11 dan masih banyak lagi.

2. Keamanan Wireless dengan metode Wired Equivalent Privacy (WEP)

 WEP merupakan standart keamanan & enkripsi pertama yang digunakan pada wireless, WEP (Wired Equivalent Privacy) adalah suatu metoda pengamanan jaringan nirkabel, disebut juga dengan Shared Key Authentication. Shared Key Authentication adalah metoda otentikasi yang membutuhkan penggunaan WEP. Enkripsi WEP menggunakan kunci yang dimasukkan (oleh administrator) ke client maupun access point. Kunci ini harus cocok dari yang diberikan akses point ke client, dengan yang dimasukkan client untuk authentikasi menuju access point, dan WEP mempunyai standar 802.11b.

 Proses Shared Key Authentication:

1. client meminta asosiasi ke access point, langkah ini sama seperti Open System Authentication. 
2. access point mengirimkan text challenge ke client secara transparan. 
3. client akan memberikan respon dengan mengenkripsi text challenge dengan menggunakan kunci WEP dan mengirimkan kembali ke access point. 

4. access point memberi respon atas tanggapan client, akses point akan melakukan decrypt terhadap respon enkripsi dari client untuk melakukan verifikasi bahwa text challenge dienkripsi dengan menggunakan WEP key yang sesuai. Pada proses ini, access point akan menentukan apakah client sudah memberikan kunci WEP yang sesuai. Apabila kunci WEP yang diberikan oleh client sudah benar, maka access point akan merespon positif dan langsung meng-authentikasi client. Namun bila kunci WEP yang dimasukkan client adalah salah, maka access point akan merespon negatif dan client tidak akan diberi authentikasi. Dengan demikian, client tidak akan terauthentikasi dan tidak terasosiasi. 

 Menurut Arief Hamdani Gunawan, Komunikasi Data via IEEE 802.11, Shared Key Authentication kelihatannya lebih aman dari dari pada Open System Authentication, namun pada kenyataannya tidak. Shared Key malah membuka pintu bagi penyusup atau cracker. Penting untuk dimengerti dua jalan yang digunakan oleh WEP. WEP bisa digunakan untuk memverifikasi identitas client selama proses shared key dari authentikasi, tapi juga bisa digunakan untuk men-dekripsi data yang dikirimkan oleh client melalui access point.

 WEP memiliki berbagai kelemahan antara lain :
* Masalah kunci yang lemah, algoritma RC4 yang digunakan dapat dipecahkan.
* WEP menggunakan kunci yang bersifat statis
* Masalah initialization vector (IV) WEP

* Masalah integritas pesan Cyclic Redundancy Check (CRC-32).

  WEP terdiri dari dua tingkatan, yakni kunci 64 bit, dan 128 bit. Sebenarnya kunci rahasia pada kunci WEP 64 bit hanya 40 bit, sedang 24bit merupakan Inisialisasi Vektor (IV). Demikian juga pada kunci WEP 128 bit, kunci rahasia terdiri dari 104bit.

Serangan-serangan pada kelemahan WEP antara lain :
* Serangan terhadap kelemahan inisialisasi vektor (IV), sering disebut FMS attack. FMS singkatan dari nama ketiga penemu kelemahan IV yakni Fluhrer, Mantin, dan Shamir. Serangan ini dilakukan dengan cara mengumpulkan IV yang lemah sebanyak-banyaknya. Semakin banyak IV lemah yang diperoleh, semakin cepat ditemukan kunci yang digunakan 
* Mendapatkan IV yang unik melalui packet data yang diperoleh untuk diolah untuk proses cracking kunci WEP dengan lebih cepat. Cara ini disebut chopping attack, pertama kali ditemukan oleh h1kari. Teknik ini hanya membutuhkan IV yang unik sehingga mengurangi kebutuhan IV yang lemah dalam melakukan cracking WEP.
* Kedua serangan diatas membutuhkan waktu dan packet yang cukup, untuk mempersingkat waktu, para hacker biasanya melakukan traffic injection. Traffic Injection yang sering dilakukan adalah dengan cara mengumpulkan packet ARP kemudian mengirimkan kembali ke access point. Hal ini mengakibatkan pengumpulan initial vektor lebih mudah dan cepat. Berbeda dengan serangan pertama dan kedua, untuk serangan traffic injection,diperlukan spesifikasi alat dan aplikasi tertentu yang mulai jarang ditemui di toko-toko, mulai dari chipset, versi firmware, dan versi driver serta tidak jarang harus melakukan patching terhadap driver dan aplikasinya.

3. Keamanan wireless dengan metode WI-FI Protected Accsess (WPA)

  Merupakan rahasia umum jika WEP (Wired Equivalent Privacy) tidak lagi mampu diandalkan untuk menyediakan koneksi nirkabel (wireless) yang aman dari ulah orang usil atau ingin mengambil keuntungan atas apa yang kita miliki—dikenal dengan jargon hackers. Tidak lama setelah proses pengembangan WEP, kerapuhan dalam aspek kriptografi muncul.

