25 Juli 2008


Saat ini, hampir semua lembaga pendidikan mulai ramai-ramai menggunakan TI dalam dunia pendidikan. Entah itu sekedar ikut-ikutan biar dikatakan modern atau memang sungguh-sungguh memanfaatkan TI semaksimal mungkin untuk menunjang proses pendidikan.

Akan tetapi ada anggapan TI itu sama dengan internet. TI itu sama dengan lab komputer. TI itu sama dengan mengetik di MS Word atau membuat sheet di XL. TI itu sama dengan email. Sehingga bila sudah memiliki atau mempunyai salah satu dari hal tersebut sudah bisa dikatakan ikut kemajuan zaman menggunakan TI.

Saya tidak menyalahkan paradigma di atas. Hanya saja ada hal penting yang tidak kita tiru dari pemanfaatan TI di lembaga pendidikan luar negeri yang telah maju. Apakah itu? yakni kita belum mempunyai sistem DATABASE di sekolah kita.

Coba simak kisah masa kecil dan masa sekolah Bill Gates bersama Paul Allen, banyak diisi kegiatan mereka mempelajari dan mengoprek komputer sekolah yang pada saat itu masih berbentuk mainframe (besar seperti lemari). Ternyata fungsi utama komputer sekolah saat itu sebagai server database untuk menyimpan data-data pendidikan. Padahal itu terjadi puluhan tahun lalu, jangan ditanya lagi keadaan sekarang di Amerika. Hampir semua sekolah mempunya server database yang canggih dan terhubung ke jaringan internet global.

Sekarang coba kita pikir. Di sekolah kita komputer sudah ada bahkan banyak sekolah yang memiliki puluhan komputer di lab komputernya. Tapi coba tanya mereka, mana server databasenya? Apa saja data yang disimpan? Program aplikasi apa yang digunakan untuk mengakses database tersebut? Jawabannya...tidak tahu... Karena memang banyak yang belum tahu, belum menyadari arti pentingnya database bagi sekolah.

Jadi gimana dong? Gampang saja solusinya. Untuk membuat server database, ada beberapa hal yang harus kita sediakan:

  1. hardware (PC biasa atau Server khusus)
  2. software server database (MySQL-gratis  atau MS Access-bayar)
  3. Aplikasi pengakses database (Aplikasi web atau aplikasi desktop)
  4. Jaringan Komputer (kalau ada atau semua diinstall di satu komputer saja)

OK, sampai di sini dahulu. Pada posting berikutnya akan dibahas implementasi hardware, software, membuat aplikasi dan jaringannya.

3 komentar:

  1. Basis data memang merupakan sebuah keperluan mutlak untuk ragam kepentingan. Ini pula yang menjadi kelemahan banyak pihak, tidak hanya sekolah, bahkan pemerintahan (-yg saya tau).
    Semoga soal ini mendapat perhatian serius.

    BalasHapus
  2. Bujur...Pakacil lah..! Dengan database, data-data kita menjadi akurat, efektif dan efisien. Bayangkan jika kita diminta data yang sebenarnya sudah ada di diknas kabupaten, hanya karena pihak diknas kabupaten malas mencari data tsb diantara tumpukan berkas yang menggungung.

    BalasHapus
  3. Benar yang saudara kata kan kita sangat ketinggalan di dunia TI ketimbang di Amerika, dengan negar jiran saja kita sudah ketinggalan

    BalasHapus

Terima kasih atas komentar anda.