12 September 2008


Jejaring Pendidikan Nasional(Jardiknas) adalah program pengembangan infrastruktur jaringan online skala nasional (National Wide Area Network) yang dibangun olehDepartemen Pendidikan Nasional (DEPDIKNAS) Pemerintah Republik Indonesia untuk menghubungkan antar institusi dan komunitas pendidikan se-Indonesia. Jardiknas merupakan salah satu program strategis pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk dunia Pendidikan di Indonesia. Melalui infrastruktur jaringan online (Jardiknas) diharapkan dapat mempercepat pengembangan integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi pada program pemerintah sektor pendidikan untuk kemajuan Pendidikan Indonesia saat ini dan di masa depan.(www.jardiknas.diknas.go.id).

Hulu Sungai Selatan sebagai salah satu kabupaten di Kalsel yang telah termasuk cakupan area Jardiknas. Pusat koneksi Jardiknas di HSS ada di Dinas Pendidikan Kab.HSS. Berdasarkan hasil monitoring tool di http://netmon.jardiknas.org ternyata koneksi jardiknas di HSS masih aktif dengan respon time 30an ms ketika di ping.

Tapi sepengetahuan dan sepengamatan saya, koneksi Jardiknas di HSS ini tidak dibagi ke sekolah-sekolah. Hal ini tidak sesuai dengan tujuan Jardiknas di atas, yakni untuk menghubungkan institusi pendidikan agar dapat mengikuti kemajuan informasi dan telekomunikasi global. Coba cek ke SMAN 1 Kdg, SMAN 2 Kdg, SMKN 1 Kdg, SMKN 2 Kdg, SMP dan sekolah lainnya apa mereka memiliki akses internet. Kalau pun ada, maka itu adalah swadaya mereka sendiri memasang akses internet dari pihak luar yang berbayar.

Memang ada sekolah yang "cangkal" seperti SMAN 2 Kandangan yang berpikiran maju. Mereka memiliki akses internet. Tapi akses internet mereka menggunakan Speedy dari Telkom alias berbayar. Trus, apa gunanya Proyek Jardiknas yang puluhan Milyar rupiah kalau akhirnya sekolah-sekolah di HSS tidak bisa menikmatinya.?

Saya tidak tahu dan tidak mengerti masalahnya apa? tapi ketika saya cek di www.jardiknas.org terlihat bahwa pihak yang mengelola tidak ada. Coba lihat di sana, kontak adminstrator dan kontak teknis tidak ada orangnya yang bisa dihubungi. Akh, tentu ada semua tidak akan percaya kalau di HSS tidak ada satu orang pun yang "melek" TI! Pantas saja, tidak ada adminsitrator, jadi ya..gitu dech.

Sayang, beribu sayang. Saya tidak punya koneksi atau lobby di sana. Seandainya ada, tentu saya akan siap sedia membantu (akhh..menawarkan diri ni ye) mengelola Jardiknas di Disdik HSS walaupun tanpa diberi honor. Nggak percaya? Kemarin saya baru saja dari HST (Barabai), membantu teman di SMKN 1 Barabai menyeting wireless di sana. Sungguh tanpa bayaran sepeserpun, padahal jarak dari Kandangan ke Barabai 30 Km lebih lho. Tapi saya senang dapat membantu memajukan Jardiknas di HST.

Bagaimana pendapat sampeyan?

5 komentar:

  1. Kabarnya, proyek JarDikNas di HSS kacau bahkan sampai kasusnya di bawa ke pengadilan.
    Katanya sih, dikorupsitapi nggak tahu juga ya yang sebenarnya.
    Yang jelas di sekolah kami nggak bisa konek ke Jardiknas, padahal dulu bisa karena kami punya radio wireless sendiri.

    BalasHapus
  2. cari tau aja sm kepsek SMKN2 KDG, kasusunya dipengadilan katanya dijual keluar tanpa dihubungkan dengan sekol2, di Barabai jug kasusunya sama tp di barabai sdh bs diatasi, tau HSS kasusnya parah banar lo. hubungi pa nardi kepsek SMKN 2 KDG soalnya ICT Centernya HSS. Kalau barabai SMKN1 BRB, Balangan SMKN1 Batumandi, SMKN 1 Batumandi jg bisa bantu kami TIM ICTnya lengkap dari yg seting sampai naik tower, dirikan tower, buat web semua ada orgnya g" usah sewa org dr luar

    BalasHapus
  3. Oo..kaya itu kah kesahnya? Aku sbg orang kdg ja kd tahu, maklum kd umpatan di ICT center! Wah sampai ke pengadilan lah..parah!
    Trims, Pak Fadli atas infonya, nanti kapan-kapan saya hubungi Pak Nardi siapa tau bersedia berbagi koneksi ke sekolah lain.

    BalasHapus
  4. Memang parah banar tu mun sampai kepengadilan segala.jadi kacau kacau kacau banar am. Pabila jua kah kita dapat mengakses internet nya yang nyman wan kada rigat. hehehe

    BalasHapus
  5. Waahh kok lebih tau orang luar dari pada kita ya pak syam -sebagai orang kandangan- hehee.
    Tapi nanti deh akan kami selidiki...

    BalasHapus

Terima kasih atas komentar anda.