  Berbagai macam penelitian mengenai WEP telah dilakukan dan diperoleh kesimpulan bahwa walaupun sebuah jaringan wireless terlindungi oleh WEP, pihak ketiga (hackers) masih dapat membobol masuk. Seorang hacker yang memiliki perlengkapan wireless seadanya dan peralatan software yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis cukup data, dapat mengetahui kunci enkripsi yang digunakan.

  Menyikapi kelemahan yang dimiliki oleh WEP, telah dikembangkan sebuah teknik pengamanan baru yang disebut sebagai WPA (WiFI Protected Access). Teknik WPA adalah model kompatibel dengan spesifikasi standar draf IEEE 802.11i. Teknik ini mempunyai beberapa tujuan dalam desainnya, yaitu kokoh, interoperasi, mampu digunakan untuk menggantikan WEP, dapat diimplementasikan pada pengguna rumahan atau corporate, dan tersedia untuk publik secepat mungkin. Adanya WPA yang "menggantikan" WPE, apakah benar perasaan "tenang" tersebut didapatkan? Ada banyak tanggapan pro dan kontra mengenai hal tersebut. Ada yang mengatakan, WPA mempunyai mekanisme enkripsi yang lebih kuat. Namun, ada yang pesimistis karena alur komunikasi yang digunakan tidak aman, di mana teknik man- in-the-middle bisa digunakan untuk mengakali proses pengiriman data. Agar tujuan WPA tercapai, setidaknya dua pengembangan sekuriti utama dilakukan. Teknik WPA dibentuk untuk menyediakan pengembangan enkripsi data yang menjadi titik lemah WEP, serta menyediakan user authentication yang tampaknya hilang pada pengembangan konsep WEP. 

  Teknik WPA didesain menggantikan metode keamanan WEP, yang menggunakan kunci keamanan statik, dengan menggunakan TKIP (Temporal Key Integrity Protocol) yang mampu secara dinamis berubah setelah 10.000 paket data ditransmisikan. Protokol TKIP akan mengambil kunci utama sebagai starting point yang kemudian secara reguler berubah sehingga tidak ada kunci enkripsi yang digunakan dua kali. Background process secara otomatis dilakukan tanpa diketahui oleh pengguna. Dengan melakukan regenerasi kunci enkripsi kurang lebih setiap lima menit, jaringan WiFi yang menggunakan WPA telah memperlambat kerja hackers yang mencoba melakukan cracking kunci terdahulu. 

  Walaupun menggunakan standar enkripsi 64 dan 128 bit, seperti yang dimiliki teknologi WEP, TKIP membuat WPA menjadi lebih efektif sebagai sebuah mekanisme enkripsi. Namun, masalah penurunan throughput seperti yang dikeluhkan oleh para pengguna jaringan wireless seperti tidak menemui jawaban dari dokumen standar yang dicari. Sebab, masalah yang berhubungan dengan throughput sangatlah bergantung pada hardware yang dimiliki, secara lebih spesifik adalah chipset yang digunakan. Anggapan saat ini, jika penurunan throughput terjadi pada implementasi WEP, maka tingkat penurunan tersebut akan jauh lebih besar jika WPA dan TKIP diimplementasikan walaupun beberapa produk mengklaim bahwa penurunan throughput telah diatasi, tentunya dengan penggunaan chipset yang lebih besar kemampuan dan kapasitasnya.

  Proses otentifikasi WPA menggunakan 802.1x dan EAP (Extensible Authentication Protocol). Secara bersamaan, implementasi tersebut akan menyediakan kerangka kerja yang kokoh pada proses otentifikasi pengguna. Kerangka-kerja tersebut akan melakukan utilisasi sebuah server otentifikasi terpusat, seperti RADIUS, untuk melakukan otentifikasi pengguna sebelum bergabung ke jaringan wireless. Juga diberlakukan mutual authentification, sehingga pengguna jaringan wireless tidak secara sengaja bergabung ke jaringan lain yang mungkin akan mencuri identitas jaringannya.

  Mekanisme enkripsi AES (Advanced Encryption Standard) tampaknya akan diadopsi WPA dengan mekanisme otentifikasi pengguna. Namun, AES sepertinya belum perlu karena TKIP diprediksikan mampu menyediakan sebuah kerangka enkripsi yang sangat tangguh walaupun belum diketahui untuk berapa lama ketangguhannya dapat bertahan.

  Bagi para pengguna teknologi wireless, pertanyaannya bukanlah dititikberatkan pada pemahaman bahwaWPAadalah lebih baik dari WEP, namun lebih kepada improvisasi tepat guna yang mampu menyelesaikan masalah keamanan wireless saat ini. Di kemudian hari, kita akan beranggapan pengguna adalah raja. Apa yang dibutuhkan para pengguna teknologi wireless adalah kemudahan menggunakan teknologi itu. Untuk dapat menggunakan "kelebihan" yang dimiliki WPA, pengguna harus memiliki hardware dan software yang kompatibel dengan standar tersebut. Dari sisi hardware, hal tersebut berarti wireless access points dan wireless NIC (Network Interface Card) yang digunakan harus mengenali standar WPA. Sayang, sebagian produsen hardware tidak akan mendukung WPA melalui firmware upgrade, sehingga pengguna seperti dipaksa membeli wireless hardware baru untuk menggunakan WPA.

