22 Januari 2009

Harga minyak bumi turun drastis dari $147 per bbl ke $33 per bbl (tanggal 18 Desember 2008). Artinya harga minyak bumi turun 77,5 % dari harga sebelumnya. Penurunan harga minyak bumi mengakibatkan harga barang-barang turunannya, seperti bensin, solar, minyak tanah dan sebagainya juga turun. Bensin dan LPG di pasar dunia sudah turun harganya dengan drastis. Tapi apa yang terjadi dengan Indonesia tercinta?

Harga bensin tanpa timbal di NYMEX saat ini sudah mencapai $ 0.969 per gallon, turun dari level tertingginya $3.60 per gallon di bulan Juni lalu. Penurunan 73%. Di Indonesia, bensin hanya turun 10% dari Rp 5500 per liter ke Rp 5000 per liter. Selanjutnya diturunkan "sedikit" lagi menjadi Rp 4500 perliter. Pertanyaannya, kenapa hanya 25% saja. Apakah pemerintah masih mensubsidi bensin? Kenapa tidak turun 70% atau 80%. Ini pertanyaan yang wajar dari orang waras.

Pembaca yang waras sekalian, dengan harga bensin Rp 4500 per liter, pemerintah saat ini untung hampir 75%. Apakah ini tidak menjadi pertanda bahwa pemerintah berdagang lebih buruk dari lintah darat. Kenapa lebih buruk? Pertama, pemerintah tidak membolehkan pedagang lain untuk ikut bermain, tidak mau disaingi. Pemerintah memonopoli perdagangan, dengan alasan untuk kesejahteraan rakyat. Ternyata kemudian keuntungan diambil dengan seenaknya. Kalau ada saingan harga pasti bersaing.

Bensin masih belum apa-apa dibandingkan dengan gas LPG. Harga di NYMEX adalah $ 0.653 per gallon atau Rp 2400 per kg. Pada saat yang sama, harga eceran di depot Pertamina (pompa bensin Pertamina) untuk tabung ukuran 12 kg adalah Rp 65000. Dengan pemerintah telah mengambil untung 126%!!!! Wow.... edan!!!

Tidak lama lagi Indonesia akan mengadakan pemilihan umum. Seperti yang anda lihat, tidak ada satu partaipun perduli dengan perbedaan yang menyolok antara harga BBM di pasar dan harga ritel Indonesia (bukan harga ritel di tempat lain lho). Apa itu PDIP yang katanya partainya wong cilik, atau PKB partainya bapak bangsa Gus Dur, atau PAN yang pendirinya (Amin Rais) adalah motor reformasi, atau partai Demokrat yang bossnya jadi presiden, atau Golkar yang bossnya jadi wakil presiden dan berkeinginan jadi presiden, atau PKS yang menggunakan kata sejahtera (siapa yang sejahtera nih, rakyat atau ente?). Atau partai-partai gurem lainnya. Tidak ada yang perduli.

Bagaimana pendapat anda?

Tulisan diambil dari EOWI

11 komentar:

  1. wah... payh nih indonesia... ckckck..

    BalasHapus
  2. Artikel anda di

    http://ekonomi-indonesia-bisnis.infogue.com/harga_bbm_indonesia_lebih_mahal_dari_harga_dunia

    promosikan artikel anda di infoGue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, game online & kamus untuk para netter Indonesia. Salam!

    BalasHapus
  3. Benar Pak guru..!! ngga ada yg beres....
    Kalo pengen beres semua Sistem harus di revisi dengan baik.. benar ngga..?? Korupsi aja dimana-mana... mungkin pengaruh dari kurangnya pendapatan di indo ya..?? bingung juga...

    BalasHapus
  4. itukah yang di sebut white colar crime

    BalasHapus
  5. indonesia rajanys kriminal kerah putih

    BalasHapus
  6. katanya kita untung ,bangsa untung

    kok yg ada kt untung bangsa buntung

    BalasHapus
  7. Bagaimana mau sejahtera rakyat ...

    BalasHapus
  8. Begitulah ketika Pertamina bertindak sebagai pedagang, bukan bagaimana mengurus BBM demi kepentingan rakyat.

    BalasHapus
  9. saat kampanye, janjinya ngurus rakyat. saat berkuasa, rakyat benar-benar tak terurus. jadinya banyak yg kurus.

    payah

    BalasHapus
  10. makanya dq heran ngliat kondisi sekarang n tlah dq posting scr sederhana di :
    http://kurnia-one75.blogspot.com/2009/01/iklan_19.html

    trims bro

    BalasHapus
  11. tolong diliat dr sudut pandang yg laen.
    harga bbm qta apakah lbh mahal dr negara tetangga ???
    apakah klo harga bbm qta lbh murah, rakyat akan sejahtera ??? bukan'nya klo lebih murah membuka peluang yg sangat besar bagi koruptor untuk menjual bbm qta ke negara tetangga ???

    menurut saya yang harus dibenahi adalah mental2 rakyat indonesia.

    BalasHapus

Terima kasih atas komentar anda.