  Dari sisi software, belum ada sistem operasi Windows yang mendukung WPA secara default. Komputer yang menggunakan system operasi Windows dengan hardware kompatibel dengan standar WPA dapat mengimplementasikannya setelah menginstal WPA client. WPA client baru dapat bekerja pada sistem operasi Windows Server 2003 dan Windows XP. Bagi para pengguna sistem operasi lainnya belum ditemukan informasi mengenai kemungkinan mengimplementasikan WPA.
  Melakukan migrasi hardware dan implementasi WPA dapat dibayangkan sebagai sebuah pekerjaan yang sangat besar. Untungnya, hal tersebut bukanlah sesuatu yang harus dilakukan pada saat yang bersamaan. Wireless Access Points dapat mendukung WPA dan WEP secara bersamaan. Hal ini memungkinkan migrasi perlahan ke implementasi WPA. 

  Pada jaringan wireless yang membutuhkan tingkat sekuriti tingkat tinggi, variasi sistem tambahan proprietari dibuat untuk menjadi standar transmisi WiFi. Pada perkembangannya, beberapa produsen WiFi telah mengembangkan teknologi enkripsi untuk mengakomodasi kebutuhan pengamanan jaringan wireless.

4. MAC Filtering

Hampir setiap wireless access point maupun router difasilitasi dengan keamanan MAC Filtering. Hal ini sebenarnya tidak banyak membantu dalam mengamankan komunikasi wireless, karena MAC address sangat mudah dispoofing atau bahkan dirubah. Tools ifconfig pada OS Linux/Unix atau beragam tools spt network utilitis, regedit, smac, machange pada OS windows dengan mudah digunakan untuk spoofing atau mengganti MAC address. Penulis masih sering menemukan wifi di perkantoran dan bahkan ISP (yang biasanya digunakan oleh warnet-warnet) yang hanya menggunakan proteksi MAC Filtering. Dengan menggunakan aplikasi wardriving seperti kismet/kisMAC atau aircrack tools, dapat diperoleh informasi MAC address tiap client yang sedang terhubung ke sebuah Access Point. Setelah mendapatkan informasi tersebut, kita dapat terhubung ke Access point dengan mengubah MAC sesuai dengan client tadi. Pada jaringan wireless, duplikasi MAC adress tidak mengakibatkan konflik. Hanya membutuhkan IP yang berbeda dengan client yang tadi.

5. Captive Portal
Infrastruktur Captive Portal awalnya didesign untuk keperluan komunitas yang memungkinkan semua orang dapat terhubung (open network). Captive portal sebenarnya merupakan mesin router atau gateway yang memproteksi atau tidak mengizinkan adanya trafik hingga user melakukan registrasi/otentikasi. Berikut cara kerja captive portal :
* user dengan wireless client diizinkan untuk terhubung wireless untuk mendapatkan IP address (DHCP). 
* block semua trafik kecuali yang menuju ke captive portal (Registrasi/Otentikasi berbasis web) yang terletak pada jaringan kabel.
* redirect atau belokkan semua trafik web ke captive portal
* setelah user melakukan registrasi atau login, izinkan akses ke jaringan (internet).
  Beberapa hal yang perlu diperhatikan, bahwa captive portal hanya melakukan tracking koneksi client berdasarkan IP dan MAC address setelah melakukan otentikasi. Hal ini membuat captive portal masih dimungkinkan digunakan tanpa otentikasi karena IP dan MAC adress dapat dispoofing. Serangan dengan melakukan spoofing IP dan MAC. Spoofing MAC adress seperti yang sudah dijelaskan pada bagian 4 diatas. Sedang untuk spoofing IP, diperlukan usaha yang lebih yakni dengan memanfaatkan ARP cache poisoning, kita dapat melakukan redirect trafik dari client yang sudah terhubung sebelumnya. Serangan lain yang cukup mudah dilakukan adalah menggunakan Rogue AP, yaitu mensetup Access Point (biasanya menggunakan HostAP) yang menggunakan komponen informasi yang sama seperti AP target seperti SSID, BSSID hingga kanal frekuensi yang digunakan. Sehingga ketika ada client yang akan terhubung ke AP buatan kita, dapat kita membelokkan trafik ke AP sebenarnya. Tidak jarang captive portal yang dibangun pada suatu hotspot memiliki kelemahan pada konfigurasi atau design jaringannya. Misalnya, otentikasi masih menggunakan plain text (http), managemen jaringan dapat diakses melalui wireless (berada pada satu network), dan masih banyak lagi. Kelemahan lain dari captive portal adalah bahwa komunikasi data atau trafik ketika sudah melakukan otentikasi (terhubung jaringan) akan dikirimkan masih belum terenkripsi, sehingga dengan mudah dapat disadap oleh para hacker. Untuk itu perlu berhati-hati melakukan koneksi pada jaringan hotspot, agar mengusahakan menggunakan komunikasi protokol yang aman seperti https,pop3s, ssh, imaps dst.

24 April 2009

Antara Blog, Facebook dan Ubuntu

Sudah hampir 2 bulan ini saya tidak menulis. Serasa ada sesuatu yang hilang, ada hasrat yang tidak tersalurkan. Hasrat menulis amatiranku. hehehe. Ok sekarang lagi santai di Warnet Raja yang full Linux di Kandangan.

Sebagian blogfriend bertanya-tanya kemana gerangan. Jawabannya adalah aku tersesat diantara blog, facebook dan Ubuntu. Ngeblog merupakan hobi pertama saya di internet. Menulis dan menulis. Tapi menulis di blog saya rasa nggak bisa sembarangan dan mesti dikonsep dan dipikirkan dengan matang materinya. Yah, katakanlah agak lebih serius dibanding menulis di facebook.

Jujur, saat ini saya lebih rajing update status di facebook ketimbang menulis di blog. Kelebihan facebook ada dua (menurut saya).Pertama tulisannya nggak perlu berat dan serius, cukup satu dua kalimat yang mewartakan kegiatan saat itu. Kedua, facebook dapat menampilkan tulisan terbaru teman-teman yang terhubung dalam satu halaman. Jadi kita nggak perlu menjelajah kemana-mana seperti blogwalking.

Selain itu berbagai kesibukan yang sangat menyita waktu. Tapi untuk alasan ini kurang bisa dipertanggungjawabkan. Sibuk bukan alasan untuk tidak menulis di blog. Buktinya Pak EWA, yang kesibukannya fullday dengan beribu-ribu aktifitasnya masih sempat-sempatnya menulis. Salut untuk Pak EWA.

Selain facebook, ada lagi aktivitas yang sangat saya gemari, yakni mengoprek Linux. Distro Linux yang saat ini sedang saya pelajari adalah Ubuntu. Operating System yang free dan terbuka ini membuat saya bisa belajar lebih banyak tentang sistem operasi dan jaringan. Berbagi varian ubuntu telah saya jajal, mulai dari Ubuntu Desktop, Ubuntu Muslim Edition (ME), Edubuntu, Kubuntu, Linux Mint. Sungguh menarik bisa menginstall sistem operasi yang free dan bisa dikostumis sesuai selera dan kebutuhan.

Hebatnya lagi, kita bisa mengkompile kernel Linux sendiri agar sesuai dengan kebutuhan dan hardware yang kita miliki. Fantastis, semua itu gratis, dan hebaatnya lagi CD installer saya request dari markas Ubuntu di luar negeri, eehh ternyata dikirimkan gratis sampai dirumah saya.

Saat ini lagi gandrung dengan Ubuntu Server 8.10. Walaupun tampilannya berbasis teks bukannya GUI, tapi software yang terkandung didalamnya benar-benar komplit, tahan banting dan dapat memenuhi kebutuhan server disekolah, warnet atau lembaga pemerintahan.

Saya sedang belajar menginstall gateway di Ubuntu agar bisa mensharing satu koneksi Speedy di sekolah kami untuk dikoneksikan ke puluhan komputer di lam. Selain itu file server, printer sharing, DNS, database server, web server, mail server, proxy server telah sukses saya jalankan di server. wuihh serasa memakai server branded yang harganya puluhan juta.

Kedepannya, saya bercita-cita meracik ubuntu server untuk warnet. Inginya sih, memfungsikan Ubuntu server sebagai router, bandwith shaper, billing dan load balancer. Router untuk membagi koneksi, bandwidth shaper untuk membatasi koneksi perclient, billing untuk sistem keuangannya dan load balancing untuk menggabungkan 2 atau lebih koneksi Speedy dalam satu warnet.

Sudahkan anda memakai Linux?

22 Maret 2009

Proyek Distro Linux untuk Sekolah

Teringat tantangan dari Bernaridho I Hutabarat dalam debat tentang free software dan open source F/OSS. Intinya Bernaridho merasa heran dari sisi bisnis kenapa orang mau bekerja membuat program dan sebagainya kemudian digratiskan. Membuat software kemudian dibuka rahasia kodenya kepada umum.

Jawabannya hanya satu: "di dunia ini masih banyak orang yang memiliki hati dan semangat untuk berbagi pengetahuan selain demi urusan duit dan materi". Apa salahnya kalau ada programmer yang menyisihkan sebagian waktunya untuk membuat software free atau open source. Apa salahnya kalau ilmu pengetahuan tentang program tersebut dibuka, disebarluaskan agar orang lain dipenjuru dunia bisa belajar dan mencoba memperbaikinya. Tentu dari segi bisnis hal itu dianggap "gila' karena profitnya nggak jelas. Tapi kita harus sadar bahwa hidup ini tidak melulu demi uang. Jika kita bisa berbuat baik dan berjasa pada orang banyak tentu ada kebahagiaan tersendiri. Nah, silakan tanya pada para "bussiness inteligent expert" berapa harga yang harus dibayar untuk sebuah kebahagiaan. Unlimited.

Gbr: Logo Palinukan (Komunitas Pengguna Linux Barabai)

Untuk ikut memberikan kontribusi pada dunia F/OSS, maka saya berniat membuat sebuah project, yakni membuat distro Linux khusus untuk sekolah. Tentunya saya pertama mengajak kawan-kawan saya di Komunitas Pengguna Linux Barabai (Palinukan - www.barabailinux.co.cc) sebagai anggota. Selain itu lewat tulisan ini saya mengharapkan saran, urun rembug, dan partisipasi pembaca sekalian pada project ini. Baik berupa saran ataupun ikut menjadi personil bahkan donasi akan kami terima dengan penuh terima kasih.

Keterangan Project:
Project : Membuat Distro Khusus Pendidikan.
Nama Distro : ***mohon saran pembaca*****
Distro utama/asal : Ubuntu
Tujuan : Membuat distro berbasiskan Ubuntu yang khusus dipaketkan bagi kepentingan sekolah di Indonesia.

Paket software dan dokumen yang rencananya akan dimasukkan
:
- Software penyusun jadwal pelajaran
- Administrasi Nilai
- Dokumen KTSP
- Dokumen kurikulum terbaru seperti SK, KD, Indikator semua mata pelajaran SD/SMP dan SMA.
- Dokumen media pembelajaran interaktif
- e-Learning
***silakan saran dari pembaca*****

Personel yang dibutuhkan:
1. Koordinator :
2. Desaign Grafis:
3. Programmer (gambas / Lazarus / python)
4. Writer Data Dokumen KTSP, Kurikulum dsb dalam format Open Office
5. Pe-remastering
6. Tester
(mohon bagi yang berminat ikut serta memberi komen dalam tulisan ini)
***Silakan kalau ada saran lain dari pembaca******

Sumber Dana: Sementara ini kami belum punya dana (kecuali ada yang mau donasi) jadi untuk personil bekerja atas dasar sukarela.

18 Maret 2009

Workshop Blog di Dinas Kesehatan HSS

Tahun 2009 dicanangkan oleh Dinas Kesehatan kabupaten HSS sebagai "Tahun IT". Berbagai program kerja dibuat berbasiskan IT untuk meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Misalnya, di Dinkes HSS telah menggunakan fasilitas FlexyGroup. FlexyGroup merupakan sebuah layanan SMS ke nomor 333 yang menjadi sistem penyampaian informasi dari Dinkes ke petugas layanan kesehatan di lapangan. Cukup sekali kirim SMS penting, maka semua petugas kesehatan yang terdaftar dapat menerima informasi dengan cepat.

Selain program FlexyGroup, Dinkes HSS juga mengadakan program peningkatan keahlian pembuatan media pagi petugas Promo Kesehatan (Promkes). Selain belajar membuat media poster, Video dan sebagainya, mereka juga akan dilatih menggunakan internet sebagai media bagi kegiatan promosi dan informasi kesehatan kepada masyarakat.

Tanggal 17 Maret 2009, bertempat di Aula Dinkes HSS diselenggarakan workshop pengenalan internet dan pembuatan blog bagi petugas PromKes. Narasumber didatangkan dari Komunitas Blogger Pahuluan (KBP). Acara ini dihadiri oleh 19 petugas Promkes dari seluruh Puskesmas yang ada di HSS ditambah beberapa pejabat Dinkes HSS.

Gbr1: Pak Fahmi dan Pak Edo sedang membimbing peserta Workshop.

Setelah session teori di Aula Dinkes, acara dilanjutkan dengan session praktik di sebuah warnet di Kandangan, yakni RaraNet. Kegiatan dimulai dengan pengenalan browser, pembuatan email, dan pembuatan blog. Selain saya instruktor mewakili KBP, acara ini juga dibantu oleh para pakar TI dari Dinkes sendiri, yakni Pak Edo (dr.Murid) dan Pak Fahmi. Kedua orang ini juga sekaligus anggota KBP.

Gbr2: Selesai membuat blog, lalu menyerbu Soto Banjar

16 Maret 2009

Saya Berhenti Jadi Orang Jahat

Sudah lama saya jadi "orang jahat". Mengambil hak orang lain alias membajak yang sama saja dengan mencuri. Aku terpaksa memakai software bajakan karena tidak sanggup membelinya. Bayangkan saja, untuk menghidupkan komputer aku harus membeli Windows XP (1,5 Juta), Microsoft Office 2003 (2,5 juta), Adobe Photoshop CS (5 Juta), Borland Delphi 7 (24 Juta), plus lain-lain dibulatkan anggap 1 Juta berarati harus sediakan uang Rp 34 Juta. Waduh, mahal sekali men! apalagi kalau ingin software yang lebih baru, alamak. Padahal biaya di atas belum termasuk membeli hardwarenya.

Teringat waktu kuliah dulu. Menabung sedikit-demi sedikit akhirnya dapat membeli komputer bekas sekelas Pentium II seharga Rp 1,8 Juta. Waduh senang sekali, tapi ternyata harga Rp 1,8 Juta itu baru membeli hardware. Karena harga software asli hampir 10 kali lipat harga perangkat komputernya, yah..terpaksa dech membajak aja. Maaf untuk Tuan Besar Bill Gate, tapi saya terpaksa melakukan itu karena harga softwaremu terlalu mahal untuk ukuran kantong saya (Indonesia?).

Tapi kini saya telah jadi "orang baik". Saya telah berhenti memakai Jendela bajakan yang penuh bug, virus berseliweran, mengharuskan hardware spek tinggi. Kini aku 100% memakai software yang asli, legal. Emang elo, udah kaya, Pak Syam? kok bisa membeli software legal...Ah, nggak juga. aku sekarang memakai Linux (Ubuntu) yang free, gratis, bahkan pihak pengemban Ubuntu bermurah hati mengirimkan CD Installer Ubuntu langsung dari luar negeri tanpa biaya sepeserpun.

Gambar 1: Tampilan Ubuntu 8.10 dengan theme XP-Like

Penasaran? coba lihat tampilan desktopku di atas. Sekilas mungkin anda mengira itu Windows XP, tapi sebenarnya adalah Ubuntu 8.10. Apa itu Ubuntu? Ubuntu adalah distro Linux (paket distribusi) yang dikembangkan oleh Canonical Ltd. Ubuntu berbasiskan Linux Kernel 2.6.27-7 yang ditambah dengan berbagai paket software penunjang. Mulai dari software perkantoran, grafis, edukasi, hiburan, game, jaringan dan lain-lain. Jumlah software dan tool penunjang Ubuntu 8.10 ada lebih dari 25.000 macam. Bayangkan!

Bagi anda yang masih menggunakan Windows baik yang legal (karena anda kelebihan uang?) atau bajakan (karena nggak mampu beli seperti saya), jangan khawatir kalau ingin migrasi ke Ubuntu. Memakai Ubuntu tak ubahnya memakai Windows. Perhatikan pekerjaan apa yang bisa anda kerjakan:

Perkantoran : Ubuntu ada OpenOffice, setara Microsoft Office.
Grafis : Ubuntu ada Gimp, setara Adobe Photoshop,
mp3 player : Ubuntu ada xmms, setara WinAmp,
Video player : Ubuntu ada Totem, setara Cyberlink PowerDVD,
Programming : Ubuntu ada Gambas, setara Visual Basic,
Ubuntu ada Lazarus, setara Borland Delphi,
Ubuntu ada freePascal, setara Borland Pascal
(free pascal adalah standar Olimpiade dunia).
Animasi : Ubuntu ada Blender, setara ??????
Game : Ubuntu ada 958 game siap install, setara ???
Networking : Ubuntu ada 1.358 tool jaringan, setara ???
Matematika : Ubuntu ada 424 software, setara ????
Sains : Ubuntu ada 323 software, setara ???
dan lain-lain, semuanya tinggal klik dan install.

Keuntungan menggunakan Linux:

Pertama: Murah, Legal, Open Source
Dengan 100ribuan kita dapat membeli 1 CD installer + 6 DVD repository (software tambahan). Tinggal pesan, install, dan legal. Tersedia ribuan dokumentasi dan source code program yang bisa kita pelajari. Dijamin ketika melewati bandara, laptop anda nggak akan disita karena ada razia software bajakan.

Kedua: Bebas Virus
Dulu waktu masih memakai "jendela yang mudah pecah", saya paling takut yang namanya virus. Jadi sewaktu orang lain ingin mencolokkan flashdisk ke laptop saya sangat takut. Pernah terinfeksi virus, semua data di hardisk hilang dan jendelanya pecah (crash). Terpaksa install ulang.

Ketiga: Dukungan driver lengkap
Sewaktu menginstall "Jendela yang mudah pecah" di laptop Acer 4520, waktu yang diperlukan hampir seharian. Prosesnya ribet dan bertele-tele. Hal ini karena setelah install jendela, office, dan tool lain ternyata sound card nggak bunyi. Webcam di laptop nggak nyala. Wireless Card nggak jalan, MMC/SD Card reader nggak berfungsi. Penyebabnya saya belum menginstall driver untuk hardware tersebut yang ada dalam cd khusus sebagai penyerta dari pihak Acer.

Tapi sewaktu saya telah tobat dan berniat menggunakan Linux ternyata tidak sampai 1 jam proses menginstall selesai. Semua hardware, webcam, wifi, cardreader, soundcard, telah dikenali dan tersedia drivernya dalam Ubuntu 8.10. Bahkan printer Canon MP145 yang baru saya beli pun langsung dideteck. Jadi nggak perlu lagi menginstall diver bawaan laptop dan printer.

Keempat: Software tambahan (repositori) segunung
Setelah menginstall Ubuntu 8.10 dengan software defaultnya, ternyata saya bisa menambah software lainnya semudah membalikkan telapak tangan. Cukup masukan DVD repository (atau konek ke internet bagi yang punya bandwidth gede), maka instalasi software selesai.

Kini aku dapat mengedit mp3 dengan Audacity, membuat animasi dengan Blender, merancang layout buku dengan Scribus, chatting dengan Pidgin, Video call dengan Ekiga, memprogram dengan Lazarus, membuat diagram dengan Dia, mencurahkan ide (mind mapping) dengan Labirynth.

Bahkan kini aku dapat belajar menghack jaringan wireless menggunakan berbagai tool di Linux. Misal Kismet untuk menscan jaringan wifi yang SSID-nya dihidden. Mengintip lalu lintas data di jaringan wireless dengan wireshark. Kegiatan mengaudit security jaringan bisa dilakukan dengan mudah, test beban loading webserver, menscan port yang terbuka di server, dan beragam aktivitas jaringan mudah dan enjoy dilakukan di Ubuntu.

Keenam: Dukungan update dan upgrade
Hal ini nggak perlu dijelaskan panjang lebar, tinggal koneksi keinternet dan pilih upgrade yang ingin dilakukan. Blesss..semua software anda jadi up to date. Nggak perlu registrasi dan aktivasi yang rumit dan tak perlu bayar.

Kelima: Alih Teknologi
Menggunakan Linux, berarti kita dapat melihat source code dari software didalamnya. Mulai dari source code kernel Linux, source code software pendukungnya, sampai source code berbagai script yang membuat komputer lebih mudah digunakan.

Demikian pula dokumentasi sebagai sumber belajar. Setiap software di Linux disertai dengan dokumentasi yang sangat baik. Tidak hanya dokumentasi bagaimana kita menggukan software tersebut, tapi juga dokumentasi bagaimana cara kerja software.

Kedua hal ini akan membuat bangsa Indonesia menjadi pintar. Kita tidak mau terus dijajah secara ekonomi dengan keharusan membeli produk dari produsen luar. Tapi kita bisa belajar membuat, mengubah atau memodifikasi software agar sesuai dengan kebutuhan kita sendiri.

Bayangkan?
Jika saja semua sekolah di Indonesia beralih menggunakan Linux, maka sanggupkah anda membayangkan berapa rupiah yang kita hemat. Coba hitung.
Saat ini jumlah sekolah di Indonesia yang terdaftar di http://npsn.jardiknas.org = 247.437.
Andai satu sekolah 1 komputer membeli 1 windows Xp (1,5jt) dan Microsoft Office 2003 (2,5jt)
artinya:
247.473 x Rp 4.000.000,- = Rp. 989.892.000.000 wow hampir Rp 1 Trilyun bo!!!

Itu baru asumsi 1 komputer untuk satu sekolah yang terdaftar di NPSN. Belum lagi semua sekolah yang belum mendaftar di npsn, atau sekolah yang menggunakan komputer lebih dari 1 (lab komputer bisa 20an buah), trus di kampus, laptop dan komputer para guru dan dosen. Jangan-jangan bisa menghemat sampai puluhan triliyun rupiah kita. Silakan hitung sendiri jika ditambah dengan berbagai software lain selain WinXP dan Microsoft Office 2003. Ingat pula berapa jumlah komputer di institusi dan lembaga pemerintahan, perusahaan swasta, dan pengguna rumahan. Jangan-jangan biaya lisensi softwarenya sampai ratusan triyun Rupiah. Waduh itu sih udah 10% APBN kita.

Jadi?
Jadi, tolong beritahu saya bagaimana logikanya, kok ada orang yang terus mengkampanyekan agar kita terus menggunakan "jendela yang mudah pecah" dengan membayar Bill Gates sampai puluhan triliyun.

Jadi, anda jangan heran kalau Bill Gates sekarang jadi orang terkaya didunia tahun 2009 versi majalah Forbes.

Jadi tunggu apa lagi. Sekarang juga cek software di komputer anda. Legal atau tidak. Kalau tidak legal berarti anda termasuk "orang jahat". Kalau anda ingin jadi orang baik berhenti membajak software dari Tuan Gate.

Pilihannya ada dua. Kalau anda punya uang dan kepincut dengan "Jendela yang mudah pecah" silakan sediakan budget sampai 7 digit lalu beli operating system Windows dari Tuan Gate. Silakan nikmati software tertutup yang hanya memperbolehkan anda menginstallnya di satu komputer. Bersiap-siaplah mengupgrade hardware anda karena makin lama sang Jendela semakin menuntut spek hardware yang tinggi. Kemudian bersiap menghadapi merajalelanya virus di lingkungan windows based.

Tapi kalau anda tidak ingin mengeluarkan uang sebanyak itu, silakan install software yang free di komputer anda seperti Linux. Saat ini distro Linux paling banyak diminati adalah Ubuntu. Nikmati lah pengalaman dan kebebasan dari Linux. Kita bebas mengkopi, mengubah, mendistribusikan kembali Linux yang kita punya.

Jadi, jangan lagi anda mau menjadi "orang jahat" yang memakai "jendela" tanpa membayar alias membajak. Ingat bagaimanapun juga itu termasuk dosa. Apalagi jika komputer yang ada software bajakannya itu dipakai untuk bekerja atau mencari nafkah. Otomatis penghasilan yang kita dapat juga tidak halal. Kalau tidak halal berarti haram, dan menurut ustadz di kampung saya, yang haram tempatnya di ...... Nauzubillah!!!

01 Februari 2009

Software Scan LJK

Ulangan merupakan kegiatan rutin sekolah. Setiap periode tertentu sekolah melaksanakan Ulangan Harian, Ulangan Tengah Semester, Ulangan Akhir Semester atau Ulangan Kenaikan Kelas. Selesai mengadakan ulangan guru dituntut melakukan pemeriksaan terhadap hasil jawaban siswa. Proses memeriksa jawaban siswa ini adalah pekerjaan yang cukup berat bagi guru. Apalagi jika jumlah siswa yang mengikuti ulangan banyak.

Seiring kemajuan teknologi informasi dan komunikasi sekarang ini sudah bukan zamannya lagi guru melakukan pemeriksaan jawaban secara manual. Selain melelahkan, pemeriksaan manual butuh waktu dan ketelitian tinggi. Artinya sudah saatnya proses pemeriksaan jawaban siswa agar menggunakan bantuan komputer. Hal ini dapat dilakukan dengan sistem LJK (Lembar Jawaban Komputer).

Masalah utama proses pemeriksaan LJK menggunakan komputer adalah mahalnya biaya untuk membeli alat scanner LJK. Saat ini terdapat dua jenis scanner LJK, yakni Optical Mark Reader (OCR) dan Digital Mark Reader (DMR). Scanner jenis OCR menggunakan alat khusus untuk scan LJK yang harganya berkisar hingga ratusan juta rupiah. Tentu jenis scanner LJK berupa OCR harganya masih sulit untuk dijangkau sekolah-sekolah.

gambar 1: Tampilan IntelliScanLJK

Alternatif kedua adalah scanner LJK tipe DMR. Tipe ini menggunakan software khusus untuk scan LJK dengan memanfaatkan alat scanner biasa. Harga DMR relatif lebih murah daripada OCR, yakni berkisar sepuluh jutaan rupiah. Proses kerjanya mirip kalau kita menscan dokumen biasa memakai scanner umum. Bedanya adalah hasil scan ditangkap oleh software DMR untuk proses pemeriksaan benar-salahnya jawaban siswa.

gambar 2: Contoh LJK yang bisa discan dengan IntelliScanLJK

Sekarang semua telah hadir software scan LJK buatan putera daerah, yakni IntelliScanLJK. Paket software scanner LJK ini dibuat oleh CV. Datamas Informatika Banjarmasin. Harga software ini lebih murah dibanding software sejenis, yakni Rp. 6.800.000 (diluar scanner). Masalah kecepatan tinggal memilih jenis scanner sesuai dengan anggaran sekolah yang tersedia. Mulai dari kecepatan scan LJK 300 lembar perjam hingga 1.500 lembar perjam.

1. Software IntelliScanLJK
Harga : Rp 6,8 juta
Paket : installer + Flashdisk
Garansi : 1 tahun

2. Scanner yang direkomendasikan
Jenis scanner silakan pilih sendiri. Jika sekolah sudah punya berarti tidak perlu beli lagi. Jika belum punya maka disarankan memakai salah satu scanner berikut ini. Scanner yang dianjurkan adalah tipe ADF (Automatic Document Feeder) agar dapat melakukan proses scan beberapa lembar LJK sekaligus. Sekolah juga bisa membeli satu paket software+scanner agar lebih mudah tapi harga scanner bisa berubah sesuai kurs dollar.

1. Kecepatan scan 300 lembar / jam
Scanner : HP al-in-one 4355
harga : Rp 2 jutaan (tergantung kurs dollar)













2. Kecepatan scan 720 lembar / jam
scanner : Canon DR 1020C
harga : Rp 3 jutaan (tergantung kurs dollar)










3. Kecepatan scan 1080 lembar / jam
scanner : Fujitsu ScanSnap S500
harga : Rp 4 jutaan (tergantung kurs dollar)














4. Kecepatan scan 1500 lembar / jam
scanner : Fujitsu fi-5120C
harga : Rp 7 jutaan 9tergantung kurs dollar)














Bagi sekolah yang berminat silakan kirim email ke syamsuddin.ideris@gmail.com dengan isi email: nama instansi, nama penanggungjawab, dan nomor telpon.

07 Januari 2009

Kota Kandangan Banjir

Hujan deras yang mengguyur kabupaten HSS sejak pukul 3 dinihari menyebabkan meluapnya air sungai Amandit. Sampai pukul 17:00 Wita ketinggian permukaan air terus meninggi akibat kiriman air dari pegunungan Loksado.

Gambar 1: Luapan Sungai Amandit

Akibatnya daerah disekitar aliran sungai yang membelah kota Kandangan ini terendam banjir. Rumah-rumah di kawasan Kalian, Pandai, Lok Loa, Binjai, Baluti, Kandangan Hulu terndam air. Sebagian sudah ada yang menggenangi lantai dalam rumah. Entah bagaimana kabar rekan Anton, apakah rumahnya kebanjiran atau tidak.

Gambar 2: Lapangan Kodim Mirip Lautan

Jalan protokol yang mengalami genangan air adalah di simpang empat Amawang. Jalan di muka Kodim ini tergenang air hampir sejengkal. Demikian pula lapangan di seberang kodim berubah laksana lautan.

gambar 3: Jalan di Kandangan Protokol Tergenang Banjir

Parade Tokoh / Fisikawan Menuju ToE

Parade Tokoh dan Teori Menuju Theory of Everything (ToE) ⚗️ Era Awal – Fondasi Konsep Atom dan Hukum Alam (1600–1800) 1. John Dalton (176...